Anda di halaman 1dari 4

Konsultasi Marketing

Dr. Freddy Rangkuti (frangkuti@yahoo.com)


MD Frai Marketing, Instruktur In-House Training di berbagai
Perusahaan, penulis lebih dari 15 buku Manajemen dan
Marketing, Dosen Program Doktor Manajemen IBII.
CARA MEMBUAT FLIER YANG EFEKTIF
Pertanyaan
Pak Freddy yth,
Saya pernah membaca ulasan Pak Freddy tentang efektifitas fliers dalam pemasaran.
Sangat menarik. Dapatkah Pak Freddy jelaskan lebih mendasar lagi. Terutama
menyangkut apa saja yang sebaiknya kita cantumkan di fliers tersebut sehingga dengan
cepat menarik perhatian serta dapat pula efektif mempengaruhi konsumen? Dimana
sebaiknya penyebaran fliers tersebut?
Riama,
Medan
Jawaban
Cara membuat flier yang efektif sangat tergantung pada target market yang ingin kita
tuju. Intinya adalah agar dapat menarik perhatian sesuai dengan karakteristik produk yang
kita jual, karakteristik pelanggan sebagai target market dan etika promosi.
Bagi sebagian besar pelanggan, umumnya mereka tidak ingin direcoki oleh banyaknya
informasi mengenai karakteristik fisik suatu produk. Hal ini disebabkan karena, customer
sebenarnya tidak ingin membeli semua karakteristik fisik produk yang ditawarkan, tetapi
yang diinginkan customer sebenarnya adalah keuntungan apa saja yang bisa diperoleh
dari produk tersebut. Contohnya, obat sakit kepala, buat customer komposisi kandungan
obat di dalamnya tidak begitu penting. Yang terpenting adalah, seberapa cepat obat
tersebut dapat menyembuhkan sakit kepala.
Dengan demikian, pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk menjadi sangat
subyektif, keputusannya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat intangible
seperti, loyalitas terhadap merek, brand awarness, perceived quality dan asosiasi terhadap
merek. Kesemua faktor tersebut disebut dengan ekuitas merek (brand equity).
Penyebaran flier adalah ditempat target market kita yang paling potensial, misalnya
dipintu masuk areal pertokoan, tempat parkir, pintu masuk jalan tol, dikomplek
perumahan, tergantung dari tujuan flier tersebut.
Dalam membuat flier, usahakan flier tersebut dapat membimbing customer untuk
mengarahkan agar mereka mau mencoba produk yang kita tawarkan, caranya adalah:

1. Tempatkan kata yang menjual pada halaman depan. Semakin menarik kata yang
menjual tersebut, akan menyebabkan flier kita dibaca.
2. Buatlah tema yang unik dan spesifik untuk flier kita, sehingga memberikan kesan
yang mendalam buat siapa saja yang melihatnya.
3. Pergunakan ilustrasi tunggal. Berdasarkan hasil penelitian flier yang memuat
banyak gambar sangat tidak menarik, dibandingkan dengan gambar tunggal
dengan ukuran yang lebih besar.
4. Pilih gambar atau foto yang dapat bercerita dengan makna yang lebih mendalam.
Lebih baik lagi gambar atau foto tersebut dapat mencerminkan posisioning
produk/jasa yang kita jual.
5. Berikan cukup fakta. Jelaskan kepada customer dengan menggunakan warna yang
mencolok sebagai penekanan.
6. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan foto dapat meningkatkan ingatan
customer sampai sebesar 26%, dibandingkan dengan gambar. Terlebih lebih foto
tersebut dapat menggambarkan realitas sesuai dengan pesan yang diinginkan.
7. Buatlah flier dengan ukuran yang mudah disimpan dan dibawa, sehingga sayang
untuk dibuang.
8. Jangan lupa mencantumkan apa yang anda harapkan dari customer. Misalnya
mengembalikan flier dengan hadiah tertentu, potongan harga, dan sebagainya,
Setiap informasi harus jelas agar tidak membingungkan.
9. Usahakan semua flier yang dibuat harus merupakan penjelasan dari manfaat
produk yang akan diperoleh customer
10. Flier yang baik merupakan representasi dari perusahaan/produk. Karena itu
sapalah customer dengan hangat. Misalnya dengan menggunakan kalimat pribadi
dengan tandatangan.

MEMBUAT USAHA BARU DENGAN MEREK DAN KEMASAN MENARIK


Pertanyaan
Pak Freddy yth,
Sudah lima tahun terakhir ini saya meneruskan usaha orang tua yang bergerak di industri
pengolahan dan pengemasan makanan khas daerah. Kapasitas produksi kami mencapai
500 kg per bulan, yang kami kirimkan keberbagai agen di daerah.
Belakangan ini saya berbeda pandangan dengan ayah. Saya ingin membuat perubahan
dalam sisi kemasan sehingga terlihat lebih modern. Juga saya merancang berbagai variasi
2

rasa, sehingga tidak terbatas pada rasa tradisional belaka (mohon maaf saya tidak dapat
memberitahu produk dan merek yang kami pakai). Ayah saya tampaknya tidak setuju.
Beliau lebih senang dengan pertumbuhan yang sudah stabil selama ini sementara saya
ingin meningkatkan pertumbuhan karena saya sudah melihat pesaing kami secara serius
menggarap pasar.
Pertanyaan saya, apa yang dapat saya lakukan bila ingin meneruskan rencana saya? Saya
sedang mempertimbangkan mendirikan sebuah perusahaan baru yang merupakan afiliasi
dari perusahaan orang tua. Saya berharap perusahaan baru ini lah yang jadi ujung tombak
pemasaran sekaligus eksperimen ide ide saya, tanpa mengganggu perusahaan induk,
sekaligus saya tidak berkonflik dengan ayah. Bagaimana pendapat bapak? Apa langkah
langkah yang harus saya lakukan?
G.S, Bandung
Jawaban
Langkah Anda membuat perubahan kemasan dengan berbagai varian rasa, menurut saya
sudah tepat. Hanya saja harus hati hati, sebab apabila kita menggunakan nama lama
yang sudah populer dengan posisioning klasik (misalnya makanan khas daerah
tradisional) dikembangkan dengan kemasan baru dengan berbagai varian rasa yang lebih
modern, hal ini dapat menyebabkan kekecewaan pada konsumen loyal.
Cara mengatasi masalah tersebut di atas adalah dengan menggunakan merek baru yang
berbeda sama sekali dengan merek sebelumnya. Agar mudah melakukan penetrasi pasar,
boleh dicantumkan dengan huruf kecil merek perusahaan sebelumnya. Strategi ini
diterapkan oleh Wing untuk merek Mie Sedaap, Aqua dengan Mizone, dan sebagainya.
Namun demikian, desain kemasan harus memperhatikan kaedah berikut ini:
1. memahami karakter customer. Masalahnya saat ini, seringkali kemasan tidak
secara langsung dapat memuaskan kebutuhan semua orang. Terdapat berbagai
niche market yang membutuhkan kemasan yang unik. Dengan demikian apabila
kita menginginkan suatu target market yang lebih spesifik, kita harus melakukan
riset. Belum tentu kemasan yang sesuai dengan target market tertentu cocok
dengan target market yang yang lain. Contohnya makanan untuk anak anak
belum tentu cocok dengan makanan untuk orang dewasa.
2. Pelajari atribut kemasan apa yang sesuai dengan target market yang sesuai.
3. Pelajari perilaku belanja customer anda. Kalau pada waktu lalu kita mengenal
produk dengan ukuran kemasan yang sangat besar. Namun saat ini perubahan pola
belanja telah berubah menjadi kearah yang lebih kecil. Namun demikian, kemasan
yang relatif kecil tidaklah mencerminkan profit yang kecil. Sebab semakin kecil
ukuran kemasan tersebut, maka akan semakin sering customer berbelanja.
Customer lebih menyukai membayar harga yang lebih murah, mudah digunakan,
dengan ukuran yang lebih kecil. Contohnya, pembelian kacang kulit dengan
ukuran yang lebih kecil lebih disukai dibandingkan dengan membeli dalam
jumlah besar. Selain menjaga tetap gurih (karena sekali makan untuk satu

kemasan). Pola makan dapat lebih terjaga, dibandingkan dengan membeli dalam
jumlah yang sangat besar.
4. Pelajari dimana customer suka berbelanja. Telah terjadi perubahan pola belanja,
dari pasar tradisional ke pasar modern yang lebih nyaman sekaligus tempat
hiburan. Namun pola ini berubah lagi, ketika dimana mana terjadi kemacetan
yang luar biasa, customer kembali mencari tempat belanja yang tidak terlalu
besar, tetapi memiliki akses parkir yang cepat.
5. Saat ini customer mulai sadar terhadap bahaya pencemaran lingkungan. Kemasan
yang dianggap memiliki potensi pencemaran lingkungan akan dihindari. Artinya
kemasan yang dapat didaur ulang lebih disukai.
Menurut pakar strategi pemasaran Michael Goodman, ada 5 cara pemberian merek suatu
produk atau perusahaan yaitu sebagai berikut:
1. Memberi nama dengan menggunakan nama orang, binatang, tempat atau symbol.
Contohnya adalah Johnson & Johnson, Procter & Gamble, Scientific Atlanta,
Ford, Heinz, Disneyland, Bakpia Pathok, Teh Botol Sosro.
2. Secara jelas menyebutkan nama kegiatan bisnis yang dijual atau jasa yang
diberikan. Contohnya American Airlines, General Motor, Metropolitan Life,
General Electric, Universal Studio.
3. Menggunakan nama dengan kesamaan kata atau singkatan. Contohnya IBM,
FedEx, Nabisco, ESPN, 3M, AAA, HP, AT&T.
4. Menggunakan nama yang aneh atau tidak memiliki makna yang jelas atau
menggunakan nama yang tidak berkaitan sama sekali, tetapi kedengarannya
menarik. Contohnya Google, Yahoo, Exxon, Xerox.
5. Menggunakan nama dengan menyebutkan manfaat. Contohnya Spicn Span
(pembersih rumah tanggah), Head & Shoulder (sampoo), NicenEasy (pewarna
rambut).
Dengan adanya berbagai banyak pilihan, mana yang terbaik? Menurut saya, yang terbaik
adalah dengan menggunakan nama dikaitakan dengan benefit, sehingga customer
langsung dapat mengetahui manfaat apa yang dirasakan setelah menggunakan
produk/jasa tersebut. Selain itu dengan menggunakan nama yang langsung terlihat
manfaatnya, dapat menarik target market, karena nama produk tersebut dapat
mengkomunikasikan posisioningnya secara jelas. Namun demikian, kita harus hati hati,
sebab pemberian suatu nama dapat saja pengaruhnya tidak langsung terlihat dan
membutuhkan usaha yang lebih keras agar tingkat awarenessnya dapat meningkat.
***