Anda di halaman 1dari 3

[SMART EMOTION VOLUME #2 BY ANTONY DIO MARTIN]

Smart Emotion Volume #2


Anthony Dio Martin

http://junshibuyablog.wordpress.com | Summary by Jun Shibuya

[SMART EMOTION VOLUME #2 BY ANTONY DIO MARTIN]

Toxic Leader
Merupakan seorang pimpinan beracun, yang membangkitkan aura negatif baik bagi tim mauopun organinasinya.
Ciri ciri Utamanya :
1. Gaya manajemennya disebut Totem Pole Management
Seperti Patung Totem suku Indian yang bertumpuk tumpuk berbentuk suatu tiang
panjang menjualang kelangit. Seperti Itulah Toxic Leader. Yang paling menderita
adalah mereka yang berada diposisi paling bawah, mereka sering diabaikan,
disepelekan, bahakan tidak dianggap.
Para Toxic Leader meremehakan dan menginjak injak
ke bawah, tetapi menjilat keatas. Itulah sebabnya
mereka juga seringkali disebut mempunyai
menejemen gaya katak. Menyepak Ke kiri, menginjak
ke kanan. Sikut kiri, sikut ke kanan. Menginjkak ke bawah, menjilat ke atas.
2. Toxic Leader Menciptakan atmossfer kerja yang tidak menyenangkan.
Diantara sesama karayawan diciptakan suasan saling curiga. Tingkat Kepercayaan antar
individu dalamtime menjadi rendah, satu dengan yang lainnya diadu domba dan
suasana kerja menjadi tidak nyaman. Dalam situasi yang tidak nyaman itulah Toxic
Leader memancing diair keruh dan tampil seakan akan sebagai penengah,padahal
sebeneranya dialah yang sengaja menciptakan siasana seperti itu.

3. Menghargai, memuji bahakan mempromosikan karyawan karyawan yang memiliki blind loyality atau
loyalitas buta, tanpa banyak bertanya.
Karayawan yang kritis dan banyak bertanya dihambat. Ia menyukai karyawan yang tidak banyak neko - neko.
Adanya ketidak setujuan atau pertanyaan dari karyawan sering kali dianggap sebagai bentuk permusuhan
dan ketidak senangan. Sebagai balasannya, para toxic leader akan dikelilingi dan ia pun senang apabila
adabanyak yes man disampingnya. Ia royal memberikan pujian pada karyawan karyawan yang menurut
dan tidak banyak bvertanya atas setiap kebijkan maupun langkah yang dia ambil.
4. Merebak diantara para bawahan perasaan takut dan bersalah.
Para bawahannya bekerja karena takut. Dengan mudah ia mengecam dengan
penundaan kenaikan, terhambatnya promosi, ataupun ancaman ancaman yang
membuat bawahan merasa takut, tapi tidak bisa berbuat apa apa.
Disisi lain, merekajugamenciptakan rasa bersalah berkepanajangan pada karyawan
yang berbuat kesalahan. Seringkali, cacat atau kesalahan yang pernah dibuat
karyawan dicatat, diingat ingat, dan dijadikan kartu truf sebagai sarana untuk
mengecam bawahan tersebut, jika berniat melakukan hal hal bertentangan
dengan keinginannya.

http://junshibuyablog.wordpress.com | Summary by Jun Shibuya

[SMART
SMART EMOTION VOLUME #2 BY ANTONY DIO MARTIN]
5. Meskipun dalam waktu singkat mungkin tim kerjanya menghasilkan hasil yang baik,
dalam jangka panjang kinerja tim terus memburuk,
memburuk, khususnya dari sisi kualitas hasil
yang diberikan.
Masalahnya,, bawahannya bekerja dengan hasil seadanya, atau asal ada hasil. Rata
rata mereka tidak lagi bekerja dengan perasaan senang dan kreativitas yang
maximal. Kebanyakan hanya mengejar kuantitas, tapi dari sisi kualitasnya menurun
drastis.
6. Senang menciptakan
n suasana yang penuh kabut,
kabut, tidak jelas, serta kurang transparan.
Banyak peryataan yang tidak jelas dan ambigu atau yang bermakan ganda sering digunakan oleh para toxic
leader untuk menghindari tanggung jawab. Dengan cepat ia menolak atau menganulir keputusannya jika
terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Jika didesak atau dihadapkan padakata kata yang pernah diucapkan,
mereka dengan mudah akan mengelak dengan kata kata yang
ang manis. Misalnya O, saya tidak mengatakan
seperti itu. Dia ajayang salah memahami kata kata saya.
Jika ada yang mencoba melucuti niatnya yang jelek, dengan cepat ia akan berlindung dengan kata kata
atau kalimat yang menunjukkan bahwa seolah olah
h dirinya punya etika dan moral. Misalnya, ada seorang
toxic leader yang selalu menjelekan bagian lain saat atasan dari bagian lain tersebut tidak ada. Kalu prilaku
menjelek jelekan tersebut ketahuan dan memicu kemarahan atasan dari bagian lain tersebut, saat
dikonfrontasi, si toxic leader ini dengan enteng menjawab via sms, Apa maksud Anda? Saya adalah orang
yang profesional dan tidak mau mengurusi pekerjaan orang lain. Kerjaan saya sendiri sudah banyak, itu
hanya kata oranf oarang yang tidak menginginkan
menginginkan suasana kerja yang nyaman diantara kita. Mudah sekali
para toxic leader ini berlindung dibalik kata kata yang manis dan nor-Matif.
7. Jika kepepet, para toxic leader akan bisa meghalalkan segala cara asal tujuannya tercapai.
Selama tidak ada masalah toxic leader ini akan mengikuti SOP atau aturan yang berlaku. Tapi,apabila ambisi
atau tujuannya terhalangi dan kepepet, ia dengan mudah melibas semua aturan dengan mengabaikan etika
bahakan moral, untuk memeperoleh apa yang diharapkan.
Sisi Positif dari Toxic leader :
- Termasuk golongan oaring yang punya ambisi dan need achievement yang baik.
Sayangnya, cara mereka sampaikeatas dan cara mereka mempertahankan kepemimpinannya seringkali
keliru, dan meninggalakan banyak perasaan terluka pada
pada oaring lain,khususnya anak buahnya. Akibatnya tim
mereka memnderita.
Dalam jangka panjang, padre toxic leader ini justru menimbulkan emosi omsi negative pada naka buah
mereka. Tatkala mereka kehilangan kekuasaan atau turun dari jabatan mereka, dengan segera
merekakehilangan rasa hormat, bahakan dicibir dan dikenang dengan rapor yang buruk oleh para
bawahannya.
(Sayangnya,sampai saat ini belum ada ANTIVIRUS yang baik untk mengakal para toxic leader ini. Jadi
WASPADALAH!)
http://junshibuyablog.wordpress.com | Summary by Jun Shibuya