Anda di halaman 1dari 13

Lembar Kerja Siswa

Kependudukan dan Lingkungan

Kelas

IX IPA
Semester 1
Kurikulum 2013

Identitas/Judul

Menghitung Volume Sampah yang dihasilkan oleh Rumah Tangga

A.Kompetensi Dasar (KD) yang akan di


capai
Mendeskripsikan penyebab perkembangan penduduk dan dampaknya bagi
lingkungan.
Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang perkembangan penduduk
dan dampaknya bagi lingkungan.
Tujuan:
Menjelaskan keterkaitan antara jumlah penduduk dengan jumlah
sampah yang dihasilkan oleh penduduk.
Mengidentifikasi beberapa jenis pencemaran yang terjadi di
lingkungan dan cara mengatasinya
2x 45 menit

B.Alat dan Bahan


Waktu
C.
Penyelesaian

a.
b.
c.
d.

Kantong plastik ukuran besar


Timbangan
Sarung Tangan
Masker

D.Informasi
Penting
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menimbulkan berbagai macam
permasalahan yang mengiringinya. Bersamaan dengan kenaikan jumlah penduduk,
pendapatan juga mengalami kenaikan. Kenaikan pendapatan dan pengaruh pola
hidup konsumtif telah mendorong kita untuk mengikuti pola hidup foya-foya. Pola
hidup ini mempunyai dua dampak terhadap lingkungan hidup pertama; pola hidup
ini membutuhkan dana yang semakin besar. Untuk mendapatkan dana itu
eksploitasi sumber daya kita makin meningkat misalnya pada hutan dan aliran

Lembar Kerja by Kelompok 4


2

sungai kita. Kedua; tingkat konsumsi meningkat, mulai dari makanan dan
kemasannya. Limbah yang kita hasilkan per orang semakin besar. Padahal jumlah
penduduk juga bertambah. Sementara itu, pendapatan kita untuk menangani
sampah masih terbatas. Akibatnya, kota jakarta banyak sampah yang bertumpuk
dan berserakan
Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk
yang tinggi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal
meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan prasarana untuk melayani
keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang
terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya
akan menyebabkan penggunaan sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan
sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan kerusakan
lingkungan.
Aktivitas

manusia

untuk

memenuhi

kebutuhan

hidupnya

sering

menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan


bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi
kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut
dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk
mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor.
Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat
laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.
Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai
bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan
keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan
terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak
terjamin.
Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah,
seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai.
Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga
bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan
menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi
dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan
ekosistem.
Macam-macam Pencemaran dan Cara Mengatasinya

Lembar Kerja by Kelompok 4


3

A.

Pencemaran Air
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat atau komponen lainnya ke

dalam lingkungan perairan sehingga kualitas (mutu) air terganggu.


Sedangkan dalam kehidupan manusia, air merupakan kebutuhan yang vital.
Sehingga apabila air tercemar, maka akan mengakibatkan kerugian bagi banyak
manusia. Tidak hanya manusia, ekosistem air pun akan terganggu. Akibatnya,
banyak hewan dan tumbuhan yang mati. Oleh karena itu, jagalah selalu
kelestarian alam.
Banyak orang yang membuang berbagai jenis limbah ke dalam air. Limbah
tersebut dibuang melalui jamban dan saluran pembuangan. Kebanyakan llimbah
akan mengalir ke sungai, dan atau laut. Begitu juga dengan limbah pabrik. Banyak
sekali yang dibuang ke lautan dan meracuni satwa laut.
Sumber Pencemaran Air
Banyak penyebab pencemaran air tetapi secara umum dapat dikategorikan
sebagai sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung
meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA (tempat Pembuangan Akhir
Sampah), dan sebagainya. Sumber tidak langsung yaitu kontaminan yang
memasuki badan air dari tanah, air tanah, atau atmosfer berupa hujan.
Tanah dan air tanah mengandung mengandung sisa dari aktivitas pertanian
seperti pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfer juga berasal dari
aktivitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.
Seperti yang disebutkan di atas, pencemaran air kebanyakan bersumber
dari limbah, diantaranya limbah industri, limbah pertanian dan limbah rumah
tangga.
a. Limbah Industri
Limbah industri merupakan limbah yang berasal dari pabrik yang
mengandung logam berat yang dialirkan ke sungai. Logam berat merupakan zat
yang sangat berbahaya bagi manusia.
Setelah dialirkan ke sungai, lagam ini akan dialirkan ke laut yang
menyebabkan hewan-hewan laut tercemar. Lalu, hewan-hewan tercemar itu akan
dikonsumsi

oleh

manusia.

Akibatnya,

manusia

sendirilah

yang

akan

menanggungnya.
Ada berbagai kasus yang telah terjadi akibat pencemaran air. Contohnya
kasus pencemaran raksa yang pernah terjadi di teluk Minamata di Jepang. Para
nelayan di sekitar teluk itu mengkonsumsi ikan yang telah tercemar tersebut.
Akibatnya, mereka mengalami kerusakan sistem saraf. Penyakit ini dinamakan

Lembar Kerja by Kelompok 4


4

penyakit Minamata. Tidak hanya itu asaja, pencamaran air yang berat dapat
menyebabkan bahan pencemar meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber
air untuk minum, cuci dan mandi.

b.

Limbah Pertanian
Limbah pertanian biasanya berasal dari penggunaan pupuk buatan yang

berlebihan. Hal ini menyebabkan tidak suburnya ekosistem perairan seperti


kolam, danau, waduk, atau sungai.
Hal ini terjadi karena sebagian pupuk yang tidak diserap oleh tumbuhan
terbuang bersama aliran air ke perairan tersebut. Akibatnya, perairan ditumbuhi
gangga dengan subur yang dikenal dengan blooming algae. Bahkan ganggang
dapat menutupi sebagian besar permukaan air. Tertutupnya permukaan air oleh
ganggang akan mengurangi sinar matahari yang menembus air. Hal ini
menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis fitoplankton di dalam air.
Bila proses fotosintesis terhambat maka kadar oksigen yang terlarut
dalam air menurun. Keadaan demikian sangat merugikan makhluk hidup yang hidup
di perairan tersebut.
Penggunaan insektisida yang berlebihan dan digunakan terus-menerus
dapat mengganggu keseimbangan ekosistem lahan pertanian. Selain membunuh
serangga hama pertanian, insektisida juga membunuh makhluk hidup lain yang
sebenarnya bermanfaat. Misalnya, berbagai jenis lebah yang membantu
penyerbukan atau serangga lain yang menjadi predator serangga hama. Selain itu,
penggunaan insektisida yang terus menerus dan tanpa ukuran yang tepat dapat
menyebabkan kekebalan hama terhadap insektisida. Akibatnya, pada suatu saat
dapat terjadi ledakan hama sehingga menurunkan hasil pertanian.
Insektisida yang tidak terurai di alam akan terakumulasi (terkumpul) di
perairan. Insektisida yang tidak terurai di alam misalnya DDT. Bila zat tersebut
termakan oleh biota (makhluk hidup yang hidup di perairan) maka akan tertimbun
di tubuhnya. Melalui rantai makanan, insektisida DDT dapat berpindah ke
makhluk hidup lain. Hal ini sangat membahayakan makhluk hidup tersebut.

c.

Limbah Rumah Tangga


Rumah tangga menghasilkan limbah, misalnya sampah dan air buangan yang

mengandung detergen. Limbah rumah tangga dalam jumlah banyak yang masuk ke
dalam perairan akan menyebabkan ekosistem perairan tersebut tercemar.

Lembar Kerja by Kelompok 4


5

Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme.


Akibatnya, oksigen dalam air akan menurun. Menurunnya kandungan oksigen
sangat merugikan biota, misalnya berbagai jenis ikan yang hidup di perairan itu.

d.

Limbah Minyak
Sering kali ada bahan bakar minyak dan pelumas dari kapal tumpah ke laut.

Hal ini terjadi karena laut merupakan jalur lalu lintas kapal yang ramai. Oleh
karena itu , penyebab utama pencamaran minyak di laut adalah karena kecelakaan
kapal tanker yang membawa minyak.
Pencemaran minyak di laut berpengaruh langsung terhadap biota laut dan
berpengaruh secara tidak langsung terhadap organisme yang hidup di darat.Yang
dimaksud dengan langsung adalah mematikan biota itu sendiri. Sedangkan yang
dimaksud dengan tidak langsung adalah apabila ada organisme yang memakan
biota yang telah tercemar limbah minyak, maka organisme itupun yang mati pula.
Misalnya ada seekor burung yang memakan ikan di laut yang telah
tercemar limbah pabrik, dapat dibayangkan lama-kelamaan burung tersebut akan
mati keracunan.
Lebih dari itu semua, limbah minyak akan menutupi permukaan laut
sehingga fitoplankton terlapisi oleh minyak. Selain itu, pencemaran ini juga
mengakibatkan cahaya matahari tidak dapat masuk ke permukaan laut yang telah
tercemar. Akibatnya, gerakan fitoplankton pun terhenti. Padahal kita semua
tahu, bahwa fitoplankton merupakan produsen bagi makhluk hidup di laut.
Sehingga, apabila fitoplankton mati, maka akan menyebabkan ekosistem laut
terganggu dan hewan-hewan laut lainnya pun akan mati.
Cara mengatasi pencemaran air:
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air.
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau
mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya
bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih
lainnya tidak tercemar.
6. Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman
pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air

Lembar Kerja by Kelompok 4


6

dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat


penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air
paling efektif dan handal. Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan
pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air
sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air
potensial di bawahnya.

B.

Pencemaran Suara
Pencemaran suara adalah masuknya suara atau bunyi yang tidak diinginkan

ke pemukiman penduduk. Pencemaran suara dapat mengganggu aktifitas manusia


dan dapat merusak telinga.
Sumber-sumber pencemaran suara:
a. Suara lalu lintas jalan raya
b. Suara pesawat lepas landas atau mendarat
c. Suara pesawat jet
d. Suara mesin pabrik
e. Suara televisi atau radio yang terlalu keras
Sumber Suara
Pesawat Jet
Senjata api
Konser musik rock
Lalu lintas yang ramai
Penyedot debu
Percakapan biasa
Nyamuk terbang
Daun yang jatuh
Menurut

World

Health

Organization

dB (decibel)
150
130
120
80
70
50
40
10
(WHO),

batas

suara

yang

tidak

menimbulkan pencemaran yaitu 55 dB (decibel). Decibel adalah satuan yang


menyatakan kuat lemahnya suara.
Cara mengatasinya
Untuk meminimalisir polusi suara ini ada berbagai cara yang bisa dilakukan
yaitu dengan meredam bising yang tidak diinginkan dengan suara yang

Lembar Kerja by Kelompok 4


7

menenangkan, pembangunan bangunan peredam bising, meminimalisir penggunaan


kendaraan bermotor, peralatan elektronik dan pemberian peredam suara oleh
pabrik untuk produknya yang dirasa menimbulkan kebisingan yang melewati
ambang batas pendengaran manusia.
C.

Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya zat, energi, atau komponen

lainnya ke dalam lingkungan udalra. Akibatnya, kualitas udara menurun sehingga


mengganggu kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Pencemaran udara umumnya terjadi di kota-kota besar dan daerah
industri/ Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan baker
dari kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik.
Bahan-bahan pencemar udara yang merugikan kesehatan antara lain adalah
karbon dioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, CFC
(chlorofluorocarbon), dan asap.

Cara mengatasinya
a. Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi
industri yang melakukan pencemaran udara
b. Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui
diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell
c. Menghemat Energi yang digunakan.
d. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
D.

Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah peristiwa masuknya zat atau komponen lain ke

dalam suatu areal tanah. Akibatnya, dapat mengubah atau mempengaruhi


keseimbangan ekologis di areal tersebut. Tanah mengandung air, udara, dan
berbagai sumber zat mineral bagi tumbuhan. Tanah juga mengandung bahan
organik sehingga dapat menunjang kehidupan mikroorganisme dalam tanah.
Pencemaran tanah dalam daerah yang sempit belum menimbulkan dampak
yang lebih luas seperti pencernaan ekosistem perairan. Namun, bila pencemaran
telah meliputi wilayah yang luas, dampaknya akan mengubah dan mempengaruhi
keseimbangan ekologis. Pencemaran tanah antara lain diakibatkan oleh pemakaian

Lembar Kerja by Kelompok 4


8

pestisida yang berlebihan, buangan bahan kimia limbah industri, penambangan,


and hujan asam.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah:
a. Terganggunya kehidupan mikroorganisme tanah. Telah diketahui bahwa
berbagai mikroorganisme dalam tanah sangat berperan dalam penguraian.
b. Berubahnya sifat kimiawi atau sifat fisik tanah, sehingga tanah tidak baik
(tidak subur) untuk pertumbuhan tanaman.
c. Mengubah

dan

mempengaruhi

keseimbangan

ekologis

dalam

suatu

ekosistem.
Cara mengatasinya
Langkah tindakan penanggulangan yang dapat dilakukan antara lain dengan cara:
a. Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam
jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta
mencemari tanah, agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barangbarang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan
bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton
didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang,
plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara
pendaur ulang sampah.
b. Bekas bahan bangunan (seperti keramik, batu-batu, pasir, kerikil, batu
bata, berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang
subur, dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi
sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir,
melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan
air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan
kembali sebagai air bersih.
c. Hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk
tanaman, maka tanah perlu ditambah dengan kapur agar pH asam
berkurang.

E.Langkah Kerja

Lembar Kerja by Kelompok 4


9

1. Mengamati
2. Bacalah /pelajarilah bahan ajar yang sudah dibagikan
sesaui dengan materi LKS
3. Cari/amati video-video yang ada dalam internet mengenai
materi
4. Pelajarilah informasi singkat yang ada di LKS

2. Menanya /Hipotesa

1. Mendaur ulang sampah plastik dan kertas bukan merupakan cara


mengatasi pencemaran air sungai oleh sampah rumah tangga
2. Suhu udara menjadi panas adalah bukti terjadinya pencemaran Bau
busuk yang muncul dari timbunan sampah di tepi jalan
3. Memisahkan sampah basah dan sampah kering adalah salah satu
cara mengatasi pencemaran udara oleh asap pabrik

3. Eksperimen/Mencoba

Lembar Kerja by Kelompok 4


10

1) Hitunglah jumlah seluruh anggota keluargamu


2) Kumpulkan semua sampah yang dihasilkan di rumahmu selama satu hari.
Sebaiknya kamu menggunakan sarung tangan dan masker pada saat
mengumpulkan sampah
3) Masukkan seluruh sampah yang telah kamu kumpulkan ke dalam kantong
plastik.
4) Timbanglah sampah yang ada di dalam kantung plastik tersebut.
5) Setelah selesai menimbang sampah, cucilah timbangan dan tanganmu
sampai bersih dengan menggunakan sabun.
6) Catatlah hasil dari kegiatan menimbang sampah yang kamu lakukan pada
Tabel 3.2 baris pertama.
7) Coba tanyakan kepada 10 orang temanmu tentang data yang telah mereka
peroleh.

4. Mengasosiasikan
Analisis Data

1) Tuliskan data tersebut pada Tabel 3.2.

2) Di antara kesepuluh temanmu, siapakah yang jumlah sampah rumah


tangganya paling banyak? Berapa jumlah anggota keluarga temanmu
tersebut?
3) Di antara kesepuluh temanmu, siapakah yang jumlah sampah rumah
tangganya paling sedikit? Berapa jumlah anggota keluarga temanmu
tersebut?

Lembar Kerja by Kelompok 4


11

4) Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?


5) Coba prediksikan, berapakah jumlah sampah yang dihasilkan oleh
rumahmu selama satu minggu?
6) Bagaimanakah hubungan antara jumlah penduduk dengan jumlah
sampah yang dihasilkan?
7) Prediksikan apa yang akan terjadi apabila setiap keluarga tidak
mengatasi sampah yang dihasilkannya dengan baik. Sebagai contoh,
setiap hari mereka membuang sam pahnya ke sungai atau selokan
yang ada di sekitar rumah atau bahkan membiarkan sampah rumah
tangga me numpuk di halaman rumah.
1)
F.Tugas
yang harus di kerjakan

1. Bagaimana kualitas lingkungan yang baik?


2. Apa yang dimaksud dengan limbah?

G.Laporan yang harus di


kerjakan
Buatlah laporan singkat tentang kegiatan pengukuran yang telah kamu
lakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Judul percobaan
2. Alat dan bahan
3. Langkah-langkah percobaan
4. Tabel data hasil pengukuran Laporan
(Judul)
1. Alat dan bahan
2. Langkah Percobaan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

5. Mengkomunikasikan

3. Tabel data

Lembar
Kerja
by Kelompok 4
4. Jawaban
pertanyaan
1. -----------------------------------------------

12

1. Presentasikan hasil percobaan berupa laporan yang telah dibuat


didepan kelas
2. Hasil presentasi kelompok ditanggapi oleh kelompok lain

Lembar Kerja by Kelompok 4


13