Anda di halaman 1dari 6

PARADIGMA MANAJEMEN PADA SUDUT PANDANG

POLITIK DAN RELATIONS IN POWERING


DALAM PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI

OLEH :
EKO PRASETIYO
21401091102

UNIVERSITAS ISLAM MALANG


2015

PARADIGMA MANAJEMEN PADA SUDUT PANDANG POLITIK


DALAM PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI
Perkembangan Sistem Informasi Manajemen
Berkembangnya organisasi akan di ikuti dengan berkembangnya pula kebutuhan akan
informasi pada tiap level manajemen. Sehingga kebutuhan koordinasi dan komunikasi juga
meningkat. Ketika sistem informasi telah dibuat, kebiasan pelaporan formal, setengah formal
bahkan yang informal dapat distandarisasikan. Arus informasi akan diatur berdasar tingkatan
pemakainya. Kriteria bagi sistem informasi manajemen yang tepat adalah sistem tersebut
dapat memberikan data yang cermat, tepat waktu dan penting artinya bagi perencanaan,
analisis dan pengendalian manajemen untuk mnegoptimalkan pertumbuhan perusahaan.
Penggunaan Sistem Informasi Manajemen
Banyak interface antara sektor publik dan sektor privat telah meningkat menurut ilmu
ukur. Pengalaman dalam teknik pengambilan keputusan menuntut digunakannya komputer
dalam ukuran besar dan perlengakapan pengolah data. Kebutuhan akan sistem informasi
manajemen dapat dilukiskan sebagai suatu hirarki.
1. Pada tingkatan paling bawah adalah sistem informasi yang berhubungan dengan
pengolah data.
2. Tingkatan kedua adalah kebutuhan sistem yang dapat menyebarkan informasi ke
pusat pengambilan keputusan.
3. Tingkatan ketiga adalah adanya unsur tambahan dari teknik pengambilan keputusan
statistis dan matematis yang digabung dengan sistem informasi berkembang.
4. Tingkatan keempat adalah adanya sistem yang saling mempengaruhi yang sering
disebut dengan sistem manusia-mesin.
5. Tingkatan kelima adalah adanya pengalihan tanggungjawan pengambilan keputusan
dari manusia ke sistem informasi keputusan.
Unsur-Unsur Sistem Informasi Manajemen Yang Efektif Paling tidak memenuhi dan
dapat menjawab pertanyaan berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Data atau informasi apa yang dibutuhkan


Kapan data atau informasi itu diperlukan
Siapa yang memerlukan
Dimana data atau informasi itu diperlukan
Dalam bentuk apa data tersebut
Berapa dana yang diperlukan
Prioritas data 8. Mekanisme perolehan data

8. Kontrol umpan balik data


9. Mekanisme perbaikan sistem data
Penggunaan Komputer Dalam Sistem Informasi
Komputer dapat dirumuskan sebagai suatu perlengkapan elektronik yang mengolah data,
mampu menerima masukan dan keluaran, dan mempunyai sifat seperti kecepatan yang tinggi,
ketelitian, dan kemampuan menyimpan instruksi untuk memecahkan masalah. Komputer
tidak dapat memulai berpikir, membetulkan kesalahan sendiri atau melakukan pengolahan
yang bersifat kreatif. Akan tetapi penemuan kesalahan yang sifatnya rutin dapat
diprogramkan kedalam komputer sehingga komputer tersebut dapat memberikan peringatan
kepada operatornya mengenai kesalahan yang terjadi dan sedang berjalan. Komputer yang
biasa digunakan dalam sistem informasi manajemen adalah komputr digital. Sedang
komputer analog digunakan untuk mengolah data yang sifatnya terus-menerus. Dari beberapa
hal yang dijelaskan diatas, maka Sistem Informasi Manajemen pada saat ini sudah banyak
digunakan dan diterapkan pada berbagai organisasi sesuai dengan kebutuhan.
Manajemen Teknologi Informasi sebagi sumber daya Politik
Organisasi dibagi ke dalam sub-sub kelompok fungsional seperti pemasaran, akuntasi,
dan produksi. Kelompok-kelompok ini mempunyai nilai (value) yang berbeda dan mereka
bersaing untuk mendapatkan resources, membuat kompetisi dan konflik. Teori politik
menggambarkan sistem informasi sebagai outcome dari persaingan politik antar sub-sub
kelompok untuk mempengaruhi kebijakan, prosedur, dan resources organisasi.
Pemasaran politik itu telah banyak digunakan secara sistematis di Indonesia sejak
pemilihan umum lebih terbuka dan persaingan sehat mulai terjadi tahun 1999. Konsep
manajemen partai politik juga menemukan relevansinya karena lima tahun ke depan isu
manajemen parpol secara modern sudah harus diterapkan partai politik di Indonesia. Politik
bisa didekati dari disiplin ilmu manajemen secara konseptual teoretis, tidak melulu ilmu
politik. Dalam perspektif perilaku, terdapat benang merah antara Perilaku dan Politik.
Termasuk, pemasaran politik merupakan perilaku bagaimana politisi dan partai politik bisa
memasarkan ide dan gagasannya, memenangi persaingan, atau mengelola partai politik.
Pengaruh Relation in Powering dalam Pengelolaan Sistem Informasi pada Paradigma
Manajemen

Review Human Relations Perbedaan antara manajemen teknis dan interaktif. Prinsipprinsip manajemen interaktif Peningkatan efektivitas pegawai di tempat kerja. Pengertian
akan manusia Pentingnya manipulasi konstruktif. Suatu pendekatan (approach) pada teori
organisasi di tahun 1930-an yang merupakan tantangan terhadap mashab manajemen ilmiah.
Human Relations approach sangat dipengaruhi oleh studi Hawthorne dan karya- karya Elton
Mayo, serta Kurt Lewin dan Douglas Mc. Gregor
1. Seseorang sangat menginginkan perlakuan yang sopan dan santun
2. Seseorang dapat menerima pengarahan dari pimpinan-pimpinannya
3. Ia suka merasakan pentingnya peranannya dalam pekerjaan
4. Ia mendambakan mempunyai seorang pimpinan yang mengutamakan rasa hormat daripada
tuntutan-tuntutan
5. Ia menghendaki pengakuan, sangat menginginkan keamanan, berambisi mendapatkan
kepercayaan dan keyakinan diri
Memperlakukan orang sebagai manusia dan bukan sebagai tumpukan keterampilan
Memahami orang dengan lebih baik dan berkomunikasi dengan mereka secara efektif
Membuat orang merasa berguna dan penting dalam organisasi Menciptakan perasaan puas
antar pribadi
Menekankan pentingnya moral dalam suatu organisasi dan kebutuhan hubungan kerja
yang baik antara pimpinan dan mereka yang dipimpin dalam upaya mencapai hasil guna
(effectiveness) dan produktivitas yang tinggi.
Tanpa campur tangan (intervensi) pimpinan karyawan akan menjadi pasif bahkan
mungkin menentang terhadap kebutuhan- kebutuhan organisasi maka pimpinan perlu
membujuk, memberi penghargaan, menghukum, dan mengendalikan karyawan, serta
memberikan pengarahan pada tindakan-tindakan mereka.
Teknis Interaktif Orientasi pada perusahaan Orientasi pada pegawai Memerintah
Menjelaskan dan Mendengarkan Memaksakan kepatuhan Mengembangkan komitmen
Orientasi tugas/pekerjaan Orientasi Manusia Tidak fleksibel Adaptable (fleksibel) Tidak
mengindahkan kebutuhanMemuaskan kebutuhan Menciptakan ketakutan dan ketegangan
Menimbulkan kepercayaan dan pengertian
Keseluruhan proses manajemen dibangun berdasarkan hubungan ikatan kepercayaan
yang membutuhkan keterbukaan dan kejujuran baik dari pihak manajer maupun pekerja.
Bawahan menurut /melakukan pekerjaannya, bukan karena mereka dibuat seperti itu, tetapi
karena mereka merasa mengerti oleh manajer dan memahami masalahnya

Pekerja bekerja keras untuk membuat keputusan yang benar. Mereka merasa tidak
suka dimanipulasi, dikontrol, atau dibujuk untuk membuat keputusan bahkan jika keputusan
itu yang akhirnya mereka buat. Jangan memecahkan masalah bawahan. Mereka akan merasa
tidak menyukai solusi tersebut, dan jika anda sebagai manajer memperkenalkan solusinya,
mereka akan tidak menyukai anda. Tunjukan masalahnya; jangan pecahkan. Biarkan bawahan
memecahkan masalah-masalah mereka dengan bantuan anda.
Tiap perusahaan memiliki system untuk mengumpulkan dan memelihara data yang
menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan
melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem manajemen sumber
daya manusia (human resource information system) atau HRIS.
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk
interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan
teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya
mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti
dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkahlangkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya
perusahaan/enterprise resource planning (ERP).
Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh
dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal.
Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang
sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain
yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih
kaku dengan aturan-aturannya.
Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Model HRIS meliputi tiga subsistem input :
SIA (Sistem Informasi Akuntansi).
Menyediakan data personil yang berkaitan dengan keuangan.
Penelitian Sumber Daya Manusia.
Berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh
Penelitian Suksesi (succession study).
Analisis dan evaluasi jabatan (job analysis and evaluation).
Penelitian keluhangrievance studies)

Inteligen Sumber Daya Manusia.


Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari
lingkungan perusahaan yang meliputi :
Inteligen Pemerintah
Inteligen Pemasok
Inteligen Serikat Pekerja
Inteligen Masyarakat global
Inteligen masyarakat Keuangan
Inteligen Pesaing
Kemudian dari model subsistem input HRIS dimasukkan ke dalam suatu database yang telah
dirancang oleh perusahaan tersebut. Database HRIS bukan hanya data mengenai pegawai
tetapi

juga

mengenai

perorangan

dan

organisasi

mempengaruhi arus personil.


Model HRIS meliputi enam subsistem output yaitu :
Subsistem Perencanaan Kerja.
Subsistem Perekrutan
Subsistem Manajemen Angkatan Kerja.
Subsistem Tunjangan.
Subsistem Benefit.
Subsistem Pelapor Lingkungan.

dilingkungan

perusahaan

yang