Anda di halaman 1dari 1

Deskripsi Umum

Jurnal ini memiliki judul yang tidak terlalu panjang, cukup menarik dan menggambarkan isi
dari jurnal. Nama pengarang dan institusi dicantumkan dibagian depan lengkap sesuai aturan
kaidah penulisan. Jurnal ini menggunakan abstrak yang terstruktur, yang memuat deskripsi
tentang tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dari jurnal. Jurnal ini bertujuan untuk
mengidentifikasi terapi obat yang tidak perlu pada pasien geriatri yang dirawat di rumah sakit
pemerintah dan swasta di Yogyakarta, Indonesia dan menghitung pemborosan biaya yang
dihabiskan untuk obat yang tidak perlu.
Validitas Jurnal
Jenis penelitian observasional. Data diambil melalui rekam medis di 100 pasien geriatri yang
dirawat di dua rumah sakit di Yogyakarta Indonesia. Penelitian dilakukan oleh accidental
sampling dengan kriteria inklusi: pasien dengan 65 tahun dan di atas, rekam medis yang
lengkap, pasien dirawat di Departemen Penyakit Dalam selama tahun 2006 - 2007. Di jurnal
ini juga menunjukkan bahwa dalam penelitiannya melibatkan apoteker klinis dan konsultan
geriatri untuk diskusi dalam mengidentifikasikan terapi obat yang tidak perlu, sehingga tidak
hanya berpacu kepada rekam medis saja.Perbandingan dibuat antara pasien menerima lima
obat atau kurang / hari (kelompok A) dan dengan lebih dari lima obat / hari (kelompok B)
selama tinggal di rumah sakit. Agen paling sering dikaitkan dengan terapi obat yang tidak
perlu adalah obat untuk pencernaan & sistem hepatobilliary (ranitidine, omeprazol),
antibiotik (ceftriaxone, sefotaksim, seftazidim, siprofloksasin), dan sistem kardiovaskular dan
hematopoietik. SPSS 11.5 digunakan untuk menjalankan analisis statistik. T-test independent
antara kedua kelompok dilakukan untuk mengakses perbedaan antara dua kelompok dan data
dilaporkan signifikan bila nilai p<0,05.
Aplikasi
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok A dan
kelompok B, dan ditemukan adanya risiko memiliki terapi obay yang tidak diperlkan akan
meningkatkan dengan masing-masing obat tambahan yang disediakan. Dan dijurnal juga
ditemukan total biaya terapi obat yang tidak perlu sama dengan Rp.12.553.349,-. Sehingga
Pencegahan masalah terapi obat yang tidak perlu dapat dilakukan dengan dianjurkan untuk
menghilangkan semua obat tanpa manfaat terapeutik, tujuan atau indikasi.Pencegahan terapi
obat yang tidak perlu juga akan berkontribusi dalam penghematan biaya antara pasien lanjut
usia.
Apakah saya akan menggunakan hasil penelitian ini ?
Iya, karena selain memiliki risiko efeksampig minimal juga menghemat biaya dalam
pengobatan.