Anda di halaman 1dari 3

Abdul Halim, Akuntansi Biaya adalah akuntansi yang membicarakan

tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang


diproduksi atau dijual di pasar baik untuk memenuhi pesanan dan
pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan yang
akan dijual.
Fungsi Akuntansi Biaya
1. Penentuan Harga Pokok Produksi atau Jasa (Cost of Good
Sold), bagian tugas utama dari akuntansi biaya adalah mencatat,
menggolongkan, monitoring dan meringkas seluruh komponen biaya
yang berhubungan dengan proses produksi, dari data historis ini
dijadikan acuan pihak manajemen dalam penentuan harga pokok
produksi.
2. Perencanaan dan Pengendalian Biaya (Forcasting and
Controlling), atas dasar data historis dari laporan keuangan tentang
seluruh aktifitas biaya dapat dijadikan acuan dalam membuat
perencanaan anggaran (Budgeting) kemudian
melakukan monitoring terhadap penyimpangan biaya atas anggaran
yang telah ditetapkan sehingga meningkatkan efisiensi biaya
perusahaan.

Klasifikasi Beban dalam Akuntansi Biaya

Untuk memudahkan dalam melakukan pencatatan biaya dan


menyusun laporan keuangan, serta memberikan gambaran informasi
yang akurat kepada pihak manajemen, maka komponen biaya
dikelompokkan dalam beberapa kelompok akun dengan klasifikasi
sebagai berikut :
A. Berdasarkan Fungsi Pokok dari Aktifitas Perseroan.
I.
)Biaya Produksi (Production Cost) atau Biaya Harga Pokok
Produksi (Cost of Good Sold) meliputi : Biaya Bahan Baku (Material),
Tenaga Kerja Langsung / Buruh (Direct Labour), dan Biaya Operasional
(Direct Overhead).
II.
)Biaya Pemasaran (Marketing Expenses) : Biaya Promosi dan
Iklan.
III.
)Biaya Administrasi dan Umum (General Administration
Expenses) : Biaya Gaji Karyawan, Overhead Kantor, dan biaya terkait
lainnya.
B. Berdasarkan Kegiatan atau volume Produksi.

)Biaya Variabel (Variable Cost), Komponen biaya proporsional


sesuai mengikuti volume produksi yang dihasilkan. Contoh Biaya Bahan
Baku dan Overhead Langsung.
II.
)Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya yang tidak dipengaruhi oleh
volume produksi. Contoh Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour),
walaupun volumenya disesuaikan dengan kapasitas produksi namun
pembayarannya bersifatlumpsum per bulan.
I.

C. Berdasarkan Objek yang Dibiayai.


I.
)Biaya Langsung (Direct Cost), Biaya yang dapat diidentifikasi
langsung dengan objeknya. Contoh : Biaya Tenaga Kerja Langsung
(Direct Labour), dan Biaya Bahan Baku (Direct Material)
II.
)Biaya Tidak Lansung (Indirect Cost), Biaya yang tidak dapat
diidentifikasi langsung dengan objeknya. Contoh : Biaya Overhead
Pabrik (Direct Overhead).
D. Berdasarkan Pembebanan Periode Akuntansi.
I.
)Biaya Investasi (Capital Expenditure), Biaya yang memberikan
masa manfaat pada beberapa periode akuntansi. Contoh Mesin Pabrik
biaya depresiasi penyusutannya selama 5 tahun.
II.
)Biaya Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure), Biaya
yang dikeluarkan memberikan masa manfaat hanya pada satu periode
akuntansi. Contoh : Biaya Overhead Pabrik.

Nama

; M. Ilham Fahrizaldi

Nim

; 14612199

Kelas

; D-sore