Anda di halaman 1dari 13

sistem pernapasan/ respiratorium

SUB POKOK BAHASAN


1. PENGERTIAN SISTEM PERNAPASAN
2. DEFINISI PERNAPASAN (RESPIRATORIUM)
3. SALURAN PERNAPASAN
4. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN
(RESPIRASI)
5. FUNGSI ORGAN SISTEM PERNAPASAN PADA HEWAN
6. MEKANISME SISTEM PERNAPASAN (RESPIRASI) HEWAN

PENDAHULUAN
Pernapasan adalah pertukaran gas yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam
tubuh. Hewan memiliki alat-alat pernapasan yang berbeda-beda. Mamalia,
Reptilia, dan Amphibia memiliki saluran pernapasan berupa paru-paru. Cacing
(Annelida) dan Amphibia memiliki kulit yang berfungsi juga sebagai tempat
pertukaran gas. Ikan mengambil oksigen yang berada di lingkungannya (air)
dengan menggunakan sistem insang. Sebagian besar Arthropoda, terutama
serangga, telah memiliki sistem saluran pernapasan. Meskipun demikian,
terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap mekanisme pernapasan yang
dimiliki oleh setiap makhluk.
Insang merupakan alat pernapasan yang terdapat pada banyak organisme air, yang
berfungsi untuk mengeksrtak oksigen yang larut dalam air dan mengeluarkan karbon
dioksida. Insang pada beberapa spesies seperti kelomang, telah beradaptasi untuk
memungkinkan respirasi di darat asalkan mereka tetap lembab. Tiap lembaran insang
terdiri dari sepasang filamen yang banyak mengandung lamela (lapisan tipis). Pada
filamen terdapat pembuluh darah
yang mengandung kapiler sehingga
memungkinkan terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2.
Inspirasi : O2 dari air masuk ke dalam insang yang kemudian diikat oleh kapiler darah
untuk dibawa ke jaringan tubuh.

Ekspirasi : CO2 dari jaringan bersama darah menuju ke insang dan selanjutnya
dikeluarkan dari tubuh.
Paru-paru (Bahasa Inggris: Lung, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.) adalah
organ utama pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem
peredaran darah (sirkulasi) dan juga sistem ekskresi. Fungsinya adalah untuk
menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah atau sering disebut
bernapas. Pada umumnya paru-paru terdapat pada hewan mamalia termasuk juga
manusia.
Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak
dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya sebagai
penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan
mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam
ke luar tubuh. Dalam sistem ekskresi, fungsi paru-paru adalah untuk mengeluarkan
karbondioksida dan uap air. Dalam sistem pernapasan, fungsi paru-paru adalah untuk
proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Dalam sistem
peredaran darah, fungsi paru-paru adalah untuk membuang karbondioksida di dalam
darah dan menggantinya dengan oksigen.
Hewan vertebrata air melakukan pernafasan dengan menggunakan insang. Vertebrata
air yang melakukan pernafasan dengan insang, misalnya ikan dan larva ampibi.
Sedangkan untuk struktur insang yang sederhana, misalnya terdapat pada kerang.
Insang pada kerang merupakan perluasan permukaan tubuh yang membentuk
lembaran tipis. Insang tersebut berfungsi untuk meningkatkan area permukaan
pertukaran gas (Nurhayati, 2004)
Allah telah meniupkan napas kehidupan dalam diri kita, dan berkat itulah karunia
Ilahi terus diwariskan. Ambil napas yang dalam beberapa kali melalui hidung dan
dengarkan suara hembusan napas anda dengan hati-hati, hembuskan lewat mulut.
Apakah anda mendengar suara HU ? Dalam bahasa Arab kata HU berarti DIA,
mengacu pada Tuhan. Suara itu adalah doa tanpa kata-kata, pengingat yang konstan
tentang siapa kita dan milik siapa kita. Bernapas adalah benang Ilahiah dan
pengalaman semesta yang paling tinggi. Setiap diri kita adalah saluran untuk
kebaikan yang ingin diwujudkan Tuhan. Melalui pernapasan, kita dapat membawa
sistem tubuh kita menuju keseimbangan, keselarasan, dan kesatuan.
Respirasi eksternal (bernapas) meliputi proses pengambilan O2 dan pengeluaran
CO2 serta uap air. Pernapasan merupakan pertukaran gas antara organism dan
lingkungannya. Pernapasan internal (pernapasan selurel) terjadi didalam sel.
Secara garis besar, pernapasan merupakan pemecahan glukosa dengan bantuan
enzim-enzim untuk menghasilkan energi. Kelompok hewan darat yang termasuk
Artropoda, misalnya serangga system pernapasan berupa system pembuluh trakea.

Trakea merupakan pembuluh udara yang bercabang-cabang menjadi pembuluhpembuluh udara yang halus ke seluruh bagian tubuh. System trakea tidak
mengandalkan para peredaran mentranspor oksigen dari pertukaran gas di permukaan
tubuh sel-sel tubuh, sehingga oksigen tidak diedarkan melalui darah.
Pengertian Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan adalah hal paling penting dalam hidup dan dapat disebut sebagai
kekuatan pengendali tubuh. Bernapas adalah kehidupan, ia mempengaruhi aspekaspek fisik, mental, emosional, dan spritual kita. Proses bernapas yang dilakukan
untuk mengubah elemen-elemen penting yang diserap menjadi energi paling akhir
dan bahan bakar untuk sel-sel tubuh, terdiri dari oksigen pada saat masuk dan
karbondioksida saat keluar. Kehidupan seluler dimulai dengan menyerap elemenelemen yang dibutuhkan dan ini terjadi karena pengaruh langsung ATP (Adenosine
Triphospate). Tanpa zat penting ini tak akan ada pusat kekuatan dalam organisme, tak
ada energi, dan tak akan ada kehidupan. Se-sel tidak akan mampu berkembang
menggantikan atau memperbaiki diri tanpa kehadiran ATP dan napas hidup.
Pernapasan pada makhluk hidup mempunyai dua arti, yaitu:
1) Pertama: pengambilan udara pernapasan terutama O2 dan pengeluaran gas CO2 dan
uap air sebagai waster product dari proses pernapasan. Disebut external respiration.
2) Kedua: peredaran O2 ke seluruh tubuh jaringan-jaringan tubuh melalui kapilerkapiler yang terdapat didalamnya sehingga O2 dapat mengadakan oksidasi terhadap
substansi (terutama lemak dan karbohidrat) yang terdapat dalam jaringan itu sehingga
diperoleh energi dan panas badan (suhu tubuh) serta waster product CO2 dan H2O
yang dalam bentuk H2CO3 diangkut oleh darah ke paru-paru untuk dikeluarkan.
Pengertian yang kedua ini disebut internal respiration atau cellular respiration.
Ringkasannya reaksi kasar (bruto reaksi) dari cellular respiration itu sebagai
berikut:
C6H12O6
> 6CO2 + 6H2O + energi
Jelas bahwa O2 sangat dibutuhkan oleh setiap organisme terutama untuk
menyelenggarakan oksidasi terhadap substansi yang terdapat dalam sel yang
mengandung energi potential yaitu lemak dan karbohidrat.
Definisi Respirasi
Bernafas artinya melakukan pertukaran gas, yaitu mengambil oksigen (O2) ke dalam
paru-paru yang disebut proses inspirasi dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) serta
uap air (H2O) yang disebut proses ekspirasi. Sedangkan definisi respirasi adalah
seluruh proses sejak pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik
menjadi CO2, H2O dan energi. Pertukaran gas O2 dan gas CO2 berlangsung melalui
proses difusi. Alat-alat pernafasan dapat berupa paru-paru, insang, trakea maupun
bentuk lain yang dapat melangsungkan pertukaran gas O2 dan gas CO2.
Saluran Pernapasan

Secara fungsional, saluran pernapasan dapat dibagi dalam bagian penghantar


(conducting portion), yang terdiri dari rongga-rongga dan pipa-pipa yang membawa
udara dari luar tubuh ke semua bagian paru-paru dan suatu bagian pernapasan
(respiratory portion) yang terdiri dari bagian-bagian di dalam paru-paru akan terjadi
pertukaran gas antara udara dan darah. Secara antomis, jalan lalu-lintasnya terdiri dari
bangunan di luar paru-paru (hidung, nasofarinks, laring, trakhea dan bronki utama)
dan di dalam paru-paru (bronki kecil, bronkioli, bronkioli terminal). Setiap bronkiolus
terminal berakhir dalam beberapa bronkiolus pernapasan yang menjadi tanda tempat
masuk ke dalam bagian pernapasan dari paru-paru. Tiap bronkiolus pernapasan
bercabang menjadi suatu sistem saluran-saluran alveoler dan alveolus-alveolus akan
terjadi pertukaran gas.
Untuk tujuan penyajian, saluran pernapasan ada dua yaitu: saluran bagian atas,
meliputi jalan lintas di atas larings dan suatu bagian bawah, mulai dengan turunan
pertama dari tunas embrional dari dinding usus depan, trakhea. Masalah konstruksi
dinding pada dua bagian dari sistem pernapasan ini dipecahkan dalam berbagai cara.
Karena udaranya digerakkan melalui jalan lalu-lintas ini dengan tekanan negatif,
maka jalan udara itu harus bertahan terhadap kollaps untuk dapat berfungsi. Tanpa
penguatan dengan tulang, sejumlah besar tulang rawan, serta jaringan berserat padat
dari bagaian atas, jalan pernapasan ini akan ambruk. Dalam pipa yang merupakan
bagian bawah jalan pernapasan ini, cincin-cincin dan plat-plat tulang rawan
berangsur-angsur berganti dengan lapisan-lapisan otot dan serat-serat elastik yang
terancam sekeliling jalan udara. Pernapasan, merentangkan paru-paru dan
memelihara jalan udara yang lemah ini tetap terbuka. Penguatan dindingnya
kemudian tidak lagi diperlukan. Alih-alih itu, harus diadakan persiapan untuk
memungkinkan elastisitas yang lebih besar dan kemampuan untuk menyesuaikan
diameter maupun panjang dengan perubahan-perubahan dalam besarnya paru-paru.

Larink
Bagian paling atas dari larink dikenal sebagai epiglottis. Permukaan lingual atau
permukaan depan dari epiglottis ini tertutup dengan epitel berlapis gepeng tanpa
keratinisasi dan mempunyai banyak kelenjar seromukosa dalam lamina proprianya,
khususnya dekat sambungan dengan dasar lidah.
Trakhea
Trakhea terdiri dari 1) mukosa, 2) submukosa dan 3) suatu lapisan tulang rawan dan
otot yang bersesuaian dengan muskularis dari saluran pencernaan. Pada sebelah luar
perikondrium tulang rawan terdapat suatu lapisan fibrosa atau adventisisa dari
jaringan penyambung yang berfusi dengan jaringan dari mediastinum dan lapisan

serupa yang membungkus esofagus. Lapisan ini biasanya rusak ketika trakheanya
diiris-iris.
1. Mukosanya terdiri dari a) suatu epitel berlapis torak semu bersilia dengan
sejumlah besar sel-sel piala yang dibatasi oleh b) membran dasar yang
mencolok, yang merupakan bagian dari c) lamina propria, yang terutama
terdiri dari jaringan retikuler atau areoler yang mengandung banyak serat
elastis.
2. Submukosa merupakan jaringan areoler, mengandung sel-sel lemak,
pembuluh darah dan bagian-bagian sekresi dari kelenjar-kelenjar campuran,
dengan beberapa unit memperlihatkan bulan sabit serosa yang mencolok.
Pada irisan-irisan membujur, kumpulan-kumpulan padat kelenjar ini terlihat di
daerah berbentuk segitiga antara cincin-cincin tulang rawan yang berbatasan.
3.
Pada irisan-irisan melintang, trakhea, tulang rawan tampak sebagai suatu
bulan sabit tunggal berbentuk C atau U dengan ujung atau canggahnya yang terbuka
ke arah belakang esofagus. Canggah-canggah itu dapat bercabang sedemikian rupa
sehingga lebih dari satu potong tulang rawan dapat terlihat dekat sisi yang terbuka
dari bulan sabitnya.
Bronckus
Bronkus-bronkus ekstra pulmoner (di luar paru-paru) atau bronkus-bronkus primer,
secara histologis adalah identik dengan trakhea dalam semua rincian praktis kecuali
besarnya. Dalam paru-paru, tulang rawan bronkus itu tersusun dalm suatu rangkaian
plat berbentuk bulan sabit yang saling bertumpang tindih, yang sepenuhnya
melingkari struktur itu. Pada bagian paru-paru yang lebih dalam, struktur itu segera
diganti oleh sekelumpulan tulang rawan yang tidak teratur, dengan tepi-tepi yang
kurang lebih bulat dan dapat atau tidak bertumpang tindih jika dilihat pada irisan
melintang. Bronkus-bronkus intra pulmoner (didalam paru-paru) berbeda dari trakhea
sebagai berikut:
1.
Membran elastis dari lamina propria trakhea diganti dengan suatu lapisan otot
polos, yang sepenuhnya melingkari baik epitel maupun lamina propria yang elastis
dan mengandung serat
2.
Kelenjar mukosa dan seromukosa lebih banyak terdapat dan lebih luas
penyebarannya di dalam bronkus-bronkus dari pada di trakhea dan seringkali meluas
menembus otot dan diantara plat-plat tulang rawan yang berbatasan
3.
Tulang rawan tunggal yang berbentuk bulan sabit diganti oleh gelangan
konsentris dari bulan sabit yang saling bertumpang tindih.
Bronkiolus
Bronkiolus tidak mengandung kelenjar atau tulang rawan. Lumennya dilapisi oleh
epitel selapis torak bersilia, tidak mempunyai sel-sel piala. Lamina proprianya elastis

dan tipis dan dikelilingi oleh pita-pita otot polos yang terpilin longgar dari jenis yang
sama dengan yang terdapat dalam bronkus. Adalah menarik sekali untuk mengetahui
bahwa terdapat sel-sel bersilia di luar tempat, tidak ditemukan lagi kelenjar-kelenjar.
Telah dinyatakan sebagai postulat bahwa ini merupakan perlindungan terhadap
akumulasi lendir dalam pernapasan dari paru-paru. Pembagian bronkiolus lebih lanjut
dalam barbagai jenis menurut besarnya, tidak dapat dilaksanakan secara histologis
dan oleh karena itu dalam tulisan ini tidak dikerjakan lebih lanjut.
Bagian pertama dari bronkiolus pernapasan, epitelnya dari jenis thorak rendah
bersilia atau jenis kubis. Pada sebelah distal, epitelnya menjadi kubis tidak bersilia.
Lamina proprianya merupakan suatu lapisan tipis dari serat-serat retikuler, kolagen
dan elastis yang difus (berhamburan). Pita-pita ototnya yang berbentuk spiral
mencolok sekali, tetapi diantara pita-pita otot yang berbatasan di daerah tiadanya
lamina propria, dapat dilihat dinding-dinding tipis yang tersusun dari epitel selapis
kubis yang bertumpu pada beberapa serat elastis berpilin. Beberapa penulis
memandangnya sebagai epitel pernapasan dan dari penampilan plat-plat pipih inilah
terlahir nama bronkiolus pernapasan. Harus diperhatikan bahwa pada beberapa irisan,
sel-selnya begitu memanjang sehingga nukleus dalam plat-plat ini tidak terlihat.
Disamping itu, alveolus pernapasan dapat tumbuh sebagai kantung-kantung dalam
tubula dinding itu. Dekat dengan ujung akhir bronkiolus pernapasan melebar dan
menjadi dua atau lebih saluran alveoler.
Fungsi Organ dan Sistem Pernapasan Pada Hewan
Sistem dan Organ Pernapasan pada Hewan - Pernapasan adalah pertukaran gas
yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh. Hewan memiliki alat-alat
pernapasan yang berbeda-beda. Mamalia, Reptilia, dan Amphibia memiliki saluran
pernapasan berupa paru-paru. Cacing (Annelida) dan Amphibia memiliki kulit yang
berfungsi juga sebagai tempat pertukaran gas. Ikan mengambil oksigen yang berada
di lingkungannya (air) dengan menggunakan sistem insang. Sebagian besar
Arthropoda, terutama serangga, telah memiliki sistem saluran pernapasan. Meskipun
demikian, terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap mekanisme pernapasan
yang dimiliki oleh setiap makhluk. Misalnya, katak yang memiliki dua jenis
mekanisme respirasi, tetap tidak dapat berada lama di darat karena adanya ancaman
dehidrasi. Paru-paru tidak mampu mengikat udara yang terlarut dalam air, tetapi
sistem pernapasan ini menguntungkan untuk hidup di daratan karena letaknya di
dalam saluran pernapasan sehingga paru-paru terhindar dari penguapan air yang
berlebihan.
Berikut akan di bahas mengenai sistem organ pernapasan pada beberapa hewan
yaitu:
1.
Sistem Respirasi Pada Porifera
Hewan fillum Porifera atau kelompok hewan berpori tubuhnya tersusun atas banyak
sel dan memilki jaringan yang sangat sederhana. Hewan ini banyak ditemukan di
pantai atau laut. Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus. Alat respirasinya
masih sangat sederhana. Air yang mengandung oksigen terlarut masuk melalui pori-

pori tubuhnya. Selanjutnya oksigen yang terlarut dalam air masuk melalui sel-sel
permukaan tubuhnya, yaitu sel koanosit secara difusi. di dalam mitokondria pada sel
koanosit, oksigen digunakan untuk mengurai molekul organic menjadi molekul
anorganik yang disertai pelepasan karbondioksida. Selanjutnya molekul-molekul
karbondioksida yang terlarut dalam air akan bergerak berlawanan arah menuju
membram sel dan keluar menuju spongosol. Air dalam spongosol digerakkan oleh
flagellum sel koanosit dan mengalir keluar melalui oskulum.
2.
Sistem Organ dan Pernapasan Cacing (Annelida).
Cacing menggunakan permukaan tubuhnya untuk bernapas. Hewan ini memanfaatkan
permukaan kulitnya untuk bernapas. Oleh karena itu, kulit cacing tanah selalu basah
untuk memudahkan terjadinya pertukaran udara. Di bawah permukaan kulitnya yang
basah tersebut, ternyata terdapat kapiler-kapiler darah. Melalui kapiler ini, oksigen
berdifusi masuk ke dalam kulit, lalu ditangkap dan diedarkan oleh sistem peredaran
darah. Sebaliknya, karbon dioksida yang terkandung dalam darah dilepaskan dan
berdifusi keluar tubuh.
Cacing tidak punya alat pernapasan khusus. Oksigen masuk ke dalam tubuh
melalui permukaan kulit tubuhnya yang basah. Kulit yang basah mempermudah
masuknya oksigen dan keluarnya karbondioksida. Cacing bernapas dengan
permukaan kulitnya. Udara yang berada di sekitar cacing, yaitu berupa oksigen akan
masuk ke dalam tubuh cacing melalui permukaan kulitnya yang lembap. Kulit yang
lembap ini selain mempermudah masuknya oksigen ke dalam tubuh, juga
memudahkan keluarnya karbon dioksida yang merupakan zat sisa pernapasan.
Berikut gambar alat
pernafasan cacing :
Cacing, tidak memiliki alat pernapasan khusus sehingga ia menggunakan kulitnya
untuk bernapas
Pada cacing, pertukaran gas terjadi pada permukaan tubuhnya (integumen).
Gambar: Cacing Menggunakan Seluruh Permukaan Tubuhnya Untuk Bernapas
3.
Sistem Organ dan Pernapasan Serangga (Insecta).
Serangga adalah kelompok Arthropoda yang paling banyak jenisnya. Meskipun
serangga memiliki sistem peredaran darah terbuka, namun sistem pernapasan
serangga langsung mencapai jaringannya lewat saluran yang disebut sistem trakea.
Sistem trakea memiliki saluran-saluran tempat pertukaran udara yang bermuara di
stigma atau spirakel, yaitu berupa lubang kecil yang berada di kedua tepi setiap ruas
tubuh serangga. Spirakel memiliki bulu-bulu untuk menyaring kotoran. Spirakel juga
memiliki katup. Dengan cara mengontraksikan otot-otot yang berhubungan dengan
katup-katup tersebut, serangga dapat mengatur membuka dan menutupnya spirakel.
Dalam tubuh serangga, terdapat trakea yang memanjang di sepanjang tubuhnya.
Trakea itu bercabang-cabang menjadi saluran-saluran udara yang sangat kecil yang
disebut trakeolus. Trakeolus bersentuhan langsung dengan jaringan dalam tubuh

serangga. Ujung trakeolus memiliki cairan. Pada cairan inilah, oksigen dalam udara
yang masuk ke dalam sistem trakea, berdifusi masuk ke dalam sel-sel jaringannya.
Sebaliknya, karbon dioksida juga keluar melalui trakeolus (Perhatikan Gambar).
4.
Sistem Organ dan Sistem Pernapasan Ikan (Pisces).
Insang adalah organ pernapasan utama pada ikan. Beberapa hewan lain juga memiliki
insang untuk bernapas, di antaranya udang, kepiting, cacing laut, serta bintang laut.
Air berperan sebagai media pernapasan. Oksigen yang terkandung di dalam air yang
jumlahnya sangat sedikit, disaring oleh lembaran-lembaran insang. Namun,
konsentrasi oksigen di dalam air dapat berubah sejalan dengan naiknya suhu dan
salinitas air. Bahan-bahan pencemar organik yang diuraikan oleh bakteri dan jamur
juga dapat mengurangi jumlah oksigen dalam air. Lembaran-lembaran insang tersebut
dipenuhi oleh pembuluh-pembuluh darah. Air mengalir melewati lembaran-lembaran
insang tersebut sehingga oksigen yang terlarut di dalamnya dapat berdifusi masuk
ke dalam pembuluh darah. Perhatikan Gambar.
Sistem Pernapasan Pada Ikan
Ikan bernapas pada insang yang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala (kecuali ikan
Dipnoi yang bernapas dengan paru-paru). Selain berfungsi sebagai alat pernapasan,
insang juga berfungsi sebagai alat ekskresi dan transportasi garam-garam. Oksigen
dalam air akan berdifusi ke dalam sel-sel insang. Darah di dalam pembuluh darah
pada insang mengikat oksigen dan membawanya beredar ke seluruh jaringan tubuh,
darah akan melepaskan dan mengikat karbondioksida serta membawanya ke insang.
Dari insang, karbondioksida keluar dari tubuh ke air secara difusi.
Insang (branchia) akan tersusun atas bagian-bagian berikut ini:
a.
Tutup insang (operculum). Hanya terdapat pada ikan bertulang sejati,
sedangkan pada ikan bertulang rawan, tidak terdapat tutup insang. Operculum
berfungsi melindungi bagian kepala dan mengatur mekanisme aliran air sewaktu
bernapas,
b.
Membrane brankiostega (selaput tipis di tepi operculum), berfungsi
sebagai katup pada waktu air masuk ke dalam rongga mulut,
c.
Lengkung insang (arkus brankialis), sebagai tempat melekatnya tulang
tapis insang dan daun insang, mempunyai banyak saluran-saluran darah dan saluran
syaraf,
d.
Tulang tapis insang, berfungsi dalam sistem pencernaan untuk mencegah
keluarnya organisme makanan melalui celah insang,
e.
Daun insang, berfungsi dalam sistem pernapasan dan peredaran darah, tempat
terjadinya pertukaran gas O2 dengan CO2,
f.
Lembaran (filamen) insang (holobran kialis) berwarna kemerahan,
g.
Saringan insang (tapis insang) berfungsi untuk menjaga agar tidak ada
benda asing yang masuk ke dalam rongga insang.

Proses pernafasan pada ikan adalah ikan bernafas dengan cara membuka dan
menutup insang. Air yang masuk melalui mulut akan dikeluarkan melalui
insang. Pada saat air melewati lembaran insang, terjadi pertukaran gas. Air,
yang banyak mengandung oksigen, akan masuk melewati insang. Pada saat
yang sama, karbondioksida akan keluar melalui pembuluh darah lembaran
insang. Pembuluh darah pun akan mengikat oksigen yang berasal dari air.
5.
Sistem Organ dan Pernapasan Katak (Amphibia).
Sepasang paru-paru pada katak berbentuk seperti balon elastis tipis yang diliputi
kapiler darah. Dinding bagian dalam paru-paru ini memiliki lipatan-lipatan yang
berperan sebagai perluasan. Paru-paru ini dihubungkan dengan semacam bronkus
pendek yang berhubungan dengan rongga mulut. Katak tidak memiliki tulang rusuk
dan diafragma. Mekanisme inspirasi dan ekspirasi terjadi karena kontraksi atau
relaksasinya otot-otot rahang bawah dan otot perut. (Gambar).
Sistem organ pernafasannya adalah mulut - saluran (trakea - tenggorokan) - paruparu dibantu dengan epidermis kulit, dan epidermis bawah cavum.

Sistem Respirasi Pada Amfhibi (Katak)


Katak termasuk amfibi sebab hidup di dua alam, yaitu di darat dan di air. Pada
kehidupannya, katak mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Tahap
perkembangan katak dimulai dari telur kemudian menetas menjadi berudu. Berudu
hidup di air. Berudu bernapas dengan insang. Pada saat masih berbentuk berudu,
insang katak berupa insang luar. Insang luar berjumlah tiga pasang dan terletak di sisi
kiri, kanan, dan belakang kepala berudu. Perubahan alat pernapasan mengiringi
perubahan bentuk tubuhnya.
Pada saat berudu mulai berkaki, tumbuh semacam lipatan kulit yang menutupi insang
luar sehingga terbentuk insang dalam. Berudu berkaki tumbuh menjadi katak
kecil lalu menjadi katak dewasa. Setelah berubah menjadi katak dewasa,
pernapasan dilakukan dengan menggunakan paru-paru. Untuk memompa udara
masuk ke dalam paru-paru, otot rahang bawah katak mengembang dan mengempis.
Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam
air. Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan insang dalam.
Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut, paru-paru, dan
kulit.
Hewan Amfibi Merupakan hewan yang dapat hidup/tinggal di dua alam (darat dan
air). Alat pernafasan yang digunakan dapat berupa insang, kulit dan paru-paru.
Berudu bernapas dengan tiga pasang insang luar yang terdapat di kepala bagian
belakang. Insang luar tersebt terdiri dari lembaran-lembaran kulit luar yang halus dan
mengandung kapiler darah. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru kanan dan kiri.
Di dalam paru-paru itu terdapat banyak gelembung udara. Oleh karena itu, kulit katak

selalu kelihatan basah. Melalui kulit yang basah itu, atak mengikat
oksigen.seperti contoh samping ini yaitu:
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan
paru-paru walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia. Katak
mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya
kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti
kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut
dihubungkan oleh bronkus yang pendek.
Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi
saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat
selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru.
Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideus berkonstraksi
sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane.

6.
Sistem Organ Pernapasan Reptilia
Organ Organ Respirasi Reptilia
Reptil (kadal, kura-kura, buaya, bunglon, dsb.) bernapas menggunakan paruparu. Ada beberapa reptil yang mengambil oksigen melalui lapisan kulit di
sekitar kloaka.
Sistem organnya hidung tenggorokan paruparu
Organ yang digunakan pada pernapasan reptilia adalah paru-paru.
Sebab, sebagian besar reptilia hidup di daratan atau habitat yang kering. Untuk
mengimbanginya, kulit reptilia bersisik dan kering, supaya cairan dalam
tubuhnya tidak mudah hilang. Kulit bersisik pada reptilia merupakan suatu
adaptasi hidup dalam udara kering, dan bukan sebagai alat pertukaran gas.
Walau begitu, ada pula mekanisme pernapasan reptilia yang dibantu
oleh permukaan epitelium lembab di sekitar kloaka. Reptilia demikian misalnya
kura-kura dan penyu. Hal ini dilakukan karena tubuh kura-kura dan penyu
terdapat tempurung yang kaku. Tempurung ini menyebabkan gerak
pernapasan kedua hewan tersebut terbatas
Sistem Respirasi Pada Reptilia
Reptil disebut juga hewan melata. Contohnya, cecak, kadal, tokek, buaya, komodo,
bunglon, kura-kura, dan penyu. Alat pernapasan reptil terdiri atas hidung,
batang tenggorokan, cabang batang tenggorokan, dan paru-paru.
Pada paru-paru terjadi penyerapan oksigen serta pengeluaran karbondioksida dan uap
air. Pada reptil yang hidup di air, misalnya buaya, pada saat menyelam hidung-nya
dapat ditutup sehingga air tidak masuk ke dalam paru-paru. Cara pernapasan reptil
adalah udara dihirup melalui hidung. Udara kemudian disalurkan oleh batang
tenggorokan, dan diteruskan cabang batang tenggorokan menuju paru-paru. Paru-paru
reptil berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk.

1)
2)
3)
4)

Paru-paru reptil terdiri dari lipatan-lipatan dinding untuk memperbesar permukaan


pertukaran gas. Beberapa reptil yang bisa terbang bahkan memiliki pundi-pundi
hawa, sama seperti burung.
Sistem Respirasi Pada Reptilia (Kura-Kura)
Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paruparu reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi
memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif.
Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa
belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada
beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa
cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang
di udara.
Sistem Respirasi pada Aves (Burung)
Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paruparu burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh
tulang rusuk.
Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara
masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang
menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang
berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu
bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink
yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat
bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi
menjadi mesobronkus yangmerupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan
menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus (di bagian dorsal).
Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100
atau lebih)
Burung bernapas dengan paru-paru. Pernapasan pada burung dibantu oleh pundipundi (kantong) udara. Pundi-pundi udara ini merupakan alat bantu pernapasan,
terutama pada saat terbang. Pada saat terbang, burung menyimpan udara di dalam
pundi-pundi.
Jalannya pernapasan pada burung yaitu :
Udara masuk melalui hidung
Tenggorokan
Pundi-pundi udara
Paru-paru
8.
Mamalia
Mamalia merupakan jenis hewan menyusui. Organ pernapasan pada mamalia sama
dengan organ pernapasan pada manusia. Alat pernapasan mamalia terdiri atas
rongga hidung, batang tenggorok, dan paru-paru.
Beberapa hewan mamalia adalah sapi, kambing, kelinci, dan ikan paus (mamalia air).
Hewan-hewan ini bernapas dengan paru-paru. Alat organ pernapasannya terdiri dari
lubang hidung, tenggorok, dan paru-paru.

Organ pernapasan pada mamalia / sapi sama dengan organ pernapasan pada manusia.
Alat pernapasan mamalia terdiri atas yaitu: rongga hidung, batang tenggorok, dan
paru-paru.
Sistem Respirasi Pada Mamalia
Mamalia atau hewan menyusui banyak yang pernah kita jumpai. Misalnya, kuda,
gajah, kambing, harimau, kele-lawar, dan kera. Mereka umumnya hidup di darat.
Namun ada pula yang hidup di air. Misalnya, paus, lumba-lumba, dan pesut.
Alat pernapasan mamalia terdiri atas hidung, batang tenggorokan, cabang
tenggorokan, dan paru-paru.
Di dalam paru-paru terjadi
penyerapan oksigen, sedangkan karbon-dioksida dan uap air dihembuskan keluar
melalui hidung. Lubang hidung paus berada di atas kepalanya sehingga dia dapat
bernapas sementara mulutnya berada dalam air.
Pernapasan mamalia sama dengan manusia, yaitu paru-paru. Untuk memperoleh
oksigen, mamalia menghirupnya dari udara. Oleh karena itu mamalia sering muncul
ke permukaan air untuk menghirup udara. Semua hewan mamalia, baik mamalia darat
maupun mamalia air bernapas dengan paru - paru. Contoh: Seekor lumba-lumba dan
paus mengeluarkan kepalanya ke permukaan air untuk menghirup udara dan setelah
lama menyelam kembali ke permukaan air untuk menghembuskan udara lembab dan
hangat dari paru parunya.
PENGERTIAN PERNAFASAN PADA MAMALIA
Pernafasan mempunyai 2 arti yang sangat berbeda :
1). Pernafasan oksigen (O2 ) dalam matabolisme karbohidrat dan berbagai molekul
organik lainnya,
2). Suatu proses yang melibatkan pertukaran O2 dan CO2 di antara berbagai sel suatu
organisme dan lingkungan luar.
Sebagian besar sel tubuh memperoleh energi dari reaksi kimia yang melibatkan o 2. Sel
itu harus mampu melenyapkan CO2 yang merupakan hasil akhir utama dari
metabolisme oksidasi. Organisme bersel satu pertukaran O 2 dan CO2 terjadi secara
langsung dengan lingkungan luar, tetapi hal itu sama sekali tidak mungkin untuk
sebagian besar sel organisme yang kompleks seperti manusia maupun hewan/ternak.
Oleh karena itu, evaluasi hewan besar memerlukan perkembangan suatu sistem
khusus yaitu sistem respirasi (pernafasan) untuk pertukaran O2 dan CO2 bagi hewan
tersebut dengan lingkungan sekitarnya meliputi : paru-paru, jalan udara ke paru-paru,
dan struktur dada yang bertanggung jawab terhadap gerakan udara keluar dan masuk
ke paru-paru.
Pada hakikatnya pernapasan pada mamalia sama dengan pernapasan pada manusia,
sebab manusia termasuk mamalia. Dalam praktik di laboratorium biasanya mamalia
di wakili marmot, kelinci, atau mencit.
Secara umum alat pernapasan marmot terdiri atas lubang hidung luar, rongga hidung,
lubang hidung dalam, rongga mulut, tekak, rongga tekak, tenggorokan, bronkus, dan
paru-paru. Pada tekak terdapat jakun atau laring yang didalamnya terdapat alat suara.
Laring tersusun atas tulang rawan. Trakea bercabang menjadi dua bronkus.
Selanjutnya didalam setiap gelambir paru-paru percabangan terus berlangsung.

Saluran pernapasan ini berakhir sebagai saluran hawa buntu atau alveolus. Setiap
alveolus dikelilingi oleh kapiler darah. Adanya alveolus akan memperluas permukaan
daerah penyerapan oksigen dan pelepasan karbondioksida.
Fungsi Sistem Respirasi :
1. menyediakan permukaan untuk pertukaran gas antara udara dan sistem aliran
darah.
2. Sebagai jalur untuk keluar masuknya udara dari luar ke paru-paru.
3. Smelindungi permukaan respirasi dari dehidrasi, perubahan temperatur, dan
berbagai keadaan lingkungan yang merugikan atau melindungi sistem
respirasi itu sendiri dan jaringan lain dari patogen.
4. Sumber produksi suara termasuk untuk berbicara, menyanyi, dan bentuk
komunikasi lainnya.
5. Memfasilitasi deteksi stimulus olfactory dengan adanya reseptor olfactory di
superior portion pada rongga hidung.
Sistem respirasi juga dibagi menurut divisinya, yakni :
1. Divisi konduksi
Divisi ini dimulai dari rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, himgga terminal
bronkiolus
2. Divisi respirasi
Divisi ini dimulai dari bronkiolus hingga alveoli, udara memenuhi kantung paru-paru
dan terjadilah pertukaran gas antara udara dan darah.