Anda di halaman 1dari 7

KONSEP MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keperawatan


Disusun Oleh :
Kelompok 4
Ali Iksan A. S.

(22020114140109)

Bekti Wulandari

(22020114120038)

Beny Isnaini P.

(22020114120045)

Himatul Hikmah

(22020114120050)

Khirza Maulida F.

(22020114130134)

Gladis Risna

(22020114120033)

Ulva Nanda Nila N.

(20020114130102)

Jurusan Keperawatan
Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro
2016

DAFTAR ISI
KONSEP MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN..................................................3

A.

Definisi................................................................................................... 3

B.

Fungsi Manajemen Keperawatan....................................................................3


1.

Fungsi Perencanaan (Planning)...................................................................3

2.

Fungsi Pengorganisasian (Organizing)..........................................................4

3.

Fungsi Pengarahan/Penggerakan/Pengimplementasian (Directing/Leading/ Actuating)


4

4.

Fungsi Pengendalian (Controlling)...............................................................5

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 6
DAFTAR PERTANYAAN..................................................................................... 7

KONSEP MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN


A. Definisi
Manajemen adalah usaha memanfaatkan sumberdaya untuk mencapai
tujuan tertentu (Huber, 2000). Sumberdaya yang dimaksud dalam hal ini meliputi
sumberdaya manusia, uang maupun material (peralatan) (Hersey et.al, 1996 dalam
Murray et al, 1997; Huber, 2000). Manajemen dalam keperawatan yaitu
penggunaan prinsip manajemen dalam proses keperawatan untuk mencapai tujuan
dari pelayanan yang diinginkan (Huber, 2000; Gillies, 1985 dalam Cherie & Ato,
2005).
B. Fungsi Manajemen Keperawatan
Secara garis besar terdapat 4 fungsi manajemen dalam keperawatan
(Cherie & Ato, 2005; Huber, 2000; Marquis & Houston, 2013; Murray et al, 1997;
Nursalam, 2002; Sunarty, 2010; Warsito & Mawarni, 2007) yaitu fungsi
perencanaan, fungsi pengelolaan, fungsi pengaturan, dan fungsi pengendalian.
1. Fungsi Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan rancangan tindakan nyata yang diperlukan untuk
mencapai tujuan (jangka panjang maupun pendek) (Huber, 2000). Dalam
perencanaan harus terdapat keputusan tindakan, pelaku, cara, waktu dan tempat
dilaksanakannya. Pengelolaan sumber daya dapat dioptimalkan dengan
megidentifikasi perubahan yang diperlukan pada perencanaan untuk mencapai
tujuan. Kegiatan manajemen dalam perencanaan misalnya yaitu membuat tujuan
khusus dan tujuan umum unit beserta kebijakan, prosedur, dan aturannya.
(Marquis & Houston, 2013; Warsito & Mawarni, 2007)
Perencanaan menurut Levenstein (dalam Huber, 2000; Murray, 1997)
dibagi menjadi 2

jenis yaitu strategi dan taktik. Perencanaan strategi

berdasarkan arah gerak yang lebih luas dengan tujuan dan arah yang umum.
Sedangkan perencanaan taktik berdasarkan arah gerak yang lebih sempit dengan
rincian spesifik namun penerapan tujuannya luas.

Perencanaan memiliki tiga model yaitu reaktif (singkat), inaktivis


(pertahanan) dan preaktivis (percepatan). Reaktif terjadi setelah muncul masalah
akibat ketidakpuasan dan mengarah pada keputusan yang tergesa-gesa.
Inaktivisme menganggap status quo adalah situasi yang stabil sehingga
mengarah pada pencegahan perubahan dan pertahanan kecocokan. Sedangkan
preaktivis yaitu proses mempercepat perubahan dengan teknologi. (Marquis &
Houston, 2013)
2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
Yaitu tindakan mengumpulkan/menghimpun sumberdaya untuk mencapai
tujuan tertentu. Pengorganisasian memerlukan wewenang dan kekuasaan untuk
mengatur sekaligus mengalokasikan sumberdaya secara efektif (Huber, 2000;
Cherie & Ato, 2005). Beberapa kegiatan dalam pengorganisasian meliputi
perekrutan dan penempatan tenaga kerja, menetapkan struktur organisasi, dan
menetapkan tugas serta tindakan yang diperlukan. (Warsito & Mawarni, 2007;
Marquis & Houston, 2013)
3. Fungsi Pengarahan/Penggerakan/Pengimplementasian (Directing/Leading/
Actuating)
Pengarahan yaitu pemberian petunjuk oleh manajer kepada anggota untuk
melakukan sebuah tindakan. Pengarahan memiliki lima konsep yaitu
memberikan arah, mengawasi, memimpin, memotivasi, dan berkomunikasi.
Memberikan arah harus jelas, ringkas, konsisten dan sesuai situasi. Mengawasi
berhubungan dengan pelatihan dan disiplin kerja untuk memastikan pelaksanaan
perintah. Memimpin yaitu kemampuan menginspirasi dan mempengaruhi
pelaksanaan dalam pencapaian. Memotivasi yaitu keterampilan membantu
mengidentifikasi kebutuhan dan menemukan jalan untuk mencapai kepuasan.
Terakhir yaitu berkomunikasi dalam prosesnya. Misalnya yaitu seorang manajer
keperawatan kepada staf keperawatan.(Huber, 2000; Marquis & Houston, 2013;
Cherie & Ato, 2005; Sunarty, 2010; Warsito & Mawarni, 2007)
Koordinasi yaitu pembentukan dan penyesuaian agar pencapaian tujuan
dapat berjalan harmonis. Hal ini berfungsi mencegah timbulnya masalah dan
kesalahpahaman. Misalnya yaitu masyarakat yang melakukan koordinasi dengan
4

situasi tertentu maka akan menyadari siapa serta apa hasil dan tanggungjawab
tugasnya. (Cherie & Ato, 2005; Huber, 2010; Marquis & Houston, 2013;
Murray, 1997)
Pengimplementasian yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memulai dan
melanjutkan kembali apa yang telah diputuskan pada tahap sebelumnya.
Misalnya yaitu pendelegasian tugas untuk seseorang sebagai lanjutan dari
sebelumnya (Cherie & Ato, 2005).
4. Fungsi Pengendalian (Controlling)
Yaitu mengevaluasi antara hasil kerja terhadap standar tujuan yang telah
direncanakan sebelumnya. Apabila terdapat ketidakcocokan maka dilakukan
perbaikan tujuan dan kinerja. Beberapa contoh kegiatan yang dilakukan dalam
pengendalian adalah melakukan survey kepuasan klien untuk perbaikan mutu
pelayanan, evaluasi visi dan misi, memberikan penghargaan prestasi dan
pendisiplinan terhadap kinerja anggota. (Cherie & Ato, 2005; Huber, 2000;
Marquis & Houston, 2013; Murray et al, 1997; Nursalam, 2002; Sunarty, 2010;
Warsito & Mawarni, 2007)

DAFTAR PUSTAKA
Cherie, A., & Ato, B. G. (2005). Nursing Leadership And Management. Addis Ababa
University Ethiopia Public Health Training Initiative
Huber, Diane. (2000). Leadership And Nursing Care Management (edisi kedua). United
States: W.B. Saunders Company
Marquis, B. L., & Houston, C. J. (2013). Kepemiminan dan Manajemen Keperawatan.
Jakarta: EGC
Murray et al. (1997). Leadership And Management In Nursing. Stamford: Appleton &
Lange
Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta: Salemba Medika
Sunarty. (2010). Hubungan Karakteristik Pekerjaan Dan Individu Dengan Kepuasan
Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat Inap Rsud Kendari Provinsi
Sulawesi Tenggara. Depok: Universitas Indonesia Program Magister
Keperawatan
Warsito, B. E., & Atik, M. (2007). Pengaruh Persepsi Perawat Pelaksana Tentang
Fungsi Manajerial Kepala Ruang Terhadap Pelaksanaan Manajemen Asuhan
Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSJD Dr. Amino Gondhoutomo Semarang.
Nurse Media- Journal of Nursing, 1(1),1-11.

DAFTAR PERTANYAAN
1. Apa saja prinsip dari manajemen keperawatan?
2. Apakah tujuan dari perencanaan tktik dan strategis dalam manajemen
keperawatan?
3. Apakah ada hambatan dalam fungsi koordinasi? Jika ada, apa saja hambatan
yang sering terjadi?
4. Apakah contoh inaktivisme dalam penerapan manajemen keperawatan di rumah
sakit?