Anda di halaman 1dari 10

BAB VII

HAKEKAT BUROQ

Dalam banyak riwayat di ceritakan bahwa buroq adalah Tunggangan Nabi saat menjalankan peristiwa
ISRA & Miraj dengan bentuk seperti kuda atau keledai yang memiliki sayap dan kecepatannya seperti
Kilat. Hal tersebut telah diyakini oleh hampir sebagian umat islam.
Apabila hal ini hanya kita maknai secara syariat (artian bahasa) tentunya akan banyak menimbulkan
berbagai penafsiran yang akhirnya akan menimbulkan fitnah untuk umat Islam sendiri. Sebagai contoh
ada yang menggambarkan bentuk buroq dengan Kuda yang berkepala seorang wanita cantik.
Kita fahami bahwa saat islam di bawa oleh Nabi Muhammad di jazirah arab saat itu berkembang satu
budaya yang berupa puisi (baca juga.). Bagi masyarakat Arab pra Islam puisi merupakan sarana
yang paling penting untuk menyebarkan informasi.
Dikarenakan puisi merupakan sesuatu yang istimewa di tengah masyarakat Arab, maka begitu pula
dengan para penggubah puisi (penyair). Di mata masyarakat umum, penyair (syir) menjadi orang-orang
yang terpandang dan dihormati. Mereka menyandang status sosial tinggi layaknya para ilmuwan. Arti
kata syir (puisi) sendiri dalam bahasa Arab adalah ilmu (al-ilm); syir (penyair) berarti al-lim (seorang
yang berpengetahuan).
Dalam sebuah riwayat dinyatakan: Diceritakan dari al-Ashmui, dari Ab Umar bin al-Al, ia berkata:
menurut masyarakat Arab kedudukan para penyair di zaman Jahiliyah sama dengan kedudukan nabinabi umat manusia. Mereka disebut penyair (asy-syir): yang berarti al-lim (orang yang
berpengetahuan) dan al-hakm (orang yang bijaksana).
Oleh karena itu, tak heran jika puisi memiliki pengaruh yang sangat kuat di dalam memori masyarakat
Arab melebihi kekuatan sihir. Sehingga selain pada bahasa yang ada di Al Quran yang mengandung
bahasa sastra tinggi (kiasan, seloka red:jawa) tentunya hadist demikian juga.
Untuk itu marilaah kita Oncek i (red : bahasa jawa) atau kita kupas makna terkandung dari Buroq ini,
sehingga kita mendapatkan cahaya dari pembahasan segala sesuatu makna yang terkandung dalam
riwayat ISRA MIRAJ.

A. Riwayat Terkait Buroq


Terdapat banyak riwayat yang menceritakan kisah dan ciri-ciri dari buroq. Sebelum kita masuk dalam
makna hakekat, alangkah baiknya pengupasan kita awali dengan mengutip beberapa riwayat terkait
Buroq ini, seperti tertulis dibawah ini :
1. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hudzaifah bin al Yaman mengatakan bahwa
Rasulullah saw telah diberikan seekor binatang yang punggungnya panjang dan langkahnya adalah
sepanjang mata memandang. Mereka berdua (Rasulullah saw dan Jibril as, pen) tidaklah terpisahkan
diatas punggung buraq sehingga mereka meyaksikan surga dan neraka kemudian mereka berdua
kembali pulang ke tempat semula (ketika berangkat) (Abu Isa mengatakan bahwa ini adalah hadits
hasan shahih)
2. Berkata Said bin Musyyayap r.a. dan imam lainnya : Bahwa Buraq merupakan kendaraan Nabi
Ibrahim untuk mengunjungi Baitul Haram.

3. Buraq dalam keelokannya seperti burung merak, yang lebih tinggi dari khimar dan lebih rendah dari
pada keledai.

B. Kenapa cerita Buroq pada point tersebut diatas memiliki ciri fisik seperti itu? Tentunya mengundang
banyak pertanyaan apabila kita sebagai umat islam mengikuti sunah nabi jadilah islam yang kaffah,
yaitu islam yang tau asal usul dan meyakini hingga mengimani islam sampai akhir hayat. Kenapa nabi
tidak menceritakan ciri fisik terkait buroq dengan model/lambang yang lain?, kenapa kuda dengan
memiliki sayap?!. Jawabannya adalah sebagai berikut :
1. Nabi dalam berdakwah menggunakan metode adat, budaya yang berlaku di jazirah arab. (Baca Juga :
Isra Miraj dalam pandangan Hakekat)
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi
penjelasan dengan terang kepada mereka. (QS Ibrahim 14 : 4)

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka
mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing
sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orangorang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al
Quran itu suatu kegelapan bagi mereka[1334]. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat
yang jauh." ( QS Fushshilat 41 : 44)
[1334]. Yang dimaksud suatu kegelapan bagi mereka ialah tidak memberi petunjuk bagi mereka.

Umar bin Khattab, salah seorang sahabat dekat nabi dan khalifah kedua, pernah menyatakan bahwa
Arab adalah materi Islam. Pengertian Arab dalam pernyataan ini mencakup seluruh aspek kehidupan
masyarakat Arab saat Islam diturunkan, baik sosial, ekonomi, budaya dan politik.

2. Sejarah Arab
Bangsa Arab mempunyai akar panjang dalam sejarah, mereka termasuk ras atau rumpun bangsa
Caucasoid, dalam Subras Mediteranian yang anggotanya meliputi wilayah sekitar Laut Tengah, Afrika
Utara, Armenia, Arabiyah dan Irania. Bangsa arab hidup berpindah-pindah, nomad, karena tanahnya
terdiri atas gurun pasir yang kering dan sangat sedikit turun hujan. Perpindahan mereka dari satu tempat
ke tempat yang lainnya mengikuti tumbuhnya stepa (padang rumput) yang tumbuh secara sporadic di
tanah arab di sekitar oasis atau genangan air setelah turun hujan. Bila dilihat dari asal-usul keturunan,
penduduk jazirah arab dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu: Qathaniyun (keturunan Qathan)
dan Adaniyun (keturuan Ismail ibnu Ibrahim as)
Sebelum kelahiran Islam, ada tiga kekuatan politik besar yang perlu dicatat dalam hubungannya
dengan Arab; yaitu kekaisaran Nasrani Byzantin, kekaisaran Persia yang memeluk agama Zoroaster,
serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab bagian selatan. Setidaknya ada dua hal yang bisa dianggap
turut mempengaruhi kondisi politik jazirah Arab, yaitu interaksi dunia Arab dengan dua adi kuasa saat itu,
yaitu kekaisaran Byzantin dan Persia serta persaingan antara yahudi, beragam sekte dalam agama
Nasrani dan para pengikut Zoroaster.

Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Romawi Timur dengan ibu kota Konstantinopel merupakan
bekas Imperium Romawi dari masa klasik. Pada permulaan abad ke-7, wilayah imperium ini telah meliputi
Asia kecil, Siria, Mesir dan sebagian daeah Itali serta sejumlah kecil wilayah di pesisir Afrika Utara juga
berada di bawah kekuasaannya.

3. Kehidupan Keagamaan Masyarakat Arab sebelum Islam


Sebelum Islam penduduk Arab menganut agama yang bermacam-macam, dan Jazirah Arab telah
dihuni oleh beberapa ideolgi, keyakinan keagamaan. Bangsa Arab sebelum Islam telah menganut agama
yang mengakui Allah sebagai tuhan mereka. Kepercayaan ini diwarisi turun temurun sejak nabi Ibrahim
as dan Ismail as. al-Quran menyebut agama itu dengan Hanif, yaitu kepercayaan yang mengakui
keesaan Allah sebagai pencipta alam, Tuhan menghidupkan dan mematikan, Tuhan yang memberi rezeki
dan sebagainya. Kepercayaan yang menyimpang dari agama yang hanif disebut dengan Watsniyah,
yaitu agama yang mempersyarikatkan Allah dengan mengadakan penyembahan kepada :
a) Anshab, batu yang memiliki bentuk
b) Autsa, patung yang terbuat dari batu
c) Ashnam, patung yang terbuat dari kayu, emas, perak, logam dan semua patung yang tidak terbuat
dari batu.

Berhala atau patung yang pertama yang mereka sembah adalah : Hubal. Dan kemudian mereka
membuat patung-patung seperti Lata, Uzza, Manata, dll. Tidak semua orang arab jahiliyah menyembah
Watsaniyah ada beberapa kabilah yang menganut agama Yahudi dan Masehi. Agama Yahudi dianut oleh
bangsa Yahudi yang termaksud rumpun bangsa Samiah (semid). Asal usul Yahudi berasal dari Yahuda
salah seorang dari dua belas putra nabi Yakub.
Agama Yahudi sampai ke Jazirah Arab oleh bangsa Israel dari negeri Asyur. Mereka diusir oleh
kerajaan Romawi yang beragama Masehi dan bangsa Asyur ini berangsur-angsur mendiami Yastrib
(Madinah) dan sekitarnya dan mereka menyebarkan agama Yahudi tersebut. Agama Masehi yang
berkembang adalah : Sekte Yaqubiah yang mengatakan bahwa perbuatan dan iradat al Masih adalah
tabiat ketuhanan. Kaum Yaqubiah berkata bahwa persatuan ketuhanan dengan kemanusiaan pada diri
al-Masih ialah sebagaimana air dimasukan ke dalam tuak, lalu menjadi jenis yang satu.

4. Agama-agama yang ada pada saat itu antara lain :


a) Yahudi
Agama ini dianut orang-orang Yahudi yang berimigrasi ke Jazirah Arab. Daerah Madinah, Khaibar, Fadk,
Wadi Al Qura dan Taima menjadi pusat penyebaran pemeluknya. Yaman juga dimasuki ajaran ini,
bahkan Raja Dzu Nuwas Al Himyari juga memeluknya. Bani Kinanah, Bani Al Haarits bin Kaab dan
Kindah juga menjadi wilayah berkembangnya agama Yahudi ini.
b) Nashara (Kristen)
Agama ini masuk ke kabilah-kabilah Ghasasinah dan Al Munadzirah. Ada beberapa gereja besar yang
terkenal. Misalnya, gereja Hindun Al Aqdam, Al Laj dan Haaroh Maryam. Demikian juga masuk di selatan
Jazirah Arab dan berdiri gereja di Dzufaar. Lainnya, ada yang di And dan Najran. Adapun di kalangan
suku Quraisy yang menganut agama Nashrani adalah Bani Asad bin Abdil Uzaa, Bani Imri-il Qais dari
Tamim, Bani Taghlib dari kabilah Rabiah dan sebagian kabilah Qudhaah.
c) Majusiyah

Sebagian sekte Majusi masuk ke Jazirah Arab di Bani Tamim. Di antaranya, Zaraarah dan Haajib bin
Zaraarah. Demikian juga Al Aqra bin Haabis dan Abu Sud (kakek Waki bin Hisan) termasuk yang
menganut ajaran Majusi ini. Majusiyah juga masuk ke daerah Hajar di Bahrain.
d) Syirik (Paganisme)
Kepercayaan dengan menyembah patung berhala, bintang-bintang dan matahari yang oleh mereka
dijadikan sebagai sesembahan selain Allah. Penyembahan bintang-bintang juga muncul di Jazirah Arab,
khususnya di Haraan, Bahrain dan di Makkah, mayoritas Bani Lakhm, Khuzaah dan Quraisy. Sedangkan
penyembahan matahari ada di negeri Yarnan.
e) Al Hunafa
Meskipun pada waktu hegemoni paganisme di masyarakat Arab sedemikian kuat, tetapi masih ada
beberapa orang yang dikenal sebagai Al Hanafiyun atau Al Hunafa. Mereka tetap berada dalam agama
yang hanif, menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya serta menunggu datangnya kenabian.
5. Di antara beberapa agama/kepercayaan tersebut yang paling terkenal adalah penyembahan terhadap
berhala yang jumlahnya mencapai lebih dari 360 buah, sehingga menyesaki lingkungan Kabah. Dan
setiap qabilah di Arab memiliki berhala sebagai sesembahan mereka sendiri-sendiri. Di antara berhala
yang paling populer di kalangan mereka ialah :
a) Wadd
Adalah nama patung milik kaum nabi Nuh yang berasal dari nama seorang shalih dari mereka.
Ditemukan kembali oleh Amru bin Luhai di Jeddah dan diberikan kepada Auf bin Adzrah dan ditempatkan
di Wadi Al Quraa di Dumatul Jandal dan disembah oleh bani kalb bin Murrah. Patung ini ada sampai
datangnya Islam kemudian dihancurkan Khalid bin Walid dengan perintah Rasulullah.
b) Suwaa
Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada Mudhor bin
Nizaar dan diserahkan kepada bani Hudzail serta ditempatkan di Rohaath sekitar 3 mil dari Makkah.[17]
c) Yaghuts
Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada Naim bin Umar
Al Muradi dari Majhaj dan ditempatkan di Akmah atau Jarsy di Yaman, disembah oleh bani Majhaj dan
bani Anam dari kabilah Thaiyi.
d) Yauq
Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada kabilah
Hamadan dan ditempatkan di Khaiwaan, disembah oleh orang-orang Hamadan.
e) Nasr
Adalah salah satu patung kaum nabi Nuh yang ditemukan kembali dan diberikan kepada kabilah Himyar
dan ditempatkan di Saba disembah oleh bani Dzi Al Kilaa dari kabilah Himyar dan sekitarnya.
f) Manaah
Adalah salah satu patung berhala yang ditempatkan di pantai laut dari arah Al Musyallal di Qadid antara
Makkah dan Madinah. Patung ini sangat diagungkan oleh suku AlAus dan Al Khazraj. Rasulullah
mengutus Ali bin Abi Thalib untuk menghancurkannya pada penaklukan kota Makkah.
g) Laata
Laata adalah kuburan orang shalih yang ada di Thaif yang dibangun dengan batu persegi empat. Bangsa
Arab seluruhnya sangat mengagungkannya dan sekarang tempatnya adalah di menara masjid Thaif. Ada
yang mengatakan bahwa Laata adalah nama seorang yang membuat masakan Sawiiq untuk jamaah haji,
lalu ia meninggal kemudian kuburannya di sembah. Ketika bani Tsaqif masuk Islam maka Rasulullah
mengutus Al Mughiroh bin Syubah untuk menghancurkannya dan kuburan ini dibakar habis.
h) Al Uzza

Al Uzza adalah satu pohon yang disembah. la lebih baru dari Al Laata, ditempatkan di Wadi Nakhlah di
atas Dzatu Irqin. Mereka dulu mendengar suara keluar dari Al Uzza. Berhala ini sangat diagungkan
Quraisy dan Kinanah. Ketika Rasulullah Saw menaklukan Makkah, beliau mengutus Khalid bin Al Walid
untuk menghancurkannya. Ternyata ada tiga pohon dan ketika dirobohkan yang ketiga, tiba-tiba muncul
wanita hitam berambut kusut dalam keadaan rneletakkan kedua tangannya di bahunya menampakkan
taringnya. Di belakangnya, ada juru kuncinya. Kemudian Khalid penggal lehernya dan pecah, ternyata ia
adalah seekor merpati, lalu Khalid bin Al Walid membunuh juru kuncinya.
i) Hubal
Merupakan patung yang paling besar di Kabah. Diletakkan di tengah Kabah. patung ini terbuat dari batu
aqiq merah dalam rupa manusia. Dibawa Amru bin Luhai dari Syam. Isaaf dan Naailah (Dua patung
berhala yang ada di dekat sumur Zamzam. Dua patung ini berasal dari sepasang orang Jurhum yang
masuk ke Kabah dan berbuat fujur, lalu dikutuk menjadi dua batu, seiring perjalanan waktu, keduanya
disembah.
j) Dzul Khalashah
Ini adalah berhala milik kabilah Khatsam, Bajilah dan Daus yang berada di Tubaalah, daerah antara
Makkah dan Yaman. Begitulah gambaran keadaan agama di Jazirah Arabiyah sebelum datangnya Islam.
Mereka masih mengimani rububiyah Allah dan menganggap Allah sebagai sesembahannya juga dan
sebagai Dzat Pencipta. Sumber kepercayaan tersebut adalah risalah samawiyah yang yang
dikembangkan dan disebarkan di jazirah Arab terutama risalah nabi Ibrahim dan Ismail.[18]

6. Kebudayaan bangsa Arab Pra Islam


Wilayah Timur Tengah menurut Ali Mufrodi meliputi Turki, Iran, Israel, Libanon, Yordania, Syiria, Mesir dan
kerajaan-kerajaan yang ada di kawasan Teluk Persia. Turki yang berbudaya Turki dan Iran yang
berbudaya Persia tidak dianggap berkebudayaan Arab karena memiliki kebudayaan sendiri-sendiri
demikian juga Mesir yang sudah memiliki budaya Firaun, sedangkan yang masuk kawasan kebudayaan
Arab terdiri dari Timur Tengah Afrika Utara seperti Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libia. yang menurut
Haekal antara budaya dan peradaban tersebut tidak pernah saling mempengaruhi perkembangannya
kecuali setelah adanya akulturasi dan asimilasi dengan peradaban Islam.
Orang-orang arab sebelum islam telah mengalami periode-periode kemajuan dengan adanya kerajaankerajaan sehingga hasil budaya mereka didapati beberapa bekasnya yang dapat di bagi kepada :
a) Budaya materil yang sangat terkenal adalah: bendungan Ma'rib di Yaman dari kerajaan saba dan
begitu juga bekas-bekas kerajaan Tsamud, Aad dan kaum Amalika.
b) Budaya non material, sangat banyak juga yang terkenal, di antaranya, syair-syair bangsa arab yang
terkenal dengan cerita-cerita tentang keturunan dan keahlian dalam membuat patung, keahlian mereka
dalam bersyair sebenarnya karena mereka dapat mengetahui bangsa yang halus dan menarik dengan
bahasa yang indah mereka dapat mewariskan amtsai (pepatah arab) dan pepatah itu merupakan katakata orang bijak seperti Luqman
c) Di samping budaya yang didapat dari bangsa Arab sebelum Islam, mereka terkenal terikat dengan
Tahayul dan adat istiadat yang melembaga diturunkan turun temurun. Tahayul dan adat istiadat ini
bertumpu kepada kepercayaan Watsaniyah. Mereka percaya hantu dan Roh jahat. Mereka juga percaya
kepada kahin (tukang tenun, ramal). Mereka juga meyakini kejadian-kejadian alam yang halus. Misalnya,
kalau terjadi sesat di jalan, hendaklah dibalikkan baju supaya dapat petunjuk.
Meskipun belum terdapat sistem pendidikan, masyarakat Arabia pada saat itu tidak mengabaikan
kemajuan kebudayaan. Mereka sangat terkenal kemahirannya dalam bidang sastra yaitu bahasa dan
syair. Bahasa mereka sangat kaya sebanding dengan bahasa Eropa sekarang ini. Keistimewaan bangsa

Arabia di bidang bahasa merupakan kontribusi mereka yang cukup penting terhadap perkembangan dan
penyebaran agama Islam.

7. Dikarenakan bangsa arab terkenal dengan kemahirannya dalam bidang sastra dan perkembangan
sejarah sesuai masa yang telah dijelaskan pada point B (1-6) diatas, tentunya legenda atau cerita dari
bangsa Yunani tidak menutup kemungkinan telah masuk dalam perkembang sastra bangsa arab. Cerita
itu adalah terkait kuda Terbang atau Pegasus.
Cerita terkait Pegasus adalah sebagai berikut: Pegasus (Yunani: ; Pgasos) adalah seekor kuda
jantan bersayap yang merupakan putra Poseidon dan Medusa dalam mitologi Yunani. Poseidon
memperkosa Medusa sehingga Athena mengubah Medusa menjadi monster. Pegasus banyak dijumpai di
dalam karya-karya seni baik Yunani, Romawi maupun Mesopotamia. Pegasus merupakan makhluk yang
wujudnya menggambarkan adanya hubungan antara dewa-dewa dan iblis atau monster di dalam dunia
kuno dan dunia klasik.
Pegasus membantu Bellerofon sang pahlawan dalam perlawanannya melawan Chimaera dan bangsa
Amazon. Suatu ketika, Bellerofon mencoba menerbangkan pegasus ke Olympus sehingga para dewa
menghukumnya dan menjatuhkan Bellerofon dari Pegasus. Sejak saat itu, Pegasus menjadi pembawa
petir untuk Zeus.
Kata "pegasus kini digunakan untuk merujuk kepada segala macam kuda bersayap secara umum.

C. BURAQ DALAM HADIST


1. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim disebutkan,kemudian aku diberikan
seekor binatang yang bukan begal (peranakan kuda dengan keledai, pen) namun melebihi keledai putih.
Al Jaruud mengatakan kepadanya,Itu adalah buraq wahai Abu Hamzah. Anas mengatakan,Betul. Dia
(binatang) itu meletakkan langkahnya sejauh pandangan mata
2. (Fathul Bari Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hudzaifah bin al Yaman
mengatakan bahwa Rasulullah saw telah diberikan seekor binatang yang punggungnya panjang dan
langkahnya adalah sepanjang mata memandang. Mereka berdua (Rasulullah saw dan Jibril as, pen)
tidaklah terpisahkan diatas punggung buraq sehingga mereka meyaksikan surga dan neraka
kemudian mereka berdua kembali pulang ke tempat semula (ketika berangkat) (Abu Isa mengatakan
bahwa ini adalah hadits hasan shahih)
3. Berkata Said bin Musyyayap r.a. dan imam lainnya : Bahwa Buraq merupakan kendaraan Nabi
Ibrahim untuk mengunjungi Baitul Haram.
4. Buraq dalam keelokannya seperti burung merak, yang lebih tinggi dari khimar dan lebih rendah dari
pada keledai.
5. Buraq itu adalah binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal.
Buraq ini dapat meloncat sejauh batas pandangannya; kedua telinganya selalu bergerak. Jika menaiki
gunung kedua kaki belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki depannya memanjang.
Dia mempunyai dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat kecepatannya.
Buraq mempunyai empat kaki. Satu langkah ke satu langkah kakinya adalah seumpama sekelip mata
memandang.

D. Kondisi Kejiwaan Nabi Muhammad

1. Rasulullah amat sedih melihat tingkahlaku manusia ketika itu terutama kaum kafir Qurais, dimana Bani
Hasyim dan Bani Muthalib sedang diboikot selama 3 tahun, yaitu larangan untuk mengadakan
perkawinan, jual beli, ziarah-menziarahi. Dimana pengumuman ini gantungkan di Kabah.
2. Kesedihan itu makin bertambah saat isteri kesayangannya wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya.
Khadijah binti Khuwailid, beliaulah yang pertama kali beriman dengan kerasulannya, yang menolong dan
membantunya sejak sebelum diangkat menjadi rasul. Beliau pula yang membantu kelancaran dalam
menjalankan dakwah, seluruh harta dan jiwanya dicurahkan sepenuhnya untuk mendukung kegitan
dakwah rasul.
3. Sebulan setelah wafatnya Khadijah, paman rasul yaitu Abu Thalib meninggal pada usia 87 tahun
Keprihatinan Nabi dengan keadaan kaumnya ditambah dengan kesedihan yang sangat mendalam dan
berlarut dirasakan Nabi setelah ditinggal oleh kedua orang yang dicintainya.
Dalam satu riwayat pada saat itu Raslullh berdoa, yang dikutip dari sebuah hadits: Ya Allh kepadamu
aku mengadukan kelemahan dari kekuatanku, kekurangan kemampuanku, kelemahan dalam
menghadapi orang-orang yang lemah, Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah engkau menyerahkan
aku? Apakah kepada yang jauh bermasam muka kepadaku? Ataukah kepada musuh yang engkau
kuasakan untuk menguasai diriku? Jika bukan karena Amarahmu atas diriku,maka tidak akan aku
perdulikan. namun perlindungan dengan sinar wajah-Mu yang menyinari kegelapan,sehingga baik atas
urusan dunia dan akhirat ,dari padaMu lah segala petunjuk atas keridhoan sehingga engkau menjadi
ridho,dan tidak ada tipu daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan engka juga(HR. Muslim)
Maka dari itu Allah menjawab dengan menunjukkan kebesarannya pada Nabi.
..agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.. (QS Al Israa
17:1). Ayat ini mengandung arti bahwa Tuhan menunjukan kepada Nabi Muhammad yang sedang terlarut
dalam kesedihan bahwa DIA masih ada.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi (QS : Al-Baqarah : 255)

E. Makna Hakekat Buroq


1. Kuda dalam dunia makna atau hakekat mengandung arti Thariq atau jalan atau sarana orang untuk
menuju Tuhan dengan sempurna baik itu secara jiwa maupun raga. Dan dalam riwayat diatas diceritakan
Buraq itu adalah binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal. Hal
ini mengandung arti kondisi jiwa yang tidak sempurna.
Didalam Al Quran juga disebut berbagai keadaan atau sifat manusia yang dapat dikatagorikan sebagai
jiwa yang tidak sempurna / jiwa yang terganggu seperti :
a) Rasa sedih atau berduka cita, seperti pada Qs,28:13 , 20: 40 , 9 : 40 , 3 : 176 , 31: 23 , 36 : 76 , 6 :
48, 7 : 35 , 2 :112.
b) Sifat berkeluh -kesah, seperti pada Qs.70: 20 ,
c) Sifat tergesa-gesa, seperti pada Qs.17 ; 11 ,
d) Melampaui batas seperti pada Qs. 10 : 12 ,
e) Ingkar tak mau bersyukur, seperti pada Qs. 100 : 6
Dimana kelima point tersebut diatas kesemuanya dapat menjadi sumber kegelisahan atau kecemasan.

2. Terdapat dua proses manusia dalam penegenalan akan Diri dan Tuhan. Hal ini dijelaskan dalam
hadist Buraq ini dapat meloncat sejauh batas pandangannya; kedua telinganya selalu bergerak. Jika
menaiki gunung kedua kaki belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki depannya
memanjang. Dia mempunyai dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat
kecepatannya .
Makna dari menaiki gunung dan menuruni jurang adalah Dalam proses perjalanan manusia dalam
dunia fana ini untuk mengenal dzat-NYA ( Baca : Hakekat Nur Muhammad) adalah dengan dua cara yaitu
:
a) Taraqih ( Mendaki ) :
1) Semua orang mengandalkan kemampuannya sendiri-sendiri baik mulai dari mengandalkan muka,
suara, ilmu pengetahuan atau fisiknya untuk mendapatkan materi, sehingga semakin kita disibukkan
dengan urusan duniawi semakin tebal hijab (penutup) yang kita buat sendiri terhadap Tuhan, maka dapat
dikatakan kebanyakan manusia terhijab pandangannya untuk melihat Tuhan oleh dinding yang paling
Luar atau alam Ajsam ini
2) Manusia adalah makhluk yg berjiwa dan diberikan akal dan hatinya sehingga lebih maju daripada
manusia yang sekedar mengandalkan fisik saja, namun Tuhan memberikan akal dan hati inipun rupanya
bertingkattingkat. Kerja akal yang paling bawah adalah aql atau akal dalam al quran afalaa taqiluun.
Kerja akal adalah memikirkan sesuatu yang bersifat kealaman, dan dengan akal ini akan ditemukan
kebenaran dan kesalahan serta kebaikan dan keburukan dalam perspektif duniawi. Demikan juga kerja
hati, ia memiliki beberapa tingkatan , yg terendah adalah qalb atau hati yang selalu berbolak-balik,
kadang baik kadang burukdan orang yang biasa menggunakan aql dan qalb ini cenderung akan
serakah pada dunia. Inilah hijab yang lebih tipis dibanding dengan fisik. Lebih tinggi lagi bila manusia bisa
mengaktifkan akal kedua yaitu fikr ( Taala afalaa tatafakkaruun )yang akhirnya dapat menjangkau hal2
yang tak tampak di dunia ini.
Kebanyakan manusia sulit untuk dapat mengenal Tuhan secara sempurna, maka Rasulullaah
Muhammad SAW al mustafa diutus memberikan jalan tengah agar mereka menyembah Tuhan sesuai
kemampuannya, adanya sorga neraka adalah merupakan motivasi agar mereka menyembah Tuhan.
Sayyidina Ali menyebut manusia seperti itu sebagai pedagang yaitu hanya menyembah Tuhan jika
diancam dengan neraka dan dijanjikan sorga sebagai hadiah, dan dengan fikr-nya yang sudah terbuka
lebih baik dari pada mereka yang masih terkungkung nafsu dan sudah memasuki pengenalan alam Mitsal
3) Selanjutnya manusia diharapkan mengenal rohnya (nyawa), inilah nyawa yg membuat jasmani dan
jiwa menjadi hidup, jasmani tidak akan dapat bergerak bila tida dapat perintah dari jiwa, dan jiwa tdk dpt
memberi perintah pada gerakan jasmani jika tidak terdapat roh di dalamnya.
Ketika sdg tidur, manusia tidak bergerak dan tidak merasakan sesuatu karena jiwanya keluar dari jasad,
namun ia tetap dikatakan hidup karena rohnya masih ada dalam jasad. Dalam al quran, Tuhan
meniupkan roh manusia ini yang berasal dari roh-Nya.
Roh berasal dari Tuhan secara langsung adapun jasmani hanyalah gambaran maya saja dan bisa enjadi
penghalang bagi manusia yang tidak mampu menangkap rahasia diciptakannya jasmani tersebut.
Mengenal Tuhanpun dapat dilakukan melalui jasmani dengan menganggapnya sebagai gambaran dari
Wajah Tuhan, adapun Dzat sesungguhnya adalah dalam Rahsa, sedangkan jiwa adalah gambaran dari
perbuatan, nama dan sifat Tuhan, sama seperti alam semesta ini juga sebagai tajaliNya
4) Roh manusia satu dan roh manusia lainnya juga satu, karena dari sumber yang satu yang bersumber
dari Nur Muhammad dalam alam Wahidiyat dan roh manusia ini hanyalah titipan kecil dari Roh Agung
kepada roh kecil di dunia

5) Roh Agung pada Martabat Wahdah ini bukan lagi sebagai makhluk, namun lebh dekat dengan sifat
keTuhanan, Dia adalah satu namun bukan Tuhan namun bukan lagi makhluk dan tidak berkaitan dengan
mahkluk
6) Bila kita dapat menggulung semuanya menjadi satu termasuk sifat Hayyun atau Maha hidup dalam
Martabat Wahdah maka akan timbul Dzatullah
7) Tiada bernama, berawal-berakhir, tiada bertepi dan keberadaanNya tak dapat dijangkau dengan
nama

b) Tanazul ( Menurun ) :
1) Dzat Tuhan yang tidak bernama, karena tidak satupun yang mampu mewakili KeberadaanNya, tiada
berawal dan berakhir serta Maha Esa, tidak ada yang dapat mengenalNya karena tidak ada yang lain
selain diriNya, Dia berkeinginan menciptakan makhluk agar makhluk itu mengenalNyaPenampakan
Tuhan ini berjalan menurun, dan penurunan petama yang Dia lakukan adalah sebagai Nur Muhammad
atau sering disebut Allah dan ini hanya sebuah nama untuk menyebut diri Tuhan, padahal sejatinya Dia
tak dapat dijangkau dengan nama.
2) Penurunan ini bukan berarti bahwa Tuhan ada 2, Dia hanya menampakkan Diri dalam kualitas
menurun agar lebih mudah di kenal karena Dzat Tuhan terlalu suci untuk dikenal, jadi nama adalah
jembatan agar Dia mudah untuk dikenal inilah Martabat Wahdah.
3) Tetap dengan penurunan Diri dengan nama Allah ini pun masih sulit dikenal secara mudah, maka
Tuhan menurunkan Diri lagi menjadi bersifat kemakhlukan, yakni Nur Muhammad yang tidak lagi
bernama Allah dan dalam tahap ini bersifat mendua atau berpasang-pasangan sebagai cikal bakal
penciptaan alam semesta dan tahapan ini biasa disebut dengan Martabat Wahidiyat.
4) Dari Nur Muhammad yang bersifat kemakhlukan ini terurai menjadi bagian2 halus yang belum
tampak. Itulah roh2 atau alam arwah, roh merupakan sumber kehidupan bagi tiap2 benda. Kehidupan
merupakan syarat mutlak bagi makhluk untuk dapat mengenal Tuhan.
5) Sumber kehidupan berupa roh tersebut tidak akan mampu mewakili keinginan Tuhan jika tidak
disertai sarana atau wadah. Dalam alam Mitsal ini manusia sudah ada namun masih berbentuk jiwa. Ia
belum memiliki raga, selanjutnya Tuhan menampakkan DzatNya sebagai wadah perbuatan, nama dan
sifatNya, sehingga muncullah alam Ajsam.
6) Tuhan menampakkan diri secara menyeluruh, Raga adalah perwujudan Rupa DiriNya, perbuatan
nama dan sifat alam semesta adalah WajahNya, semuanya terbungkus sifat kemakhlukan yang serba
mendua.
7) Setelah mengetahui hakikat diri secara menurun, maka tahulah bahwa alam semesta hakikatNya
adalah gambaran Rupa Tuhan

3. Dia mempunyai dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat
kecepatannya. Buraq mempunyai empat kaki.
a) Buraq mempunyai empat kaki, mengandung arti bahwa untuk menuju Tuhan harus digunakan empat
pijakan ilmu yang kuat. (Baca : Jalan Kesempurnaan menuju Tuhan)

b) Dia mempunyai dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat
kecepatannya, mengandung arti manusia untuk menuju Tuhannya harus menggunakan kedua sifat yang
selalu berpasangan yang telah diberikan Tuhan kepada manusia sebagai wujud kesempurnaa-NYA. Kaki
kanan adalah symbol dari dunia wujud sedangkan kaki kiri adalah symbol dari dunia makna. Dimana
setelah manusia memahami akan kedua makna tersebut, maka manusia tersebut layak dipanggil sebagai
utusan Tuhan, yaitu manusia yang rahmatan lil alamin, manusia yang merahmati seluruh alam
semesta.
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram . (QS. Ar Ra'd 13:28)
c) Dia mempunyai dua sayap pada kedua pahanya, mengandung arti setelah manusia memahami
akan hikmah dari segala peristiwa yang dialami rahasia dibalik rahasia maka manusia tersebut akan
diterima oleh Langit yang untuk kemudian bertugas membumikan apa yang telah diperolehnya dalam
pemahaman akan maksud dan Tujuan manusia diciptakan.
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)
kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan
sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy Syams 91 : 7 10)

4. Didalam Al Quran disebut adanya Qalbu ( hati ), nafs, dan aql ( akal ) yang dapat dianggap sebagai
potensi kejiwaan, yang ketiganya berkembang sejak masa bayi sampai mencapai maturitas, dan
ketiganya saling beritegrasi dengan baik dan membentuk jiwa yang sehat. Sebaliknya bila salah satu dari
padanya terganggu perkembangannya terutama bila terjadi pada qalbu (hati), maka akan menjadikan
jiwa manusia terganggu jiwanya.

5. Sehingga dari berbagai dasar hukum yang telah diajukan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
Buroq adalah gambar kondisi kejiwaan nabi, Keprihatinan dan kesedihan yang sangat mendalam dan
berlarut, akan tetapi rasa sedih yang memuncak tersebut digunakan Nabi Muhammad sebagai kekuatan
untuk mendekatkan diri pada Illahi.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka
masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,masuklah ke dalam syurga-Ku . (QS. Al Fajr 89 : 27 30)