Anda di halaman 1dari 6

LTM 5 PERPINDAHAN KALOR

Pemicu 3, Perpindahan Kalor Radiasi

Nama

: Aditha Oktariany

NPM

: 1406531662

Kelompok / Prodi

: 8 / Teknik Kimia

Topik Materi

: Perpindahan Kalor Radiasi

Outline

Mekanisme Fisis Radiasi


Sifat Radiasi Benda Hitam

Pembahasan:
A. Mekanisme Fisis Perpindahan Kalor Radiasi
Ada banyak tipe radiasi elektromagnetik, salah satunya radiasi panas. Namun apapun
jenis radiasinya, semuanya disebarkan dalam kecepatan cahaya (c ) yaitu sebesar 3 x 108
m/s. Kecepatan ini merupakan hasil perkalian dari panjang gelombang dan frekuensi
radiasi
c= v
Dimana c = Kecepatan cahaya, = panjang gelombang dan v adalah frekuensi
Satuan dari panjang gelombang bisa jadi dalam sentimeter, angstrom ( 1 = 10-8 cm),
atau micrometer ( 1 m = 10-6 m). Radiasi panas berada pada range panjang gelombang
antara 0.1 sampai 100 m, ketika spectrum cahaya tampak sangat kecil yaitu dari 0.35
sampai 0.75 m.
Penyebaran radiasi panas berbentuk kuanta diskrit, dimana setiap energi kuantum
memiliki besar

E=h v

34
Dimana h adalah konstanta Planck yang bernilai h=6.625 10 J . s

Gambar 1. Spektrum Elektromagnetik


(Sumber : Holman, JP. Heat Transfer 10th Edition)

Sebuah penggambaran fisis dari penyebaran secara radiasi dapat diperoleh dengan
mempertimbangkan bahwa masing masing kuantum dari partikel memiliki energi,
massa dan momentum seperti molekul gas. Maka dengan kata lain kita bisa
mengimplikasikan radiasi sebagai gas foton yang dapat berpindah dari satu tempat ke
tempat lainnya. Dengan menggunakan persamaan relativitas antara massa dan energi,
kita dapat menurunkan persamaan antara massa dan momentum dari partikel seperti
berikut
2

E=mc =hv

m=

maka

hv
c2

hv hv
Sehingga Momentum = c c 2 = C
Dengan mempertimbangkan radiasi seperti suatu gas, prinsip statis quantum
termodinamika dapat diaplikasikan untuk menurunkan rumus densitas energi radiasi per
satuan volum dan satuan panjang gelombang sebagai berikut
8 hc 5
u = hc / kT
e
1

Hukum Planck
Planck merumuskan relasi untuk Eb (energi emisi dari benda hitam per satuan panjang

gelombang)

dengan

menggunakan

konsep

kuantum

energi

elektromagnetik.

Penurunannya dilakukan dengan metode termodinamika stastistik. Eb memiliki hubungan


dengan densitas energi yang dirumuskan dengan persamaan berikut :
Eb =

u c
4

atau bisa juga dituliskan :


Eb =
dimana :

T
C1
C2

C 1 5
e

C 2 / T

= energi densitas
= panjang gelombang
= temperatur
= 3.743108 Wm4/m2 [1.187108 Btu m4/h ft2]
= 1.4387104 mK [2.5896104 m R]

Hukum Stefan-Boltzmann

Persamaan Stefan-Boltzmann merupakan hasil integrasi densitas energi terhadap


seluruh panjang gelombang. Persamaan Stefan-Boltzmann digunakan untuk menghitung
besarnya energi radiasi per satuan waktu dan area atau (Eb). Persamaannya adalah sebagai
berikut :

Eb = T
dimana :

T = temperatur
8

=5.669 x 10

W
Btu
8
=0.1714 x 10
4
m .K
h . ft 2 .0 R4
2

Subscript b pada persamaan menandakan bahwa radiasi terjadi pada benda hitam.
Hukum ini hanya berlaku pada benda hitam, yaitu benda yang dapat menyerap seluruh
radiasi. Eb disebut juga sebagai emissive power of black body.

B. Sifat Radiasi Benda Hitam


Benda Hitam
Benda Hitam adalah permukaan ideal pada perpindahan kalor secara radiasi
dengan sifat sifat sebagai berikut :
a. Benda hitam berfungsi sebagai standar untuk dibandingkan dengan kemampuan radiasi
suatu benda.
b. Benda hitam dapat mengabsorb seluruh radiasi elektromagnetik yang jatuh kepadanya
tanpa memperhatikan arah.
c. Dibandingkan dengan permukaan lain, benda hitam merupakan salah satu permukaan
ideal yang dapat memancarkan energi yang lebih besar pada panjang gelombang dan
suhu tertentu.
d. Meskipun radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam adalah fungsi dari panjang
gelombang dan suhu, akan tetapi hal tersebut tidak bergantung pada arah.
Proses Perpindahan Kalor Pada Benda Hitam
Dengan adanya emisi dan refleksi maka radiasi dapat meninggalkan suatu
permukaan. Untuk mencapai permukaan kedua, maka terjadi pula absorbsi dan
refleksi. Meskipun begitu, pada benda hitam dapat disederhanakan karena tidak terjadi
refleksi. Oleh sebab itu, energi yang hilang adalah hasil dari emisi dan seluruh radiasi
diabsorbsi. Sayangnya, pada kenyataannya tidak ada benda yang mampu memenuhi
sifat dari benda hitam secara sempurna.

Gambar 2. Skema radiasi pada suatu benda


(Sumber : Holman, JP. Heat Transfer 10th Edition)

Daya emisi (emissive power), E suatu benda ialah energi yang dipancarkan
benda itu per satuan luas per satuan waktu. Apabila terdapat suatu ruang tertutup yang
terbuat dari benda hitam sempurna, maka radiasi yang menimpa benda tersebut akan
diserap seluruhnya.

Gambar 3. Bagan Model Penurunan Hukum Kirchoff (Benda Ditempatkan dalam Suatu Ruang
Tertutup yang Hitam-Sempurna)
(Sumber : Holman, JP. Heat Transfer 10th Edition)

Ruang itu juga akan memancarkan radiasi menurut hukum T4. Umpamakan
fluks radiasi yang diterima oleh suatu bidang dalam ruang itu ialah qi W/m2. Sekarang,
umpamakan ada suatu benda yang ditempatkan di dalam ruang itu, dan dibiarkan
mencapai keseimbangan suhu.
Pada keadaaan seimbang, energi yang diserap oleh benda akan sama dengan
energi yang dipancarkan. Sebab jika tidak, tentu ada energi yang mengalir masuk atau
keluar benda itu dan menyebabkan suhunya naik atau turun. Pada keseimbangan dapat
dituliskan dengan persamaan:
EA qi A
Jika kemudian benda di dalam ruang tersebut diganti dengan benda-hitam
yang bentuk dan ukurannya sama, dan benda-hitam itu dibiarkan mencapai
keseimbangan, ketika ruang tersebut berada pada suhu yang sama, maka:
Eb A qi A(1)
karena absorptivitas benda hitam ialah satu. Jika Persamaan diatas dibagi, akan
diperoleh:

Eb

dan akan didapat bahwa perbandingan daya emisi suatu benda dengan daya emisi
benda hitam pada suhu yang sama ialah sama dengan absorptivitas benda itu.

Perbandingan itu disebut emisivitas ( ) benda,

E
Eb


Persamaan di atas disebut identitas Kirchhoff (Kirchhoffs identity). Kirchhoff
(1859) menunjukkan dari hukum kedua termodinamika, bahwa radiasi di dalam
rongga benda hitam bersifat isentropik, yaitu fluks radiasi bebas dari arah/orentasi,
kemudian juga bersifat homogen yaitu fluks radiasi sama untuk disetiap titik, dan juga
sama dalam semua rongga pada suhu yang sama, untuk setiap panjang gelombang.
Daya emisi (dengan alasan geometrik sederhana) lalu dikaitkan dengan rapat energi
u(, T) di dalam rongga. Relasi ini adalah

Berikutnya Wien (1894) dengan gagasan-gagasan yang juga sangat umum


menunjukkan bahwa rapat energi haruslah dalam bentuk berikut

dengan f adalah fungsi yang masih umum. Dalam bentuk fungsi frekuensi maka dapat
kita tuliskan menjadi

Dengan persamaan ini kemudian dinyatakanlah hukum Wien dalam bentuk

Implikasi dari hukum ini adalah


1. Distribusi spektrum radiasi benda hitam untuk sembarang temperatur dapat kita cari
dengan rumus di atas.
2. Bila fungsi g(x) mempunyai nilai maksimum untuk x > 0 maka berlaku
dengan b adalah tetapan universal. Untuk fungsi g(x) maka Wien menggunakan model
berikut

Dengan model ini maka data eksperimen untuk frekuensi tinggi dapat diverifikasi
dengan sangat baik. Pada 1900, Rayleigh juga menurunkan formula

dengan k = 1,38 x 10

-16

erg/derajat dan c adalah kecepatan cahaya. Rumus ini

diturunkan berdasarkan dua hal:


1. Hukum klasik ekipartisi energi menyatakan rata-rata energi per derajad kebebasan
untuk system dinamik yang berada dalam keadaan kesetimbangan dalam konteks ini
adalah kT.
2. Perhitungan jumlah modus (yaitu derajad kebebasan) untuk radiasi elektromagnetik
dengan frekuensi dalam interval (,+d), yang dikungkung oleh rongga.
Dapat dipertegas disini bahwa hukum Wien berlaku untuk frekuensi tinggi, sedangkan
rumus Rayleigh cocok untuk frekuensi rendah.
Benda-benda nyata memancarkan radiasi lebih sedikit dan permukaan hitam
sempurna, sebagaimana diukur dari emisivitas bahan. Pada kenyataannya, emisivitas
bahan berubah menurut suhu dan panjang-gelombang radiasi. Emisivitas merupakan
sifat karakteristik permukaan yang menggambarkan seberapa efektif permukaan
beradiasi dibandingkan dengan black body.

DAFTAR PUSTAKA

Holman, Jack P. 2010. Heat Transfer, Tenth Edition. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.
Kern, D.Q.. 1950. Process Heat Transfer. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Universitas Diponegoro. Perpindahan Panas (Heat Transfer) Teknik Kimia UNDIP. [Online]
(Tersedia di : http://www.tekim.undip.ac.id/images/download/PERPINDAHAN_PANAS.pdf )