Anda di halaman 1dari 2

Inpago 4 VUB Padi Toleran Kekeringan dan

Berdaya Hasil Tinggi


Senin, 27 Oktober 2014 - 15:31:45 WIB
Diposting oleh : Administrator | Kategori: Ekspose - Dibaca: 1234 kali

Perubahan iklim di Indonesia yang tidak menentu menjadi salah satu kendala yang mengkhawatirkan bagi
peningkatan produksi padi. Dampak perubahan iklim terhadap pengembangan pertanian berupa banjir dan
kekeringan sering terjadi di lahan sawah yang menyebabkan kegagalan panen (puso). Bahkan dengan semakin
berkurangnya hulu resapan air dan kerusakan daerah aliran sungai memicu semakin luasnya wilayah yang
sebelumnya tidak pernah terjadi puso sehingga rentan terhadap banjir dan kekeringan.
Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yang responsif terhadap kejadian akibat perubahan iklim berinovasi
untuk menciptakan varietas padi yang dapat dikembangkan dalam cekaman lingkungan ekstrim. Akhirnya pada
tahun 2010 dilepas varietas unggul baru (VUB) dengan nama Inpago 4 (Inpago = inbrida padi gogo) dengan
salah satu kelebihannya toleran terhadap kekeringan, sehingga diharapkan dapat menunjang produksi yang
tinggi dengan keadaan perubahan iklim yang ekstrim terutama resiko akibat musim kemarau yang panjang.
Inpago 4 sesuai ditanam di lahan kering subur, lahan kering podsolik merah kuning dengan tingkat keracunan
aluminium sedang. Umur tanaman Inpago 4 hanya 124 hari setelah semai dengan potensi hasil 6,1 ton/ha.
Tekstur nasi pulen yang disukai sebagian besar masyarakat umumnya. Dilihat dari tingkat ketahanannya
terhadap hama dan penyakit, varietas ini tahan terhadap beberapa ras penyakit blas dan toleran terhadap
keracunan AI (60 ppm). Varietas inpago 4 ini sangat adatif terhadap lingkungan yang kurang baik, sehingga
kekurangan air yang mungkin terjadi di lapangan waktu budidaya tanaman padi tidak akan mengganggu proses
pembentukan atau petumbuhan padi.
Varietas Inpago 4 mulai dikembangkan dan ditanam pada lahan tegalan di lokasi Kelompok Tani Bina Lestari
Dusun Grogol V Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul pada MT-I 2012. Petani tertarik karena varietas Inpago 4
memiliki malai cukup panjang dan potensi produksi tinggi. Kepala Seksi Informasi Balai Proteksi Tanaman
Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Barat mengimbau petani untuk mempergunakan varietas unggul padi
gogo Inpago 4 yang tahan terhadap kekeringan di lahan yang biasa mengalami kekeringan.
Varietas Inpago 4 merupakan VUB yang cocok dikembangkan dan dibudidayakan petani di Desa Peunaron Baru,
Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Hasil uji adaptasi morfologi tanaman terhadap lingkungan lahan
kering di wilayah tersebut menunjukkan varietas ini memberikan produksi dan keragaman morfologi yang baik.
Varietas ini memberikan hasil tertinggi 6.0 ton/hektar sehinga berdampak besar terhadap peningkatan produksi
padi bagi masyarakat setempat.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan