Anda di halaman 1dari 6

TUGAS SOFTSKILL

Disusun Oleh :
Muhammad Aldo H (15213826)

KELAS :
3EA31
Dosen :
Ibu Rafiqa Maulidia S.IP

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
ATA 2015/2016

ABSTRAK

Tulisan ini membahas tentang proses penyusunan & penyajian karangan ilmiah
Tujuan penulisan ini adalah untuk memberitahukan kepada mahasiswa agar
memahami tentang tata cara penyusunan & penyajian karangan ilmiah.
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan cara Studi
Pustaka, mencari sumber-sumber melalui internet.

PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung,


berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomenafenomena. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara
sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
A. Tahapan Pembuatan Karya Ilmiah
Dalam menyusun karya ilmiah ada berbagai tahapan yang diperlukan antara lain adalah sebagai
berikut :
1.

Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, penulis suatu karya ilmiah harus mempersiapkan topik. Hal ini

berarti penulis harus menentukan apa yang dibahas dalam tulisan. Kadang-kadang topik
ditentukan oleh dosen, tetapi kadang pemilihan topik ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri
secara bebas. Topik dapat dipilih misalnya mengenai persoalan kemasyarakatan, pertanian,
manajemen, sumber daya manusia, hukum, dan sebagainya. Tahap persiapan atau prapenulisan
adalah ketika penulis menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah,
menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya,
berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan
diproses selanjutnya.
Dalam tahap persiapan dilakukan:
a) Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan
1. Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.
2. Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yang ada.
3. Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.
4. Memiliki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.
5. Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.
6. Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.
b) Pembatasan topik atau penentuan judul
1. Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan.
2. Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah atau setelah selesai
penulisan karya ilimiah tersebut.
3. Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang
mengandung unsur 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where
(dimana) dan how (bagaimana).
4. Pembuatan kerangka karangan (outline).
5. Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.

6. Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih
dalam penulisannya.
7. Pembuatan rencana daftar isi dari karya ilmiah.
2.

Tahap Pengumpulan Data


Tahap pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan peristiwa, mencari informasi

melalui wawancara informan, mencari informasi melalui pencatatan dokumen dalam kartu data,
melakukan eksperimen di laboratorium, melakukan rekaman audio, dan catatan lapangan yang
lengkap yang diperlukan dalam tahap-tahap penelitian. Pada tahap pengumpulan data hal yang di
lakukan antara lain sebagai berikut :
1. Pencarian berbagai keterangan dari bahan bacaan atau referensi tentang karya tulis yang kita
buat.
2. Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan
tema dalam karya ilmiah.
3. Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya
ilmiah.
4. Melakukan percobaan di labolatorium atau pengujian data di lapangan.
3.

Tahap Pengorganisasian atau Pengkonsepan


Setelah kita mengumpulkan berbagai data yang kita peroleh, maka tahap selanjutnya

tahap pengkonsepan data. Pada tahap pengkonsepan ini adalah kita melakukan penyeleksian data
yang kita peroleh dari berbagai refensi dan sumber media yang membantu proses dalam karya
ilmiah kita dan kemudian kita mengelompokan bahan dari berbagai referensi.
Pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam
karya ilmiah, data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat
dan bentuk data.
Pengkonsepan karya ilmiah dilakukan sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang
telah ditetapkan.
4.

Tahap Penyuntingan Konsep


Sebelum mengetik konsep, penelitian harus memeriksa data yang sudah dianalisis tersebut.

Hal-hal yang tidak koheren atau penjelasan yang berulang-ulang dapat diedit. Pada tahap ini
bertujuan untuk Melengkapi data yang dirasa masih kurang. Membuang dan mengedit data yang
dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah.

Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan- bahan
secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain.
Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa
yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat,
penyesuaian paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD.
Tahap penyuntingan dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai. Tahap
penyuntingan ini bertujuan untuk :
1. Melengkapi yang kurang.
2. Membuang yang kurang relevan.
3. Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping).
4. Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan
pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah
ejaan.
Disamping itu penyajian juga merupakan tahapan penyuntingan. Teknik penyajian karya
ilmiah harus memperhatikan:
1. Segi kerapian dan kebersihan.
2. Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka
(cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka
dan lain-lain.
3. Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan,
catatan kaki (foot note), daftar pustaka & penggunaan Bahasa Indonesia sesuai EYD.
B. Tahap Penyajian
Dalam tahap penyajian, peneliti siap menyusun karya ilmiah tersebut untuk dibaca orang
lain. Maka, penataan segi teknis dan materi harus diperhatikan dengan cermat oleh peneliti
karya ilmiah. Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :

1. Segi kerapian dan kebersihan karya ilmiah itu.


2. Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal pada halaman
pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar table, daftar grafik, daftar gambar, daftar
pustaka, dll.

Sumber
http://edigunawan01.blogspot.co.id/2013/04/proses-penyusunan-karangan-ilmiah.html
https://dentosca.wordpress.com/2011/09/27/tahapan-dalam-menulis-karya-tulis-ilmiah/