Anda di halaman 1dari 2

Konsultasi Marketing

Dr. Freddy Rangkuti


(www.fraimarketing.com)
MD Frai Marketing, Instruktur In-House Training
di berbagai Perusahaan, penulis lebih dari 15 buku
Manajemen dan Marketing, Dosen Program
Doktor Manajemen IBII.

Strategi Menghidupkan Kembali Merek yang Sudah Mati


Pertanyaan
Pak Freddy yth,
Perusahaan keluarga kami telah 30 tahun lebih menghasilkan produk jamu yang pernah
menjadi pemimpin pasar di kabupaten kami. Saya ingin menghidupkan kembali merek ini
Pak. Terus terang untuk bersaing di pasar nasional, saya kurang pe-de tetapi menggarap
pasar lama yang sempat hilang, saya cukup yakin. Apa saran Bapak? Apa saya salah cara
berpikirnya?
T, Jawa Timur
Jawaban
Berdasarkan hasil riset diberbagai perusahaan, biaya mencari pelanggan baru biayanya
lima kali lebih mahal dibandingkan dengan mengelola pelanggan yang sudah ada. Prinsip
ini dapat diterapkan dalam bisnis jamu yang Bapak jalankan. Tindakan pertama yang
harus dilakukan adalah membuat data base pelanggan lama dan menggarap secara
intensif pasar lama yang sempat hilang. Contohnya adalah dengan mengkomunikasikan
kepada target market yang paling berpotensi membeli jamu, bahwa merek atau produk
jamu kita masih ada. Kedua adalah dengan cara merevitalisasi merek kita yang lama.
Tujuannya adalah untuk menambah energy merek kita yang lama, biar terasa
menggairahkan, dinamis, optimis serta cocok dengan karakter target market yang ingin
direbut.
Merek jamu yang sudah kita revitalisasi tersebut harus didukung oleh:
Pilihan target market yang tepat (artinya produk jamu ini sekarang ditujukan
kepada siapa).
Buatlah posisioning yang kuat dalam produk kita, sesuai dengan karakter target
market. Contohnya apabila target market nya adalah para olahragawan yang
berusia produktif 17 sampai 30 tahun, maka buatlah jamu yang segar, sehat,
bersemangat.
Fitur merek seperti warna, kemasan dan penampilan produk harus mencerminkan
gairah dan semangat dengan warna cerah seperti: biru, putih, kuning. Jangan
memberi warna gelap sehingga tampak tua dan berat.
1

Dukung dengan kegiatan promosi below the line sesuai dengan karakter target
market seperti: sponsorship kegiatan pertandingan basket, futsal, serta
pertandingan olah-raga lainnya yang melibatkan berbagai aktivitas target market.
Buat program loyalitas untuk pelanggan loyal, dengan membuat jaringan atau
networking semacam komunitas, sehingga komunitas ini akan menceritakan
pengalamannya minum jamu kepada orang lain secara suka rela dari mulut ke
mulut (word of mouth).
Perbaiki system bisnis menggunakan system keagenan seperti yang pernah saya
jelaskan pada kolom marketing Majalah DUIT edisi khusus no. 03/IV/Maret
2009.
Selalu inovatif dan berfikir kreatif dalam rangka menciptakan produk produk
baru dengan menggunakan merek yang sudah ada (brand extension) dan
menambah variasi rasa (line extension).
Ciptakan juga inovasi produk dengan cara lateral marketing. Contohnya jamu di
tambah minuman sehat. Jadilah minuman jamu untuk kesehatan. Jamu di tambah
praktis, Jadilah minuman jamu yang praktis langsung diminum tanpa harus disedu
pakai air panas, dan sebagainya.
Faktor penting lainnya adalah dukungan aspek manajemen. Perusahaan harus
memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Mulai dari pemilihan input
bahan baku, proses produksi sampai pengiriman barang jadi ke tangan konsumen,
agen maupun distributor. Prosesnya harus cepat dan terjamin kebersihannya.
Selain konsumen, asset yang paling berharga lainnya adalah karyawan.
Tingkatkan terus produktivitas karyawan, motivasi, semangat kerja serta kepuasan
karyawan. Karyawan yang puas bekerja akan memberikan pelayanan terbaiknya
kepada konsumen dengan melakukan interaktif marketing.
Tingkatkan terus titik sentuh dengan pelanggan (touch points) yaitu: (a)
Komunikasi dengan pelanggan melalui sales promotion dan trade promotion,
(b)Pelayanan bebas pulsa, baik untuk pemesanan secara langsung ataupun
menjawab pertanyaan masalah pelanggan, (c) komunikasi dengan masyarakat
sekitar melalui kegiatan publisitas sehingga kehadiran bisnis jamu Bapak
dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, (d) Meningkatkan kepuasan pelanggan
dan meningkatkan loyalitas pelanggan .
Kecenderungan bisnis yang berhasil dimasa depan adalah bisnis yang melibatkan
pelanggan kita sekaligus sebagai agen pemasaran dan terus meningkatkan
networking.
Pembinaan networking tidak hanya terbatas di level kabupaten, tetapi harus
nasional bahkan dunia. Kegiatan ini sangat mudah dilakukan melalui penjualan
online melalui internet (pemesanan, pembayaran serta pilihan berbagai variasi
produk dapat dibuat menggunakan system e-business).

***