Anda di halaman 1dari 8

Pertemuan 1

KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN


A. PENGERTIAN WIRAUSAHA
Kata enterpreneurship yang
kewiraswastawan

akhir-akhir

ini

dahulunya

sering

diterjemahkan

diterjemahkan
dengan

kata

dengan

kata

kewirausahaan.

Enterpreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu enterprende yang artinya memulai atau
melaksanakan. Wiraswasta/ wirausaha berasal dari kata wira: utama, gagah berani,
luhur; swa: sendiri; sta: berdiri; usaha: kegiatan produktif. Dari asal kata tersebut,
wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri. Di
Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada
sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di
perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha
sendiri. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang
mandiri.
Tidak semua pengusaha adalah wirausahawan. Sebagai contoh seorang pengusaha
yang karena ia memiliki saham disuatu perusahaan dan memiliki koneksi tertentu dengan
pejabat pemerintah sehingga memperoleh fasilitas-fasilitas istimewa baik dalam
memenangkan tender maupun kemudahan dalam perizinan bukanlah seorang
wirausahawan. Orang tersebut tidak lebih hanyalah seorang pengusaha/ pedagang. Kita
dapat mengambil contoh pengusaha air minum dalam kemasan dengan merk Aqua,
Bapak Tirto Utomo. Dia dapat dikatakan seorang wirausahawa karena ia telah melakukan
terobosan dalam usaha baru air minum dalam kemasan yang pada saat itu dikuasai air
minum bersoda dan beralkohol. Pada awal berdirinya perusahaan Aqua banyak yang
mempertanyakan mengapa air tawar diperjualbelikan yang biasanya di Indonesia dapat
diminta dengan gratis, tetapi usaha tersebur ternyata berhasil bahkan kini banyak
perusahaan lain yang meikutinya.
Wirausaha berbeda dengan penemu (inventor) yaitu orang yang menemukan sesuatu
yang berguna bagi kehidupan manusia, misalnya Thomas Alpha Edison menemukan
listrik. Einstein menemukan atom, dan lainnya. Mereka tidak dapat disebut
wirausahawan jika penemuannya tersebut tidak ditransformasikan oleh mereka sendiri
kedalam dunia usaha. Wirausahawan adalah orang yang memanfaatkan penemuan
tersebut ke dalam dunia usaha.
Wirausahawan berbeda dengan manajer. Meskipun demikian tugas dan perannya
dapat saling melengkapi. Seorang wirausahawan yang membuka suatu perusahaan harus

menggunakan keahlian manajerial (managerial skills) untuk mengimplementasikan


visinya. Di lain pihak seorang manager harus menggunakan keahlian dari wirausahawan
(enterpreneurial skill) untuk mengelola perubahan inovasi.
Menurut Kao (1989), secara umum posisi wirausahawan adalah menempatkan dirinya
terhadap resiko atas guncangan-guncangan dari perusahaan yang dibangunnya (venture).
Wirausahawan memiliki resiko atas finansialnya sendiri atau finansial orang lain yang
dipercayakann kepadanya dalam memulai sesuatu. Ia juag beresiko atas keteledoran dan
kegagalan usahanya. Sebaliknya manajer lebih termotovasi oleh tujuan yang dibebankan
dan kompensasi (gaji dan benefit lainnya) yang akan diterimanya. Seoang manager tidak
toleran terhadap sesuatu yang tidak pasti dan membingungkan dan kurang berorientasi
terhadap resiko dibandingkan dengan wirausahawan. Manajer lebih memilih gaji da
posisi yang relatif aman dalam bekerja.
Wirausahawan lebih memiliki keahlian intuisi dalam mempertimbangkan suatu
kemungkinan atau kelayakan dan perasaan dalam mengajukan sesuatu kepada orang lain.
Dilain pihak manajer memiliki keahlian yang rational dan orientasi yang terperinci
(rational and detailed-oriented skills).
B. KONSEP KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam usaha
untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendaatan di dalam
kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahaan adalah kemampua kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sedangkan
menurut Peggy A. Lambing & Charles R Kuehl dalam buku Enterpreneurship (1999),
kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu dari value dari
yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh banyak orang.
Hisrich, Peters, dan Shepered (2008;10) mendefinisikan: kewirausahaan adalah
proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya yang
diperlukan, menanggung resiko keuangan, fisik, serta resiko sosial yang mengiringi,
menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan kebebasan pribadi.
Kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai berikut: Wirausaha usaha merupakan
pengambilan resiko untuk menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan peluangpeluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga
usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri dalam menghadapi
tantangan-tantangan persaingan (Nasrullah Yusuf, 2006).
Dari beberapa konsp yang ada di atas, ada enam hakikat penting kewirausahaan
sebagai berikut (Suryana, 2003; 13) :

1.

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan
dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis

2.

(Acad Sanusi, 1994)


Kewirausaaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan

3.

berbeda (Drucker, 1959)


Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam
memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan

4.

(Zimmerer, 1996)
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha dan

5.

perkembanga usaha (Soeharto Prawiro, 1997)


Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan

6.

sesuatu yang berbeda yang bermanfaat yang bernilai lebih


Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah

dengan

jalan

mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk


memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara
mengembangkan teknologi bar, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara
baru utuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki
produk jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan
baru kepada konsumen.
C. OBJEK STUDI KEWIRAUSAHAAN
Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemapuan (abiliy) seseorang yang
diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soeparman Soemohamidjadja objek studi
kewirausahaan meliputi :
1. Kemapuan merumuskan tujuan hidup/ usaha
2. Kemampuan memtivasi diri
3. Kemampuan untuk berinisiatif
4. Kemampuan untuk berinovasi
5. Kemampuan membentuk modal uang atau barang modal
6. Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri selalu tepat waktu dalam
7.
8.

tindakan
Kemampuan yang dilandasi dasar-dasar keagamaan
Kemampuan mengambil hikmah dari pengalaman yang baik ataupun pengalaman
buruk
Beberapa bukti empiris telah menunjukan, salah satunya dalam hasil penelitian dari

David Mc Clealland bahwa kesejahteraan penduduk di suatu negara dipengaruhi oleh


perkembangan ekonominya. Sementara itu perkembangan ekonomi ditentukan oleh
sejauh mana penduduk negara tersebut mempunyai spirit kewirausahaan.
Spirit kewirausahaan tidak harus dilakukan dengan cara berwirausaha tetapi dapat
ditumbuhkan daam organisasi yang disebut sebagai intrapreneurship. Realitas memang

menunjukkan kerancuan istilah kewirausahaan yang selalu dikonotasikan dengan


berwirausaha (enterpreneurial) atau wirausahawan (enterpreneur). Oleh karenanya, perlu
diperjelas pengertian ke 3 istilah tersebut.
D. KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Geoffrey G. Meredith mengemukakan ciri-ciri watak kewirausahaan seperti berikut :
Ciri-ciri
Percaya diri

Keyakinan,

Watak
ketidaktergantungan,

individualistis, optimism
Berorientasi pada tugas dan Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi
hasil

laba, ketekunan dan ketabahan, tekad


kerja keras, mempunyai dorongan kuat,

energik dan inisiatif


Pengambilan resiko dan suka Kemampuan untuk mengambil resiko
tantangan
Keorisinilan
Beroientasi ke masa depan

yang wajar
Inovatif, kreatif, dan fleksibel
Pandangan ke depan dan perspektif

M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer mengemukakan karakteristik


kewirausahaan sebagai berikut :
1. Desire for responsibility yaitu : memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang
2.

dilakukannya dan selalu mawas diri


Preference for moderate risk yaitu lebih memilih resiko yang moderat, artinya ia

selalu akan menghindari resiko yang terlalu rendah maupun yang terlalu tinggi
3. Confidence in their ability to success yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk
berhasil
4. Desire for immediate feedback yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera
5. High level of energy, memiliki semangat da kerja keras untuk mewujudkan
keinginannya demi masa depan yang lebih baik
6. Future organization yaitu berorientasi ke masa depan, perspektif dan berwawasan
jauh ke depan
7. Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan
sumberdaya untuk menciptakan nilai tambah
8. Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang
Vemon A. Musselman, Wasty Sumanto dan Geoffrey Meredith, mengemukakan
secara ringkas ciri-ciri kewirausahaan sebagai berikut :
1. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri
2. Kemauan untuk mengambil resiko
3. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman

4. Memotivasi diri sendiri


5. Semangat untuk bersaing
6. Orientasi pada kerja keras
7. Percaya pada diri sendiri
8. Dorongan untuk berprestasi
9. Tingkat energi yang tinggi
10. Tegas
11. Yakin pada kemampuan sendiri
12. Tidak suka uluran tangan pemerintah
13. Tidak tergantung ada alam dan berusaha tidak menyerah pada alam
14. Kepemimpinan
15. Keorisinilan
16. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan
E. RUANG LINGKUP KEWIRAUSAHAAN
Ruang lingkup kewirausahaan secara umum dapat dikelompokkan menjadi
beberapa aspek yaitu sebagai berikut :
A. Aspek Manusia
Kewirausahaan pada dasarnya melekat pada diri manusia, sementara manusia
dalam dunia ini merupakan mahluk utama dan merupakan titik sentral
berkembangnya peradaban masyarakat. Perkembangan peradaban masyarakat yang
digerakkan dan didinamisir oleh unsur kewirausahaan yang berada dalam diri manusia
adalah untuk kesejahteraan manusia. Dengan demikian dapat diungkapkan bahwa
dalam kewirausahaan yang melekat pada diri manusia secara umum meliputi unsurunsur sebagai berikut :
a. Unsur Sikap dan Sifat (Mental Attitude)
Unsur sikap kewirausahaan merupakan modal dasar pondasi tempat
bertumpunya perbuatan dan tindakan Wirausahawan. Variable-variable unsur
sikap ini meliputi :
1. Sikap bebas dan merdeka.
2. Sikap Positif (maka melahirkan pola pikir dan tindakan positif).
3. Sikap peduli terhadap keadaan dan lingkungan.
4. Sikap percaya diri dan berani mengambil resiko.
5. Sikap kreatif dan inovatif.
6. Sikap kesempurnaan (menyempurnakan). Sikap ini pada dasarnya selalu tidak
puas dengan hasil yang telah dicapai dan selalu berusaha untuk
menyempurnakan yang telah ada. Dari sikap ini lahir tekad bahwa keadaan
hari ini lebih baik dari hari kemarin.

7. Kooperatif, dipercaya, jujur (amanah) dan appresiatif.


8. Sikap terbuka, kooperatif dan dipercaya ini adalah sikap yang mudah
bekerjasama dan supel sehingga sosialisasi dalam masyarakat maenjadi lancar,
terlebih bila didukung dengan sikap amanah yang tidak mau merugikan orang
lain dan dapat dipercaya, jujur serta apresiatif pada semua hal.
9. Santun dan tepo seliro.
10. Ulet dan tekun serta selalu berusaha dan mencoba.
Sikap-sikap kewirausahaan di atas tentu tidak mudah dimiliki begitu saja
namun memerlukan pemupukan sejak dini. Muara dari sikap-sikap tersebut di atas
adalah adanya kesadaran diri yang prima tentang hakekat, fungsi dan peranan diri
sebagai mahluk social.
b. Unsur Kemampuan dan Ketrampilan
Sikap kewirausahaan di atas lebih bersifat didalam diri manusia (personality)
dan perlu diwujudkan dalam tindakan perbuatan. Untuk itu perlu dipupuk dan
dipelajari kemampuan dan ketrampilan sebagai berikut :
1. Daya pikir cerdas.
2. Pengorganisasian (termasuk memimpin).
3. Membaca dan menciptakan peluang.
4. Manajerial (dalam bidang SDM, pemasaran, produksi, keuangan,
administrasi dan lain-lain).
5. Teknis dan teknologis.
6.

Social engineering.

7. Adaptasi dan sosialisasi (termasuk pengertian kemampuan pengendalian


diri).
8. Komunikasi.
c. Unsur Wawasan
Unsur wawasan ini juga merupakan fungsi kewirausahaan, tanpa unsur ini
fungsi kewirausahaan akan menjadi timpang. Wawasan yang perlu dimiliki
bersifat pandangan jauh kedepan, luas dan tidak sempit serta komprehensif.
B. Aspek Kemasyarakatan dan Peradaban
Hubungan manusia dengan kemasyarakatan dan peradaban dapat diibaratkan
seperti ikan dengan air. Tanpa adanya air maka ikan tidak akan dapat hidup. Begitu

pula tanpa kemasyarakatan dan peradaban maka kehidupan manusia itu menjadi sepi,
kering dan gersang.
Unsur-unsur kemasyarakatan dan peradaban yang merupakan bagian dari
kewirausahaan adalah :
a. Sistem dan tata nilai masyarakat.
b. Bidang dan jenis-jenis mata pencaharian serta penghidupan anggota masyarakat.
c. Kelembagaan masyarakat.
d. Hukum.
e. Jenis, type dan tingkat teknologi.
f. Pola dan cara usaha (bisnis) anggota masyarakat.
g. Pendidikan masyarakat.
h. Lingkungan hidup (hubungan dengan mahluk-mahluk lain seperti alam, binatang
dan tumbuh-tumbuhan).
Unsur-unsur kemasyarakatan dan peradaban di atas lebih bersifat bidang garapan
(obyek) kewirausahaan yang telah disempurnakan sehingga tugas wirausaha sebagai
khalifah untuk mensejahterakan masyarakat berperadaban serta rahmat bagi seluruh
alam dapat terlaksana.

REFERENSI
M, Hirdinis. 2007. Konsep Dasar Keweirausahaan. Fakultas Ekonomi Program Studi
Manajemen Universitas Mercu Buana. Jakarta [online]
Esthirahayu, dkk. 2012. Konsep Dasar Kewirausahaan dan Proses Kewirausahaan. Malang.
Universitas Brawijaya. [online] dapat diakses di
[http://ymayowan.lecture.ub.ac.id/files/2012/09/konsep-dasar-kewirausahaan.pdf]
Depdiknas. 2010. Modul 2 Konsep Dasar Kewirausahaan. Jakarta. [online] dapat diakses di
[http://www.infokursus.net/download/0206101221BUKU_3_MODUL_2_KONS
EP_DASAR_KEWIRAUSAHAAN.pdf]