Anda di halaman 1dari 16

Asuhan Keperawatan Keluarga

Tn. W dengan penyakit Hipertensi dan Ny. M


I.

PENGKAJIAN
Data Umum
1) Kepala keluarga (kk):
2) Alamat dan telepon :
3) Pekerjaan kk
:
4) Pendidikan kk
:
5) Komposisi keluarga :
Nama

Tn. W
Rt/Rw 004/002, kaliwungu Jombang
wiraswasta
SLTA

Jenis

Hubungan keluarga kk

Umur

pendidikan

Kepala keluarga

26

SLTA

Ny. M

Istri

25

SLTA

An. A

Anak

Tn. W

Genogram:

Tn. W

6) Tipe Keluarga : Keluarga inti


7) Suku bangsa : Jawa / Indonesia
8) Agama
: islam

Ny. M

9) Status social ekonomi keluarga


Keluarga Tn. W termasuk keluarga sejahtera karena ada
pendapatan atau gaji pasti setiap bulannya.
Penghasilan
: 2.500.000
10) Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga setiap malam menonton tv bersama dan setiap akhir
tahun menyempatkan berlibur bersama.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
11) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Anak berusia 1 tahun saat ini masih dalam pertumbuhan dan
perkembangan.
12) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Dalam semua tugas perkembangan yang diatas belum ada
yang terpenuhi.
13) Riwayat kesehatan keluarga inti

No

Berat

Nam

Umur

badan
(BB)

Keadaa
n

Imunis

keseha

asi

tan

Masalah

Tindakkan

kesehat

yang telah

an

dilakukan

Sering
mengal
ami
1

Tn.

26

74

Kurang

pusing,

baik

tekanan
darah

Sudah
periksa ke
rumah sakit

meningk
at
2

Ny. M

25

62

Baik

An. A

13

Baik

Menurut Tn. W riwayat masing masing anggota keluarga


a. Tn. W : kurang sehat, sering mengalami pusing dan tekanan
darah

meningkat.

Tekanan

meningkat

bila

mengkonsumsi terlalu banyak daging-daging.


b. Ny. M : keadaan sehat, tidak pernah penyakit serius
c. An. A : keadaan sehat, tidak pernah penyakit serius
14) Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya:

klien

Riwayat kesehatan dari Tn. W: Ibu Tn. W meninggal sejak 10


tahun yang
lalu karna penyakit hipertensi.
Riwayat kesehatan dari Ny. M: ibu Ny. M meninggal sejak 5 tahun
yang lalu
karna kecelakaan
III. Data lingkungan
15) Karakteristik rumah:
Tipe rumah : milik sendiri
Tipe bangunan
: permanen dan berlantai
Jumlah ruangan: ada 9 yaitu ruangan depan untuk ruang
tamu, 3 kamar tidur,
dapur, 1 kamar mandi, 1 WC, 1 ruang sholat, 1
ruang tengah
: terdapat jendela di ruang tamu depan, ventilasi

Ventilasi

terdapat 2 yaitu di ruang tamu dan kamar tidur.


Kebersihan : bersih, ny. M membersihkan rumah pada pagi

dan sore hari.


Sumber air : dari sumur bor, disamping rumah.
Denah rumah
7

Keterangan:
1. Ruang tamu

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
16)

Kamar tidur 1
Kamar tidur 2
Ruang tengah
Kamar tidur 3
Ruang sholat
Wc
Kamar mandi
Dapur
Karakteristik tetangga dan komunitasnya
Tetangga sebelah kanan dan kiri rumah selalu memperhatikan

dan menjenguk jika ada keluarga yang sakit.


17) Mobilitas geografi keluarga
Keluarga adalah penduduk asli dsn. Kaliwungu kec. Jombang
dan tidak pernah pindah tempat tinggal.
18) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga mengikuti arisan setiap satu bulan sekali, serta
mengikuti pengajian rutin pada hari kamis.
19) Sistem pendukung keluarga
Jika ada anggota keluarga yang sakit biasanya di bawa ke
rumah sakit terdekat. Jumlah anggota keluarga 2 orang, yaitu
istri dan anak
IV. Struktur keluarga
20) Struktur peran
Peran keluarga mencari nafkah, tugas ibu memasak dan
merawat anaknya, kebutuhan setiap hari dibiayai Tn. W dan
21)

selama ini tidak pernah terjadi konflik peran di keluarga.


Nilai atau norma keluarga
Jika ada anggota keluarga Tn. W yang sakit, keluarga

membawanya ke rumah sakit terdekat. Dalam kehidupan sehat


keluarga Tn. W menjalani hidup dengan tuntunan agama islam.
22) Pola komunikasi keluarga
Dilakukan secara terbuka, keluarga biasanya menggunakan
bahasa jawa setiap hari. keluarga tidak memiliki kesulitan dalam
bahasa dan penerimaan pesan, komunikasi dalam keluarga
setipa hari dilakukan dan selama ini tidak ada masalah dalam
keluarga.
23) Struktur kekuatan keluarga
Tn. W sebagai kepala keluarga, keputusan diambil oleh kepala
keluarga melalui musyawarah dengan istri.

V. Fungsi keluarga
24) Fungsi ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
25) Fungsi mendapatakan status sosial
Keluarga Tn. W mengajarkan hidup baik dan hidup tentram
rukun, saling tolong menolong kepada keluarga dan orang lain.
26)

Fungsi pendidikan
Keluarga Tn. W mendapatkan pengetahuan dari sekolah,

tetangga, teman dan masyarakat.


Keluarga Tn. W mampu membiayai sekolah tanpa dibantu oleh

27)

orang lain.
Fungsi sosialisasi
Interaksi dalam keluarga baik dan keluarga mendidik anaknya

dengan disiplin dan penuh kasih sayang.


28) Fungsi pemenuhan
a) Mengenai masalah kesehatan:
Keluarga mengatakan Tn. W sering mengeluh pusing karena
penyakit darah tinggi dan takut tensinya naik.
b) Mengambil keputusan mengenai tindakkan kesehatan:
Jika ada keluarga sakit, keluarga membawa ke rumah sakit.
c) Kemampuan merawat anggota keluarga sakit:
Dalam merawat Tn. W, masih memberikan makanan yg sama
dengan anggota keluarga lainnya, pola tidur juga masih belum
bisa teratur dan waktu tidur kurang lama. Namun, selalu
control secara teratur di rumah sakit.
d) Kemampuan
keluarga
memelihara

atau

memodifikasi

lingkungan rumah yang sehat:


Lingkungan keluarga Tn. W bersih, dan terawat.
e) Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan:
Keluarga Tn. W biasanya berobat ke rumah sakit terdekat
menggunakan

kendaraan

bermotor

sebagai

fasilitas

kepelayanan kesehatan. Tn. W melakukan periksa sejak


29)

menderita hipertensi.
Fungsi religius
Tn. W dan Ny. M biasanya aktif mengikuti pengajian, setiap

minggu sekali.
30) Fungsi rekreasi
Keluarga Tn. W biasanya melakukan acara rekreasi dengan
menonton

televise

bersama

keluarga

dirumah

menyempatkan waktu di akhir tahun untuk berlibur bersama.


31) Fungsi reproduksi

dan

Keluarga Tn. W mempunyai 1 anak, tetapi ada rencana akan


menambah momongan (anak) lagi. dahulunya Ny. M pernah
menggunakan kb alamiah dan sekarang sudah tidak kb lagi.
32)

Fungsi afeksi
Ibu berusaha memberitahu dan mencoba melakukan hal-hal

positif terhadap anaknya dikarenakan umur anaknya yang masih


1 tahun ini bisa mencatat perkataan ibunya sampai besar nanti.
VI. Stress dan koping keluarga
33) Stressor jangka pendek dan jangka panjang
Tn. W mengatakan sering mengeluh pusing dan Tn. W
khawatir tensinya bertambah tinggi.
34) Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke
35)

rumah sakit terdekat.


Strategi keluarga yang digunakan
Keluarga menggunakan musyawarah dalam menyelesaikan

36)

malasah.
Strategi adaptasi disfungsional
Tn. W bila sedang sakit pusing maka dibuat tidur atau

istirahat.
VII. Pemeriksaan kesehatan tiap individu anggota keluarga:
Kesadaran: Compos metis
Tn. W
: Td : 180/120 mmHg
S
: 37,5 C
N
: 88 x/menit
Rr : 20 x/menit
Ny. M : Td :120/80 mmHg
S : 36,5 C
N : 85 x/menit
Rr : 22 x/menit

N
o

1.

Pemeriksaan
fisik

Tn. W

kepala

Simetris, rambut hitam


rontok, terdapat
ketombe, tidak ada
benjolan, tidak ada nyeri
tekan,wajah pucat

Ny. M
Simetris, rambut hitam,
terdapat ketombe, tidak
ada benjolan, tidak ada
nyeri tekan.

2.

3.

4.

Mata

Hidung

Mulut

5.

Telinga

6.

Leher

7.

Dada

8.

Abdomen

Skelera tidak ikhterus,


konjungtiva merah
muda, tidak ada belek,
pupil isokor, terdapat
gambaran tipis
pembuluh darah.
Simetris, tidak ada
fraaktur tulang nasal
keadaan bersih,
penyebaran bulu hidung
merata, tidak ada
benjolan.
Mukosa bibir lembab,
tidak ada stomatitis,
Terdapat karies gigi,
tidak ada pembesaran
tonsil.
Bersih, simetris, tidak
ada penumpukkan
serumen, tidak ada
benjolan.
Tidak ada pembesaran
kelenjar tyhroid
Paru-paru
Inpeksi= simetris
Palpasi= tidak ada
benjolan
Perkusi= sonor
Auskultasi= vesikuler,
tidak
ada bunyi
tambahan.
Jantung
Perkusi= redup
Auskultasi= tidak ada
bunyi
tambahan
(mur-mur).
Inspeksi= tidak ada
benjolan
(mur-mur).
Palpasi= tidak ada
benjolan

Skelera tidak ikhterus,


konjungtiva merah muda,
tidak ada belek, pupil
isokor.
Simetris, tidak ada
fraaktur tulang nasal
keadaan bersih,
penyebaran bulu hidung
merata.
Mukosa bibir lembab,
tidak ada stomatitis, tidak
ada pembesaran tonsil.
Bersih, simetris, tidak ada
penumpukkan serumen,
tidak ada benjolan.
Tidak ada pembesaran
kelenjar thyroid.
Paru-paru
Inpeksi= simetris
Palpasi= tidak ada
benjolan
Perkusi= sonor
Auskultasi= vesikuler,
tidak
ada bunyi
tambahan.
Jantung
Perkusi= redup
Auskultasi= tidak ada
bunyi
tambahan
(mur-mur).
Inspeksi= tidak ada
benjolan
(mur-mur).
Palpasi= tidak ada
benjolan

9.

Ekstermitas

1
0.

Genetalia

Auskultasi=bising usus
(N),
(12x/menit).
Tidak ada odema, tidak
ada benjolan, tidak ada
fraktur, reflek babinsky
(+).

Auskultasi=bising usus
(N),
(12x/menit).
Tidak ada odema, tidak
ada benjolan, tidak ada
fraktur, reflek babinsky
(+).

Tidak terkaji

Tidak terkaji.

VIII. Harapan keluarga


Keluarga mengharapkan agar petugas kesehatan lebih tanggap
dalam membantu mengatasi masalah kesehatan di masyarakat
khususnya dikeluarga Tn. W, agar kesehatan keluarga dapat
meningkat.
a. Petugas kesehatan yang ada
Keluarga Tn. W berharap

agar

petugas

kesehatan

meningkatkan mutu pelayanan yang baik dan tidak membeda


- bedakan berdasarkan status sosial mampun status ekonomi.

ANALISA DATA
Hari
atau

Data

tanggal
21

Ds= Tn. W mengatakan

oktober

sering mengeluh sakit

n keluarga untuk

kepala

membatasi

2015
18.00
wib

Masalah
Nyeri

Etiologi
Ketidakmampua

aktivitas yang
Do=

berlebihan
Tn. W kadang-

khusunya

kadang terlihat

aktivitas yang

menyeringai

berat,

Tn. W terkihat

memdodifikasi
lingkungan

sering memegangi

rumah yang

kepala bagian

sehat untuk

belakang wajah
Tn. W mengatakan

mengurangi

nyeri skala 2
Ds= Tn.W makanannya

cemas

n keluarga

lain.

merawat dan

Tn. W pola tidur

menjaga asupan

tidak sesuai dan

makanan yang

kurang dari

masuk pada
tubuh si

kebutuhan
Control secara

teratur
Tn. W mengatakan

Ketidakmampua

Jumat

penderita,
n keluarga

khawatir tensinya

oktober

mengenal

semakin tinggi

2015

masalah

18.00
wib

ketidakmampua

sama dengan keluarga

21

stresor

Do=

kesehatan.

Tn. W : Td

: 180/120 mmHg
S

: 37,5 C

: 88 x/menit

Rr

: 20 x/menit

Tn. W terlihat
bingung wajah Tn.
W kadang-kadang
terlihat pucat.

Perumusan diagnosa keperawatan


1. Gangguan
rasa
nyaman

(nyeri)

berhubungan

dengan

ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan


hipertensi.

2. Gangguan rasa aman (cemas) terhadap komplikasi berhubungan


dengan ketidakmampuan keluarga merawat dan mengenal masalah
anggota keluarga dengan hipertensi.

SKORING
Dx Kep

kriteri
a. Sifat masalah
tidak sehat

Skor
3
x 1=1
3

Pembesaran
Nyeri kepala yang
dirasakan karena
peningkatan tekanan
vaskuler serebral

b. Kemungkinan
masalah dapat

2
x 2=1
2

Dengan control yang

diubah:

teratur dapat menurunkan

sebagian

tekanan darah.

c. Potensial
masalah untuk

2
2
x 1=
3
3

dicegah: cukup

Rasa nyeri dapat dikurangi


dengan pengobatan dan
perawatan yang tepat

d. Menonjolkan
masalah:
masalah ada

2
x 1=1
2

Keluarga menyadari Tn. W


hipertensi mempunyai

tapi tidak perlu

masalah sehingga

segera

keluarga segera

ditangani

mengatasinya.

Total
2.

a. Sifat masalah
ancaman

2
3

2
2
x 1=
3
3

kesehatan

Rasa cemas menyebabkan


meningkatnya TD yang
bisa memperburuk
keadaan Tn. W

b. Kemungkinan
masalah dapat
diubah sebagian

1
x 2=1
2

Pemberian penjelasan
yang tepat dapat
membantu mengurangi

c. Potensial

kecemasan

masalah untuk
dicegah cukup

2
2
x 1=
3
3

Pemberian penjelasan
yang tepat dapat
membantu mengurangi
kecemasan

d. Menonojolkan
masalah berat,
harus segeradi
tangani

1
x 1=
2
1/2

Keluarga menyadari
dengan mematuhi diet
yang dianjurkan dapat
mengurangi rasa cemas

Total
Total

2
2

2
3

5
6

Daftar diagnosa keperawatan berdasarkan hasil skoring


Prioritas
1.

Diagnose keperawatan
Gangguan rasa nyaman (nyeri)

Skor
3

2
3

1
3

berhubungan dengan ketidakmampuan


keluarga merawat anggota keluarga
dengan hipertensi.
2.

2.

Gangguan rasa aman (cemas)

terhadap komplikasi berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga merawat dan
mengenal masalah anggota keluarga
dengan hipertensi.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
N

Diagnosa

Tangga

Implementasi

Respon

keperawatan

l atau

1.

Gangguan rasa

nyaman (nyeri)

novem

penjelasan pada

dapat

berhubungan

ber

keluarga tentang

memahami

dengan

2015

cara mengurangi

penjelasan

ketidakmampua

08.30-

dan mencegah

n keluarga

0900

terjadinya nyeri,

Tt
d

jam

Memberikan

merawat

dengan teknik

anggota

relaksasi,

keluarga

kompres dingin

dengan

pada kepala

hipertensi.

bagian belakang
dan menghindari
posisi mendadak.

Keluarga

Keluarga
mampu
untuk

Mendemonstrasika

melakukan

n pada keluarga

nya

tentang cara
mengurangi nyeri
dengan cara :
1. Pada saat
ada nyeri
menari
nafas
panjang
ditahan
sebentar
kemudian
dikeluarkan
secara

Keluarga
kooperatif

perlahanlahan. Itu
dilakukan
3x.
Menganjurkan
kepada keluarga
memeriksakan Tn.
W secara terartur
setiap minggu dan
minum obat
2.

secara teratur.
Memberikan

Gangguan rasa

aman (cemas)

novem

penjelasan pada

memahami

terhadap

ber

keluarga tentang

penjelasan

komplikasi

2015

diet yang sesuai

berhubungan

10.00

dengan

dengan

wib

hipertensi pada

mampu

ketidakmampua

makanan yang

melakukan

n keluarga

diberikan untuk

beberapa

Keluarga

Keluarga

merawat dan

Tn. W harus

penjelasan

mengenal

benar-benar

yang

masalah

rendah garam,

diajarkan

anggota

mengurangi

keluarga

makanan

dengan
hipertensi.

Keluarga

berlemak.
Menganjurkan

kooperatif

pada keluarga
untuk mengatur
jadwal tidur sore
hari sebaiknya
digunakan untuk
istirahat

EVALUASI
Tanggal

Diagnosa keperawatan

Evaluasi

dan
waktu
06

Gangguan rasa nyaman

S= Tn. W mengatakan

novembe

(nyeri) berhubungan

nyeri kepala berkurang

r 2015

dengan ketidakmampuan

minggu

keluarga merawat

O= Tn. W sudah

08.00-

anggota keluarga dengan

mengetahui cara

09.30 wib

hipertensi.

mengatasi nyeri
A= tujuan tercapai
P= lanjutkan intervensi

Anjurkan Tn. W dan

Ttd

keluarga melakuakn

teknik relaksasi
Anjurkan Tn. W dan
keluarga untuk
mengkonsumsi
makanan sesuai diet

hipertensi
Anjurkan pada
keluarga untuk
mengatu jadwal tidur

I= melaksanakan tindakan
sesuai intervensi
E= masalah teratasi
Minggu,6
novembe
r 2015
10.0012.30 wib

Gangguan rasa aman


(cemas) terhadap
komplikasi berhubungan
dengan ketidakmampuan
keluarga merawat dan
mengenal masalah
anggota keluarga dengan
hipertensi.

R=
S= keluarga mengatakan
sudah memahami tentang
cara merawat keluarga
dengan hipertensi
O= keluarga sudah dapat
merawat keluarganya yang
menderita hipertensi
A= tujuan tercapai
P= lanjutkan intervensi

Anjurkan Tn. W dan


keluarga untuk
mengkonsumsi

sesuai diet hipertensi


Anjurkan Tn. W dan
keluarga untuk
mengatur jadwal
tidur Tn. W

Anjurkan pada
keluarga untuk
mengontrol secara
teratur

I= melaksakan tindakan
sesuai intervensi
E= masalah teratasi
R=