Anda di halaman 1dari 4

Konsultasi Marketing

Dr. Freddy Rangkuti


(www.fraimarketing.com)
MD Frai Marketing, Instruktur In-House Training
di berbagai Perusahaan, penulis lebih dari 15 buku
Manajemen dan Marketing, Dosen Program
Doktor Manajemen IBII.
Cara Mengembangkan Usaha Distro Menggunakan Virus Marketing
Pertanyaan:
Pak Freddy yth,
Saya mendapat tawaran untuk turut dalam sebuah usaha distro. Usaha tersebut sudah
jalan tetapi perlu suntikan dana dan saya tertarik. Nanti saya akan banyak menangani
business development. Kira-kira ke arah mana usaha ini dapat dikembangkan lagi? Distro
yang selama ini dikembangkan menyasar segmen kalangan muda-menengah atas. Dengan
tema go gokil, produk-produknya antara lain adalah t-shirt dengan teks yang aneh dan
lucu-lucu. Saya sebenarnya ingin mendiversifikasi produknya sekaligus pemasarannya.
Ada saran Pak Freddy?
Trama, Bandung
Jawaban:
Bisnis Distro saat ini sudah sangat berkembang dan ketat sekali persaingannya. Setiap
distro sudah memiliki tema aneh aneh, baik melalui produk, text dan sebagainya,
sehingga apa saja yang kita lakukan, sebentar saja sudah ditiru oleh pesaing. Ke depan,
untuk semua bisnis yang kita lakukan (tidak hanya distro), kita perlu mencoba cara
pemasaran yang baru. Pemasaran tradisional selalu menekankan iklan, baik lewat brosur,
iklan dikoran, di radio, point of sales, outdoor, dimana mana iklan selalu bertebaran,
akibatnya iklan sudah menjadi momok yang menakutkan, bahkan dihindari. Pengambilan
keputusan pembelian menjadi sangat sulit. Dibutuhkan strategi baru untuk melakukan
penjualan yaitu menggunakan VIRUS MARKETING. Berdasarkan hasil penelitian,
ternyata konsumen lebih banyak dipengaruhi oleh rekomendasi dari teman, saudara atau
orang lain dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.
Semakin dapat dipercaya oirang yang memberikan informasi positif, akan semakin cepat
terjadi penjualan. Survei membuktikan, berita yang positip dari teman mempengaruhi
penjualan secara eksponensial:
80% konsumen memilih makan di restoran tertentu
74% konsumen membeli mobil
56% memilih film untuk ditonton
65% konsumen membeli computer,
adalah karena teman, dan didorong oleh cerita yang sangat antusias dari teman kita,
mengapa kita tidak mulai meningkatkan strategi virus marketing dalam melakukan
penjualan?
1

Virus marketing bukan sekedar menciptakan Word of Mouth, virus marketing merupakan
proses bagaimana menyebarkan informasi kepada customer berdasarkan personal
product enthusiasm yang dimiliki oleh masing masing customer, sesuai dengan tujuan
pemasaran.
Selama ini terdapat kesalahfahaman terhadap kegiatan pemasaran yaitu:
1. Harus memiliki produk nomor satu. Produk tidak harus nomor satu, yang paling
penting adalah produk memiliki alasan dan minat untuk dibicarakan sehingga
akan menjadi virus marketing.
2. Apabila kita memiliki public relation yang baik, tidak lagi memerlukan kegiatan
pemasaran. Pendapat ini sama sekali salah. Kegiatan pemasaran membutuhkan
usaha untuk mengubah awareness menjadi pembeli yang antusias.
3. Melakukan kegiatan pemasaran secara online atau offline. Kegiatan pemasaran
tidak boleh hanya memiliki salah satu kegiatan online atau offline saja, kegiatan
pemasaran harus menggunakan kedua kegiatan tersebut di atas.
Cara membiakkan virus marketing
Virus marketing dapat berubah bentuk menjadi virus negatif kalau tidak dikelola secara
baik. Untuk itu pengelolaan virus marketing perlu dibina sejak dini yaitu sejak mulai
dibiakkan sampai menyebarkannya. Pembiakan virus marketing dilakukan melalui lima
tahap yaitu:
1. Identifikasi customer atau target market kita. Program yang harus dibuat adalah
menciptakan komunitas
2. Melakukan edukasi kepada customer kita. Program yang harus dilakukan adalah
melakukan kegiatan motivasi kepada pelanggan sampai mereka menjadi
pelanggan setia untuk menjadi influencer atau agen pemasaran.
3. Menyediakan alat untuk penyebaran virus marketing. Program yang dilakukan
adalah menggunakan strategi publisitas untuk bahan pembicaraan. Untuk itu kita
perlu memberikan kesempatan kepada pelanggan kita agar dapat memberikan
pendapatnya. Usahakan alat yang kita ciptakan tersebut dapat bersifat komunikasi
dua arah.
4. Pelajari pendapat pendapat yang beredar. Program yang dapat dilakukan adalah
mengidentifikasi influencer yang dapat memberikan pengaruh terhadap
komunitas.
5. Melakukan riset dalam rangka mendengar dan merespon virus yang sudah
beredar. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perubahan selera konsumen,
memantau pendapat yang telah berkembang di pasar serta memantau kegiatan
yang dilakukan oleh pesaing. Usahakan selalu berfikir secara Out of the Box
Cara mengelola influencer
Kalau dalam istilah MLM (multi level marketing) ada istilah downlineer, maka dalam
istilah virus marketing disebut dengan influencer. Influencer ini adalah pelanggan atau

orang yang akan mempengaruhi orang lain lain lagi untuk mempromosikan produk yang
kita buat. Para influencer ini perlu dibina dan dikembangkan yaitu dengan tiga cara yaitu:
1. Membina relationship. Caranya adalah dengan melakukan komunikasi secara
personal, melalui e-mail, memberikan respon secara langsung, memberikan
contoh produk atau strategi trial, memberikan informasi yang jelas serta
memberikan cerita atau alasan mengapa orang harus menggunakan produk kita.
2. Membuat kontak secara terus menerus dan berkesinambungan. Caranya adalah
dengan membuat kegiatan atau event seperti temu pelanggan, gathering,
roadshow, makan siang atau makan malam bersama, seminar, conference atau
memberikan awards.
3. Melibatkan para influencer dalam kegiatan publisitas, misalnya memberikan
testimonial, memberikan produk review, melakukan diskusi atau brainstrorming
dan sebagainya.
Virus marketing yang berhasil adalah apabila kita sudah dapat menjadikan semua
pelanggan kita influencer. Hal ini dapat kita lakukan dengan mempelajari secara detail
karakteristik target market kita, pelilakunya, perasaannya, kepercayaannya,
pengalamannya, nilai nilai yang dimiliki pelanggan kita, kebutuhannya, keinginannya,
harapan, serta kebiasaan kebiasaan yang disukai.
Berikut ini adalah perbedaan menggunakan cara tradicional dibandingkan dengan
menggunakan virus marketing
Indikator

Cara Tradisional

Virus Marketing

Pengirim / Sumber
berita

Tenaga pemasar atau salesman

Pelanggan atau konsumen

Pesan

Dikendalikan oleh pemasar


(Informasinya selalu positif-bias)

Dikendalikan oleh pelanggan atau


konsumen (Informasinya bisa positif
bisa negatif -- Tidak bias)

Saluran media yang


digunakan

Media Massa (Non-personal)

Percakapan (Personal)

Penerima Pesan

Konsumen secara umum

Konsumen secara selektif

Penyebaran pesan

Menyebar secara linear

Menyebar secara eksponensial

Gangguan
penyimpangan
(Noise)

Pesan yang disampaikan menjadi


berantakan (clutter), karena
banyaknya pengiklan lain pada
saluran yang sama

Pesan yang disampaikan lebih


terfokus, karena pembicaraan menjadi
dua arah , saling terlibat dan
pembahasan menjadi lebih
mendalam

Tumpang Tindih

Lemah karena banyak informasi


yang diabaikan

Kuat karena komunikasi lebih


gampang menciptakan persepsi

Strategi meyebarkan virus marketing


Setelah virus marketing berhasil dibiakkan, langkah selanjutnya adalah dengan
menyebarkan virus marketing tersebut yaitu dengan cara:
1. Memahami proses penjualan secara detail, yaitu dengan mempelajari darimana
konsumen mengetahui produk kita, serta mempelajari logat atau gaya bahasa yang
digunakan oleh konsumen kita.
2. Membuat segmentasi dan menentukan target market
3. Menciptakan ide baru (jangan sekedar kehebatan perusahaan atau produk yang
kita miliki saja), tetapi ceritakan ide baru yang bersifat strategis berkaitan dengan
produk yang kita miliki dan bagaimana produk ini dapat memberikan manfaat
serta mampu memecahkan masalah yang dihadapi konsumen.
4. Berikan isi yang memiliki perceived quality yang tinggi dibandingkan dengan
yang dimiliki pesaing. Sampaikan sesuatu nilai yang mendorong proses
pembelian dan bangunlah relationship business.
5. Lakukan evaluasi dengan cara mengukur dan meningkatkan semua kegiatan yang
sudah kita lakukan. Intinya adalah melakukan kegiatan evaluasi dalam rangka
peningkatan ke arah yang lebih baik.
Selamat Mencoba
***