Anda di halaman 1dari 16

Mata Pemotong

Mata potong terdiri dari dua bagian, yaitu bibir pemotong dan sisi pemotong. Bibir pemotong
mata bor terdapat dua buah yang terletak antara dua sisi pemotong yang saling berhadapan.
Kedua sisi pemotongan ini diasah hingga membentuk sudut yang bervariasi sesuai dengan
bahan yang di bor.
Tabel 2. Sudut Mata Bor

Sudut Potong
Sudut potong mata bor terdapat empat macam, yaitu:
- Sudut Bebas (a)
- Sudut Mata Potong (b)
- Sudut Tatal ()
- Sudut Pemotongan ()
Ujung mata pemotong harus selalu tajam. Pusat/ujung bibir pemotong yang tidak sentris saat
pengasahan mata bor menghasilkan beban yang tidak sama terhadap bor. Akibatnya lobang
yang terbentuk tidak tepat, bergeser/menyimpang posisinya dari senter yang ditentukan.
1.6. Prinsip Pengeboran
Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, maka mesin bor dapat berfungsi untuk membuat
lobang silindris dan bertingkat, membesarkan lobang, memcemper lobang dan mengetap.
Pekerjaan yang banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada pengeboran adalah pada saat
menempatkan mata bor pada posisi yang tepat di titik senter.
1.7. Kecepatan Potong Pengeboran
Kecepatan potong ditentukan dalam satuan panjang yang dihitung berdasarkan putaran mesin
per menit. Atau secara defenitif dapat dikatakan bahwa kecepatan potong adalah panjangnya
bram yang terpotong per satuan waktu.
Setiap jenis logam mempunyai harga kecepatan potong tertentu dan berbeda-beda. Dalam
pengeboran putaran mesin perlu disesuaikan dengan kecepatan potong logam. Bila kecepatan
potongnya tidak tepat, mata bor cepat panas dan akibatnya mata bor cepat tumpul atau bisa
patah.
Kecepatan potong ditentukan oleh:
- Jenis bahan yang akan dibor
- Jenis bahan mata bor
- Kualitas lobang yang diinginkan
- Efesiensi pendinginan

- Cara/teknik pengeboran
- Kapasitas mesin bor
Tabel 3. Harga Kecepatan Mata Bor Dari Bahan HSS
Untuk mendapatkan putaran mesin bor per menit ditentukan berdasarkan keliling mata bor
dalam satuan panjang . Kemudian kecepatan potong dalam meter per menit dirubah menjadi
milimeter per menit dengan perkalian 1000. akhirnya akan diperoleh kecepatan potong
pengeboran dalam harga milimeter per menit.Dalam satu putaran penuh, bibir mata bor (Pe)
akan menjalani jarak sepanjang garis lingkaran (U). Oleh karena itu, maka
Dimana:
U = Keliling bibir mata potong bor
D = Diameter mata bor
p = 3.14
Jarak keliling pemotongan mata bor tergantung pada diameter mata bor. Waktu pemotongan
juga menentukan kecepatan pemotongan. Oleh karena itu jarak yang ditempuh oleh bibir
pemotong mata bor harus sesuai dengan kecepatan putar mata bor. Berdasarkan hal tersebut
maka jarak keliling bibir pemotongan mata bor (U) selama n putaran per menit dapat dihitung
dengan rumus:
U=pxdxn
Dimana:
U = keliling bibir potong mata bor
D = Diameter mata bor
N = putaran mata bor per menit
Biasanya kecepatan potong dilambangkan dengan huruf V dalam satuan meter per menit.
Jarak keliling yang ditempuh mata bor adalah sama dengan jarak atau panjangnya bram yang
terpotong dalam satuan panjang per satuan waktu.
Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling yang ditempuh mata potong bor (U) sama
dengan panjangnya bram terpotong dalam satuan meter per menit. Berarti kecepatan potong
sama dengan jarak keliling pemotongan mata bor. Maka:
V=U
V= p x d x n (m/menit)
Pemakanan Pengeboran
Pemakanan adalah jarak perpindahan mata potong bor ke dalam lubang/benda kerja dalam
satu kali putaran mata bor. Besarnya pemakanan dalam pengeboran dipilih berdasarkan jarak
pergeseran mata bor dalam satu putaran, sesuai dengan yang diinginkan. Pemakanan juga
tergantung pada bahan yang akan dibor, kualitas lobang yang dibuat, kekuatan mesin yang
ditentukan berdasarkan diameter mata bor.
1.8. Pengerjaan Pengeboran
Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran adalah sebagai berikut ;

1. Pemasangan Benda Kerja


a. Jika menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda
tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah benda kerja ditahan
denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum tidak turut bergerak, ragum
diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
b. Jika tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan
dua buah mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai.
c. Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah balok V
dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan menggunakan balok
yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
d. Untuk benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan menggunakan
batang, penjepit khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut
pengikat agar tidak merusak ragum.
2. Pemasangan Mata Bor pada chuck
a. Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor, tidak
boleh menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper dan
lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper
tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung dengan
menggunakan soket. Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan dibawahnya,
sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
b. Bor dengan tangkai selinder diguanakan Pemegang bor berkonsentrasi sendiri dengan
dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada saat
berputar. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata bor,
sehingga menghasilkan putaran bor.
c. Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis (universal),
dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan
sendirinya (otomatis).
d. Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai
dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.
e. Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan
menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral bor.
Untuk bahan memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus tempat bahan pendingin.
3. Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar
handle, untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di
sesuaikan, setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.
4. Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada
saat ini spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.
5. Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan
memakan benda kerja.
6. Gunakan cairan pendingin bila perlu
7. Setelah selesai, tekan sakelar off untuk mematikan mesin
8. Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.

1.9. Perawatan Mesin


Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang
intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun
hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.
2. Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
3. Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4. T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
5. Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
6. Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
7. Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran
8. Hindari pakaian longgar
9. Perlindungan khusus untuk mata
Cara Perawatannya
a. Pendinginan
Pendinginan pada mata bor tidak bisa disepelekan karena akan membuat umur mata bor tidak
tahan lama, untuk pekerjaan yang cukup banyak mata bor juga memerlukan proses
pendinginan. Setiap material memiliki jenis pendinginan yang berbeda.
b. Putaran Mesin (RPM)
Semakin besar diameter mata bor yang Anda gunakan maka semakin lambat putaran yang
ada, semakin kecil mata bor akan semakin membuat putaran bor semakin cepat.
c. Pengasahan (penggerindaan)
Membentuk sisi potong yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan yang ditimbulkan
seperti merasa cepat tumpul, terasa bahannya keras, lubang yang tidak bagus, cepat panas dan
lain-lain. Periksa kembali apakah hasil asahan anda sudah tepat agar dapat membuat mata bor
Anda menjadi lebih tahan lama.
2. MESIN GERGAJI
2.1. Definisi Mesin Gergaji
Gergaji merupakan alat perkakas yang berguna untuk memotong benda kerja. Mesin gergaji
merupakan mesin pertama yang menentukan proses lebih lanjut. Dapat dimaklumi bahwa
mesin ini memiliki kepadatan operasi yang relatif tinggi pada bengkel-bengkel produksi.
Mesin-mesin gergaji memiliki konstruksi yang beragam sesuai dengan ukuran, bentuk dan
jenis material benda kerja yang akan dipotong. Untuk itu dibutuhkan ketelitian seseorang
agar bisa mengoperasikan gergaji itu sendiri dan dapat memotong benda kerja dengan baik
dan benar .
Gergaji adalah alat yang menggunakan logam pemotong yang keras atau kawat dengan tepi
kasar untuk memotong bahan yang lebih lunak. Tepi logam pemotong terlihat bergerigi atau
kasar. Gergaji dapat digunakan dengan tangan atau didukung listrik.
2.2. Bagian Mesin Gergaji

Bagian-bagian mesin gergaji:


1. Tuas apit moncong untuk mengatur penjepit benda kerja
2. Moncong yang dapat digeser geserkan
3. Benda kerja yaitu logam besi
4. Daun gergaji unuk memotong benda kerja
5. Bingkai gergaji yaitu penahan daun gergaji
6. Hantaran bingkai gergaji
7. Pipa alat pendingin
8. Perkakas angkat
9. Tumpuan
10. Penampang tumpuan
11. Motor penggerak bagin ini adalah yang paling penting dikarenakan merupakan penggerak
utama pada gergaji mesin
2.3. Tipe Gergaji mesin
1. Mesin Gergaji Bolak-balik (Hacksaw-Machine)
Mesin gergaji ini umumnya memiliki pisau gergaji dengan panjang antara 300 mm sampai
900 mm dengan ketebalan 1,25 mm sampai 3 mm dengan jumlah gigi rata-rata antara 1
sampai 6 gigi iper inchi dengan material HSS. Karena gerakkan yang bolak-balik, maka
waktu yang digunakan untuk memotong adalah 50%.
2. Mesin gergaji piringan (Circular Saw)
Diameter piringan gergaji dapat mencapai 200 sampai 400 mm dengan ketebalan 0,5 mm
dengan ketelitian gerigi pada keliling piringan memiliki ketinggian antara 0,25 mm sampai
0,50 mm. pada proses penggergajian ini selalu digunakan cairan pendingin. Toleransi yang
dapat dicapai antara kurang lebih 0,5 mm sampai kurang lebih 1,5 mm. prinsip kerja gergaji
circular menggunakan mata berupa piringan yang berputar ketika memotong.
3. Mesin Gergaji Ukir (Jigsaw)
Jig Saw seringkali disebut gergaji ukir, karena memang jigsaw adalah sebuah alat yang dapat
digunakan untuk memotong atau menggergaji (kebanyakan kayu) dengan bentuk apa saja
mulai dari bentuk kurva yang melengkung-lengkung hingga yang lurus-lurus. Jadi kelebihan
Jigsaw adalah dapat memotong dengan pola yang tidak lurus karena gergaji lain rata-rata
hanya bisa memotong lurus-lurus saja. Prinsip kerjanya gergaji jigsaw bergerak naik turun
saat memotong.
4. Mesin Gergaji pita (Band Saw)
Mesin gergaji yang telah dijelaskan sebelumnya adalah gergaji untuk pemotong lurus. Dalam
hal mesin gergaji pita memiliki keunikan yaitu mampu memotong dalam bentuk-bentuk tidak
lurus atau lengkung yang tidak beraturan. Kecepatan pita gergajinya bervariasi antara 18
m/menit sampai 450 m/menit agar dapat memenuhi kecepatan potong dari berbagai jenis
material benda kerja.
2.3. Jenis-jenis Mesin Gergaji
1. Gergaji Tangan
Daun gergaji dibuat dari baja bermutu tinggi yang sangat keras, sehingga ketajaman gerigi
tidak selalu diruncingkan kembali. Untuk mengetahui spesifikasi gergaji, dapat dilihat pada
daun gergaji di dekat tangkai pegangan, yang menyebutkan jumlah gigi perkepanjangan 25

mm.
2. Gergaji Pembelah
Gergaji pembelah adalah gergaji dengan gerigi dirancang untuk membelah kayu. Gergaji
pembelah digunakan untuk menggergaji kayu searah jaringan serat kayu dan mempunyai 31/2
hingga 4 pucuk gigi pada setiap panjang 25 mm. Panjang daun antara 500 mm hingga 70 mm.
3. Gergaji Pemotong
Gergaji pemotong adalah gergaji dengan gerigi yang dirancang untuk memotong kayu. Jenis
gergaji ini digunakan untuk menyayat/memotong melintang jaringan serat kayu dan tepi
potongnya mempunyai 5 hingga 7 pucuk gigi pada setiap kepanjangan 25 mm. Panjang daun
antara 550 mm hingga 700 mm.
2.4. Cara Kerja Mesin Gergaji
a. Mengukur benda kerja yang akan dipotong dengan menggunakan sketmatch
b. Setelah diukur benda kerja ditandai dengan penggores
c. Cek kondisi gergaji apakah masih bisa digunakan dengan baik dan aman
d. Setelah itu pasang benda kerja pada ragum gergaji mesin
e. Tepatkan bagian yang digores ada benda kerja dengan mata gergaji untuk memperoleh
hasil yang diinginkan dan diikatkan dengan pengunci
f. Atur dengan kecepatan tertentu agar hasilnya lebih baik
g. Setelah itu nyalakan mesin gergaji dengan menekan tombol ON
h. Setelah benda kerja tersebut putus matikan gergaji dengan menekan tombol OFF
i. Untuk proses finishing kita diamkan sebentar dan dicelupakan kedalam air utuk
mengurangi suhu pada benda kerja tersebut
2.5. Perawatan Gergaji
Pengikiran Rapi pada gergaji
a. Gunakan kikir gergaji tirus untuk merapikan gigi gergaji.
b. Lakukan pengikiran rapi, tangan kiri memegang ujung kikir dan tangan kanan memegang
tangkai kikir.
c. Jepitlah daun gergaji pada ragum khusus penjepit daun gergaji.
d. Ratakan mata gergaji menggunakan kikir, dengan bantuan blok dari kayu.
e. Jika semua pucuk gigi sudah berada dalam satu garis lurus maka setiap gigi akan
menunjukkan permukaan rata pada puncaknya.
Pengasahan Gigi Gergaji
a. Jepitlah daun gergaji pada klam khusus.
b. Kikirlah gigi gergaji secara berselang-seling hingga mempunyai sudut yang tepat, diukur
dari sisi daun gergaji. Untuk gergaji pemotong sudut asah 45 dan untuk gergaji pembelah
90.
c. Lakukan pengasahan dari tangkai pegangan menuju ujung daun gergaji.
d. Apabila setiap gigi yang berselangan sudah ditajamkan, baliklah daun gergaji dalam
ragum, dan tajamkan gigi gergaji yang belum ditajamkan dengan cara yang sama seperti pada
awal pengasahan.
BAB III

PENUTUP
A. SIMPULAN
1. Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah
pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).
2. Gergaji adalah alat yang menggunakan logam pemotong yang keras atau kawat dengan tepi
kasar untuk memotong bahan yang lebih lunak. Tepi logam pemotong terlihat bergerigi atau
kasar.

DAFTAR PUSTAKA

http://az-code.blogspot.com/2011/05/mesin-gergaji.html
http://diniptm.blogspot.com/2013/06/mesin-gergaji.html
http://lingkaranmesin.blogspot.com/2013/08/jenis-jenis-mesin-bor-dan-cara.html
http://didipriatna17.wordpress.com/2012/01/20/mesin-bor/
http://ezrahd11.blogspot.com/2013/05/fungsi-mesin-bor.html
http://doddi_y.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27224/Mesin+Bor.pdf
http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2013/01/MESIN-GERGAJI
http://margandamalau.blogspot.com/

B. BAGIAN BAGIAN UTAMA MESIN BOR


1.Base (Dudukan )
Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah
menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan
mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.
2.Column (Tiang)
Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan
untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur
gerak vertikal dari meja kerja.
3.Table (Meja)
Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat
disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau
bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang
(column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan poros ditengah-

tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi
meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan
ragum yang diletakkan di atas meja.

4.Drill (Mata Bor)


Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering
digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram)
yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang
menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang
bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis singgung
pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
5.Spindle
Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang / mencekam mata bor.
6.Spindle head

Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan
berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.
7.Drill Feed Handle
Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja
( memakankan)
8.Kelistrikan
Penggerak utama dari mesin bor adalah motor listrik, untuk kelengkapanya mulai dari kabel
power dan kabel penghubung , fuse / sekring, lampu indicator, saklar on / off dan saklar
pengatur kecepatan.
C. MACAM MACAM MESIN BOR
Macam-macam Mesin Bor Ada beberapa jenis mesin bor, antara lain:
1)Mesin Bor Instrument
a) Mesin Bor Meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan di atas meja. Mesin ini digunakan untuk
membuat lubang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16
mm). Mesin bor meja digunakan untuk proses bor sederhana (aplikasi ringan) pada benda
kerja yang kecil.

b) Mesin Bor Lantai (Kolom atau Tiang)


Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga
mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga
dengan batang pendukung. Dengan mesin bor tiang dapat dibor benda-benda kerja yang lebih
tinggi daripada dengan mesin bor meja, jarak antara garis hati poros bor dan tiang lebih besar,
benda kerjanya telah dikencangkan dapat diletakkan pada tempat yang tepat di bawah bor
dengan pemutaran meja pengencangan.

2) Mesin Bor Radial


Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan
berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara
permanen pada landasan atau alas mesin.
Mesin bor radial mampu digunakan untuk benda kerja dengan dimensi yang relatif besar
dengan pisau potong (mata bor) yang juga besar.

3) Mesin Bor Gang / berporos


Mesin bor gang mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya empat spindel dengan satu buah
meja. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus sehingga lebih cepat.

4) Mesin Bor Koordinat


Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor sebelumnya.
Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat

digunakan untuk membuat atau membesarkan lubang dengan jarak titik pusat dan diameter
lubang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk
mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat
diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian
dan ketepatan ukuran dengan sisitem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.

5) Mesin Bor Tegak


Mesin bor tegak merupakan jenis mesin bor meja dengan kemampuan mengerjakan benda
kerja ukuran yang lebih besar dimana proses pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan
secara otomatis naik turun.

D. PENEMU MESIN BOR MODERN ARTHUR L. HAWKESWORTH (1869-1925)


Di awal tahun 20an, Hawkesworth adalah seorang ahli mekanik di Anaconda Copper Mining
Co.
Dia terkenal sebagai penemu mesin bor tambang dengan mata bor yang dapat dibongkar
pasang. Dengan penemuannya, sebuah bor dapat dibuat tetap produktif dengan hanya
mengganti ujung mata bor.
Sebelum penemuan itu, seorang operator bor tambang bawah tanah memerlukan banyak
batang bor dengan panjang bervariasi mulai dari 13, 20, dan 26 m untuk menyelesaikan
semua pekerjaannya.
Selama bertahun-tahun Hawkesworth mengamati bahwa dengan metode konvensional,
pekerja mesti mengirim batang bor dengan berbagai ukuran ke area kerja di bawah tanah.
Setelah bor tumpul karena digunakan, batang bor ini mesti dikirim ke permukaan untuk
dipertajam

kembali.

Di hari Jumat, 21 Mei 1922, Anaconda menggelar demonstrasi Bor Hawkesworth. Semua
pemilik tambang, manajer, insinyur dan mekanik menghadiri uji coba tersebut. Hasil uji coba
ternyata memuaskan semua yang hadir.
Dalam waktu 2 menit, Bor Hawkesworth mampu membuat lubang sedalam 520 dan 560 mm
pada batuan granit. Sedang bor konvensional hanya mampu menembus sedalam 240 mm
dengan waktu yang sama.
Penemuan Hawkesworth mampu menghasilkan penghematan yang besar baik dari sisi waktu,
biaya dan juga keselamatan.
Penghematan waktu didapat dari kecepatan bor yang meningkat dan peningkatan efisiensi
karena operator selalu dapat bekerja dengan mata bor yang tajam tanpa perlu menunggu
batang bor dipertajam. Ini karena operator langsung dapat mengganti mata bor yang tumpul
dengan yang baru.
Penghematan juga datang dari tidak diperlukannya lagi orang untuk mengirim batang bor
tumpul ke permukaan dan membawa kembali yang sudah dipertajam ke area tambang bawah
tanah.
Keselamatan kerja juga mampu ditingkatkan dengan hilangnya angka kecelakaan yang terjadi
selama kegiatan transportasi batang bor dari dan ke area kerja.
Setelah penemuan itu, batang bor yang dapat dibongkar pasang mendapatkan tempatnya di
industri pertambangan. Sumbangan Hawkesworth dalam dunia pertambangan pun menjadi
tidak diragunakan

E. PERAWATAN MESIN BOR


Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang
intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun
hal-hal yang harus diperhatikan :
1.Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.
2.Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
3.Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4.T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
5.Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
6.Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.

7.Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran


8.Hindari pakaian longgar
9.Perlindungan khusus untuk mata
F. JENIS PENYIMPANGAN PADA MESIN BOR
a) Penyimpangan pada baut pengikat
Baut pengikat harus selalu diperiksa keteguhannya, karena jika terjadi kelonggaran akan
mengakibatkan timbulnya getaran, getaran yang ditimbulkan saat mesin bor bekerja akan
dapat memengaruhi kualitas hasil pengeboran.
b) Penyimpangan pada puli
Puli harus diperiksa terhadap keausan yang berlebihan atau terhadap keretakan-keretakan
pada bibirnya.
c) Penyimpangan pada ban penggerak dan puli
Kelurusan ban penggerak dan puli merupakan hal yang sangan penting dalam proses
pengerjaan. Ketelitian hasil pengeboran juga dapat dipengaruhi ketidaklurusan dari ban dan
puli mesin

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mesin bor merupakan
suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor
hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).
Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam
lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.

Sedangkan penemu mesin bor Modern ialah Arthur L. Hawkesworth (1869-1925). Ada
beberapa jenis mesin bor diantaranya sebagai berikut :

Mesin Bor Meja


Mesin Bor Lantai (Kolom atau Tiang)
Mesin Bor Radial
Mesin Bor Gang / berporos
Mesin Bor Koordinat
Mesin Bor Tegak
Bagian-bagian utama mesin bor ialah :
Base (Dudukan )
Column (Tiang)
Table (Meja)
Drill (Mata Bor)
Spindle
Spindle head
Drill Feed Handle
Kelistrikan
Kerusakan-kerusakan pada mesin bor diakibatkan karena kurangnya perawatan dan
kurangnya kehati-hatian dalam penggunaannya.
Terjadinya banyak korosi pada komponen-komponen mesin bor diakibatkan karena
kurangnya pelumasan pada komponen-komponen tersebut.
B. SARAN
Perawatan yang baik akan menambah umur pakai mesin bor.
Baut pengikat harus selalu diperiksa keteguhannya, karena jika terjadi kelonggaran akan
mengakibatka getaran.
Baut pengikat puli juga harus diperiksa
Peralatan atau pengatur dalamnya pemakanan bor juga harus diperiksa terutama apabila
menggunakan roda gigi rack. Periksa roda gigi rack apakah terjadi cacat padanya dan apakah
pelumasannya diberikan secara teratur.
Periksa bearing pada bagian kepala mesin bor, masih bagus atau mengalami keausan
Cek kelurusan ban penggerak dan puli

DAFTAR PUSTAKA

http://akuanakmesinypp.blogspot.com/2013/08/macam-macam-mesin-bor.html
http://lingkaranmesin.blogspot.com/2013/08/jenis-jenis-mesin-bor-dan-cara.html
http://sikeukeuh93.blogspot.com/2013/07/makala-mesin-bor.html
http://www.syafrilhernendi.com/1360/arthur-l-hawkesworth-1869-1925/
http://rivayth3blackh3art.wordpress.com/2011/10/19/tugas-kerja-mesin-mesin-bor/
Job Sheet Laboratorium Metrologi Teknik Mesin
http://www.scribd.com/doc/148871191/PEMELIHARAAN-DAN-PERAWATAN-PPMMesin-Bor#scribd
http://larrydaromes.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo_29.html
c. Bagian-bagian Mata Bor
Bagian-bagian mata bor dilihat dari bodinya dapat dilihat pada dibawah ini serta bagianbagian mata bor dilihat dari mata sayat dan sudut bebasnya.