Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah


Permasalahan banjir di ibukota DKI Jakarta merupakan hal yang tidak asing
lagi. Setiap musim penghujan warga Jakarta dirundungi rasa was-was akan banjir
yang akan melanda ibukota tersebut. Pembangunan gedung-gedung pencakar langit
pun membuat kondisi muka tanah di Jakarta semakin turun dan membuat muka air
meningkat. Belum lagi minimnya daerah resapan air dan rusaknya DAS Ciliwung
hulu memperparah banjir yang melanda Jakarta.
Kondisi Jakarta sebagai ibukota negara sangat memprihatinkan terlebih lagi
Jakarta merupakan pusat perekonomian. Berkaca pada hal tersebut Tokyo ibukota
Negara Jepang pun pernah mengalaminya. Berkurangnya lahan hutan,sungai, danau
dan daerah resapan air membuat banjir tak dapat terelakan. Ditambah Terlebih lagi
jumlah presipitasi curah hujan di Jepang tergolong tinggi 1.714 mm/tahun dibanding
Australia, Amerika Serikat, Saudi Arabia, Perancis, Inggris dan negara-negara dunia
lainnya pada musim penghujan dan badai. Kebanyakan kota-kota di Jepang berada di
bawah level ketinggian sungai. Apalagi dibangunnya subway akan menumbuhkan
underground city dan pusat-pusat keramaian sampai beberapa tingkat ke bagian
bawah tanah. Hal ini sangat rawan terhadap bahaya banjir merusak. Problematika
urbanisasi yang semakin besar kian tahunnya menyerobot lahan yang seharusnya
diperuntukkan daerah bebas untuk cacthment area. Hal ini betul-betul memperparah
keadaan Tokyo.

Namun jepang bisa mengatasi masalah banjir yang dialaminya dengan


beberapa konsep penanganan banjir. Menelaah keberhasilan konsep penanganan
banjir di Jepang, Indonesia mencoba menerapkan konsep penanganan banjir yang
digunakan oleh Jepang.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diidentifikasikan
beberapa masalah sebagi berikut:
-

Apakah Persamaan Banjir di Indonesia dan di Jepang?


Bagaimana Metode Penanganan Banjir yang tepat guna?

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, maka penulis membatasi masalah
Penggunaan Metode Penanganan Banjir dengan system Multi Purpose Retarding
Basin

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, maka perumusan masalahnya adalah :
1. Apakah pengertian Retarding Basin?
2. Apakah fungsi Retarding Basin?
3. Bagaimana Perencanaan retarding Basin?
4. Apakah keuntungan yang didapat dengan adanya Retarding Basin?

E. Kegunaan Makalah
Kegunaan makalah ini diharapkan dapat dijadikan pengetahuan secara
umum kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui manfaat retarding basin dalam
mengatasi banjir. Selain itu juga diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi
mahasiswa jurusan Teknik Sipil.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Retarding Basin


Retarding Basin adalah cekungan yang dirancang dan dioperasikan untuk
menyediakan penyimpanan sementara dan dengan demikian mengurangi puncak
arus banjir sungai. Cekungan tersebut dibangun untuk menekan biaya upgrade
saluran hilir, untuk mengurangi dampak banjir hilir atau untuk memenuhi
persyaratan membatasi puncak tangkapan air aga jangan sampai keluar dari kota.
Filosofi metode ini adalah mencegat air yang mengalir dari hulu dengan
membuat kolam-kolam retensi (retarding basin) sebelum masuk ke hilir.
Retarding basin dibuat di bagian tengah dan hulu kanan-kiri alur sungai-sungai
yang masuk kawasan yang akan diselamatkan.
B. Fungsi Retarding Basin
Fungsi retarding basin selain untuk memangkas puncak banjir, juga
sebagai penyimpan air untuk dilepaskan pada saat musim kemarau dan
meningkatkan konservasi air tanah karena selama air tertahan peresapan air
terjadi. Dengan adanya cadangan di retarding basin, pada musim kemarau air
dapat dipakai untuk penggelontoran saluran drainase dan sungai-sungai di daerah
hilir.

Retarding basin harus didesain ramah lingkungan, artinya bangunannya


cukup dibuat dengan mengeruk dan melebarkan bantaran sungai, memanfaatkan
sungai mati atau sungai purba yang ada, memanfaatkan cekungan-cekungan, situ,
dan rawa-rawa yang masih ada di sepanjang sungai, dan dengan pengerukan areal
di tepi sungai untuk dijadikan kolam retarding basin.
C. Perencanaan Retarding Basin
Dalam proses perncanaan pembuatan retarding basin yang harus dilakukan
adalah:
-

Membuat Master Plan mengenai wilayah retarding basin.


ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Perbaikan Sungai
Perbaikan saluran irigasi (tanggul/embankment, pengerukan dasar
sungai/dredging), kontruksi ketahanan daerah cekungan dan saluran limpahan
banjir.
2. Penanggulangan kerusakan
Pelaksanaanya dilakukan di tiga area :
a. Area penahan (retention) : perbaikan kontrol distrik urbanisasi, konservasi
alam, promosi gerakan penghijauan, kontruksi daerah cekungan, instalasi
trotoar yang mampu menyerap limpasan air, dan mesin penyedot air.
b. Area pemelihara (detention) : pelestarian zona bebas urban, pengawasan

lahan, promosi lahan hijau.


c. Area rendah (rawan banjir): pembuatan fasilitas drainase, pembuatan
fasilitas cadangan bahan pangan, sandang kebutuhan darurat bencana,
mendorong penggunaan bangunan tahan air (floodproof).
3. Penanggulangan (mitigasi) bencana
Terdiri dari : peresmian sistem peringatan dan evakuasi bencana, perluasan
sistem flood-fighting yang telah ada, mendorong penggunaan bangunan
floodproof, penyebaran informasi sesama warga setempat sekaligus
membentuk komunitas bersama warga sadar bencana banjir, pengendalian
lingkungan (pembuangan sampah) agar tidak mengganggu jalannya saluran
air, dan publikasi area peta historis inundasi (kenaikan air mencapai daratan).

Contoh gambar Master plan retarding basin pada sungai Tsurumi Jepang
-

Membuat system konservasi air


System konservasi air di buat agar pada saat banjir tidak menggenangi kota dan
air dapat digunakan kembali di musim penghujan. Pembuantan system ini bisa
diterapakan pada daerah perumahan dan perkantoran dengan membuat sumur
resapan, lubang galian tanah, membuat pari-parit, dan modifikasi lansekap.

Gambar Perencanaan konservasi air

Gambar modifikasi lansekap pada perumahan dan perkantoran

D. Proses Pelaksanaan Pembuatan Retarding Basin


Dalam perencanaanya retarding basin meliki filsosofi konservasi air yaitu
memangkas debit aliran limpasan pada saat banjir dan menahan aliran tersebut
agar dapat digunakan pada musim kemarau.
Untuk meningkatkan koleksi airnya (perlambatan), daerah d sekitar sungai
harus dikelilingi oleh tanggul dan memiliki galian yang lebih dalam dari daerah

sekitarnya. Kemudian, beberapa tambak dibangun untuk memungkinkan air


meluap dari sungai dan mengalir ke cekungan.

Gambar perencanaan pembuatan retarding basin

Selain itu perlu dibuat juga beberapa daerah dan bangunan penahan, seperti :
1. Sewage improvements
Yaitu Sebuah stasiun pompa debit air untuk melindungi daerah dataran rendah
dari kerusakan banjir.

gambar stsiun pompa (sewage improvements)

10

2. Disaster mitigation regulating reservoirs (Mitigasi bencana mengatur


waduk,waduk pengatur sementara)
Waduk ini menyimpan sementara curah hujan sehingga tidak
menggenangi sungai sekaligus. Yang fungsinya sebagai bak
penampung sementara yang nantinya aor pada waduk tersebut
akan dialirkan ke sungai secara perlahan.

Gambar waduk sementara


(Kirigaoka regulating reservoir sebuah lapangan tenis yang bisa
mengumpulkan air saat banjir di jepang)
3. Greenery preservation (daerah pelestarian hijau)
Yaitu lahan penghijauan yang secara alami dapat menyerap curah hujan

11

Gambar lahan hijau penyerapan air hujan


E. Cara Kerja Retarding basin
Negara yang telah menerapkan retarding basin adalah Negara jepang, berikut
merupakan cara kerja retarding basin pada sungai tsurumi di Jepang
Retarding basin yang mengatur banjir di Sungai Tsurumi adalah mencakup
oleh tanggul sekitarnya, dan dengan menggali interior, insinyur telah mampu
memastikan bahwa hal itu dapat memegang volume tertentu air banjir.
DAS ini dapat menyimpan maksimum sebesar 3,9 juta meter kubik.

12

Saat ini tampak seperti banjir akan menyebabkan sungai meluap, air dari sungai
dapat mengalir selama tanggul meluap ke jenis cekungan penghambat

Air mengalir di atas bendungan tipe overflow dibangun di sepanjang Sungai


Tsurumi
Karena jenis meluap tanggul di sepanjang Sungai Tsurumi dibangun sekitar 3
meter lebih rendah dari tanggul yang memisahkan, mereka memungkinkan banjir
mengalir ke cekungan penghambat. Dengan menyimpan sementara air, cekungan
mencegah air yang menyebabkan banjir besar-besaran di hilir daerah aliran
Sungai Tsurumi..

13

2 banjir untuk sementara disimpan dalam cekungan penghambat.

Ketika banjir selesai, air disimpan secara bertahap dibuang kembali ke Sungai
Tsurumi
Ketika banjir berlalu, air dibiarkan mengalir melalui spillway kembali ke Sungai
Tsurumi.

14

3 Bila tingkat air turun sungai, sewage gate digunakan untuk memungkinkan air mengalir
secara bertahap kembali ke sungai.

F. Keuntungan Retarding Basin


Keuntungan dari retarding basin adalah
1) Sarana pengendalian banjir yang tepat guna
2) Dapat dijadikan sebagai tempat penyimpanan cadangan air sementara, dan air
tersebur dapat digunakan saat musim kemarau.
3) Sebagai sarana pariwisata
4) Mengurangi Polusi karena terdapat lahan hijau
BAB III
KESIMPULAN

15

Setelah membaca uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kita jadi mengerti
tentang pengetian retarding basin, fungsi retarding basin, proses pembutan dan
perencanaan dan manfaat yang diperoleh dari adanya retarding basin tersebut. Tentunya
dengan adanya retarding basin tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan banjir.
Dan tentunya diharapkan Indonesia dapat menerapkan system tersebut guna
mengatasi permasalahan banjir yang ada. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari
berbagai pihak demi terlaksananya Indonesia yang bebas banjir.

DAFTAR PUSTAKA

16

http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/retarding-basin/
http://www.damsafety.nsw.gov.au/Dams/Requirements/stormwater.shtm
http://iahs.info/redbooks/a213/iahs_213_0403.pdf
http://www.ktr.mlit.go.jp/keihin/english/tsurumi/oasis_03.htm

DAFTAR ISI

17

KATA PENGANTAR............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.. 1
B. Identifikasi Masalah.... 2
C. Pembatasan Masalah... 2
D. Perumusan Masalah.... 2
E. Kegunaan Makalah..... 3

BAB II.

PEMBAHASAN
A. Pengertian Retarding basin......... 3
B. Fungsi Retarding Basin...................... 3
C. Perencanaan Retarding Basin

D. Poses Pelaksanaan Retarding Basin 4


E. Keuntungan dari adanya BKT 12

BAB III.

KESIMPULAN

13

DAFTAR PUSTAKA..

14

MAKALAH DRAINASE PERKOTAAN


MULTI PURPOSE RETARDING BASIN

18

NAMA

: RISSA NUR APRILIA

NO. REGISTRASI

: 5415077674

PROGRAM STUDI

: S1 PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Drainase Perkotaan

PROGAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010

KATA PENGANTAR

19

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua


Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan
rahmat karunia dan nikmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan proposal
ini dengan judul BKT apabila dikerjakan dan dikelola dengan baik akan menjadi suatu
solusi untuk masalah banjir Jakarta dan akan mendatangkan banyak manfaat.
Banyak sekali masalah yang datang dalam penyelesaian makalah ini, hal ini tidak
membuat penulis patah semangat tetapi membuat penulis menjadi terpacu untuk
menyelesaikannya dengan baik dan giat.
Makalah ini merupakan tugas mata kuliah metodelogi Penelitian. Kritik dan saran
penulis butuhkan guna kesempurnaan makalah ini.
Penulis berharap bahwa makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan
pembaca pada umumnya.

Terima Kasih dan Sampai Jumpa

Jakarta,Desember 2009

Penulis

20

21