Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ETIKA DAN MORAL

ROLE PLAY PENCEGAHAN ABORTUS PADA REMAJA DI


STIKes SANTA ELISABETH MEDAN

PRODI DIII KEBIDANAN

Nama Kelompok 6
Arisha Sihombing (13.064)
Desnawati Sihotang (13.072)
Sr. Blandina (13.079)
Jenni M. Sinaga (13.087)
Lavenia Sinaga (13.089)
Magdalena Napitupulu (13.092)
Restu Marito Situmorang (13.105)
Tresia S. Sitorus (13.112)
Trisna I. Sidabutar (13.115)

STIKes SANTA ELISABETH MEDAN


T.A 2016

PERAN PEMAIN
PROLOG & COWOK & IBU : Tresia S. Sitorus
KEYLA

: Restu Marito Situmorang

DOSEN

: Desnawati Sihotang

Sr. BLANDINA

: Sr. Blandina

GYA

: Arisha Sihombing

DINA

: Jenni M. Sinaga

CITRA

: Magdalena Napitupulu

PUTRI

: Trisna I. Sidabutar

SARAH

: Lavenia

PENCEGAHAN ABORTUS PADA REMAJA DI STIKes SANTA


ELISABETH MEDAN

Prolog

: Disuatu hari tepatnya diasrama STIKes St. Elisabeth Medan,


berkumpul 4 orang mahasiswi dikamar mereka. Terdapatlah
mahasiswi yang bernama keyla yang hobinya keluar asrama,
dengan berbagai cara ia berusaha untuk mendapat tanda tangan
ibu asrama untuk dapat keluar asrama.

Citra

: Gimana key, udah dapat tanda tangan ibu asrama?

Keyla

: Udah donk, gak mungkin kan gak dapat. (sambil tertawa kecil)

Gya

: Emang mau kemana key? Kok keluar mulu kamunya? Gak


bosen apa diluar sendiri?

Putri

: Yaelah ni orang susah banget. ini ni korban gak punya pacar,


menyebabkan diasrama mulu ni orang.

Gya

: Biasa aja lah put ngomongnya.

Keyla

: Udah sudah kok jadi kalian yang ribut. Gini loh gya aku itu mau
jalan sama pacar aku. Rasanya kangen-kangen mulu sama dia.

Gya

: O gitu hati-hati aja iya key kalau jalan sama pacarnya. Ingat jaga
diri.

Keyla

: Tanpa dibilang pun aku juga udah ngerti loh gya. Yaudah aku
pergi iya sayang, see you bye-bye.

Prolog

: Akhirnya pun keyla pergi keluar dari asrama untuk berjumpa


dengan pacarnya. Tak terasa hari mulai gelap, dan keyla pun
pulang keasrama. Sesampainya didalam kamar.

Keyla

: So sweet banget tadi aku sama pacarku. Benar-benar gak


bakalan terlupakanlah peristiwa hari ini.

Gya

: Emang tadi keyla ngapain aja sama pacarnya?

putri

: Kepo banget si gya ini.

Citra

:Tapi masih hal yang positif kan key?

Keyla

: Ribut iya! Itu urusanku lah, maunya yang gimana. Yang penting
so sweet lah.

Prolog

: Tak terasa 4 bulan telah berlalu. Sejak kejadian tersebut, banyak


perubahan-perubahan yang terjadi pada keyla. Tidak seperti dulu
keyla telah berubah 180o. Tanpa diduga terjadilah percakapan
yang sangat seru diantara mahasiswi didalam kelas.

Sr. Blandina

: Apa yang terjadi dengan si keyla? Kenapa dia berubah beberapa


bulan ini? Kalian bertengkar?

Putri

: Gak ada Suster. Iya dia berubah aja suster. Dikamar aja dia
sering mual muntah, pusing-pusing dan berubahlah tingkah
lakunya.

Citra

: Iya pas itu suster. Kami tanya kenapa dia marah-marah dan
mendiamkan kami teman satu kamarnya. Pokoknya berubah lah
semenjak bertemu pacarnya yang 4 bulan lalu itu suster.

Gya

: Ya udah nanti kami coba mendekati keyla lagi suster mana tau
dia mau terbuka sama kami.

Dina

: Aku curigalah jadinya.

Sarah

: Aku pun juga, cobalah kalian pikir-pikir lagi. Dia berubah


semenjak bertemu pacarnya, entahnya udah berbuat yang enggak
bagus itu dia sama pacarnya. Kita kan gak tau.

Sr. Blandina

: Hey, gak boleh ngomong teman seperti itu. Gak bagus.

Dina

: Bukan gitu loh suster, meskipun aku bukan teman satu kamarnya
tapi udah aku perhatikan. Sekarang dia gak kaya dulu, diajak
mandi sama udah gak pernah mau.

Sarah

: Iya pasnya itu suster, dulu dia suka main kekamar kami pakai
tanktop. Sekarang udah gak lagi. Dia udah suka pakai baju yang
besar dan longgar gitu.

Gya

: Sudah-sudah jangan diomongi yang macem-macem nanti kalau


orangnya dengar tersinggung pula. Nanti lah kami ngomong sama
keyla baik-baik.

Prolog

: Tak terasa jam pelajaran pun berakhir, dan mahasiswa pulang


keasrama. Pada malam harinya tepatnya diwasrey keyla sedang
serius berteleponan. Dengan nada yang pelan tapi pasti keyla
seperti sedang membicarakan hal yang serius.

Keyla

: Karena sayang aku samamu. Makanya aku mau ngelakuin itu


semua.

Cowok

: Iya sayangku, tapi aku pun juga gak tahu mau gimana lagi.

Keyla

: Nyesal aku. kamu harus cari jalan keluarnya iya sayang.

Cowok

: Gugurkan aja kandunganmu itu sayang.

Keyla

: Kalau memang itu yang terbaik, kita lakukan aja iya sayang.
Aku pun gak mau seperti ini, galau banget aku karena semua ini.
Tapi sayang masih cintakan sama aku, jangan tinggali aku iya
sayang.

Cowok

: Iya tenang aja, kapan waktu sayang bisa keluar asrama, supaya
kita gugurkan kandungannya. Pasti masih sayang lah sama
kamunya. Jangan lupa pakai kemben iya sayang.

Keyla

: Iya, aku pakai terus kok kembennya.

Prolog

: Tak disangka gya sedang melewati keyla dan mendengar


percakapan keyla mengenai tentang kemben. Dan terdapat seribu
tanya tanya besar tentang apa yang didengar gya tadi. Diwaktu
yang bersamaan datanglah dina menghampiri gya.

Dina

: Sini lah gy, ada yang mau aku tanya samamu!

Gya

: Kamu lah yang sini. Yang butuh siapa?

Dina

: Yaialah ini orang somplak banget. yok kekamarmu, ada yang


penting banget ni yang mau aku tanya.

Gya

: Baiklah.

Prolog

: Akhirnya gya dan dina pun berada didalam kamar gya.

Dina

: Disini juga kamu sarah?

Sarah

: Iya.

Dina

: Mana sikeyla? gak adakan!

Putri

: Iya keyla belum pulang. Tadi teleponan gitu keluar kamar.

Dina

: Baguslah.

Citra

: Kenapa gitu?

Dina

: Emang harus gitu. Gimananya teman satu kamarmu itu?

Gya

: Kenapa emangnya?

Dina

: Gak, aku gak nyaman aja liat tingkahnya akhir-akhir ini.

Gya

: Iya dia sudah berubah.

Dina

: Nah itu maksudku gy.

Citra

: Kalian perhatikannya badan si keyla itu? Berubah loh, mual


muntah aja bawaannya,mukanya pucat, suka pusing-pusing gitu,

kemarin pun dia cerita gak pernah menstruasi lagi, lama dikamar
mandi.
Putri

: Iya perhatikan aja sekarang dia gak pernah pakai baju pas badan
padahalkan selama ini dia hobby banget tu pakai-pakai baju yang
begituan. Apa lagi udah jarang ganti baju didalam kamar.

Sarah

: Seram juga perubahannya.

Gya

: Ampun gak seseram itu juga kali.

Citra

: Kok jadi lawak-lawak kalian? Udah malam tidur yuk.

Sarah

: Yuk. Kami pulang dulu iya teman.

Prolog

: Ketika sarah dan dina keluar, masuklah keyla bersamaan


kedalam kamarnya. Pada pagi harinya keyla tidak mau berangkat
kekampus. Didalam kelas pada saat proses pembelajaran dimulai
bertanyalah dosen kepada teman-teman satu kelas keyla.

Dosen

: Satu kamar keyla disini siapa?

Gya

: Kami bu.

Dosen

: Kenapa keyla tidak datang kampus?

Citra

: Iya maaf bu, tadi sudah kami paksa keyla untuk siap-siap
kekampus, tapi dia malah tidak mau bu.

Dosen

: Semakin aneh saja tingkah anak itu. Banyak sekali


perubahannya. Setiap kali pelajaran tidak pernah konsentrasi.
Gimana tingkah laku dia dikamar?

Prolog

: Akhirnya teman satu kamar keyla pun bercerita tentang


perubahan yang terjadi pada keyla kepada dosen mereka.
Sehingga

membuat

dosen

mengambil

keputusan

untuk

menjumpai dan melalukan tespek kepada keyla yang berada


dalam kamarnya. Sesampai dikamar, terjadilah percakapan yang

panjang lebar antara keyla, dosen dan teman-teman keyla. Pada


akhirnya keyla mengakui kesalahannya dan telah hamil dua
bulan. Dan memberitahu kepada dosen atas niatnya ingin
mengugurkan kandungannya.
Dosen

: Keyla apa tidak tahu resiko melakukannya abortus?

Keyla

: Keyla tahu bu, tapi keyla mau sekolah bu.

Putri

: Gak boleh gitu key. Ingat key, yang ada didalam itu seorang
bayi. Kamu harus menjaganya.

Sr. Blandina

: Ingat keyla, apa yang telah diberikan oleh Tuhan tidak boleh
disia-siakan. Itu adalah anugerah dari Tuhan yang harus dijaga
dan dirawat. Itu kan sudah jadi pilihan keyla, jadi keyla harus
berani menjalakannya.

Keyla

: Gak mau teman.

Dosen

: Keyla harus mempertahankan bayi itu. Jangan pernah


melakukan abortus. Kita harus mencari solusi untuk keyla
selanjutnya. Janji keyla mau menjaga kandungannya.

Keyla

: Ibu janji ya jangan keluarkan keyla dari STIKes ini.

Dosen

: Keyla harus bisa menerima semua konsekuensinya. Kami tidak


bisa mempertahankan keyla. Mau tidak mau keyla memang harus
keluar dari kampus ini.

Citra

: Yang sabar iya keyla, dari semau ini pasti ada tujuannya.

Sr. Blandina

: Ingat keyla, semua indah pada waktunya. Tuhan pasti


memberikan yang lebih baik bagi keyla. Tapi janji keyla akan
menjaga kandungannya. Jangan pernah lagi berniat mengugurkan
kandungannya.

Keyla

: Iya suster keyla berjanji.

Putri

: Kami sayang sama keyla.

Dina

: iya keyla, harus semangat iya.

Gya

: jangan lupakan kami iya keyla.

Prolog

: Percakapan yang panjang akhirnya keputusan keyla dikeluarkan


dari kampus STIKes St. Elisabeth Medan. Dan pihak kampus pun
menghubungi keluarga keyla. Dan akhirnya orang tua keyla
datang menjemput anaknya.

Ibu

: Maaf ibu untuk perilaku anak saya.

Dosen

: Kami juga minta maaf ibu untuk semuanya. Ini anak ibu kami
serahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada ibu.

Ibu

: Iya terima kasih selama ini telah mendidik anak saya. Mungkin
anak saya kurang berhati-hati didalam pergaulan. Tetapi biarlah
ini menjadi pelajaran didalam kehidupannya.

Dosen

: Kami berharap pun seperti itu ibu.

Prolog

: Setelah selesainya percakapan antara ibu keyla dengan dosen,


ibu keyla dan keyla pamit untuk pulang.

Ibu

: Kalau begitu kami permisi iya bu.

Dosen

: Iya ibu, sehat-sehat keyla disana iya.

Keyla

: Iya makasih ibu.

Prolog

: akhirnya keyla dan ibunya pergi dari STIKes St. Elisabeth


Medan.

BAB IV
PEMBAHASAN

Etika dan Moral sangat penting bagi mahasiswa dimana untuk membantu
terwujudnya suatu interaksi yang baik terhadap mahasiswa satu dengan yang
lainnya, diselingi dengan adanya perasaan kepedulian, empaty, serta kasih sayang
yang dapat membedakan baik-buruknya sesuatu hal yang diperlakukan untuk
orang lain, da tindakan apa yang benar dan tidak benar secara absolut.
Role Play yang bejudul PENCEGAHAN ABORTUS PADA REMAJA DI
STIKes SANTA ELISABETH MEDAN bertujuan untuk menunjukkan bahwa
pentingnya sebuah caring, etika dan moral untuk memerhatikan keadaan sekitar
kita yang dimana terkadang dibutuh oleh orang yang sedang membutuhkan
dukungan dan kepedulian bagi orang tersebut.
Dialog ini menggambarkan dimana adanya saling kepedulian, kebersamaan
dan motivasi antar mahasiswa dan dosen. Disini ditunjukkannya kepedulian lewat
memotivasi temannya yang berkeinginan untuk melakukan aborsi. Karena adanya
cinta kasih mereka menguatkan dan mendukung dengan cara mencegah
dilakukannya aborsi tersebut. Hal itu sangat dibutuhkan karena untuk
menyadarkan sesuatu yang datangnya dari Tuhan tidak dapat dihilangkan dan
jangan pernah disia-siakan karena itu suatu anugerah yang diberikan kepada kita.