Anda di halaman 1dari 21

Tugas Manajemen Pemasaran

Case Study BMW Films

Oleh :
Yunita Ardilla

9114205301

Purnomo Yogi

9114205303

Hianto Nangoy

9114205314

Riky Sulistyo

9114205317

Nicka Puspita S

9114205326

Furqon Mauladani

9114205324

Nicka Puspita S

9114205326

MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI


PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN TEKNOLOGI
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Sejarah BMW
BMW (Bayerische Motoren Wekre/Bavarian Motor Works) Didirikan oleh Karl Friedrich
Rapp pada bulan Oktober 1913. Rapp mendirikan Rapp-Motorenweke, yang merupakan salah
satu pabrik motor di Munich, Jerman. Dia memulai dengan usaha bahan bakar pesawat terbang,
setelah sakit dan kemudian tutup, Rapps Factory kemudian di wariskan kepada anaknya, Gustav
Otto, bisnisnya bergerak pada bidang pembangunan lapangan terbang kecil. Rapp Motoren
Werke mempunyai masalah dengan keberadaan mesin-mesinnya. Mereka mempunyai masalah
kontrak dengan Austro Daimler, dimana mereka tidak bisa memenuhi permintaan pembangunan
mesin V12 Aero karena tidak mendapatkan ijin penerbitan (under license). Pada tahun 1916 Karl
Friedrich Rapp mengundurkan diri dari perusahaan karena masalah keuangan. Kemudian
perusahaan Rapp Motoren Werke diambil alih oleh 2 orang Austria; Franz-Josef Popp dan Max
Fritz. Mereka berasal dari Vienna financier yang dimiliki oleh Camillo Castiglioni. Mereka
mengatur Rapp Motoren Werke secara meyakinkan, Gustav Ottos "Gustav Flugmaschinefabrik"
di merger dengan "Rapp-Motorenwerke". Kemudian mereka merubah nama perusahaan tersebut
menjadi Bayerische Flugzeug-Werke atau BFW, dalam bahasa Ingrisnya adalah Bavarian
Aircraft Works. Dalam waktu dekat perusahaan tersebut berubah nama menjadi BMW dan pada
tahun 1918 menjadi BMW AG (Aktiengesellschaft/Terbuka).
Mobil-mobil

yang

diproduksi

oleh BMW 56%

merupakan

mobil

dengan

pembakaran Bensin dan 44 % sisanya mobil dengan pembakaran Diesel. Dari mobil - mobil
dengan pembakaran bensin itu, sekitar 27% memakai mesin 4 silinder dan 9% nya memakai
mesin 8 silinder , nah ini adalah target dari perusahaan tersebut untuk membuat mobil dengan
tipe sport dan elegan, dari dulu saja mereka sudah punya pemikiran untuk membuat mobil sport
dan sekarang mereka pun berhasil menggalang salah satu nama perusahaan yang memproduksi
mobil sport mewah di dunia.
Tipe - Tipe BMW :
Seri 1 yang diluncurkan pada tahun 2004 adalah mobil BMW yang paling kecil, tersedia
dalam 2 tipe yaitu Coupe / Convertibel (E82/E88) dan Hatchback (E81/E87).
Seri 3 termasuk dalam tipe mobil kompak eksekutif, dan mulai diproduksi pada tahun
1975, sekarang memasuki generasi kelima dari (BMW E90); model - model yang tersedia antara
lain Sedan Sport(E90), Station Wagon (E91), Coupe (E92), dan Convertibel (E93).

Seri 5 adalah sedan eksekutif mid-size, yang tersedia dalam versi Sedan (E60)
dan Station Wagon(E61).
Seri 5 Gran Turismo (F07) yang dimulai pada tahun 2010 itu akan mengisi segmen di
antara mobil kelas Station Wagon dan Crossover SUV.
Seri 7 (F01) dan jajaran mobil teratas BMW adalah sedan full-size Eksekutif Seri
7. BMW juga banyak memperkenalkan teknologi barunya di BMW Seri 7 ini, seperti sistem
iDrive. Seri 7 Hidrogen juga termasuk dalam salah satu mobil berbahan bakar hidrogen pertama
di dunia, emisinya hanya berupa uap air. dan Ada juga Seri 6 adalah mobil mewah kelas Grand
Touring. Mobil Roadster dan Coupe 2 pintu Z4 (E85) sudah dijual sejak tahun 2002.
BMW X3 SUV (E83) adalah mobil Crossover SUV pertama BMW, memulai debutnya
pada tahun 2003 dan menggunakan platform Seri 3 E46/16. Menggunakan sistem penggerak 4
roda BMW yang mereka namakan BMW's xDrive all-wheel drive. ada juga SUV lainnya, X5
(E70),tipe SUV ini dijual sejak tahun 2000. dan X6 dijual mulai Desember 2007 dan X1 mulai
dijual tahun 2009.
Analisis SWOT
SWOT
faktor

merupakan

eksternal

merumuskan

(opportunity

strategi

diperbandingkan

pendekatan
peluang,
strategi
yang

faktor

threat)

internal
dari

[Tozer

dan

threat

(strength

organisasi

1996].

memaksimalkan

weakness

secara

Hasil

strength
guna

and

dan

strategi

dari

yaitu

strategi

yang

menggunakan

keuatan

menggunakan

meminimalkan
strategi

kekuatan

kelemahan
tersebut

untuk

untuk

diharapkan

untuk

mengatasi

menghindari
seluruh

dan
optimal.

rekomendasi

yang

tersebut

strategi

menghasilkan
kelemahan

untuk

mencapai

akan

meminimalkan

sistematis

dan

opportunity

SWOT
yang

weakness)

identifikasi

analisis
strategi

pendekatan

and

organisasi

untuk

meminimalkan
Keluaran

identifikasi

untuk

aspek

memanfaatkan

memanfaatkan
ancaman,

ancaman.

serta

Dengan
yang

diarahkan untuk meraih pencapaian yang positif bagi perkembangan organisasi.

dimiliki

peluang,
strategi
rumusan
dapat

Tabel 1. Diagram Analisis SWOT


O (Opportunity)

S (Strength)
W (Weakness)
Strategi SO: Strategi yang Strategi
WO:
menggunakan

kekuatan meminimalkan

untuk

Strategi

yang
kelemahan

memanfaatkan untuk

peluang
T (Threat)

Strategi

memanfaatkan

peluang
ST:

Strategi

menggunakan

yang Strategi

WT:

Strategi

meminimalkan

kekuatan kelemahan

untuk mengatasi ancaman

untuk

menghindari ancaman

Analisis SWOT Pada BMW


Kekuatan:
1. Pengaruh kuat ke konsumen melalui Media dan industri film pendek
2. Pelanggan yang loyal
3. 86% pelanngan merasa puas (berdasarkan annual report 2002)
4. Memiliki desaign elegan, performa tinggi, fitur teknologi yang up to date.
5. Mempunyai branding yang kuat di dunia otomotive
6. BMW memiliki tenaga kerja yang berkualitas
7. Menggunakan teknologi canggih dalam produksinya
8. Semenjak BMW masuk US dari tahun 1968, mengalami kenaikan penjulan dari tahunketahun.
9. Terobosan marketing melalui ponsel dimulai pada tahun 2004
Kelemahan:
1. BMW Z3 itu dianggap menjadi mobil buatan Jerman bukan mobil buatan Amerika.
2. Rata-rata pelanggan BMW berusia 40 tahun dengan rata-rata pengahsilan $150.000
3. Mempunyai image yuppie-car
4. Ceruk pasar yang lebih spesifik
Peluang:

1. Mobil tidak semahal mobil buatan Jerman seperti marsedez-benz


2. Pembuatan pertama di luar Eropa.
3. Penggunaan teknologi canggih untuk produksi mobil
4. Popularitas yang tinggi di negara-negara berkembang
5. BMW melakukan diferensiasi dengan memproduksi dan memasarkan beberapa seri
BMW sepeda motor
Ancaman:
1. Persaingan yang kuat dengan marcedez-benz dan audi dalam satu negera
2. Di Amerika BMW menghadapi persaingan yang kuat dalam kategori mobil mewah
(marcedez-benz, jaguar, lexus, infinity, Volvo, porche, audi, saap, ferari)
3. Adanya penolakan pasar disebabkan mobil adalah buatan Jerman bukan buatan asli US
4. Pemain baru di pasar US.
5. Posisi BMW kurang bagus karena banyak mobil buatan Jepang
6. Kenaikan biaya bahan bakar
Analisis PESTEL
Kerangka PESTEL digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan makro
yang dapat mempengaruhi strategi bisnis dan menilai bagaiman faktor tersebut dapat
mempengaruhi kinerja bisnis saat ini dan masa yang akan datang. Kerangka PESTEL meliputi
lingkungan politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan dan hukum.

Gambar 1. Kerangka PESTEL


Kerangka PESTEL dapat digunakan untuk menganalisa berbagai faktor dalam
lingkungan makro perusahaan. Semakin tinggi kemungkinan perubahan yang terjadi dan

semakin besar dampak perubahan tersebut, maka semakin besar faktor yang akan
dipertimbangkan dalam perencanaan perusahaan.
Analisis PESTEL Pada BMW
Faktor Politik:
Faktor politik menyoroti hukum kemungkinan pemerintah dan peraturan, langkahlangkah keamanan dan pembatasan yang dapat berlaku untuk industri secara keseluruhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan industri otomotif adalah:
1. Penegakan hokum baru yang terkait dengan emisi CO2
2. Tingkat stabilitas politik-politik di negara-negara Eropa
Faktor Ekonomi:
Faktor ekonomis terkait dengan nilai tukar, pertumbuhan ekonomi global dan pengaturan
bisnis yang berlaku di industri. Faktor ekonomi untuk industri adalah:
1. Ada kelebihan kapasitas mobil yang diproduksi sehingga menimbulkan jumlah tinggi
pendapatan dalam pemasaran dan desain produk baru. Jadi ada banyak pendapatan yang
dipotong meskipun permintaan kurang dari suplai. Misalnya pasar otomotif Inggris
memiliki kelebihan kapasitas 80% pada tahun 2003 yang membekukan 1300000000
dari industri otomotif (autofacts, 2004).
2. Jumlah peningkatan PDB (Produk Domestic Bruto) global dari 2,0% menjadi 3,1% pada
tahun 2008 (statistik 2008).
3. Penurunan nilai tukar mata uang.
4. Penurunan ekonomi di pasar AS (Coper, 2008)
Faktor Sosial:
Faktor sosial termasuk perubahan dalam budaya dan demo grafis global selain perubahan
pola dan kapasitas konsumen membeli. Faktor sosial memiliki dampak pada industri otomotif
adalah:
1. Perubahan pola konsumen dalam membeli mobil
2. Masalah lingkungan dan kesadaran akan emisi berbahaya melalui mobil
3. Terjadinya penuaan penduduk di pasar Eropa

4. Perubahaan pola susunan keluarga di Eropa


Faktor Teknologi:
1. Meningkatnya popularitas terhadap green technology (teknologi ramah lingkungan)
2. Realisasi konsep driverless car
3. Inetgarasi pada internet-enabled teknologi pada industri otomotif
Faktor Lingkungan:
1. Meningkatkan efek kesadaran pemanasan global, efek rumah kaca dan burnout di
kalangan pelanggan (organisasi, 2008).
2. Pergeseran selera konsumen dan preferensi terhadap penggunaan lebih ramah lingkungan
mobil, mobil hybrid, mobil sel bahan bakar dll.
3. Adanya peraturan yang mengatur tentang emisi CO2.
Faktor Hukum:
1. Adanya UU tentang peraturan mengenai polisi di Eropa dan US.
2. Perubahan regulasi mengenai jaminan kesehatan pegawai dan safety rule
3. Adanya peraturan paten dan hak cipta yang beruhubungan dengan inovasi
Analisis PORTERS FIVE FORCES
Analisa Five Forces Porter merupakan sebuah kerangka kerja untuk analisis industri dan
pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael E. Porter dari Harvard Business
School pada tahun 1979. Analisa ini menggunakan konsep-konsep yang dikembangkan dalam
salah satu bidang ekonomi, Industrial Organization, untuk mendapatkan lima kekuatan yang
dapat digunakan untuk menjelaskan intensitas persaingan dan daya tarik pasar.

Gambar 2. Kerangka PORTERS FIVE FORCES


Porter menghubungkan kekuatan-kekuatan ini sebagai lingkungan mikro dimana terdiri
dari kekuatan-kekuatan yang begitu dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan
perusahaan tersebut dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dan menghasilkan
keuntungan. Perubahan yang terjadi pada kekuatan tersebut membuat sebuah perusahaan harus
menilai ulang pasar. Model ini, menurut Porter, seharusnya digunakan untuk tingkatan industri,
tidak untuk tingkat kelompok industri atau sektor industri. Sebuah industri dapat didefinisikan
berada pada tingkatan yang lebih rendah atau pada tingkat dasar, berada dalam pasar yang
dimana produk atau layanan yang sejenis atau yang berhubungan dekat dijual ke pembeli.
Analisis PORTERS FIVE FORCES Pada BMW
Ancaman dari pendatang baru dalam pasaran:
Ancaman terhadap munculnya pendatang baru di industry ini tidak begitu kuat. Hal ini
disebabkan karena dalam mendirikan sebuah perusahaan produsen mobil diperlukan modal yang
cukup besar. Para pesaing baru akan membutuhkan modal, teknologi, dan keterampilan untuk
memulai usaha ini. Tetapi BMW yang sudah sejak tahun 1916 memulai usaha ini, tentunya halhal tersebut tidak lagi menjadi kendala. Akan tetapi dengan kemajuan tingkat perekonomian dan
teknologi informasi, tetap memberikan peluang bagi pendatang baru untuk masuk ke industry ini.

Daya tawar pemasok:


Dalam industry ini daya tawar pemasok dangat lemah, karena produsen mobil masih
tegolong sedikit. Sedangkan perusahaan pemasok jumlahnya banyak sehingga antar para
pemasok saling bersaing untuk mendapatkan produsen. Banyak pemasok yang mengandalkan
satu atau dua produsen untuk membeli produk yang mereka hasilkan. Jika terjadi produsen
memutuskan untuk beralih ke pemasok lain, maka bisnis pemasok tersebut akan hancur.
Akibatnya pemasok sangat rentan terhadap tuntutan dan kebutuhan produsen. Keadaan ini
diperkuat dengan makin berkembangnya teknologi yang memungkinkan bagi produsen untuk
mendapatkan pemasok dari negara lain dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih dengan
harga yang terjangkau.
Daya tawar pelanggan:
Dalam menganalisis kasus yang terjadi di BMW, ditemukan bahwa daya tawar konsumen
terhadap barang yang dihasilkan lemah, bahkan jika para pelanggan lebih menuntut. Pelanggan
mungkin terpesona dengan keahdiran asing dengan harga yang sangat sensitive, hingga akhirnya
daya tawar mereka melemah, karena mereka tidak mampu membeli mobil dalam jumlah banyak.
Ancaman terhadap barang substitusi:
Bagi perusahaan produsen mobil, ancaman terbesar yang harus dialami adalah dengan
makin berkembangnya pengganti. Hal ini dikarenakan untuk dapat memiliki kendaraan sendiri
sekelas BMW diperlukan biaya operasional yang lebih tinggi dan dengan jumlah pajak yang
relatif mahal. Dengan alasan itu, banyak orang lebih memilih untuk menggunakan angkutan
umum seperti bus, kereta api maupun alat transportasi umum lainnya. Adanya kenaikan bahan
bakar juga memiliki dampak besar bagi konsumen untuk membeli kendaraan pribadi sekelas
BMW. Sehingga ancaman akan adanyabarang substitusi merupakan ancaman yang terbesar bagi
produsen mobil sekaliber BMW.
Persaingan unit usaha dalam industry:
Persaingan kompetitif antara unit usaha dalam industry produsen mobil adalah kuat. Hal
ini dikarenakan antara unit usaha dalam produsen mobil saling bersaing untuk memberikan

potongan harga, maupun jaminan jangka panjang yang dapat memberikan kemudahan kepada
pelanggan. Tetapi mereka juga memberikan tekanan pada margin keuntungan untuk penjualan
kenadaraan
Segmentation
Segmentation/segmentasi adalah suatu proses membagi pasar ke dalam sekelompok
pelangan yang memiliki perilaku yang sama atau memiliki kebutuhan yang serupa. Dengan
melakukan segmentasi pasar, pemasaran akan lebih terarah dan efektif sehingga dapat
memberikan kepuasan kepada konsumen.
Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:
a.

Geografis : pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor


geografinya, seperti berdasarkan wilayah, ukuran kota, kepadatan, dan iklim.

b.

Demografi : pengelompokan dilakukan berdasarkan usia,


ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan,
pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan serta kelas sosial.

c.

Psikografis

pengelompokan

dilakukan

berdasarkan

kepribadian, gaya hidup dan latar belakang.


Segmentation Pada BMW
Secara demografi segmentasi BMW adalah pelanggan dengan rata usia 46 tahun, lakilaki, dengan kira-kira pendapatan sekitar $150,000, pelanggan yang baik dan berpendidikan
(executive muda), sudah menikah, dan belum punya anak, pelanggan yang mengenal internet
karena media promosinya lewat film pendek.
Sedangakan secara geografi pasar utamanya adalah Eropa, Amerika dan negara yang
memiliki industri yang besar. Terdapat spesifikasi tambahan yang cocok untuk pasar di Amerika
Utara dengan menambahkan one-touch windows dan cup holders.
Untuk psikografisnya adalah orang-orang yang cenderung untuk menjadi pemimpin dan
bekerja keras, aktif, yang memiliki perasaan khusus tentang mengemudi, yang lebih fokus pada
rincian dan orang-orang yang cenderung loyal terhadap BMW

Targetting
Setelah segmen pasar diidentifikasi oleh suatu perusahaan, selanjutnya adalah
mengevaluasi kira-kira segmen mana yang menjadi target market. Dalam menentukan target
pasar, perusahaan harus melihat dua factor diantaranya adalah daya tarik pasar serta tujuan
perusahaan itu sendiri. Jadi pengertian dari targeting itu adalah siapa yang dituju? (sasaran yang
dituju). Dalam menentukan targeting maka perusahaan harus melakukan beberapa survey untuk
mengetahui keadaan pasar nantinya agar proses pemasaran itu tepat sasaran.
Targeting terbagi 3 bagian yaitu:
a.

Undifferentiated marketing (tak ada perbedaan segmentasi


seluruh pasar ingin di jangkau),

b.

Dufferetiated marketing (pasar di bagi beberapa segment dan


perusahaan membuat penawaran -penawaran berbeda untuk masing masing segment)

c.

Concentrated marketing (konsentrasi pada satu segment).


Targetting Pada BMW
BMW menargetkan ke generasi muda, yang berpendidikan tinggi, yang melibatkan

orang-orang yang ingin menjadi pemimpin, bekerja dan bekerja keras, dan yang sukses dalam
hidup mereka. Waktu luang mereka sangatlah penting, sehingga mereka bekerja keras dan orangorang yang memperharikan sesuatu secara detil. Mereka ingin memiliki produk yang indah,
bukan hanya produk yang baik.
Positioning
Maksud dari positioning yaitu suatu langkah perusahaan dalam memperkenalkan
produknya kepada konsumen supaya dapat menciptakan kesan-kesan tertentu di benak.
Positioning itu adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen, apa yang membedakan
dengan produk pesaing.
Fanggidae, 2006, menyatakan positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan
pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages),
manfaat (benefit) yang membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Berikut langkah
-langkah dalam positioning : mengenali keunggulan -keunggulan yang dapat di tampilkan,

memilih keunggulan yang paling kuat dan menyampaikan keunggulan secara efektif pada
targeting.
Faktor yang harus diperhatikan dalam Positioning :
a.

Be Creative : Perusahaan harus kreatif dalam mencuri


perhatian target market (konsumen).

b.

Simplicity : Komunikasi dalam pemasaran sebuah produk


harus jelas dan sederhana.

c.

Consistent yet flexible : Perusahaan harus konsisten & melihat


kondisi.

d.

Own, dominate, protect : Perusahaan harus memiliki satu


atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan atau dalam bahasa lain sebuah produk
harus memiliki tag line.

e.

Use Their Language : Harus menggunakan bahasa pelanggan.


Misalnya sebuah produk target pasarnya adalah anak-anak, maka bahasa yang digunakan
harus mudah dicerna oleh anak-anak.
Positioning Pada BMW
BMW memposisikan dirinya sebagai perusahaan otomotif global yang exclusive, mewah

(luxury), produsen mobil berteknologi maju, fashionable dan berkualitas. Produk utamanya
adalah sedan, dan BMW mengedepankan prestige dan performance. Untuk customer servicenya
sendiri lebih dari 400 dealers in USA dengan kualitas layanan yang bagus.
BMW mengeluarkan beberapa produk varian, dimana produknya itu sendiri lebih sporty,
akselerasinya bagus, untuk executive muda dan menyenangkan untuk dikendarai. Kebanyakan
dari pelanggan BMW sehari-hari sudah bekerja keras, waktu luang mereka sangat berharga
sehingga mereka rela membayar lebih untuk produk yang bagus.
Marketing Mix
Marketing Mix adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, yang
meliputi produk, harga, distribusi, dan promosi. Ke empat elemen ini dipadukan oleh perusahaan
untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran yang diinginkan perusahaan.

Produk (Product)
Produk adalah barang atau jasa yang didesain sedemikian rupa dengan tujuan untuk
dipasarkan. Produk yang berkualitas akan memiliki nilai jual tinggi, serta akan mampu menarik
calon pelanggan untuk membelinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan
produk/jasa.
Sebagai contoh: sebuah mobil yang tidak dapat dijalankan dengan mudah tidak akan
disukai pelanggan. Maka dari itu adalah tugas manajer pemasaran untuk mengembangkan suatu
strategi untuk menciptakan suatu posisi yang jelas dalam benak konsumen mengenai produk.
Model dari BMW sejauh ini adalah:
1 Series (F20) (2011present) 5-door Hatchback
1 Series (F21) (2011present) 3-door Hatchback
2 Series (F22) (2014present) Coupe and convertible
2 Series Active Tourer (F45) (2014present) Compact MPV
3 Series (F30) (2012present) Sedan and wagon
4 Series (F32/F33/F36) (2014present) Coupe and convertible
5 Series (F10/F11) (2009present) Sedan and wagon
6 Series (F12) (2010present) Coupe, convertible, Gran Coupe
7 Series (F01) (2008present) Sedan
3 Series Gran Turismo (2013present) Progressive Activity Sedan
5 Series Gran Turismo (2009present) Progressive Activity Sedan
BMW i3 (2013present) all-electric car
BMW i8 (2014present) plug-in hybrid sports car
X1 (E84) (2009present) Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
X3 (F25) (2010present) Compact Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
X4 (F25) (2014present Sports Activity Coupe
X5 (F15) (2014present) Mid-Size Crossover SUV/Sports Activity Vehicle (SAV)
X6 (F16) (2014present) Sports Activity Coupe
Z4 (E89) (2009present) Sports Roadster
M models:

M3 F80 Sedan (2013 to present)


M4 F82 Coup/F83 Convertible (2013 to present)
M5 F10 Saloon (2011 to present)
M6 F06 Gran Coup/F12 Convertible/F13 Coup (2012 to present)
X5 M F15 SAV (2014 to present)
X6 M F16 SAV (2014 to present)
Setiap produk mempunyai siklus hidup, dan ketika kita melakukan pengembangan
produk, kita harus memikirkan pada tahap mana kita harus melakukan perubahan terhadap
produk tersebut dan kemudian menjualnya kembali ke pembeli.

Gambar 3. Sikulus hidup BMW


BMW sadar akan pentingnya memastikan bahwa produk mereka tidak dalam tahap
maturity secara bersamaan, karena bisa berdampak pada penurunan terhadap produksi yang ada.
Maka dari itu BMW memastikan bahwa dalam suatu siklus yang sudah direncanakan mereka
selalu mengeluarkan produk baru. Sebagai contoh, BMW X5 diluncurkan pada tahun 2000,
kemudian 6 tahun setelahnya, mereka mengeluarkan BMW X5 dengan fitur yang lebih baru pada
tahun 2006.
Harga (Price)

Setelah produk dan jasa yang kita ingin pasarkan telah ada, barulah kita menetukan harga
jual produk/jasa kita tersebut. Harga adalah besaran uang yang harus diberikan oleh pelanggan
kepada kita, untuk dapat menggukan produk atau jasa kita. Harga ini bisa saja murah atau mahal,
hal ini disesuaikan dengan target market kita. Kisaran harga untuk produk BMW adalah Rp
500.000.000 sampai Rp 4.000.000.000 tergantung tipe dan model yang di pasarkan. Banyak
faktor yang mempengaruhi harga pasar sebuah mobil, seperti ukuran mesinnya, versi sporty atau
tidak, dan lain lain. Meski demikian dalam kaitannya dengan harga, dalam industry mobil
sendiri terutama dalam industry mobil mewah harga yang diberikan BMW bisa dibilang cukup
masuk akal, mengingat harga harga yang diberikan pesaing BMW juga berada di kisaran yang
sama dengan BMW. Sebagai contoh mobil Porsche yang memberikan harga yang cukup fantastis
untuk Porsche Turbo Tiptronic sebesar Rp 5.800.000.000.
Placement
Berikut ini adalah pola distribusi BMW dari pengembangan sampai penjualan yang dapat
dilihat pada gambar dibawah ini.
1. Research & Development

2. Produksi

3. Perakitan

4. Penjualan

1. Research & Development

Untuk pengembangan dan penelitian BMW memiliki 5 tempat seperti Forschungs- und
Innovations-zentrum di Munich, BMW Technik di Munich, BMW Car IT di Munich,
Designworks di Amerika Serikat, BMW Motoren di Austria.

2. Produksi & Perakitan


Untuk industri unit produksi dan perakitan, BMW memiliki: 5 pabrik utama

yang

ditahun 2002 menghasilkan 930.221 mobil BMW (Dingolfing, Munich, Regensburg, Rosslyn di
Afrika Selatan, Spartanburg di Amerika Serikat), 1 pabrik Joint-Venture (Shenyang di China)
yang menyediakan keuntungan pembelian bagi BMW untuk membangun pasar vendor lokal dan
menggunakan pasar ini sebagai bagian persediaan dan jaringan produksi bagi pabrik yang ada,
dan 5 pabrik pendukung (Eisenach (perkakas), Hams Hall (mesin), Landshut (komponen), Steyr
(mesin) di Austria, Wackersdorf (komponen)).
3. Perakitan
Untuk industri hanya unit perakitan, BMW memiliki 8 tempat seperti CKD Production
Jakarta di Indonesia, CKD Production Kaliningrad di Russia, CKD Production Cairo di Egypt,
CKD Production Kuala Lumpur di Malaysia, CKD Production Rayong di Thailand.
4. Penjualan
Untuk penjualan, BMW menjual kelebih dari 130 negara dengan 27 cabang penjualan
yang dimiliki sendiri dan jaringan dealer resmi lebih dari 2000 perusahaan di sekitar 3000 lokasi.
Dalam pemilihan lokasi tempat showroom atau dealer resmi BMW, BMW cenderung memilih
daerah ibukota dan daerah metropolitan. Sebagai contoh di Indonesia hanya terdapat 3 tempat
yang hanya ada di Jakarta dan 1 tempat di sekitar jawa tengah.
Promotion
BMW pastinya juga menggunakan media konvensional untuk mengenalkan dan
mengiklankan produknya (mengenalkan brand atau peluncuran mobil baru), seperti lewat TV &
internet, brosur, majalah/tabloid, convention fairs. Iklan yang dibuat biasanya berfokus pada
kesenangan dan selalu diiringi momen mengesankan ke pelanggan.

Namun BMW memiliki cara lain dalam mempromosikan slogan The Ultimate Driving
Machine untuk produknya, BMW berkerjasama dengan franchise film James Bond (Golden
Eye, The World is Not Enough, Tomorrow Never Dies).
Untuk menekankan lebih slogan The Ultimate Driving Machine, ditahun 2001 BMW
membuat film ekslusif melalui internet yang tidak hanya menghibur tapi juga cinematic. Ide ini
diawali oleh pesaing yang menampilkan promosi produknya melalui video namun terlihat
menonjolkan hanya mobilnya saja, dimana tujuannya adalah memposisikan mobil dan brand
didepan penonton global bahwa mobil BMW cepat, berteknologi tinggi dan membuat image
(kualitas bagus, aman dan berbeda dari yang lain). Film BMW tersebut adalah 5 film pendek
(Ambush, Chosen, The Follow, Star dan Powder Keg) yang mana aktor pemainnya (Clive Owen)
dibantu mobil BMW untuk melakukan aksinya. Film tersebut juga diiklankan melalui TV mirip
seperti trailer film namun dengan kutipan Tonton ini hanya di BMWFilms.com bukan Akan
datang di bioskop terdekat anda.
Slogans Used

Time Frame

1.Memposisikan nama brand

1. Membangun nama brandnya setiap

dengan keuntungan unik mobil

tahun saat pengenalan ditahun. 1974

mewah yang menyediakan

2. Berjalan 15 tahun, berfokus untuk

pengalaman menyetir

menanamkan martabat

menyengangkan melalui

3. Berfokus pada seri ke 7

pemasangan iklan

4. Berfokus pada seri ke 3.

2. The Ultimate Driving

5. Strategi baru dengan fokus pada

Machine

brand & produk, franchise dan

3. The New 7 Series: Designed

organisasi

for Peace of Mind, Not Just


Peace and Quiet
4. Nilai inti dari BMW - The
Smart Choice

Pertanyaan dan Jawaban


Pertama tama dilakukan analisa segmentasi dan targeting untuk mobil BMW. Berikut
ini data pelanggan mobil BMW dan pesaingnya (tahun 2001) :

Terlihat bahwa segmentasi pasar mobil adalah berdasarkan gender, status pernikahan,
usia sendiri dan usia anak, penghasilan, serta tingkat pendidikan. Dari data terlihat bahwa
segmen yang ditarget adalah pria menikah tetapi tanpa anak, berusia 45 tahun ke atas,
penghasilan median USD 142.712 (menengah ke atas) dan mengenyam pendidikan tinggi.
Menurut Mcdowell, segmen ini biasanya merupakan orang orang yang memiliki posisi
kepemimpinan di perusahaan, pekerja keras dan aktif. Mereka cenderung memiliki tuntutan
tinggi. Dengan kata lain mereka perfeksionis dan bersedia membayar untuk kualitas. Selain itu

mereka juga menghargai waktu yang dihabiskan ketika mengemudi sebagai waktu privat dan
dalam kendali penuh mereka. Segmen ini juga sadar akan teknologi.
Karakteristik pelanggan BMW berbeda dengan karakteristik pelanggan pesaing utama
mereka yaitu Mercedez Benz. Pelanggan Mercedes Benz cenderung mengutamakan kemewahan,
elegansi dan simbol status. Sebaliknya pelanggan volvo mengutamakan praktikalitas dan
keselamatan. Orang yang sudah memiliki anak biasanya membeli SUV, tipe mobil yang pada
saat kasus ini ditulis (2001) tidak ditangani oleh BMW. Porsche dianggap sebagai kompetitor
langsung oleh Mcdowell tetapi ia juga beranggapan bahwa Porsche sendiri membidik ceruk
pasar yang lebih spesifik.
Motivasi pembuatan film BMW berlatarbelakang situasi yang dialami departemen
pemasaran BMW Amerika pada awal tahun 2000. Pada saat itu, tidak ada produk BMW baru
yang diluncurkan. Dengan begitu departemen pemasaran tidak terbebani tugas untuk
memperkenalkan produk baru. Kesempatan ini digunakan untuk membuat kampanye pemasaran
yang bersifat murni branding. Kampanye ini tidak memperkenalkan fitur tertentu tetapi
mendemonstrasikan positioning dari merk BMW.
1. Apakah keputusan BMW membuat film pendek merupakan keputusan yang tepat?
Keputusan tersebut tepat. Berikut ini data pengunjung yang menontoa film film pendek
BMW :

Terlihat bahwa mayoritas penontong merupakan pria dewasa dan berpendidikan tinggi.
Walau mereka lebih muda dan berpenghasilan lebih rendah dari target pasar BMW, di masa
depan mereka berpotensi untuk menjadi pelanggan. Perlu diingat bahwa kampanye pemasaran
ini diharapkan memiliki dampak hingga satu dekade.Selain itu 94% dari penonton juga
menyarankan orang lain untuk ikut menonton. Berikut ini hasil penjualan BMW 2002 2006 :

Terlihat bahwa selama 5 tahun terjadi kenaikan penjualan sebanyak 5,2 %. Tetapi perlu
diteliti lebih lanjut seberapa besar pengaruh kampanye pemasaran ini pada kenaikan penjualan.
2. Siapa Pesaing Utama BMW?

Berikut ini data pelanggan yang berpindah merek dari BMW ke merek lain :

Terlihat bahwa pelangggan yang berpindah dari merek BMW ke sedan lain, kebanyakan
berpindah ke Mercedes. Tetapi menurut Wapres Pemasaran BMW, Jim Mcdowell, pelanggan
Mercedes cenderung mengutamakan kemewahan dan simbol status. Orang yang sudah memiliki
anak biasanya membeli SUV, tipe mobil yang pada saat kasus ini ditulis (2001) tidak ditangani
oleh BMW. Porsche dianggap sebagai kompetitor langsung oleh Mcdowell tetapi ia juga
beranggapan bahwa Porsche sendiri membidik ceruk pasar yang lebih spesifik.
3. Tepatkah Positioning BMW? Jelaskan!
Positioning BMW dalam film film ini tepat. Film- film pendek ini cenderung
mendemonstrasikan performa, manuverabilitas dan handling. Ini sesuai dengan karakteristik
pelanggan BMW yang aktif, perfeksionis dan mengutamakan kenyamanan mengemudi.
4. Apa rekomendasi saudara agar website yang berisi film BMW dapat memberikan
kontribusi optimal untuk melakukan marketing intelligent dan memberikan
informasi yang berharga untuk penyusunan strategi? Buatlah rekomendasi.
Sebaiknya website juga memilki kuesioner untuk menerima feedback dari pengunjung
mengenai fitur fitur dan layanan apa saja yang diinginkan dari BMW. Selain itu kuesioner juga
bisa digunakan untuk menyaring informasi mengenai pesaing pesaing BMW.