Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kurang kaloriprotein (KKP) adalah suatu penyakit gangguan gizi yang dikarenakan adanya
defisiensi kalori dan protein dengan tekanan yang bervariasi pada defisiensi protein maupun energi
Kekurangan kalori protein.
Penyakit Kurang Kalori Protein pada dasarnya terjadi karena defisiensi energi dan defisiensi
protein, disertai susunan hidangan yang tidak seimbang. Penyakit KKP terutama menyerang anakanak yang sedang dalam masa pertumbuhan, dan dapat pula menyerang orang dewasa yang biasanya
Penyakit Kurang Energi Proteinkekurangan makan secara menyeluruh. merupakan bentuk
malnutrisi yang terdapat terutama pada anak-anak di bawah umur 5 tahun dan kebanyakan di negaranegara sedang berkembang.
Ada dua bentuk KEP yaitu sering kita ketahui yaitu marasmus dan kwashiorkor. Baik
marasmus maupun kwashiorkor keduanya disebabkan oleh Akan tetapi pada marasmus di samping
kekurangan protein. kekurangan protein terjadi juga kekurangan energi.Sedangkan pada kwashiorkor
yang kurang hanya protein, sementara kalori cukup.Marasmus terjadi pada anak usia yang sangat
muda yaitu pada bulan pertama setelah lahir, sedangkan kwashiorkor umumnya ditemukan pada usia
6 bulan sampai 4 tahun. Makalah ini akan menjelaskan mengenai kwashiorkor.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

1.3.

Apa itu penyakit Kwashiorkor ?


Bagaimanakah gejala penyakit kwashiorkor?
Bagaimana penyebab penyakit Kwashiorkor?
Bagaimanakah cara pengobatan penyakit kwashiorkor?
Apa contoh kasusnya?

Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai

berikut.
1.
2.
3.
4.

Menjelaskan penyakit kwashiorkor.


Menjelaskan gejala penyakit kwashiorkor.
Menjelaskan faktor penyakit kwashiorkor.
Menjelaskan cara mencegah penyakit kwashiorkor.

1.4. Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Agar mengetahui gejala, faktor, dan cara mencegah penyakit kwashiorkor.
1

2. Agar masyarakat bisa memperbaiki nilai gizi, energi, dan protein sesuai kebutuhan.
3. Agar ibu-ibu tahu cara mengatasi agar anak-anak mereka tidak ada yang mengalami
penyakit kwashiorkor.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
2.1.1 Protein
2

Protein merupakan salah satu makromolekul yang sangat penting dalam kehidupan ini
terutama untuk pertumbuhan. Protein dalam tubuh akan mengalami proses metabolisme
sehingga dari proses metabolisme inilah protein dapat dimanfaatkan dalam tubuh. Makan
makanan bergizi termasuk protein sangat dianjurkan agar kebutuhan gizi dalam tubuh
terpenuhi
Protein merupakan suatu zat makanan yangsangat penting bagi tubuh, karena zat
inidisamping berfungsi sebagai zatpembangun dan pengatur, Protein adalahsumber asamasam amino yangmengandung unsur C, H, O dan N yangtidak dimiliki oleh lemak atau
karbohidrat.Molekul protein mengandung pula posfor,belerang dan ada jenis protein
yangmengandung unsur logam seperti besi dantembaga .
2.1.2 Metabolisme Protein
Metabolisme Protein pada Penderita Kwashiorkor Ada tiga kemungkinan mekanisme
pengubahan protein , yaitu Sel-sel mati, lalu komponennya mengalami proses penguraian
atau katabolisme dan dibentuk sel-sel baru. Masing-masing protein mengalami proses
penguraian dan terjadi sintesis protein baru, tanpa ada sel yang mati. Protein dikeluarkan dari
dalam sel diganti dengan sinteis protein baru
Protein dalam Pada penderita makanan pencernaan Kwashiorkor, asupan Asam
Amino protein dari makanan absorbsi kurang sehingga A. A dalam darah menyebabkan
neraca protein negatif A.A. dl HATI A. A. dl Hati A.A. Dalam darah (ektrasel) (intra sel)
(keluaran>masukan) sehingga asam amino A. A. ektra sel Senyawa N lain PROTEIN dalam
darah, hati dan intrasel mengalami defisiensi yang A. A. intra sel Sik. A. Sitrat A. Keto NH3
menyebabkan proses metabolisme selanjutnya terganggu. SPROTEI A. Keto Asam lemak
ureaN

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian
Saat ini, penyakit masyarakat yang berhubungan dengan kekurangan gizi, yaitu
berhubungan dengan protein adalah kwashiorkor. Kwashiorkor adalah salah satu jenis

penyakit kekurangan protein yang belakangan ini sering terjadi. Kwashiorkor biasanya terjadi
pada balita dan anak-anak.
Kwashiorkor tidak boleh dianggap sebagai masalah yang sepele, karena penyakit ini
dapat beresiko kematian. Penyakit ini biasanya menyerang masyarakat kurang mampu atau
masyarakat sosial ekonomi rendah.
Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan kwashiorkor pada anakanak dibawah lima tahun, kekurangan protein secara bersamaan dengan kekurangan energi
yang menyebabkan kondisi yang dinamakan marasmus. Sindroma gabungan dua jenis
kekurangan protein dinamakan Energy-Protein Malnutrition/EPM atau Kurang Energi
Protein/KEP. Jenis penyakit ini adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan zat gizi
dalam tubuhnya.
Kata kwarshiorkor berasal dari bahasa Ghana-Afrika yang berati anak yang
kekurangan kasih sayang ibu. Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat
yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal
atau tinggi Kwashiorkor paling seringnya terjadi pada usia antara 1-4 tahun, namun dapat
pula terjadi pada bayi. Kwashiorkor yang mungkin terjadi pada orang dewasa adalah sebagai
komplikasi dari parasit atau infeksi lain.
Kwashiorkor adalah satu bentuk malnutrisi yang disebabkan oleh defisiensi protein
yang berat bisa dengan konsumsi energi dan kalori tubuh yang tidak mencukupi kebutuhan.
Kwashiorkor atau busung lapar adalah salah satu bentuk sindroma dari gangguan yang
dikenali sebagai Malnutrisi Energi Protein (MEP) Dengan beberapa karakteristik berupa
edema dan kegagalan pertumbuhan, depigmentasi, hyperkeratosis.
Pada defesiensi protein murni tidak terjadi katabolisme jaringan yang sangat lebih,
karena persediaan energi dapat dipenuhi oleh jumlah kalori dalam dietnya. kelainanan yang
mencolok adalah gangguan metabolik dan perubahan sel yang meyebabkan edem dan
perlemakan hati. Karena kekurangan protein dalam diet, akan terjadi kekurangan berbagai
asam amino esensial dalam serum yang diperlukan untuk sentesis dan metabolisme. Makin
kekurangan asam amnino dalam serum ini akan menyebabkan kurangnya produksi albumin
oleh hepar yang kemudian berakibat edem. perlemakan hati terjadi karena gangguan
pembentukan beta-lipoprotein, sehingga transport lemak dari hati kedepot terganggu, dengan
akibat terjadinya penimbunan lemah dalam hati.

3.2 Gejala
4

Manifestasi dini pada kwashiorkor cukup samar-samar mencakup letargi,apati, dan


iritabilitas. Manifestasi lanjut yang berkembang dapat berupa pertumbuhan yang tidak
memadai, kurangnya stamina, hilangnya jaringan otot, menjadi lebih peka terhadap serangan
infeksi dan edema. Nafsu makan berkurang ,jaringan bawah kulit mengendor dan lembek
serta ketegangan otot menghilang. Pembesaran hati dapat terjadi secra dini atau kalau sudah
lanjut, infiltrasi lemak lazim ditemukan. Edema biasanya terjadi secara dini,kegagalan
mencapai penambahan BB ini dapat terselubungi oleh edema yang terjadi ,yang kerap kali
telah terdapat pada organ-organ dalam,sebelum ia dapat terlihat pada muka dan anggota
gerak.

1. Wujud Umum
Secara umumnya penderita kwashiorkor tampak pucat, kurus, atrofi pada ekstremitas,
adanya edema pedis dan pretibial serta asites. Muka penderita ada tanda moon face dari
akibat terjadinya edema.
2. Retardasi Pertumbuhan
Gejala penting ialah pertumbuhan yang terganggu. Selain berat badan, tinggi badan
juga kurang dibandingkan dengan anak sehat.
3. Perubahan Mental
Biasanya penderita cengeng, hilang nafsu makan dan rewel. Pada stadium lanjut bisa
menjadi apatis. Kesadarannya juga bisa menurun, dan anak menjadi pasif.

4. Edema
Pada sebagian besar penderita ditemukan edema baik ringan maupun berat. Edemanya
bersifat pitting. Edema terjadi bisa disebabkan hipoalbuminemia, gangguan dinding kapiler,
dan hormonal akibat dari gangguan eliminasi ADH.
5. Kelainan Rambut
5

Perubahan rambut sering dijumpai, baik mengenai bangunnya (texture), maupun


warnanya. Sangat khas untuk penderita kwashiorkor ialah rambut kepala yang mudah
tercabut tanpa rasa sakit. Pada penderita kwashiorkor lanjut, rambut akan tampak kusam,
halus, kering, jarang dan berubah warna menjadi putih. Sering bulu mata menjadi panjang.
6. Kelainan Kulit
Kulit penderita biasanya kering dengan menunjukkan garis-garis kulit yang lebih
mendalam dan lebar. Sering ditemukan hiperpigmentasi dan persisikan kulit. Pada sebagian
besar penderita dtemukan perubahan kulit yang khas untuk penyakit kwashiorkor, yaitu crazy
pavement dermatosis yang merupakan bercak-bercak putih atau merah muda dengan tepi
hitam ditemukan pada bagian tubuh yang sering mendapat tekanan

(4,5)

. Terutama bila tekanan

itu terus-menerus dan disertai kelembapan oleh keringat atau ekskreta, seperti pada bokong,
fosa politea, lutut, buku kaki, paha, lipat paha, dan sebagainya. Perubahan kulit demikian
dimulai dengan bercak-bercak kecil merah yang dalam waktu singkat bertambah dan berpadu
untuk menjadi hitam. Pada suatu saat mengelupas dan memperlihatkan bagian-bagian yang
tidak mengandung pigmen, dibatasi oleh tepi yang masih hitam oleh hiperpigmentasi.
7. Kelainan Gigi dan Tulang
Pada tulang penderita kwashiorkor didapatkan dekalsifikasi, osteoporosis, dan
hambatan pertumbuhan. Sering juga ditemukan caries pada gigi penderita.
8. Kelainan Hati
Pada biopsi hati ditemukan perlemakan, bisa juga ditemukan biopsi hati yang hampir
semua sela hati mengandung vakuol lemak besar. Sering juga ditemukan tanda fibrosis,
nekrosis, da infiltrasi sel mononukleus. Perlemakan hati terjadi akibat defisiensi faktor
lipotropik.
9. Kelainan Darah dan Sumsum Tulang
Anemia ringan selalu ditemukan pada penderita kwashiorkor. Bila disertai penyakit
lain, terutama infestasi parasit ( ankilostomiasis, amoebiasis) maka dapat dijumpai anemia
berat. Anemia juga terjadi disebabkan kurangnya nutrien yang penting untuk pembentukan
darah seperti Ferum, vitamin B kompleks (B12, folat, B6). Kelainan dari pembentukan darah
dari hipoplasia atau aplasia sumsum tulang disebabkan defisiensi protein dan infeksi
6

menahun. Defisiensi protein juga menyebabkan gangguan pembentukan sistem kekebalan


tubuh. Akibatnya terjadi defek umunitas seluler, dan gangguan sistem komplimen.
10. Kelainan Pankreas dan Kelenjar Lain
Di pankreas dan kebanyakan kelenjar lain seperti parotis, lakrimal, saliva dan usus
halus terjadi perlemakan.
11. Kelainan Jantung
Bisa terjadi miodegenerasi jantung dan gangguan fungsi jantung disebabkan
hipokalemi dan hipmagnesemia.
12. Kelainan Gastrointestinal
Gejala gastrointestinal merupakan gejala yang penting. Anoreksia kadang-kadang
demikian hebatnya, sehingga segala pemberian makanan ditolak dan makanan hanya dapat
diberikan dengan sonde lambung. Diare terdapat pada sebagian besar penderita. Hal ini
terjadi karena 3 masalah utama yaitu berupa infeksi atau infestasi usus, intoleransi laktosa,
dan malabsorbsi lemak. Intoleransi laktosa disebabkan defisiensi laktase. Malabsorbsi lemak
terjadi akibat defisiensi garam empedu, konyugasi hati, defisiensi lipase pankreas, dan atrofi
villi mukosa usus halus.
Dermatitis juga lazim ditemukan.Penggelapan kulit terjadi pada tempat-tempat yang
mengalami iritasi,namun tidak pada daerah-daerah yang terkena sinar matahari.. Rambutnya
biasanya jarang dan halu-halus serta kehilangan elastisitasnya. Pada anak-anak yang
berambut gelap dapat terlihat jalur-jalur rambut berwarna merah atau abu-abu.Otot-otonya
tampak lemah dan atrofi,tetapi sesekali dapat ditemukan lemak dibawah kulit yang
berlebihan.

3.3 Penyebab
Penyebab terjadinya kwashiorkor adalah inadekuatnya intake protein yang berlansung
kronis. Faktor yang dapat menyebabkan hal tersbut diatas antara lain:
1. Pola makan
Protein (dan asam amino) adalah zat yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan
berkembang. Meskipun intake makanan mengandung kalori yang cukup, tidak semua
7

makanan mengandung protein/asam amino yang memadai. Bayi yang masih menyusui
umumnya mendapatkan protein dari ASI yang diberikan ibunya, namun bagi yang tidak
memperoleh ASI protein adri sumber-sumber lain (susu, telur, keju, tahu dan lain-lain)
sangatlah dibutuhkan. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai keseimbangan nutrisi anak
berperan penting terhadap terjadi kwashiorkhor, terutama pada masa peralihan ASI ke
makanan pengganti ASI.
2. Faktor sosial
Hidup di negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, keadaan sosial dan
politik tidak stabil, ataupun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan
sudah berlansung turun-turun dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinya kwashiorkor.
3. Faktor ekonomi
Kemiskinan keluarga/ penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi
kebutuhan berakibat pada keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi, saat dimana ibunya pun
tidak dapat mencukupi kebutuhan proteinnya.
4. Faktor infeksi dan penyakit lain
Telah lama diketahui bahwa adanya interaksi sinergis antara MEP dan infeksi. Infeksi
derajat apapun dapat memperburuk keadaan gizi. Dan sebaliknya MEP, walaupun dalam
derajat ringan akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi.

Rangkuman beberapa mekanisme yang terlibat di dalam timbulnya kwasiokor

Kadar protei rendah/asupan karbohidrat tinggi

Difisiensi asam amino

Prekurso sintesis

lemak
Adekuat akibat penurunan

sintesis protein
penurunan sintesis Hb,
trnsferin, dan albumin
Perlemakkan hati

Hipoalbuminemia, yang
menyebabkan edema

Hepatomegali

moderat

Abdoman mengembung

3.4 Pengobatan
Prinsip pengobatanya adalah:
1) Memberikan makanan yang mengandung banyak proteinbernilai biologik tinggi,
tinggi kalori, cukup cairan, vitamin dan mineral
2) Makanan harus dihidangkan dalam bentuk mudah dicerna dan diserap
3) Makanan diberikan secara bertahap, karena toleransi terhadap makanan sangat
rendah.
4) Penanganan terhadap penyakit penyerta.
5) Tindak lanjut berupa pemantauan kesehatan penderita dan penyuluhan gizi terhadap
keluarga.
Segera dilakukan pengobatan jika sudah terdapat gejala. Sesudah pengobatan dimulai,
penderita dapat kehilangan berat badannya selama beberapa minggu karena menghilangnya
edem. Enzim serum dan usus kembali ke normal, penyerapan lemak dan usus kembali
membaik. Diet berkalori tinggi dan protein tinggi tidak diberikan terlalu cepat karena hati
dapat menjadi besar, abdomen menjadi sangat kembung dan anak membaiknya lebih lamabat.
Penderita perlu mendapatkan lebih banyak kalori dan protein. Namun, anak-anak
yang memiliki kondisi ini tidak akan pernah mencapai pertumbuhan maksimal.Perawatan

tergantung pada keparahan kondisi. Orang-orang yang shock perlu penanganan segera untuk
memulihkan volume darah dan menjaga tekanan darah.
Kalori pertama diberikan dalam bentuk karbohidrat, gula, dan lemak. Protein adalah
dimulai setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah menyediakan energi. Suplemen vitamin
dan mineral penting.Karena orang akan telah tanpa banyak makanan untuk jangka waktu
lama, makan dapat menyebabkan masalah, terutama jika kalori yang terlalu tinggi pada
awalnya. Makanan harus diperkenalkan kembali perlahan-lahan. Karbohidrat pertama
diberikan untuk memasok energi, diikuti oleh makanan yang mengandung protein.

3.5 Contoh Kasus


3.5.1 Riwayat Penyakit Dan Pemeriksaan Jasmani
Seorang anak perempuan berusia dua tahun di bawa ibunya kebagian rawat jalan
rumah sakit setempat. Ibu tersubut mempunyai empat anak, dan anak yang paling bungsu
berusia tiga bulan serta masih mempunyai ASI. Ayah penah menderita patah tungkai dalam
peristiwa kecelakaan tahun lalu dan sejak itu tidak mampu bekerja. Dengan
demikian,penghasilan keluarganya dan mereka tidak mampu membeli susu serta daging
secara teratur. Makanan utama merekahanya makanan pokok yang mengandung pati
sehingga kaya karbohidrat dtetapi sehingga rendah protein. Ibu anak ini mengatakan bahwa
anak perempuannya ini kurang mengalami diare yang intermiten, belakangan ini menderita
batuk serta panas, dan menjadi rewel serta tampak lesu.
Pada pemeriksaan, pasien di temukan mengalami kekurangan berat bila dibandingkan
tinggi badannya, dan ukuran badannya terlalu kecil jika di lihat dari umurnya. Dia tampak
pucat, sangat lemah danterlihat seperti mengantuk. Suhu tubuhnya 40,5 C. Lingkar tangan
atasnya juga berada di bawah ukuran normal sehingga hasil ini menjadi petunjuk kearah
kekurangan kalori protein ( KKP atau PEM/protein energy malnutrition). Kuliat anak tersebut
tampak mengalami deskumasi sedangkan rambutnya kering dan rapuh. Adomen membusung
dan hepar gak membesar. Edema yang menyeluruh tampak jelas. Ronki terdengar pada lobus
bawah paru kiri. Dokter yang memeriksanya kemudian membuat diagnosais kwashiorkor,
diare, pneumonia dan kemungkinan pula bakteremia.
3.5.2 Hasil Pemeriksaan Laboratorium

10

Sampel darah diambil untuk pemeriksaan analisis. Hasil yang selanjutnya dilaporkan
adalah Hb 6,0 g/dL ( nilai normal anak usia 2 tahun: 11-14 g/dL ), total protein serum 4,4
g/dL (normal:6-8 g/dL). Dan albumin 2,0 g/dL (normal: 3,5-5,5 g/dL). Sampel darah dan
fases diambil untuk pemeriksaan kultur; kuman anaerob gram negatif belakangan di laporkan
pada kedua sampel ini. Hiting jenis leukosit adalah 18.000/L. Foto toraks memperlihatkan
infitrat yangopasitasnya tidak merata (mottled opacities) pada lobus inferior paru kiriyang
konsisten dengan bronkopneumonia akut.
3.5.3 Terapi
Dalam banyak hal sebenarnya tidak dianjurkan untuk merawat penderita KKP ringan
hingga sedang di rumah sakit, mengingat perawatan di rumah sakit hanya memperbesar
kemungkinan terkenan suatu penyakit infeksi. Namun demikian, karena melihat keadaannya
yang sangat lemah, menderita demam, letargis dan juga dengan edema berat , maka anak ini
dirawat di rumah sakit. Pemberian infus dan antibiotik dengan spektum yang luas segera
dilakukan. Tragisnya, keadaan pasien memburuk meninggal kurang-lebih 12 jam setelah
masuk rumah sakit. Otopsi memperlihatkan pelemakan hati (fatty liver) yang berat dan
bronkopneumonia.

BAB IV
PENUTUP

4.1Kesimpulan

11

Kwashiorkor paling seringnya terjadi pada usia antara 1-4 tahun ,namun dapat pula
terjadi pada bayi .Kwashiorkor yang mungkin terjadi pada orang dewasa adalah sebagai
komplikasi dari parasit atau infeksi lain.
Banyak hal yang menjadi penyebab kwashiorkor, namun faktor paling mayor adalah
menyusui, yaitu ketika ASI digantikan oleh asupan yang tidak adekuat atau tidak seimbang.
Setelah usia 1 tahun atau lebih ,kwashiorkor dapat muncul bahkan ketika kekurangan bahan
pangan bukanlah menjadi masalahnya, tetapi kebiasaan adat atau ketidak tahuan (kurang nya
edukasi) yang menyebabkan penyimpangan keseimbangan nutrisi yang baik.

4.2Kesimpulan
Pencegahan penyakit ini dapat berupa diet adekuat dengan jumlah-jumlah yang tepat
dari karbohidrat, lemak (minimal 10% dari total kalori), dan protein (12 % dari total kalori).
Sentiasa mengamalkan konsumsi diet yang seimbang dengan cukup karbohidrat, cukup
lemak dan protein bisa mencegah terjadinya kwashiorkor. Protein terutamanya harus
disediakan dalam makanan. Untuk mendapatkan sumber protein yang bernilai tinggi bisa
didapatkan dari protein hewan seperti susu, keju, daging, telur dan ikan. Bisa juga
mendapatkan protein dari protein nabati seperti kacang ijo dan kacang kedelei.

12