Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah mengalami
perkembangan yang semakin maju. Hal ini perlu diimbangi dengan adanya
sumber daya manusia yang siap dan mampu menghadapi era globalisasi yang
penuh dengan persaingan. Sehingga mahasiswa sebagai calon tenaga
profesional harus memiliki bekal yang cukup, tidak saja menguasai ilmu yang
bersifat teoritis tetapi juga mampu untuk mengimplementasikannya ke kondisi
yang nyata.
Indonesia merupakan negara berkembang dimana tingkat pertumbuhan
ekonominya semakin hari semakin bertambah. Seiring meningkatnya
perekonomian di Indonesia tidak menjamin bahwa rakyatnya sejahtera dan
mendapatkan penghidupan yang layak. Naiknya perekonomian Indonesia
merupakan laporan tertulis yang perlu dikaji ulang keberadaannya hal ini
dikarenakan masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, minimnya
lapangan pekerjaan, dan kurang memadainya tenaga Sumber Daya Manusia
(SDM) di Indonesia. Rendahnya SDM disebabkan oleh tidak meratanya tingkat
pendidikan dan banyak penduduk miskin yang tidak dapat melanjutkan sekolah
ke jenjang yang lebih tinggi karena disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga
mereka.
Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka
pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah
penduduk. Bahkan tidak jarang kita mendengar banyaknya pengangguran
intelektual di negara ini. Menurut Andreas Limongan, seorang pengamat
ekonomi Indonesia, pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan
dunia pendidikan yang tidak mampu mencetak tenaga berkualitas sesuai
dengan tuntutan pasar kerja yang menyebabkan tenaga kerja Indonesia kalah
bersaing dengan tenaga kerja luar negeri. Kelemahan dunia pendidikan saat ini

adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar benar memupuk


profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Saat ini pendidikan
kita terlalu menekankan pada segi teori, bukannya praktek kerja. Di negara
negara maju, pendidikan dalam bentuk praktek diberikan dalam porsi yang
lebih besar.
Dampak dari pendidikan ialah meningkatnya kemampuan untuk
berpikir dan bertindak rasional untuk menyerap informasi dalam jumlah besar,
agar dapat digunakan secara efektif, kemudian mampu mengartikulasikannya
dalam bahasa yang fasih dan kuat. Untuk mencapai dampak pendidikan itu,
mahasiswa harus mempunyai kemampuan baik secara teoritis maupun praktis.
Pengetahuan teoritis tanpa didukung kemampuan praktis bagaikan sebuah
wacana tanpa sarana begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu betapa
pentingnya menyeimbangkan antara pengetahuan teoritis dan praktis dalam
pemabngunan manusia. Dan sudah seharusnya pembinaan dan pengembangan
kegiatan mahasiswa yang bersifat praktis dan aplikatif perlu digalakkan oleh
pihak universitas.
Oleh karena itu jurusan Administrasi Bisnis FISIP Universitas
Diponegoro berusaha untuk menjadikan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
sebagai agenda rutin yang di ikuti oleh seluruh mahasiswa Administrasi Bisnis
FISIP Universitas Diponegoro semester 6 agar kualitas mahasiswa tidak hanya
berkembang

dari

sisi

teoritis

saja,

namun

mahasiswa

juga

dapat

mengaplikasikan dalam bentuk nyata apa yang didapat di bangku kuliah.


Untuk kategori perusahaan yang menjadi tempat kunjungan tentunya
harus bersesuaian dengan Jurusan Administrasi Bisnis. Antara kategori yang di
perlukan adalah perusahaan tersebut berorientasi pada profit, mempunyai usaha
yang continue, menghasilkan produk yang sudah dipasarkan di lingkup
nasional atau internasional dan sebagainya. Kunjungan kami lakukan pada tiga
perusahaan yang mempunyai segmen berbeda tapi tetap pada orientasi profit.
Kunjungan pertama adalah pada Perusahaan air mineral Narmada Awet Muda
di Lombok kunjungan kedua adalah pada perusahaan Big Tree Frams
Chocolates di Bali, dan kunjungan ketiga adalah pada perusahaan Oleh-oleh
khas Bali Dewata. Tidak dapat dipungkiri, persaingan antara satu perusahaan

dengan perusahaan lain saat ini semakin ketat. Sehingga mau tidak mau atau
suka tidak suka, setiap perusahaan harus melakukan pembenahan secara
internal untuk dapat bersaing dalam persaingan yang terjadi. Agar hal tersebut
dapat terlaksana, diperlukan sumber daya manusia yang andal. Sumber daya
manusia yang andal hanya dapat diperoleh dengan perencanaan sumber daya
manusia yang baik dan akurat. Artinya, sumber daya manusia yang sesuai
dengan kebutuhan perusahaan dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan
bidang pekerjaannya. Bagian pemasaran merupakan bagian yang sangat
penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat,
melakukan promosi serta penjualan. Pemasaran juga menjadi penghubung atau
mediator antara perusahaan dengan konsumen karena bagian pemasaran dapat
beinteraksi secara langsung dengan konsumen terkait selera konsumen yang
selalu berubah-ubah, menerima keluhan dan menanggapinya dengan sikap
terbuka.
Harapannya dari kunjungan KKL mahasiswa dapat lebih mengerti
tentang pekerjaannya terkait jurusan Administrasi Bisnis dan menambah
pengentahuan tentang informasi dan kinerja terkait perusahaan yang telah di
kunjungi. Atas latar belakang berikut maka di susunlah laporan kuliah kerja
lapangan ini sebagai pertanggungjawaban informasi tentang apa yang didapat
dari kunjungan ke instansi-instansi terkait.
1.2 Rumusan Masalah
1. Mengapa PT. Narmada Awet Muda melakukan diferensiasi produk?
2. Bagaimana strategi penetapan harga PT. Narmada Awet Muda ?
3. Bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan Big Tree Farms Chocolates
dalam memasarkan produknya di dalam negeri maupun diluar negeri ?
4. Apa yang mempengaruhi pengambilan keputusan lokasi produksi Big Tree
Farms Chocolates?
5. Bagaimana strategi promosi yang dilakukan PT. Dewata untuk menarik
konsumen baru dan mempertahankan konsumennya?

6. Bagaimana perusahaan Dewata sebagai market following menghadapi


persaingan harga oleh perusahaan lain terutama market leader dalam
menghadapi persaingan harga?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk menegtahui produk apa saja yang dipasarkan oleh PT. Narmada Awet
Muda
2. Untuk mengetahui bagaimana PT. Narmada Awet Muda dalam menetapkan
harga.
3. Untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan Big Tree
Farms Chocolates
4. Untuk mengetahui mengapa Big Tree memilih lokasi pabrik di Bali, sedangkan
penjualannya ke luar negeri.
5. Untuk mengetahui apa strategi pemasaran yang dilakukan PT. Dewata untuk
menarik konsumen baru dan mempertahankannya.
6. Untuk mengetahui bagaimana PT. Dewata sebagai market following
menghadapi persaingan harga oleh perusahaan lain terutama market leader
dalam menghadapi persaingan harga.
1.4 Manfaat Penelitian
Dalam kunjungan KKL ini diharapkan dapat diperoleh berbagai
manfaat kepada berbagai pihak, antaranya:
1. Bagi perusahaan yaitu sebagai bahan masukan dan informasi bagi
manajemen perusahaan dalam menghadapi kekuatan persaingan dengan
perusahaan barang atau jasa lainnya untuk meningkatkan pangsa pasar dan
bahkan memenangkan persaingan dalam dunia bisnis melalui proses bisnis
yang dilakukan. Selain itu juga sebagai sarana informasi untuk merekrut
karyawan baru dari Universitas yang bersangkutan.
2. Bagi penulis yaitu hasil dari kunjungan ini diharapkan dapat dipergunakan
sebagai input bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai

penerapan teori pemasaran yang berkaitan dengan proses bisnis yang


dilakukan oleh suatu perusahaan.
3. Bagi universitas yaitu sebagai tambahan referensi mengenai kunjungan
yang dilakukan oleh mahasiswa serta timbal balik yang diperoleh dari
perusahaan yang melakukan kerjasama dengan kegiatan kunjungan
tersebut.
1.5 Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan KKL dilaksanakan pada:
Hari

: Minggu - Minggu

Tanggal

: 22 29 Maret 2015

Tempat

: Lombok dan Bali

1.6 Peserta KKL


Peserta dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah mahasiswa dan
mahasiswi dari jurusan Administrasi Bisnis Kelas 10, 11 dan 12 Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.
1.7 Sumber Data
Data adalah segala sesuatu yang diketahui atau dianggap mempunyai
sifat bias memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan
(Supranto, 2001). Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama baik
dari individu atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil
pengisian kuesioner (Umar, 2000:130). Data primer dalam laporan ini
diperoleh langsung dari hasil wawancara atau tanya jawab kepada
karyawan di Perusahaan air mineral Narmada Awet Muda, Big Tree Farms
Chocolates, dan rumah produksi oleh-oleh Dewata Bali saat kunjungan
berlangsung.
2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan
disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain,data
sekunder ini digunakan oleh peneliti untuk diproses lebih lanjut
(Umar,2000:130). Dalam laporan ini, data sekunder diantaranya adalah
buku,jurnal, koran dan media informasi lainnya. Data sekunder berupa
kutipan yang diambil dari sumber-sumber yang diperoleh.
1.8

Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Metode Wawancara
Metode wawancara yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan
dengan jalan mengadakan tanya jawab sepihak dan dikerjakan secara
sistematik dan berlandaskan pada tujuan laporan. Dalam laporan ini
dilakukan wawancara kepada karyawan karyawan di Perusahaan air
mineral Narmada Awet Muda, Big Tree Farms Chocolates, dan rumah
produksi oleh-oleh Dewata Bali mengenai kegiatan pemasaran dan
kebijakan strategi operasi.
2. Metode Observasi Langsung
Metode observasi langsung merupakan suatu metode pengumpulan data
dengan mengadakan pengamatan langsung (tanpa alat) terhadap gejala
obyek yang diteliti, baik yang dilakukan dalam situasi sebelumnya maupun
dalam situasi yang khusus diadakan.Penulis melakukan observasi atau
pengamatan langsung terhadap semua aktivitas yang terjadi karyawan di
Perusahaan air mineral Narmada Awet Muda, Big Tree Farms Chocolates,
dan rumah produksi oleh-oleh Dewata Bali.

1.9 Kerangka Teori

Beberapa Ahli menjelaskan definisi marketing mix salah satunya adalah


philip kotler (2009:101) menurut phillip kotler marketing mix merupakan
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus
menerus mencapai tujuan pemasaranya dipasar sasaran.
Sedangkan menurut Mc Carthy dalam Kotler dan Keller (2009:63)
mengklasifikasi marketing mix menjadi empat besar kelompok yang
disebut dengan 4P tentang pemasaran

yaitu Product (Produk), Price

( Harga ), Place (Tempat), dan yang terakhir Promotion (Promosi)


1.9.1

Promotion (Pemasaran)
Menurut william J. Stanton pemasaran merupakan suatu sistem

keseluruhan dari kegiatan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk


merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan
barang dan jasa untuk memnuhi kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada
maupun kepda pembelli potensial (Stanton, 1997). Pengertian tersebut
dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari
kegiatan-kegiatan

yang

saling

berhubungan,

ditujukan

untuk

merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan


barang/jasa kepada pembeli secara individual maupun kelompok pembeli.
Sedangkan menurut

McCarthy (Marwan Asri:1991) berpendapat

bahwa pemasaran adalah perencanaan yang menyangkut secara efisien


penggunaan sumber-sumber dan pendistribusian barang dan jasa dari
produsen ke konsumen, sehingga tujuan kedua pihak produsen dan
konsumen tercapai. Menurut H. Nystrom pemasaran merupakan suatu
kegiatan penyaluran barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan
konsumen.
Menurut Philip dan Duncan, Pengertian pemasaran yaitu sesuatu yang
meliputi semua langkah yang dipakai

atau dibutuhkan untuk

menempatkan barang ke tangan konsumen.


Sedangkan pengertian pemasaran menurut Philip Kotler yaitu :

Menurut Kotler, pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial


dengan individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan

pertukaran produk - produk yang bernilai. (Kotler : 1998)


Phillip Kotler (1983:36), Mengemukakan bahwa pemasaran adalah suatu
kegiatan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan kegiatan manusia

melalui proses pertukaran.


Kotler (2000), pemasaran

adalah

sebagai

analisis,

perencanaan,

implementasi dan pengendalian program yang direncanakan untuk


menciptakan,

membangun

dan

mempertahankan

pertukaran

yang

menguntungkan dengan target pembelian untuk tujuan mencapai objektif


organisaasi.
1.9.2

Product (Produk)
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen

untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi


pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang
bersangkutan. Produk adalah pemahaman subjektif dari produsen atas
sesuatu yang bisa ditawarkan, sebagai usaha untuk mencapapi tujuan
organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai
dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar
(Tjiptono,2002).
Definisi produk menurut Stanton (1997) adalah sebagai berikut
sekumpulan atribut yang nyata, didalamnya sudah tercakup warna, harga,
kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta
pengecer mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang mungkin
bisa memuaskan keinginanya.
Definisi produk menurut kotler dan armstrong (2000) adalah sebagai
berikut : Segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapat
perhatian dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan produsen kepada

konsumen untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mampu memberikan


kepuasan bagi pelanggannya.

1.9.3

Price (Harga)
Keberhasilan suatu perusahaan dalam menghadapi persaingan yang

ketat dapat dilihat dari keberhasilan perusahaan tersebut dalam


memadukan keempat variabel bauran pemasaran. Dari sudut pandang
pemasaran harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya yang
ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu
barang dan jasa. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menetapkan
harga produknya dengan baik dan tepat. Berikut ini beberapa definisi
mengenai harga :
Menurut saladin(2003:95) Harga adalah sejumlah uang sebagai
alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa. Sedangkan menurut
Buchari (2002:169) mengemukakan bahwa harga adalah nilai suatu barang
yang dinyatakan dengan uang.
Sedangkan

menurut

Dharmesta

dan

Irawan

(2005:241)

mengemukakan bahwa harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa


produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah
kombinasi dari produk dan pelayanan.

1.9.4

Place (Distribusi/Tempat)
Produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan lebih berguna

bagi konsumen/pembeli apabila produk tersebut tersedia pada tempat dan


disaat dimana saja dibutuhkan. Dalam pencapaian tujuan utama dari
pemasaran yakni menyalurkan barang-barang atau jasa. Secara effisien
dari produsen ke konsumen maka diperlukan adanya kegiatan penyaluran
distribusi sebagai mata rantai yang harus dilalui oleh barang-barang dari
produsen ke konsumen pada waktu dan jumlah yang tepat.
Berikut menurut pendapat beberapa ahli yaitu

Basu Swasta (1990:90) memberikan definisi tentang saluran distribusi


sebagai berikut saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran
yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari
produsen sampai ketangan konsumen konsumen sebagai pemakai. Dari
saluran distribusi yang digunakan adalah suatu struktur yang
menggambarkan alternatif saluran yang dipilih oleh produsen

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 PT. Narmada Awet Muda


2.1.1 Profil Perusahaan
PT Narmada Awet Muda adalah perusahaan air minum lokal di
Nusa Tenggara Barat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1994 dan
aktif beroperasi pada tahun 1995 hingga saat ini. perusahaan ini
bergerak dalam bidang usaha industri pengolahan minuman yang tidak
mengandung alkohol/air mineral dengan mata air yang diperoleh dari
sumber mata air Gunung Rinjani. PT Narmada Awet Muda merupakan
perusahaan air mineral pertama yang ada di lombok. Sebagai
perusahaan air minum dalam kemasan, PT Narmada juga sangat
memperhatikan kualitas, keamanan, kesehatan serta produk yang ramah
lingkungan.
Lokasi PT Narmada berada tidak jauh dari Taman Narmada
sekitar (3 km), tepatnya di Jalan Selaparang No. 5-7 Kecamata
Cakranegara, Kabupaten Kodya Mataram, Provinsi Nusa Tenggara
Barat. Inilah asal mula nama PT. Narmada Narmada Awet Muda.
Seperti kerajaan-kerajaan lainnya di Nusantara dan kerajaan-kerajaan
Bali yang pernah berkuasa di Pulau Lombok banyak membangun
taman-taman sebagai tempat peristirahatan para raja untuk menikmati
suasana alam setelah penat dengan urusan kerajaan. Di dalam tamantaman itu terdapat beberapa peralatan yang biasa digunakan untuk
menghibur raja-raja. Berbeda dengan taman,taman lainnya di Nusa
Tenggara Barat dan Taman Narmada dibangun sebagai tempat
peribadatan dan ritual para raja. Narmada adalah sebuah taman yang
dibangun oleh Anak Agung Gde Ngurah Karangasem tepatnya pada
tahun 1727 M.
Sebagian buku sejarah menyatakan waktu pendiriannya pada tahun
1235 M. Nama taman ini diambil dari sebuah sungai suci di India,
Sungai Narmada. Taman ini menyerupai gunung rinjani dan Danau
Segara Anak. Konon ketika sang raja sudah terlalu tua untuk melakukan

ritual kurban 'pekelan) ke puncak Gunung Rinjani yang memiliki


ketinggian (3726 meter), beliau memerintahkan seluruh arsitek kerajaan
untuk membawa nuansa gunung Rinjani ke tengah pusat kota. Akhirnya
mereka bersepakat untuk membuat duplikatnya yaitu Taman Narmada.
Pada masa lalu, selain sebagai tempat khusus untuk memuja Dewa
Shiwa.

Taman

Narmada

juga

diperuntukkan

sebagai

tempat

peristirahatan raja. 7al menarik lainnya air kolam di Taman Narmada ini
berasal dari sumber mata air yang berasal dari gunung "Rinjani dan
dipercaya bisa membuat awet muda. Seseorang itulah asal usul dari
nama PT. Narmada air minum kemasan awet muda
2.1.2

Produk
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan
di pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk
terdiri

atas

barang,

jasa,

pengalaman,

events,

orang, tempat,

kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.


PRODUK PT. NARMADA AWET MUDA

1.

Rafa

Produk yang khusus dipersiapkan dengan harga ekonomis tanpa


mengurangi kualitas standar PT Narmada Awet Muda. Produk ini secara

khusus didistribusikan diluar area Lombok Barat, untuk memenuhi permintaan


pasar di area tersebut. Produk ini terdiri dari kemasan cup 220 ml.

2. Narmada Cup
Produk yang khusus dipersiapkan dengan harga ekonomis tanpa mengurangi
kualitas standar PT Narmada Awet Muda. Produk ini terdiri dari kemasan cup
220 ml.

3.
Narmada
Produk

Organik
khusus

yang

disiapkan

untuk

memenuhi pasar ekspor. Dan 10% dari penjualan Narmada Organic akan

disumbangkan pada program Air Untuk Kehidupan yang dikoordinasikan


oleh Rotary Club. Produk ini terdiri dari botol ukuran 600 ml.

4. Narmada Galon
Narmada galon dikemas dengan isi 19 Liter untuk memenuhi kebutuhan air
minum konsumen

5. Narmada Botol
Produk Narmada botol ini dibagi menjadi dua, yaitu kemasan 600 ml dan
kemasan 1500 ml.

2.1.3

Logo Perusahaan

2.1.4

Visi PT Narmada Awet Muda


Memproduksi
air
minum

dalam

kemasan

dengan

memperhatikan kualitas, keamanan, kesehatan serta produk yang


ramah lingkungan.
2.1.5

Jaminan Pelayanan dan Kualitas Produk


Untuk dapat bersaing dengan produk produk Aor Minum
dalam Kemasan ( AMDK ) PT Narmada Awet Muda melengkapi
diri dengan tujuan yaitu untuk dapat memberikan pelayanan yang
maksimal pada konsumen serta menyuguhkan produk air minum
yang benar benar kualitas. Hal ini dibuktikan bahwa PT Narmada
Awet Muda telah mengantongi Sertifikat Sistem Manajemen Mutu
ISO 9001:2008, Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat No: 27120002260412,

2.2 Big Tree Farms Chocolates


2.2.1 Profil Perusahaan
Big Tree adalah perusahaan manufaktur yang bergerak bidang pangan
dimana pabriknya terletak di Bali. Produknya terdiri dari olahan buah
kakao yang nantinya menjadi berbagai macam jenis coklat selain itu Big
Tree juga memproduksi produk olahan Kelapa yaitu diantaranya Coco
Hydro, Coco Nectar, dan masih banyak lagi.
Pada awalnya promosi Big Tree melalui personal selling, penjualan
secara personal ke calon konsumen serta melalui mulut ke mulut (word of
mouth). Kemudian setelah mengalami perkembangan, promosi dikemas
menjadi

lebih

apik,

dan

kini

Big

Tree

memiliki

website

(www.bigtreefarms.com) sebagai sarana promosi produk-produknya.


2.2.2. Produk
Coconut Sugars-Organic
Liquid Coconut Nectars-Organic

TRU RA Cacao
TRU RA Cashews
Wonder Chocolate
Island Crisps
Heritage Coconut Palm Sugar
Coco Hidro
Bamboo Chocolate Factory Tour Program.

2.2.3. Logo Perusahaan

2.3 Pabrik

Dewata

Oleh-

Oleh

khas
2.3.1

Bali
Profil

Perusahaan
UD Dewata oleh-oleh khas bali/souvenir dewata, diresmikan pada tanggal 30
maret tahun 2010, Dewata Souvenir Bali bergerak di bidang usaha penjual oleholeh khas bali, berupa kerajinan bali, kaos bali, pernak-pernik bali, lukisan bali,
patung bali dan sandal yang berlogokan Dewata.
Dewata hadir menjual souvenir dengan memberikan kenyamanan bagi
pengunjung untuk membeli oleh-oleh dengan memprioritaskan kualitas yang bagus

tapi harga murah, tidak murah-murahan. Buktikan hasil kerajinan dewata karena
kami dewata memproduksi baju kaos sendiri, dari menjual kain, menjahit,
menyablon, dan membordir sendiri, dan akhirnya dewata oleh-oleh berdiri yang
dulunya hanya konveksi yang melayani instansi dan pribadi saja. Tempat kami
mewah tapi harga kami pasti murah dan terjangkau untuk semua kalangan, karena
kami ingin pengunjung dapat membelinya.
Dewata telah memiliki perusahaan di bidang:
1.
2.
3.
4.
5.

ANGGA COLLECTION, bergerak di bidang konveksi


DEWATA GYM, bergerak di bidang olahraga
DEWATA KAOS, menjual bahan kaos
DWIX BORDIR, bergerak di bidang pelayanan baju bordir
DEWATA OLEH-OLEH KHAS BALI, menjual souvenir oleh-oleh bali
Macam-macam produknya diantaranya kaos khas bali, sebagai unggulan utama
yang bermerekan Dewata kaos bali. Dan juga Dewata menjual baju barong,
sarung pantai, baju adat bali, assesoris atau pernak-pernik, sandal bali, dan
berbagai makanan cemilan khas bali.

2.3.2. Produk
1. Kaos yang diproduksi sendiri, mulai dari menjual kain, menjahit, menyablon
dan membordir sendiri sehingga memprioritaskan kualitas yang bagus namun
2.
3.
4.
5.
6.

dengan harga yang murah. Sehingga dapat menekan biaya produksi.


Pernak pernik Bali
Lukisan Bali
Patung Bali
Sandal berlogokan Dewata
Makanan cemilan khas Bali. Dewata juga memproduksi makanan tetapi tempat
produksinya di wilayah lain (Jalan Hayam Wuruk)

2.3.3. Logo Perusahaan

2.3.4.
Sejarah
Pabrik
Dewata Oleh-Oleh khas Bali
Kisah berdirinya pusat perbelanjaan Wisata Belanja Dewata Pusat OlehOleh Khas Bali ini, bermula pada tahun 1990, saat beliau kuliah di Fakultas
Hukum Universitas Warmadewa Denpasar. Saat itu beliau berkenalan dengan
Gusti Putu Darmayuda, atau Agung Darmayuda seorang pegawai negeri di Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Denpasar.
Dari perkenalan ini keduanya saling menaruh perhatian dan berujung pada
jatuh hati. Namun sayang, hubungan itu tidak mendapat restu orang tua Kadek.
Tentu ini membuat hatinya teriris, pedih dan kecewa. Orang tua Kadek yang saat
itu melihat sosok Agung bukan pria yang layak untuk mendapingi putrinya.
Padahal Bagi Kadek, cinta bukan melihat penampilan dan kekayaan. Cinta itu
muncul dari ketulusan hati yang paling dalam jujur dan apa adanya.
Kadek berada pada persimpangan jalan. Jika menuruti kehendak orang tua,
hatinya hancur karena harus berpisah dengan pria yang dicintainya. Namun jika
membangkang kehendak orang tua, resikonya ia harus bisa hidup mandiri atau
paling tidak, akan menimbulkan ketidaknyamanan hubungan antara anak dan
orang tua. Diantara dua pilihan yang sama-sama berat itu akhirnya beliau
memilih untuk mendampingi pria yang dicintainya. Perasaan gundah dan sedih
ini justru membangkitkan semangat dan keberanian untuk belajar hidup mandiri.

Kepada Agung Darmayuda kekasihnya, kadek minta dicarikan pekerjaan


untuk kesibukkan sekaligus sebagai pembelajaran untuk hidup mandiri. agung
pun kemudian mencarikan pekerjaan di perusahaan garmen. pekerjaan ini
didapat atas rekomendasi dari teman Agung, yakni I Bagus Wiyasa seorang
karyawan di bank Exim Denpasar. Selanjutnya Ibu dari dua anak ini bertutur,
kegundahan hati itu kemudian diungkapkan kepadanya. kebetulan Bagus Wiyasa
banyak memiliki relasi yang berbisnis garmen.
Disitu beliau belajar dengan tekun selama tiga minggu. Dari soal desain,
menjahit hingga potong memotong kain termasuk membuat mute dan sekuin.
Saking semangatnya bekerja, sampai-sampai

ia sering

lupa makan yang

akhirnya jatuh sakit. Kadek terkena gejala tipes dan maag. Kadek terbaring
untuk beristirahat selama dua bulan. Ketika sembuh mau masuk kerja lagi Kadek
merasa malu dan tidak enak pada pemilik perusahaan dan teman-temannya.
Akhirya beliau memutuskan untuk mengundurkan diri. Sekeluarnya dari
perusahaan garmen itu, kemudian muncul ide untuk mencari order yang bisa
dikerjakan di rumah, yakni pembuatan mute dan sekuin. pekerjaan borongan ini
bisa dikerjakan sendiri di rumah selebihnya dilimpahkan kepada masyarakat
sekitarnya. Dengan begitu, beliau juga bisa memberikan pekerjaan kepada
masyarakat di sekitarnya sekaligus ikut menumbuhkembangkan home industri.
Ide itu juga disetujui oleh sang pacar yakni Agung, sehingga beliau semakin
bersemangat. Keseriusannya dalam menjalankan usaha di rumah itu akhirnya ia
mendapat kepercayaan dan order pembuatan sekuin untuk 1000 baju. Borongan
pekerjaan itu kemudian dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah selebihnya
beliau diberikan kepada tetanggga dikampung dan daerah lain seperti Negara,
dan Singaraja.
Lokasi Dewata Wisata Belanja Oleh-oleh Khas Bali, Lokasi Dewata Wisata
Belanja Oleh-oleh Khas Bali di Jl. By Pass Ngurah Rai 53 Tohpati Sanur
Denpasar Bali. Siapa pendiri Wisata Belanja Oleh-Oleh Khas Bali ? Yaitu
Gusti Putu Darmayuda, atau Agung Darmayuda seorang pegawai negeri di Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Denpasar dan isterinya Kadek
Imawatiatau Jero Puspitawati.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 PT. Narmada Awet Muda
3.1.1 Diferensiasi Produk pada PT. Narmada Awet Muda
PT. Narmada Awet Muda adalah perusahaan yang bergerak di bidang
pembuatan air minum dalam kemasan. Perusahaan ini memproduksi air minum dalam
kemasan dengan ukuran yang bermacam-macam. Untuk produknya sendiri,
perusahaan memperkenalkan sendiri, perusahaan memperkenalkan dua merk produk

air minum kemasan yaitu Rafa dan Narmada Organik. Air minum Narmada diproduksi
dalam ukuran gelas 220 ml, ukuran botol 330 ml (sesuai pesanan), 600 ml, dan 1500
ml. Sedangkan air minum Rafa diproduksi dalam ukuran gelas 220 ml saja.
PT. Narmada Awet Muda memproduksi dua merk untuk menjangkau segmen pasar
yang lebih luas. Merk Rafa di daerah Lombok Timur dan Tengah sedangkan merk
Narmada dipasarkan di Lombok Barat. Adanya merk Rafa, bukan sebagai pesaing
merk Narmada, melainkan untuk mengantisipasi risiko keusangan potensial produk
dengan menambah produk lain yaitu Rafa.
Dari segi tampilan yang membedakan antara Rafa dan Narmada adalah logo
kemasannya. Tidah hanya itu, kemasan air minum gelas Rafa lebih tipis dari air
minum gelas Narmada. Kekhasan kemasan Narmada juga terletak pada tulisan
Narmada yang di embossed. Khusus ekspor, tampilan Narmada (ukuran 600 ml)
menggunakan desain berwarna kuning, dibedakan dengan desain biasanya yang
berwarna biru.
Untuk dapat bersaing dengan produk-produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
yang saat ini semakin menjamur, maka perusahaan Narmada semakin melengkapi diri
dengan tujuan dapat memberikan pelayanan yang maksimal pada konsumen serta
menyuguhkan produk air minum yang benar-benar berkualitas. Hal ini dapat
dibuktikan dengan telah dikantonginya Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO
9001:2008. Beberapa sertifikat kelayakan sebagai produsen Air Minum Dalam
Kemasan, diantaranya:
1. Sertifikat Sistem Manajemen ISO 9001:2008 nomor 191054 (SNI:19-90012008)
2. Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara
Barat No: 27120002260412
Dengan adanya Sertifikat halal maka konsumen tidak perlu khawatir untuk
mengkonsumsi air minum Narmada karena telah terjamin kehalalannya.
3. Badan POM RI:
Produk Narmada : MD. 249123001004

Produk Rafa : MD. 24912300200

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar untuk


memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas barang, jasa,
pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.
PT. Narmada mendiferensiasikan produknya dalam berbagai jenis untuk
menjangkau segmentasi konsumennya serta memenuhi permintaan pasar.
Beberapa produk diantaranya adalah:
1. Rafa
Produk yang khusus dipersiapkan dengan harga ekonomis tanpa
mengurangi kualitas standar PT Narmada Awet Muda. Produk ini secara
khusus didistribusikan diluar area Lombok Barat, untuk memenuhi permintaan
pasar di area tersebut. Produk ini terdiri dari kemasan cup 220 ml.
2. Narmada Organik
Produk khusus yang disiapkan untuk memenuhi pasar ekspor. Dan 10%
dari penjualan Narmada Organic akan disumbangkan pada program Air Untuk
Kehidupan yang dikoordinasikan oleh Rotary Club. Produk ini terdiri dari
botol ukuran 600 ml.

3.1.2 Penetapan Harga pada PT. Narmada Awet Muda


Dalam PT. Narmada Awet Muda ini harga yang ditawarkan beragam
sesuai dengan jenis produknya. Mulai dari air minum kemasan 240ml sampai
galon kemasan 19 liter. Rincian harganya dapat diuraikan sebagai berikut:

Produk

Harga per dus

Isi per dus

Kemasan 240 ml

Rp 15.500

48

Kemasan 330 ml

Rp 26.000

....

Kemasan 600 ml

Rp 28.000

24

Rp 27.000

12

Kemasan 19 liter (gallon)

Rp 10.000 / galon

Galon kosong

Rp 45.000 / galon

Kemasan 1.500ml

Keterangan : Harga tersebut diberlakukan bagi para distributor yang membeli produk
tersebut di pabrik PT. Narmada Awet Muda
Harga tersebut diberlakukan bagi para distributor yang membeli produk
tersebut di pabrik PT. Narmada Awet Muda. Selanjutnya harga yang dibandrol pada
masing-masing agen maupun pengecer berbeda sesuai dengan profit yang akan
diambil masing-masing agen maupun pengecer. Biasanya perbedaan harganya tidak
terlalu banyak, sekitar Rp 1.000 Ro 3.000.
PT. Narmada Awet Muda juga memberikan harga khusus bagi para distributor
langganan. Mereka disebut dengan pelanggan besar. Terdapat 5 mobil atau 5
distributor yang mendapat potongan harga. Potongan harga atau diskon diberikan
dengan syarat yaitu pengambilan minimal 150 dus.
Alurnya dapat digambarkan sebagai berikut :

T. NARMADA AWET
DISTRIBUTOR
MUDA
AGEN
dengan harga sesuai
(ada
(agen
tabel
5 distributor
membeli
diatas kepada
produk
besar yang
distributor)
narmada
mendapatkan
dari distributor
potongan
dengan
harga)
harga yang sudah di

PENGECER
KONSU-MEN AKHIR
(Pengecer membeli produk narmada dari agen dengan harga yang

Sehingga harga dari agen atau pengecer ke konsumen dapat berbeda karena laba yang
diambil tiap agen berbeda. Harga air mineral narmada juga dapat berbeda ketika
konsumen membelinya di tempat yang berbeda. Biaya atau harga yang harus
dikeluarkan oleh konsumen yang membeli produk air mineral Narmada di toko atau
warung jelas berbeda dengan harga yang harus dikeluarkan konsumen yang membeli
produk Narmada di lingkungan hotel misalnya.

3.2 PT. Big Tree Farms Chocolate


3.2.1 Promosi PT. Big Tree Farms Chocolate
Dalam hal promosi Perusahaan Big Tree Farms, menerapkan strategi :
Promosi melalui Website
PT. Big Tree Farms Chocolate memiliki website untuk mengenalkan dan
mempromosikan produknya sehingga mudah untuk diakses oleh siapa saja
dimana saja. Didalam website tersebut juga dibuat secara inovatif dan intraktif
sehingga dapat menarik minat konsumen . Halaman website PT. Bening Big
Tree Farms adalah www.bigtreefarms.com.
Tour Factory
Tour factory ini dilakukan dengan mengajak para konsumen untuk melihat
bagaimana proses produksi dari bahan baku sampai menjadi bahan jadi yang
siap untuk dijual. Tidak hanya proses produksi juga diadakan diskusi mengenai
pemasaran dll. Biaya masuk untuk mengikuti Tour jika sudah melakukan
reservasi Rp 25.000,- per person, sedangkan jika belum melakukan reservasi
dikenai biaya Rp 30.000,- per person. Pengunjung selain bisa mengetahui
sistem produksi pada Big Tree, juga dapat membeli produk yang dihasilkan
oleh Big Tree. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif.
Desain dan konsep bangunan Pabrik
Untuk menarik konsumen Big Tree menggunakan desain arsitektur bangunan
yang unik, menarik dan ramah lingkungan dengan material bangunan yang
terbuat dari Bambu, sehingga dikenal dengan Bamboo Chocolate Factory.
Bangunannya saja sudah menarik perhatian konsumen untuk datang.

Distributor di setiap Negara


Big Tree menerima distributor dari luar perusahaan yang tertarik untuk menjual
produknya. Terutama Big Tree juga memiliki distributor di setiap negara di
luar Indonesia, yaitu Canada, United States, European Countries dan Negaranegara Tetangga yang dekat dengan Indonesia.

3.2.2 Penetapan Lokasi PT. Big Tree Farms Chocolate


Big Tree Farm terletak di Pulau Bali tepatnya Br. Piakan, Desa Sibang
Kaja, Kec. Abiansemal-Badung Bali, Indonesia. Big Tree Farm memilih
mendirikan perusahaannya di Pulau Bali karena, Bali adalah tempat dimana
orang dari berbagai negara datang untuk berwisata. Dari situ Big Tree farm
memanfaatkan hal tersebut sebagai salah satu jalan promosi dan produksi agar
produknya dapat di kenal ke seluruh negara. Selain itu, bahan baku utama pada
perusahaan ini didapatkan dari petani buah coklat Tabanan yang tanahnya
memiliki sertifikat tanah organic. Jarak pabrik dengan tempat bahan baku
berkisar 2-3 jam, hal ini memang sangat jauh ditempuh, karena perusahaan
sendiri lebih mengedepankan promosi daripada biaya distribusi bahan baku.
3.3 PT. Dewata Oleh-Oleh Khas Bali
3.3.1 Promosi yang Dilakukan PT. Dewata
Strategi Promosi yang dilakukan Dewata untuk meningkatkan penjualan
Cara yang dilakukan oleh Dewata Bali, adalah :
1. Melalui media sosial ( Facebook, Web ), Web http://www.dewatabali.co.id/
Melalui pembicaraan atau presentasi kepada pengunjung toko ( Brand
Image ).
2. Melalui Iklan ( Diskon 50% atau lebih bagi produk tertentu ).
3. Bekerjasama dengan catering dengan menyewakan tempat untuk makan
prasmanan bagi rombongan wisatawan.
4. Bekerja sama dengan Tour and Travel.
Tujuan promosi di antaranya adalah:
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba.


Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan.
Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar.
Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing.
Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang di inginkan.
Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen.

3.3.2 Strategi Penetapan Harga untuk Menghadapi Pesaing Oleh PT. Dewata
Kualitas dibuat mirip dengan brand-brand konsumen, seperti contohnya
dewata membuat kaos yang kualitasnya mirip dengan merk Adidas. Disini
perusahaan Dewata menawarkan harga yang lebih murah dengan produk imitasi,
sehingga konsumen dengan budget rendah tertarik membeli produk yang
ditawarkan oleh perusahaan Dewata. Dari hasil penelitian konsumen yang puas
produk yang dijual sehingga pemasarannya terjadi dari mulut kemulut konsumen.
Pemilik usaha menyebut teknik ini sebagai teknik menjual kacang goreng,
walaupun produk yang dijual murah tetap ketertarikan konsumen pada produk
tersebut juga tinggi. Pemberian diskon juga diterapkan dalam teknik penentuan
harga pada produk yang persediaannya masih banyak digudang.
Perusahaan Dewata tidak pernah takut dengan persaingan harga dengan
perusahaan oleh-oleh lainnya yang ada di Bali. Walaupun posisi dari perusahaan
Dewata merupakan market following, selama perusahaan dewata menomor
satukan kualitas dan memiliki harga yang rendah daripada yang lain, perusahaan
Dewata yakin dan percaya usaha yang dimiliki akan berkembang dan memiliki
daur hidup usaha yang terus menerus, selain itu perusahaan Dewata juga
mengembangkan usaha lain untuk memperluas jaringan bisnisnya seperti,
konveksi, gym dan penginapan.

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan dan Saran

.1.1

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dijelaskan, maka dalam laporan ini
dihasilkan beberapa simpulan antara lain :
1. Dalam menjual produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) PT Narmada
Awet Muda melakukan di differensiasi produknya yaitu Rafa dan Narmada
Organik. Kedua produk tersebut dimaksudkan untuk memasuki pangsa pasar
yag luas di Nusa Tenggara Barat.
2. PT Narmada Awet Muda memproduksi dua produk yaitu produk Rafa dan
Narmada Organik.bertujuan agar mengantisipasi risiko keusangan potensial
produk dengan menambah produk lain.
3. Dalam mengantisipasi persaingan dengan produk persahaan lain, PT Narmada
Awet Muda mempersiapkan diri dengan melakukan beberapa upaya agar
menciptakan produk yang berkualitas yaitu

Mengantongi Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa

Tenggara Barat No: 27120002260412


4. Dalam menentukan harga jual kepada distributor/pengecer PT. Narmada Awet
Muda sudah memiliki harga patokan dan juga PT. Narmada Awet Muda
memberikan harga khusus bagi para distributor langganan (Pelanggan Besar).
Terdapat 5 mobil atau 5 distributor yang mendapat potongan harga. Potongan
harga atau diskon diberikan dengan syarat yaitu pengambilan minimal 150 dus.
5. Banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempromosikan
produknya. Promosi yang di lakukan oleh Big Tree Farms Chocolate :
Melalui Website
Tour Factory
Desain dan Konsep Bangunan Perusahaan
Distributor di setiap Negara
6. Penetapan lokasi produksi Big Tree Farms didasari oleh beberapa alasan yaitu :
Bali merupakan tempat wisata yang terkenal sampai mancanegara sehingga
Owner Big Tree Farm melihat hal tersebut merupakan peluang dalam
mempromosikan produk yang diproduksinya.

Bahan baku yang terdapat di Bali sangat melimpah. Bahan baku coklat
didapatkan dari petani buah Coklat di Tabana, Bali yang telah memiliki

sertifikat organic.
7. Dalam melakukan strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Dewata oleh-oleh
tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh Big Tree Farms yaitu
Memanfaatkan teknologi Melalui media sosial ( Facebook, Web )
Melalui pembicaraan atau presentasi kepada pengunjung toko ( Brand

Image ).
Melalui Iklan (Diskon 50% atau lebih bagi produk tertentu).
Bekerjasama dengan catering dengan menyewakan tempat untuk

makan prasmanan bagi rombongan wisatawan.


8. Upaya yang dilakukan PT Dewata yang merupakan market follower oleh-oleh
di

Bali

yaitu

memberikan

produk

yang

berkualitas

namun

tidak

mengesampingkan kualitas yang didapatkan oleh konsumen. Ini dikarenakan


PT Dewata memiliki beberapa anak usaha sehingga dapat menekan biaya
produksi PT Dewata Oleh-oleh

.1.2 Saran
Dari simpulan yang telah dikemukakan ada beberapa saran yang dapat
dijadikan

bahan

pertimbangan

bagi

perusahaan

untuk

dapat

lebih

meningkatkan kegiatan produksi agar menjadi lebih baik lagi. Saran-saran


yang dapat diberikan antara lain :
1. Dalam melakukan promosi PT Narmada Awet Muda kurang giat untuk
meningkatkan ekspor mereka.
2. Perusahaan Narmada Awet Muda hendaknya memperluas pemasaran
produk, mendistribusikan produk keluar wilayah Mataram.
3. Sebaiknya untuk informasi tentang job description setiap bagian
diketahui oleh seluruh karyawan atau anggota perusahaan.
4. Sebaiknya Big Tree Farms juga menyediakan situs berbahasa Indonesia
untuk memudahkan konsumen pribumi yang ingin melakukan transaksi
via internet.

5. Sebaiknya jumlah pekerja dalam bagian produksi Oleh-oleh PT Dewata


ditambah karena jumlahnya tidak sepadan dengan jumlah permintaan
produk.

Daftar Putaka
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/produk-definisi-klasifikasi-dimensi_30.html
http://kangom.blogspot.com/2013/03/definisi-produk-menurut-ahli.html
http://kangom.blogspot.com/2013/03/bauran-pemasaran-dan-kelompok-4p.html
http://www.pengertianahli.com/2014/04/pengertian-promosi-menurut-para-ahli.html
http://wikimedya.blogspot.com/2009/11/pengertian-harga-price.html
http://hifadhtasikmalaya.blogspot.com/2010/10/promosi-promotion.html