Anda di halaman 1dari 16

dr.

Sakena Nurza

MENSTRUASI
Peristiwa paling penting pada masa

pubertas anak gadis adalah gejala


menstruasi atau haid yang menjadi
pertanda biologi dari kematangan seksual.
Timbullah kini bermacam-macam peristiwa
yaitu, reaksi hormonal,reaksi biologis
reaksi psikis.
Menstruasi adalah perdarahan dari uterus
karena perubahan hormonal yang teratur
atau berdaur teratur

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim

(endometrium) yang disertai dengan


perdarahan yang terjadi secara berulang setiap
bulannya kecuali pada saat kehamilan.
Menstruasi yang pertama atau menarche
paling sering terjadi pada usia 11 tahun, tetapi
bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16
tahun tergantung factor-faktor yang
mempengarui kedewasaan atau perkembangan
hormone pada gadis itu sendiri.

Hal yang penting bagi psikologis dalam

membahas menstruasi adalah menstruasi


sebagai suatu pengalaman psikis, karena
jauh sebelum menstruasi itu mulai, setiap
anak gadis sudah mempunyai antisipasi.

Periode antisipasi ini disebut juga periode

penantian. Ini segera diakhiri oleh


kematangan dan tibanya haid atau
menstruasi.

Fase tibanya haid ini merupakan suatu

periode dimana wanita telah siap secara


biologis menjalani fungsi kewanitaannya dan
diterimanya masa kematangan seksual ini
dengan senang, karena secara biologis ia
sudah dewasa.
Namun semakin muda usia si gadis dan

semakin belum siap ia menerima peristiwa


haid.

GANGGUAN PSIKOLOGIS
Pada masa menstruasi banyak sekali

terdapat gangguan-gangguan baik dari


segi fisik maupun dasi segi psikologis.

Gangguan-gangguan psikologi pada saat

menstruasi yaitu :
1. kecemasan atau ketakutan terhadap
menstruasi, sehingga menimbulkan fobia
terhadap menstruasi..

2. Merasa terhalangi atau merasa dibatasi

kebebasan dirinya oleh datangnya menstruasi.

3. Mudah tersinggung atau mudah marah. Perasaan

ini timbul dikarenakan akibat dari perubahan cara


kerja hormone-hormon serata karena pengaruh rasa
nyeri yang timbul pada saat menstruasi.

4. Perubahan pola makan pola makan cenderung

meningkat terutama pada makan yang manis

5. Merasa gelisa dan gangguan tidur. Pada saat

menstruasi seorang wanita akan mengalami


gangguan atau masalah susah tidur atau insomnia.

PENATALAKSANAAN
Memberi penjelasan kepada klien, bahwa

proses menstruasi merupakan suatu


proses fisiologi atau normal yang pasti
akan terjadi dan akan dialami oleh setiap
wanita yang normal.

Memberi informasi-informasi positif yang

berguna mengenai menstruasi agar tidak


terjadi kesalah pahaman terhadap proses
menstruasi tersebut.

Memberikan saran untuk mengurangi

ketegangan, seperti istirahat yang cukup,


perbanyak minum air putih, atau dapat
mengkosumsi obat anti nyeri untuk
mengurangi nyeri yang dirasakan saat
menstruasi
Memberikan support mental atau
dukungan pada klien, agar lebih percaya
diri dan tidak merasa takut dalam
menghadapi masa menstruasi.

PMS
Sindrom Pre Menstruasi (Premenstrual

Syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala


fisik, psikologis dan emosi yang
berhubungan dengan siklus menstruasi
Sindrom Pre Menstruasi adalah gejala fisik,
psikologis dan perilaku yang menyusahkan
yang tidak disebabkan oleh penyakit
organik, yang secara teratur berulang
selama fase siklus menjelang haid

Sindrom Pre Menstruasi adalah sejumlah

perubahan mental maupun fisik yang


terjadi antara hari ke-2 sampai hari ke-14
sebelum menstruasi dan mereda segera
setelah menstruasi berawal (Shreeve,
1983).

Tingkat keparahan dan keragaman gejala PMS

bisa berbeda-beda pada setiap wanita yang


menderitanya, dari gejala yang ringan hingga
yang mengganggu dan parah. Keragaman gejala
PMS dapat meliputi kombinasi berikut ini :
Gejala Psikologis : meliputi perubahan tingkah
laku/personalitas seperti perasaan sensitif,
mudah tersinggung atau marah, cemas,
kegelisahan, gampang menangis, suasana hati
tidak nyaman, kelelahan, defresi, iritabilitas,
kurang percaya diri, gugup, bingung, sulit
konsentrasi, gangguan tidur, perubahan napsu
seksual.

Gejala Fisik : payudara terasa sakit dan

membengkak, perut kembung, kram perut


dan mual, sakit punggung, nyeri sendi,
pegal dan leher tegang, sakit kepala,
timbul jerawat, detak jantung tidak teratur
dan berdebar-debar, sesak napas, diare
atau sembelit, keranjingan makanan
biasanya terhadap makanan asin/gurih dan
manis.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk

mengatasi sindrom pra-menstruasi (PMS):


- Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda
atau berenang.
- Diet rendah lemak, garam dan gula tetapi tinggi protein
dan serat untuk membantu mengurangi kelebihan
estrogen dan mengurangi pembengkakan payudara.
- Konsumsi makanan yang kaya senyawa anti-PMS,
seperti Serat kasar (buah, sayur, kacang-kacangan, padipadian); Vitamin B6 (ikan segar, tuna, hati, kacangkacangan, beras merah, alpukat, pisang); Zinc (hati,
kerang, ikan salmon, ayam, lobster); Kalsium (kedelai,
tempe, tahu, havermuts, teri, ikan sarden kalengan),
Magnesium (lalap mentah sayuran hijau, apel, kacang
mede, kedelai, tempe, makanan laut).

- Hindari makanan dan minuman yang

mengandung kafein, alkohol dan nikotin


selama 2 minggu sebelum masa
menstruasi.
- Minum hingga 8 gelas cairan setiap hari
- Tidur dengan baik pada malam hari. Jika
PMS mengganggu tidur malam cobalah
tidur siang
- Lakukan teknik rileksasi seperti menarik
nafas dalam-dalam, berendam dalam air
hangat.

TERIMA KASIH