Anda di halaman 1dari 6

Agus Hendro

12912017

1. Tipe-tipe Bencana berdasarkan kecepatan dan durasi nya :


a. Lambat dan Pendek
Longsor
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi
yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai
tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.
Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor
pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang
memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah
faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun
penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu
lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut
berpengaruh.
Gunung Meletus
Letusan gunung merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma
di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan
suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 C. Cairan
magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang
dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 C. Letusan gunung berapi yang
membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km
atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90
km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering
meletus disebut gunung berapi aktif.
b. Cepat dan Panjang
Banjir
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan
merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir

sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak
terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti
masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan
air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan
sehingga air keluar dari batasan alaminya.
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah
hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar
kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa,
kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas
saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan
kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai
alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah
menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan
bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah
serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia
terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap
dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
c. Lambat dan Panjang
Kekeringan
Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah
dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahuntahun). Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terusmenerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang
panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan
habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain
oleh manusia.
Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan
suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada
pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan
ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan
dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Namun, suatu kekeringan yang
singkat tetapi intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan

d. Cepat dan Pendek


Badai
Badai adalah cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan es dan badai salju
sampai badai pasir dan debu. Badai disebut juga siklon tropis oleh
meteorolog, berasal dari samudera yang hangat. Badai bergerak di atas
laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Badai
bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya dapat mencabut pohon besar
dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan
dengan mudah. Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah
sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang. Terdapat berbagai
macam badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai
paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin
siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan (typhoon) di Samudera
Pasifik.

Tsunami

Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan


permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan
laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah
laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau
hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala
arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap
terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang
tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara
dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam
hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh
kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai,
kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam,
namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter.
Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari
bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa
diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh
aliran gelombang tsunami.

Gempa bumi

Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan


bumi

akibat

pelepasan

energi

dari

dalam

secara

tiba-tiba

yang

menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh


pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu
pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu.
Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment
magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi
untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh
observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal
5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid.
gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan
besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah
yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar
bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan
besarnya.
2. Tipe-tipe Bencana berdasarkan area :
a. Kecil
Gunung Meletus
Gunung meletus mempunyai daerah cakupan bahaya yang kecil. Daerah
yang mempunyai dampak besar adalah tempat-tempat yang dekat

dengan Gunung Api tersebut.


Tanah Longsor
Tanah longsor biasanya hanya terjadi pada daerah tertentu yang
mempunyai pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe
dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Daerah

terjadi nya longsor terjadi dalam cakupan yang kecil.


b. Lebar
Tsunami
Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer
dari bibir pantai serta dapat memberikan dampak yang jauh dari pusat
terjadinya tsunami. Sebagai contoh adalah Tsunami Aceh pada tahun
2004 yang daerah cakupan nya hingga ke berbagai Negara.
3. Tipe-tipe Bencana berdasarkan keadaan sosial pasca bencana :
a. Fleksibel
Tsunami

Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan
karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran
gelombang tsunami. Namun masyarakat yang terkena bencana Tsunami
dapat belajar dari kejadian tsunami tersebut untuk lebih wasapada dan
dapat menyelamatkan diri terjadi nya tsunami. Sebagai Contoh di
Jepang, masyarakat Jepang dapat hidup normal kembali walau terkena
tsunami dan dapat membuat teknologi yang dapat memberitahukan
kapan terjadinya tsunami.

Gempa Bumi
Gempa Bumi adalah salah satu bencana besar yang dapat menelan
banyak korban. Namun banyak masyarat yang sudah paham untuk
menyelamatkan diri ketika gempa bumi terjadi. Selain itu dengan ada
nya teknologi dapat pula diciptakan teknologi yang dapat memprediksi

gempa bumi, sehingga dapat meminimalisir korban.


b. Tidak ada perubahan
Kekeringan
Pada daerah yang terjadi bencana kekeringan sulit untuk mengatasi
bencana kekeringan tersebut dengan cepat, karena waktu dari bencana
tersebut sangat lama sehingga mempengaruhi kondisi sosial dari
masyarakat yang terkena bencana kekeringan. Ditambah masyarakat
yang terkena bencana tersebut masih mempunyai ketergantungan
terhadap bantuan dari orang lain dan tidak mempunyai kemandirian

akibat bencana yang dating dalam kurun waktu yang lama.


Banjir
Banjir sering terjadi di berbagai daerah. Banyak penyebab yang
mengakibatkan

banjir

terjadi,

terutama

adalah

factor

manusia.

Kebiasaan manusia dalam menjaga lingkungan sangat lah buruk,


sebagai contoh dengan membuang sampah sembarangan bahkan
membuang sampah ke sungai. Selain itu, walaupun manusia telah tahu
jika banjir itu disebabkan oleh faktor kelalaian, tapi banyak yang belum
sadar, sehingga bencana banjir terjadi berulang-ulang. Sebagai contoh
banjir di Jakarta.
Referensi :

http://www.preventionweb.net/english/professional/terminology/v.php?id=494
http://www.oocities.org/ghsgeography/CE/12hazard.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_meletus
http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekeringan
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_longsor
http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami