Anda di halaman 1dari 1

Rencana Pembangunan Mainland dan Hinterland

Batam
in Infrastruktur March 20, 2014 0 1,716 Views

(Berita Daerah Sumatera) Batam berencana melakukan pembangunan di Kota Batam


terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu pembangunan mainland dan hinterland. Tiap area
mempunyai karakteristik yang berbeda. Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan ada
empat poin, yang umumnya diminta hinterland.
Pertama, yaitu terkait pembangunan pelabuhan, jembatan, atau pelantar. Di tahun 2014 ini
ada empat lokasi yang dibangun oleh dinas terkait, sedangkan tahun lalu ada satu
pelabuhan yang dibangun, berlokasi di Galang Baru.
Kedua, penyediaan air bersih bagi warga. Selama ini masyarakat Batam di pulau-pulau
mengandalkan air sumur. Namun ini sangat beresiko bila sedang musim kemarau, karena
masyarakat biasa tidak mendapat air sama sekali penyebabnya adalah kekeringan. Karena
itu, Dinas Pekerjaan Umum membuat teknik baru, yaitu dengan menggali sumur pompa di
sebuah pulau, lalu airnya bisa mengalir ke perumahan warga yang berada di bawahnya.
Hal ini menjadi perhatian serius Walikota Batam agar dinas terkait untuk lebih
memperhatikan dengan betul pengadaan air bersih untuk pulau-pulau ini, dan dalam APBD
2015 akan dibahas hal ini ditingkat forum SKPD.
Ketiga, adalah masalah listrik, sesungguhnya daerah sudah mulai membangun genset, tapi
saat BBM naik akan menjadi permasalahan lagi. Karena masyarakat yang membayar tak
sebanding dengan tanaga listrik yang didapat, sehingga menjadi tidak efesien. Kebijakannya
sekarang adalah mengusahakan agar PLN bisa masuk ke pulau-pulau atau dengan metode
pengadaan solar home system.
Masalah terakhir yang biasanya dibutuhkan warga hinterland, yaitu bidang pendidikan dan
kesehatan. Saat ini sedang dikerjakan untuk mengadakan penambahan dan pengadaan
dokter serta perawat.
Kualitas pendidikan di wilayah mainland dan hinterland memang masing-masing sangat
berbeda jauh dalam berbagai bidang. Untuk itulah Pemerintah Kota Batam selalu membuat
terobosan-terobosan baru dalam membenahi berbagai infrastruktur pendukung sehingga
anak-anak hinterland yang masih terbatas dalam akses pendidikan tersebut, secara
perlahan dan pasti dapat merasakan pendidikan pada zaman yang serba modern seperti
saat ini.
Pemko Batam juga terus mendukung pendidikan yang merata di seluruh wilayah Kota
Batam, selain membenahi infrastruktur dan kurikulum berbasis Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Pemko Batam juga melakukan terobosan dengan mengirimkan para siswa
hinterland tersebut sampai ke pendidikan tinggi, dan memberikan juga beasiswa.
Sedangkan untuk mainland atau pulau utama, pembangunan infrastruktur menjadi usulan
yang dominan dalam tiap musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Jika
dipersentase jumlahnya mencapai 60-70 persen, terutama pembangunan jalan dan
drainase.
Untuk kebijakan kedepan tidak hanya dalam pembangunan drainase saja tetapi juga
dioptimalkan yang sudah ada. Banyak drainase baru yang sekarang sudah dangkal karena
tertutup pasir, tanah hingga sampah.
Walikota mengajak semua pihak untuk menjaga dan membersihkan drainase yang belum
dikerjakan, gotong royong saja tidak cukup. Melainkan betul-betul dilakukan menjadi
sebuah gerakan oleh semua pihak, karena percuma drainase dibangun banyak tapi
dibawahnya tak bersih dan kotor.
Agustinus
Purba/VM/BD
Editor : Eni Ariyanti