Anda di halaman 1dari 8

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

DhaniIrwanto
222

Jam Pria Bonia Model Baru

Gratis Ongkir, Cicilan 0% 12 Bulan Jadikan Pria Semakin Bergaya

Selasa20Oktober201518:11WIB
Dibaca(2593)
Komentar(0)

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

2/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

LembahProgo,ataukadangkadangdisebutLembahKedu,adalahdataranvulkanikyangsuburyangterletakdiantaragununggunung
berapidiJawaTengah,GunungSumbingdanGunungSundorodisebelahbarat,danGunungMerbabudanGunungMerapidisebelah
timur.DatarantersebutjugaberbatasandenganBukitMenorehdisebelahbaratdayadanDataranPrambanandisebelahtenggara.Sungai
Progo mengalir di tengahtengahnya, dari sumbernya di lereng Gunung Sumbing ke pantai selatan Jawa menuju Samudera Hindia.
DataraninimemilikiartipentingdalamsejarahJawaTengahselamalebihdarisatumilenium,karenaterdapatpeninggalanpeninggalan
Dinasti Sailendra serta Borobudur dan tempattempat lainnya. Menurut cerita rakyat setempat, Lembah Progo adalah tempat suci di
JawadandijulukitamanJawakarenatingkatkesuburanpertaniannyayangtinggi.
PulauJawamerupakanbentanganmemanjangdaratan,panjangnyalebihdari1000kmdanlebarnyasekitar100kmdariutarakeselatan.
PantaiutarayangmenghadapLautJawaberbatasandengandataranaluvialdenganlebaryangbervariasi,antara40kmsampaibeberapa
kilometer di Jawa Tengah. Lebih jauh ke pedalaman, terdapat Pegunungan Serayu Utara yang sejajar dengan pantai. Gununggunung
utamanyaadalah,daribaratketimur,Slamet(3432m),Ragajembangan(2177m),Prahu(2.565m)danUngaran(2050m).Pegunungan
SerayuUtaraberlanjutketimursampaidenganPegununganKendeng,yangmencapaiketinggian899m.Disebelahselatanpegunungan
initerdapatZonaDepresiTengah,yangmeliputidatarandenganukuranyangbervariasi,sepertidatarandataranPurwokerto,Magelang,
Yogyakarta,Solo,PurwodadidanNgawi.Zonadepresiinisebagiandibatasiolehserangkaiangunungapiyangtinggi:Sundoro(3155m),
Sumbing (3371 m), Merbabu (3145 m), Merapi (2947 m) dan Lawu (3265 m). Zona Depresi Tengah dibagi lagi dengan adanya
Pegunungan Serayu Selatan dan Pegunungan Menoreh. Hampir membentang di sepanjang pulau, Zona Depresi Tengah berbatasan di
sebelahselatandenganPegununganSelatan,sebuahrangkaianpegununganterjalyangberbatasandenganSamuderaHindia.
DiJawaTengah,denganpengecualianbagianpalingtimur,ZonaDepresiTengahtidakdibatasiolehpegunungan.Datarannyapelanpelan
menurun kearah selatan menuju ke Samudera Hindia. Sejarah Jawa Tengah, yang meliputi Lembah Progo dan daerah sekitarnya yang
berbatasanlangsung,merupakanzonatransisiantaralanskappegununganbaratyangtertutupdandataranyangterbukadisebelahtimur.
Secarageografi,LembahProgodapatdipandangsebagaiperbatasanantaraJawaTengahdanJawaTimur.

BLOGTERKAIT
Tarumanegara:TanyaKontribusiNawaCita
MitosIndonesia
Dante,Poe,Tolstoy,danKematianMisterius

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

3/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

PenulisyangMenjemputKematiannya
RempahRempahTelahMelayarkanRibuanKapal
SungaiSerayuyangberujungdiGunungSundoromengalirkebaratmelaluidataranWonosoboPurwokerto,hinggamencapaiSamudera
HindiadisekitarCilacap.SungaiProgomenjadisungaiutamadalamsejarahJawaTengah.Berbedadengansungailainnyayangberasal
dari Depresi Tengah dan berarah ke timur atau ke barat, Sungai Progo mengalir langsung dari utara ke selatan. Ujung utamanya di
GunungSundoro,kecualianaksungaiutamanya,SungaiElo,berujungdiGunungMerbabu.
LembahProgomerupakantempatbagisejumlahbesarcandicandiDharmadanBuddhayangdibangundariabadke8sampaike9.Oleh
karenaitu,LembahProgodianggapsebagaitempatlahirnyaperadabanklasikIndonesia.Candicandidikawasaninimencakupsebagai
berikut.
Borobudur:candiBuddhayangberupamandalabaturaksasaabadke8yangdibangunolehDinastiSailendra.
Mendut:candiBuddhaabadke8yangdidalamnyaterdapattigapatungbatubesarWairosana,AwalokiteswaradanWajrapani.
Pawon:candiBuddhakecilabadke8ditepianSungaiProgoyangterletakantaraCandiMendutdanCandiBorobudur.
Ngawen:candiBudhaabadke8yangterletaksekitar5kilometerdisebelahtimurCandiMendut.
Banon: sebuah reruntuhan candi Dharma terletak beberapa ratus meter di sebelah utara Candi Pawon. Namun, hanya sedikit sisasisa
candiyangselamat,sehinggatidakmungkinuntukdilakukanrekonstruksi.HanyapatungSiwa,Wisnu,AgastyadanGaneshayangtelah
ditemukan,sekarangdisimpandiMuseumNasional,Jakarta.
Canggal: juga dikenal sebagai Candi Gunung Wukir. Merupakan salah satu candi Dharma yang tertua di daerah tersebut. Candi ini
terletakdidaerahMuntilan,didekatcanditelahditemukanPrasastiCanggalyangterkaitdenganSriSanjaya,rajaKerajaanMedang.
Gunungsari:berupareruntuhancandiDharmadiatasbukit,yangterletakdidekatCandiGunungWukir,dipinggirankotaMuntilan.
Umbul:diGrabag,MagelangberupatempatmandidanperistirahatanbagirajarajaMedang.

Gambar1.SebarancandidiJawaTengah
Lebihdari300sisasisacandipernahditemukandiJawaTengah,tersebardiseluruhwilayahtersebut.Saatini,sebagianbesarreruntuhan
canditelahlenyap.Beberapadiantaranyadigunakansebagaibahanuntukmembangunrumah,masjidataujembatan.Yanglainnyatelah
rusakdenganberjalannyawaktuatautertimbunakibataktivitasmanusia.Situasiyanghampirlebihbaikmasihdapatdiamatidarisitus
situs selebihnya: beberapa candi hanya menyisakan puluhan batu yang tersebar di kebun atau di sepanjang jalan. Diluar semua itu,
beberapa candi tertentu masih relatif utuh dan telah dilakukan pemugaran untuk menghidupkannya kembali. Setelah selesai dipugar,
candicandiinimenungguuntukdikunjungidandikagumi.

CandiBorobudur
Candi Borobudur adalah salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, dibangun pada abad ke8 dan ke9 pada masa pemerintahan

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

4/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

DinastiSailendra.MonumeniniterletakdiLembahProgo,dibagianselatanJawaTengah,ditengahpulauJawa,Indonesia.

Gambar2.CandiBorobudur
Candiutamaberupastupastupayangdibangundalamtigatingkatandiatasbukitalami:bagianbawahberupadasarpiramidaterdiridari
limateraspersegiyangkonsentris,diatasnyaberupadasarkerucutdengantigalantaiyangmelingkardanpalingatasberupasebuahstupa
besar.Dindingdanlangkannyadihiasidenganrelief,denganluaspermukaantotal2.520m2.Padalantaiyangmelingkarterdapat72stupa
kurungan,masingmasingberisisebuahpatungBuddha.
PembagianvertikalCandiBorobudurberupadasar,tubuhdansuprastrukturadalahselarassempurnadengankonsepsialamsemestadalam
kosmologiBuddha.Diyakinibahwaalamsemestainidibagimenjaditigabidanglapisan,Kamadhatu,RupadhatudanArupadhatu,yang
mewakilimasingmasingbidangkeinginandimanakitaterikat,dimanakitameninggalkantetapimasihterikatdengannamadanbentuk,
dan bidang tak berbentuk dimana tidak ada lagi ikatan nama atau bentuk. Didalam Candi Borobudur, Kamadhatu diwakili oleh dasar,
Rupadhatuolehlimateraspersegi,danArupadhatuolehtigalantaimelingkarsertastupabesar.Seluruhstrukturmenunjukkancampuran
unik ideide yang sangat sentral tentang pemujaan leluhur, yang berkaitan dengan gagasan gunung bertingkat, dikombinasikan dengan
konsepBuddhamencapaiNirwana.
CandiinijugaharusdilihatsebagaisebuahmonumendinastiyangluarbiasayaituDinastiSailendrayangmemerintahJawaselamasekitar
limaabadsampaiabadke10.
KompleksCandiBorobudurterdiridaritigamonumen:yaituCandiBorobudurdanduacandikecilyangterletakdisebelahtimurpada
sebuah sumbu yang langsung ke Borobudur. Kedua candi yang lain adalah Candi Mendut, berupa penggambaran Buddha yang terbuat
dari batu monolit keras didampingi oleh dua Bodhisatwa, dan Candi Pawon, berupa sebuah candi kecil yang bagian dalamnya tidak
mengungkapkandewasiapayangmenjadiobyekpemujaan.KetigamonumenmewakilifasefasedalampencapaianNirwana.
Candi utama digunakan sebagai candi Buddha dari mulai konstruksi sampai suatu waktu antara abad ke10 dan ke15 yang kemudian
ditinggalkan. Sejak penemuan kembali pada abad ke19 dan restorasi pada abad ke20, candi tersebut telah menjadi situs arkeologi
Buddha.
BorobudurdisebutkandalamSeratCenthini,sebuahkompilasiduabelasvolumetentangceritadanajaranJawa,ditulisdalambaitbait
danditerbitkanpadatahun1814.PengetahuankeseluruhduniatentangkeberadaanBorobudurdipicupadatahun1814olehSirThomas
StamfordRaffles,yangkemudianmenjadipenguasaInggrisdiJawa,setelahditunjukkanlokasinyaolehorangIndonesiaasli.Semenjak
itu, Borobudur telah diperbaiki melalui beberapa pemugaran. Proyek pemugaran terbesar dilakukan antara tahun 1975 dan 1982 oleh
pemerintahIndonesiadanUNESCO,setelahmonumenituterdaftarsebagaiSitusWarisanDuniaUNESCO.
Borobudurmasihdigunakansebagaitempatupacarakeagamaansetahunsekali,umatBuddhadiIndonesiamerayakanWaisakditempat
tersebut,danBorobudurmerupakandayatarikwisatapentingyangpalingbanyakdikunjungidiIndonesia.

Gambar3.PotonganmelintangCandiBorobudur.A:timbunantanahB,CdanD:lapisanhorizon.

LetusanGunungMerapi
Merapi(2.911m)mungkinadalahgunungapiyangpalingdikenaldisekitarcekunganBorobudur.Gununginiadalahsalahsatuanggota

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

5/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

kelompokempatgunungapiyangmencakupUngaran,TelomoyodanMerbabu.Merapiadalahgunungapiyangpalingaktifdikepulauan
Indonesia dan juga paling berbahaya, dengan aktivitas hampir terus menerus yang menjadi ancaman serius bagi penduduk sekitarnya
(misalnya Newhall et al, 2000 Thouret et al, 2000). Oleh karena itu, Merapi telah menjadi obyek berbagai penelitian dalam letusan
terakhirnya(misalnyaCharbonnierdanGertisser,2008Gomezetal,2008LavignedanThouret,2003),evolusidansejarahletusannya
(misalnyaAndreastutietal,2000Camusetal,2000GertisserdanKeller,2003aKalscheueretal,2007Newhalletal,2000Voightet
al,2000),sertabahayadanrisikoterkaitnya(misalnyaLavigneetal,2008Thouretetal,2000).
Sebuah runtuhanstrukturMerapi Purbadiikuti olehletusanletusanyang mengakibatkanbencanatelahmembuangbahan runtuhandan
letusan ke daerah di sekitarnya (van Bemmelen, 1949). Mengadopsi ide awal yang dikemukakan oleh Ijzerman (1891) dan Scheltema
(1912),dandikembangkanolehvanHinloopenLabberton(1922),vanBemmelenberpendapatbahwaruntuhandanletusanyangterjadi
pada 1006 M telah melemahkan peradaban Medang di Jawa Tengah, menyebabkannya untuk berpindah ke Jawa Timur. Letusan
berikutnya telah membangun Merapi Baru yang sebagian besar mengisi kawah yang runtuh. Wirakusumah et al (1980, 1989) telah
menyusunpetageologiyangmeliputiMerapiPurbadanBaru,danmenambahkankronologiradiokarbonawalkemudianWirakusumahet
al(1986),BrontodanSayudi(1995),Brontoetal(1997)danAndreastutietal(2000)menambahkanlagirincianstratigrafiyangpenting.

Gambar4.GeologiMerapiyangdisimpulkanolehvanBemmelen(1949)

Gambar5.TatanangeologiMerapi(Rahardjoetal,1977)
Merapi memiliki sejarah yang kompleks dengan berbagai tahap, dengan usulan penjelasan yang berbedabeda (misalnya Berthommier,
1990Camusetal,2000GertisserdanKeller,2003bNewhalletal, 2000). Diluar keragaman ini, dipilih untuk mengadopsi kerangka
waktuberikutuntuktujuanpraktis,meskipuntemuantemuannyamemerlukanevaluasiulangterhadappengusiaanyangdiusulkandalam
literatur:(1)periodepertamadariakhirHolosensampaisekarang(2)MerapiPurbadari~10.000tahunSS(sebelumsekarang)sampai
akhirHolosen(3)ProtoMerapi,sampaisebelum10.000tahunSS,menggunakanprotosepertiistilahaslinya.
Faseterbaru,dimanasemuapenulissetuju,ditandaidenganaliranpiroklastikdanlaharyangmenyertaitumbuhdanruntuhnyakubahlava
puncakyangaktif.Meskipunkejadiankejadianhistoristersebutcenderunguntukmengendapdilerenggunung,endapanaliranpiroklastik
Holosenmeliputiwilayahyangluasdanmembentuksebagianbesaraprongunung.
Periodepertamaberupapenutupanteballavaandesitbasalandiselingidenganendapanpiroklastikgunungapipurba,dimanaparailmuwan

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

6/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

menamakannyaMerapiPurba.TidakadapengusiaanyangtepatperihaltahapawalMerapiPurbaini.Newhalletal(2000)mengusulkan
pengusiaan 9630 60 tahun SS (pengusiaan 14C) dan Gertisser (2001) mengusiakan sedikit lebih awal yaitu 11.792 90 tahun SS.
Sedikityangdiketahuitentangperiodeini,namunAndreastutietal(2000)telahmengidentifikasitahapakhirnya(3000SSsampai250
SS)denganserangkaianletusansubplinian,pliniandanvolcanian,sementaratahapinididominasiolehperistiwaperistiwayangterkait
denganruntuhankubah.
Bagiangunungapiyanglebihtuaini(MerapiPurba)ditandaidenganberbentuknyasebuahSommarimberbentuktapalkuda,berorientasi
kearah barat, dimana terbentuk teori tentang runtuhnya satu atau beberapa sektor dan mengakibatkan tumpukan material longsoran.
GagasaninipertamakalidiusulkanolehIjzerman(1891),kemudianScheltema(1912)danakhirnyadikembangkanolehvanHinloopen
Labberton(1922).Padatahun1949,vanBemmelenmengadopsigagasaninidanmembahassebuahruntuhangunungMerapiPurbasekitar
1006M,yangmenjadipenyebabpindahnyakekuasaanperadabanMedangkearahTimur.Namun,Newhalletal(2000)merangkumbukti
arkeologi bahwa pindahnya kerajaan Medang di Jawa Tengah tidak terjadi pada 1006 AD, tetapi hampir satu abad sebelumnya, dan
menyarankan usia yang jauh lebih tua untuk runtuhnya sayap Merapi: 1900 60 tahun SS. Pengusiaan ini ditantang oleh Camus et al
(2000),yangmengusulkanruntuhnyaadalahantara6700dan2200SS.Perludicatatbahwasemuaupayainiadalahterbataspadawaktu
runtuhnya Merapi Purba (dan terkait dengan penumpukan material longsoran) yang didasarkan pada bukti tidak langsung, karena
penumpukan material longsoran yang bisa dikaitkan dengan peristiwa tersebut belum ditemukan. Penumpukan material longsoran, jika
ada, mungkin terkubur dibawah tumpukan yang lebih baru (Newhall et al, 2000). Memang, Candi Sumbersari (10 m tingginya) telah
terkuburdibawahmaterialklastikdalamwaktukurangdariseributahun,danCandiKedulantelahterkuburselama~400tahunsedalam
2,5m.Dengandemikian,penumpukanmateriallongsorantidakmungkinmunculsebagaisingkapan,jikaada.
LiteraturyangadajugamenyampaikangagasanmengenaitelagapurbadicekunganBorobudur,terletakdisebelahbaratGunungMerapi,
yang telah terbentuk sekitar 660 110 14C tahun SS (Newhall et al, 2000) oleh potensi material longsoran. Murwanto et al (2004)
mengembangkan gagasan ini didasarkan pada beberapa penentuan usia 14C, memperpanjang keberadaan telaga dari Holosen sampai
periodesejarah.
Aktivitas vulkanik Merapi tentu telah dimulai lebih awal dari tahap Merapi Purba seperti dijelaskan diatas. Berthommier (1990) dan
Camusetal(2000)berpendapatbahwaperkembanganvulkaniknyadimulaidariakhirPleistosenyaitutahapMerapiPurba(atautahap
ProtoMerapi Newhall et al, 2000), ~ 40.000 tahun SS, berdasarkan pengusiaan UTh yang dilakukan pada basalbasal Gunung
Turgo/Plawangan.
Tahap awal Merapi ini telah terbangun diatas sebuah struktur vulkanik andesit basalan yang lebih tua, Gunung Bibi, pengusiaannya
dengan metode K/Ar adalah pada 670.000 250.000 tahun SS (Berthommier, 1990 Camus etal, 2000). Interpretasi struktur vulkanik
purba ini masih kontroversial, karena didasarkan pada sebuah pengusiaan saja, dengan margin kesalahan yang signifikan. Bahkan,
Newhalletal(2000)menyatakanbahwaGunungBibibisajadiadalahkerucutparasitmudaMerapi.

GeologiCekunganBorobudur
Terletak di Jawa Tengah, 30 km sebelah utara kota Yogyakarta, Cekungan Borobudur adalah sebuah depresi yang terletak diantara
gunungapi Merapi dan Merbabu di sebelah timur, gunungapi Sumbing di sebelah utara dan pegunungan Menoreh di sebelah barat dan
selatan.Akibatnya,CekunganBorobudursebagianterisiolehmaterialklastikdiselingidenganmaterialsungai(Gambar6)dantumpukan
endapantelaga(Murwantoetal,2004Newhalletal,2000).SungaiProgo,dananaksungaiutamanya,SungaiElo,mengalirdicekungan
Borobudur,memotonglembahendapanmaterialsungaitelagadanvulkanikdengantepianyangcuram.

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

7/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

Gambar6.LokasiCekunganBorobudurdanlokasiempatborintidalam(dariGomezetal,2010)

Gambar7.ProfilgeologiLembahProgo(dariMurwantodanSubandrio,1997)
Dataran aluvial di tengah lembah, sekitar Sungai Sileng dan Progo, terdiri dari material lepas abuabu, cokelat kehitaman dari letusan
Gunung Merapi dan Gunung Sumbing, dan batuan andesit beku dari Perbukitan Menoreh. Litologi daerah Borobudur di bagian utara
barat, utaratimur dan selatantimur adalah batuan Kuarter masingmasing dari Gunung Sumbing, Merbabu dan Merapi di sisi utara
adalahbreksivulkanikGunungTidar.Disisibarat,terdapatbatuanporfiridioritdandiselatanadalahbreksivulkanikformasiandesittua.
Murwanto(1996)mengatakanbahwadibagiantengah,disekitarbukitbukitBorobudur,adalahmaterialpasirtanahliat,berwarnaabu
abukehitaman,yangterbentukolehtelagapurbaBorobudur,danditutupiolehlapisanpiroklastikusiaterbarudariGunungMerapi.
Batulumpurberpasirditemukandidaerahiniberupaendapantelaga,saratdenganserbuksaridaritanamanhabitatrawayangberadadi
Cekungan Borobudur sampai akhir abad ke13. Endapan tersebut tersingkap di lembah bawah Sungai Progo, Elo dan Sileng. Diatas
batulumpur berpasir terdapat tufa lapili abuabu kecoklatan yang mengandung fragmen berpori, batu apung kompak dengan ketebalan
lebihdarisepuluhmeter,akibataktivitasvulkanikKuarterdiutara(Murwanto1996).
EkosistemdaerahinijugadipengaruhiolehgunungMenoreh,darikataJawaKunoyangberartimenara(Soekmono,1976),bagiandari
formasi pegunungan Kulon Progo, daerah yang memberikan air ke Lembah Progo. Bukit Menoreh adalah formasi vulkanik berusia
Tersier.BukitMenorehadalahrawanterhadapgerakantanahdanlongsor,terutamadidaerahyangrelatifcuram,karenaterdiridaritanah
liattebaltercampurdenganpasirdanpelapukanbreksiandesit.Padamusimkemarau,tanahbukittersebutberporidanmudahretak.Hujan
denganintensitassedangselamaduajamsudahcukupuntukmemicutanahlongsordiBukitMenoreh.
TanahtinggididaerahBorobudurmencapaiketinggiansekitar200350meterdiataspermukaanlaut.Sebagianbesarlahannyarelatif
datar, dengan kemiringan bergelombang hingga 0 7 . Daerah yang curam dengan kemiringan 25 40 sebagian besar berada di
PegununganMenoreh.
GeomorfologidaerahBorobudur,menurutVanBemmelen(1970),terbentukolehprosestektonikorogenesisPlioPleistosenpadaperiode
Tersier Akhir, sekitar satu sampai dua juta tahun yang lalu. Sebagai hasil proses yang sedang berlangsung dari awal sampai sekarang,
cekungan endapan tersier Kulonprogo terlipat, terangkat dan tersesar, membentuk kubah Kulonprogo. Di sisi utara, struktur kubah
KulonprogotergangguolehsesarnormalbeberapatingkatdanmembentukngaraidantebingdiPegununganMenoreh,yangmembentang
daritimurkebaratsepanjanghampirduapuluhkilometer.SesardibagianutarablokkubahKulonprogomenunjamkebawahpermukaan
laut,sementarabeberapapuncaknyaterangkat,menciptakanderetanbukitterisolir(yaituBukitGendol,Sari,Pring,Borobudur,Dagidan
Mijil).DaerahyangmenunjampadamasaKuarterberkembanglebihlanjutmenjadicekunganendapanKuarterBorobudur.
Padasaatitu,cekunganBorobudurterhubungbaikkeSamuderaHindiamelaluicelahGrabenBantuIdiselatanmaupunkeLautJawadi
utara.AdanyaairasindidesaCandirejo,SigugdanNgasinan(yangberartiasin),danjugadiKarsMenoreh,adalahbuktibahwadaerah
Borobudurpernahdibawahpermukaanlaut.
MendekatiakhirorogenesisPlioPleistosen,aktivitasmagmatikmulaimunculdisisiutaraCekunganBorobudur,membentukserangkaian
gunungapi muda pada periode Kuarter seperti Sumbing, Sindoro, Tidar, Merbabu dan juga Merapi. Bahkan sekarang, Merapi adalah
gunungapi yang paling aktif di dunia. Sejak itu, cekungan Borobudur secara bertahap berubah dari lingkungan laut ke laguna. Seiring
dengan perkembangan tumbuhnya gunungapi, yang menjadi lebih tinggi dan lebih besar, cekungan tersebut seluruhnya terisolasi dari
Samudera Hindia dan Laut Jawa. Akhirnya, cekungan antar gunung Borobudur terbentuk. Cekungan tersebut dikelilingi oleh deretan
gunungapimudadanPegununganMenorehdisisiselatan.Cekungantersebutadalahtertutupdandisebutcekunganterisolir(Sutiknoetal,
2006). Selanjutnya, daerah ini diduga pernah menjadi telaga. Endapan telaga purba tersebut terkait erat dengan lingkungan yang
membentukairgaramyangterkandungdalambatuanlempunghitamdalamendapanditengahbawahtelaga.Buktidarihasilpengeboran
selama proyek restorasi Borobudur pada tahun 1973 mendukung hal ini. Pada dataran bekas telaga terdapat air garam pada kedalaman
lebihdariempatpuluhlimameter,yangdidugasebagaiairpembentuk.
Dalam 119.000 tahun terakhir, setidaknya dua peristiwa vulkanik besar tercatat di Cekungan Borobudur, tetapi cekungan belum
terpengaruh oleh material longsoran besar dari Gunung Merapi, seperti yang diusulkan oleh beberapa penulis (van Bemmelen, 1949
Camusetal,2000Newhalletal,2000).Selamaduaperistiwayangtercatat,rentangusia119.000/115.000tahunSSdan31.000tahunSS
berdasarkan pengusiaan radiokarbon baru, meskipun sumber tumpukan tetap sulit dipahami. Diantara kedua peristiwa tersebut, gunung
berapi yang mengelilingi Cekungan Borobudur mengalami beberapa letusan yang signifikan dan menghasilkan aliran piroklastik yang
tersimpan di cekungan, selanjutnya membendung jaringan hidrografi dan menghasilkan setidaknya enam telaga purba selama 119.000
tahunterakhir.Telagapurbaterbaruyangtercatatadalahsebelum27.000tahunSSdanmenggenangsampaiabadpertengahandisekitar
SungaiSilengdidekatCandiBorobudur.Jaringanhidrografiitusangattergangguolehaktivitasgunungapi,menghasilkantatananendapan
sungaidantelagasecarabergantiandilembahtersebut.
Sebuah studi oleh Gomez et al (2010) menguatkan interpretasi Murwanto et al (2004), bahwa, sebelum dan setelah konstruksi, Candi
Borobudurberdiridisampingtelagapurba,danbahwacandiinidanperadabanMedangtidakberpindahibukotasetelahambiguletusan
Merapi 1006 M (atau 928 M), dimana tidak ditemukan bukti apapun yang mendukung. Penelitian ini juga menekankan pada dua hal
penting:(1)temuaninimenyerukanagarsiapterhadaprisikoyanglebihbesarakanadanyabahayabesarkedepanyangperludiantisipasi
dan (2) pentingnya mengambil kesimpulan dari bukti yang kuat, dan dengan jelas memisahkan kesimpulan dan hipotesis. Misalnya,
hipotesisvanBemmelen(1949)tentangletusanbesarMerapisekitar1000tahunyanglaludankonsekuensinyaterhadapKerajaanMedang

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

8/21

21/10/2015

TelagaPurbaBorobudurdanAwalmulaPeradaban|dhani_irwanto|Indonesiana

di Jawa Tengah, telah banyak ditulis dalam literatur, dan seakanakan menjadi fakta yang diterima, sementara buktibukti baru belum
dapatmempertahankandugaantersebut.

HipotesisTelagaBorobudur
Padatahun1931,seorangsenimandanilmuwanBelandatentangarsitekturDharmadanBuddha,WOJNieuwenkamp,mengembangkan
suatu teori bahwa Lembah Progo pernah menjadi sebuah telaga dan Borobudur awalnya berupa bunga teratai yang mengapung diatas
telaga. Bunga teratai yang ditemukan di hampir setiap karya seni Buddha, sering melambangkan tahta Buddha dan terukir pada dasar
stupa.ArsitekturBorobuduritusendirimenunjukkangambaranteratai,dimanaposturBudhadiBorobudurmelambangkanSutraTeratai,
yang sebagian besar ditemukan di banyak teks penganut Buddha Mahayana (sekolah agama Buddha banyak tersebar di wilayah timur
Asia).Tigalantaiatasyangmelingkarjugadidugamerupakankelopakbungateratai.
Nieuwenkamp menyarankan bahwa lanskap di dekat Borobudur meliputi sebuah telaga, sebuah candi diletakkan diatas telaga yang
menyerupaibungadanpolamatematikanyadianggapmenguntungkan,dancanditersebutdihubungkanolehjalanbersusunanbatadengan
dindingdikeduasisinya.TelagadanjalantersebutkemudiantertimbunolehabuvulkanikdaribeberapaletusanGunungMerapi,yang
terletaksangatdekatdisebelahtimurnya.
TeoriNieuwenkamp,bagaimanapun,dipertentangkanolehbanyakarkeolog,sepertiDumaraydanSoekmono,yangmendebatkanbahwa
lingkungan alam sekitar monumen itu adalah lahan kering. Teori ini kontroversial, tetapi bukti geologi barubaru ini mendukung teori
Nieuwenkamptersebut.
DumaraybersamadenganProfesorThanikaimonitelahmengambilsampeltanahpadatahun1974dankemudianpadatahun1977dari
parit uji yang digali pada bukit Borobudur, serta dari dataran di sebelah selatannya. Sampel ini kemudian dianalisis oleh Profesor
Thanikaimoni, yang meneliti kandungan serbuk sari dan spora untuk mengidentifikasi jenis vegetasi yang tumbuh di daerah itu sekitar
waktu pembangunan Borobudur. Mereka tidak dapat menemukan sampel serbuk sari atau spora yang merupakan karakteristik vegetasi
yangdiketahuitumbuhdilingkunganperairan.DaerahdisekitarBorobudurtampaknyatelahdikelilingiolehtanahpertaniandanpohon
kelapapadasaatmonumendikonstruksi,sepertikeadaansekarang.
Caesar Vote dan ahli geomorfologi JJ Nossin pada 198586 melakukan studi lapangan kembali untuk memeriksa hipotesis telaga
BorobudurdanmenyimpulkanbahwatidakadatelagadisekitarBorobudurpadasaatkonstruksidanhanyadigunakansecaraaktifsebagai
suakaalam.
Pada tahun 2000an, para ahli geologi, di sisi lain, mendukung pandangan Nieuwenkamp ini, dengan menunjukkan endapan lempung
yang terdapat di dekat situs. Sebuah studi stratigrafi, endapan dan sampel serbuk sari yang dilakukan pada tahun 2000 mendukung
keberadaanlingkungantelagapurbadidekatBorobudurtersebut,yangcenderunguntukmengkonfirmasiteoriNieuwenkamp.
WilayahtelagaberfluktuasidenganwaktudanpenelitianjugamembuktikanbahwaBorobuduradalahberadadidekattepitelagaantara
abadke13danke14.Aliransungaidanaktivitasvulkaniktelahmembentuklanskapdisekitarnya,termasuktelaga.Salahsatugunung
berapipalingaktifdiIndonesia,GunungMerapitelahsangataktifsejakPleistosen.
Dalammengkompromikantemuantemuantersebut,tampaknyapernahadasebuahtelagadidekatBorobudurselamakonstruksidanpada
saat aktif digunakan pada awal abad ke9. Namun tidak sesuai dengan teori Nieuwenkamp bahwa Borobudur adalah berupa sebuah
terataiyangmekarditengahkolamtelagatidaksepenuhnyamengelilingiseluruhbatuandasarbukitBorobudur,tetapihanyabeberapa
bagiankecilsaja.
AdakemungkinanbahwabagianbagianLembahProgoyanglebihrendahdisekitarBorobudurdidekatsungai,pernahmengalamibanjir
dan menciptakan sebuah telaga dangkal kecil setidaknya pada abad ke13 sampai ke14. Bagian terdekat telaga memanjang ini
diperkirakanberadasekitar500meterdisebelahselatanBorobudurdisepanjangsungaikecilyangmengalirketenggarayangkemudian
bergabungdenganSungaiProgo.Telagatersebuthanyamenggenangibagianbawahlembahyangterletakdisebelahselatandantenggara
candi,sedangkandisisitimur,baratdanutaraadalahlahankeringyangmungkindibudidayakansebagaisawah,kebundanpohonpohon
kelapasepertisekarang.AdakemungkinanterdapattelagalainyangterletakbeberaparatusmeterdisebelahselatanCandiMendutpada
pertemuanSungaiProgodanElo,dandisebelahutaraCandiPawonsepanjangSungaiProgo.Telagainiadasampaiantaraabadke13dan
ke14,ketikakemudianaktivitasvulkanikMerapimeruntuhkanbendunganalamidanakhirnyamengeringkantelaga.

Newhalletal,2000
Setidaknya terdapat endapan pasir halus sampai lempung setebal 20 m membentang sampai dataran Progo dari titik baratdaya Merapi
(Purbohadiwidjojo dan Sukardi, 1966 Nossin dan Vote, 1986 Murwanto, 1996) (Gambar 4). Singkapan terbaik dapat dilihat di
sepanjangKaliSileng,anakSungaiProgo.Taksatupundaritimbunaniniadalahendapantelagadiatomklasikputihtetapiterdiridari
bahanklastikyangrelatifbaik,secaralokaldenganstratifikasiberskalahalus.Duasatuanutamayangdikenal:urutanyanglebihtebal,
hitam sampai abuabu tertimbun dan tersimpan dalam lingkungan sempit, tertindih oleh urutan kuningcoklat yang lebih tipis, baik
tertumpuk maupun selanjutnya dalam lingkungan oksidasi. Kayu yang diperoleh dari dekat dasar tumpukan endapan ini berusia 3430
tahun.Kayudaribagianatasurutanendapantelagainiberusia860,680dan660tahunpengusiaanolehMurwanto,1996.
Usiayangberbedajauhmungkinmenunjukkan:(a)sebuahtelagayangberumurpanjang,pertamaterbentuksekitar3430tahunSS(b)
duabuahtelaga,yangterbentukdanmenggenangsekitar3430tahunSSdanyanglaindidaerahyangsamasekitar860660tahunSS
(sekitar12001400M)(c)sebuahtelaga,terbentukdanmenggenangselama12001400M,dimanasepotongkayuyangjauhlebihtua
terbawaatau(d)perbedaanyangsistematisdanseriusantarapengusiaanolehdualaboratoriumyangmenguji.
Hipotesis(a)dan(b)adalahmungkin(c)kurangmungkinkarenakayunyatidakterkelupasseandainyaterbawadarierosiMerapi.Tidak
adaalasanuntukmencurigai(d),karenabelumadapemisahansampelyangdibagikankepadakedualaboratoriumuntukmengkonfirmasi
konsistensinya. Hipotesis (b) mirip dengan kejadian di kaki Gunung Pinatubo, Filipina: sebuah telaga di kaki Pinatubo yang tertimbun
laharpadatahun1991telahterisiendapansejaksaatitu,danpenemuansebuahperahukunodilokasiyangsamamenunjukkanbahwa
telaga tersebut juga terbentuk setelah letusan sebelumnya, dan telah menggenang sebelum adanya pemukiman modern (Umbal dan
Rodolfo,1996dikutipolehNewhalletal,2000).
Dua sebab pembendungan yang mungkin: pengendapan cepat gunung api (seperti yang dijelaskan, misalnya oleh Umbal dan Rodolfo,

https://indonesiana.tempo.co/read/51852/2015/10/20/dhani_irwanto/telagapurbaborobudurdanawalmulaperadaban

9/21