Anda di halaman 1dari 12

NAMA : FATMAWATI

KELAS : 1B
PRODI : D.IV FISIOTERAPI
1. Terangkan Pengertian agama dari segi bahasa, istilah dan
ilmuan!
2. Terangkan ruang lingkup agama secara umum!
3. Terangkan pentingnya agama bagi manusia!
4. Terangkan pengertian agama Islam menurut bahasa, istilah
dan ilmuan!
5. Terangkan Ruang lingkup agama Islam!
a. Pengertian agama dari segi bahasa
Kata agama, berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu: Gam,
diawali dan diakhiri dengan

huruf a sehingga dibaca

a-gam-a

(Bahasa Indoensia), kadang diawali dengan u diakhiri dengan a


sehingga dibaca u-gam-a (Bahasa Jawa), kadang pula diawali
dengan huruf i dan berakhiran dengan huruf yang sama, sehingga
dibaca i-gam-a (Bahasa Melayu) yang kesemuanya berarti pergi,
diwarisi turun temurun, tetap di tempat, tidak kacau. Disamping
itu, kata agama bermakna Jalan, peraturan, tatacara, upacara.
Kata Agama dalam Bahasa Arab dan dalam Al-quran disebut
Din yang diulang 92 kali. Asal usul kata

Din mengandung

pengertian menguasai, ketaatan dan balasan.


b. Pengertian agama dari segi istilah menurut Nasution
(1978) adalah sebagai berikut:

1. Pengakuan

terhadap

adanya

hubungan

manusia

dengan

kekuatan gaib yang harus dipatuhi


2. Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang mempengaruhi
manusia.
3. Kepercayaan pada suatu kekuatan gaib yng menimbulkan cara
hidup tertentu
4. Suatu sistem tingkah laku yang berasal dari suatu kekuatan gaib.
5. Ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui
seorang rasul.
6. Pemujaanan terhadap adanya kekuatan gaib yang timbul dari
perasaan lemah dan perasaan takut terhada kekuatan miterius
yang terdapat dalam alam sekitar manusia.
7. Mengikatkan diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung
pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar diri manusi
dan yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.
c. Pengertian agama dari segi ilmuan
a. Freud (dalam Tim Dosen Agama Islam Brawijaya, semarang,
2006: 1) memandang bahwa agama berasal dari ketidakmampuan
manusia menghadapi kekuatan yang ada di luar dan di dalam diri
dan harus menghadapi atau mengatur dengan bantuan kekuatan
lain yang efektif.
b. Carl Gustav Jung salah seorang murid Freud, dipandang sebagai
orang yang memihak agama berpendapat bahwa hakekat dan
pengalaman keagamaan adalah ketundukan kepada kekuatan yang
lebih tinggi dari pada kekuatan sendiri.
c. Agama dalam pandangan sosiolog misalanya mengatakan bahwa
agama adalah sustu kesatuan sistem kepercayaan dan pengalaman
terhadap sesuatu yang sakral.

d. Auguste Comte selanjutnya ditulis Comte (1778-1857) melihat


agama sebagai persoalan yang ada di kalangan masyarakat
primitif yang kemudian meningkat kepada taraf positif artinya
tingkatan ilmu pengetahuan (Sains) yang di dalamnya manusia
tidak lagi suka memikirkan apa yang tidak dapat mereka cobakan,
akan tetapi manusia membatasi dan mendasarkan pengetahuannya
kepada apa yang dapat dilihat, diukur, dan dibuktikan.
6. Terangkan ruang lingkup agama secara umum!
Ruang

lingkup

agama

meliputi

keyakinan, tatacara peribadatan, dan

unsur

kepercayaan

atau

mengatur nilai hubungan

manusia dengan Tuhan secara verftikal dan hubungan manusia


dengan manusia secara horisontal. Karena itu, manusia hidup
bergama sangat penting agar hidup dan kehidupannya teratur
dengan baik, aman dan damai serta sejahtera.
7. Terangkan pentingnya agama bagi manusia!
a. Agama sebagai sumber moral
Manusia memerlukan akhlak atau moral dalam kehidupannya
agar

mereka

membinatang
lingkungannya,

berbeda

maka

dengan

ketika

bahkan

itu

Alquran

binatang.
sangat

Ketika

manusia

berbahaya

terhadap

menyebutnya

bahwa

ketika

manusia berperilaku kasar, kejam, memaksakan kehendak kepada


orang lain, menzalimi orang lain adalah bintang bahkan lebih sesat
daripada binatang.
Tanpa moral kehidupan manusia akan kacau balau, baik
kehidupan individu maupun kehidupan berbangsa, bernegara dan
bermasyarakat. Karena itu manusia wajib bermoral yang baik dan
terpuji. Rasulullah saw. Bersabda bahwa Sebaik-baik manusia ialah
paling baik akhlaknya. Pepatah Arab mengatakan, yang artinya:

Keberadaan suatu

bangsa ditentukan oleh akhlak. Jika akhlak

mereka lenyap, akan klenyap pulalah bangsa itu.


b. Agama sebagai petunjuk kebenaran
Manusia adalah makhluk berakal, bahkan juga makhluk tukang
bertanya. Apa saja dipertanyakan oleh manusia dengan akalnya,
untuk diketahui. Dari akal lahirlah ilmu dan filsafat. Dengan ilmu
dan filsafat ini makin besarlah keinginan manusia untuk mengetahui
segala sesuatu dan makin besar kemampuannya untuk itu.
Agama sangat penting dalam kehidupan karena kebenaran yang
gagal dicari-cari oleh manusia sejak dulu kala dengan ilmu dan
filsafatnya, ternyata apa yang dicarinya itu terdapat dalam agama.
Agama

adalah

petunjuk

kebenaran.

Bahkan

agama

itulah

kebenaran, yaitu kebenaran yang mutlak dan universal. Itulah


agama Islam!
c. Agama sebagai sumber informasi metafisika
Telah disebutkan di muka, bahwa manusia itu makhluk tukang
bertanya. Apa saja dipertanyakan untuk diketahui. Arnold Toynbee,
selanjutnya ditulis memperkuat pernyataan ini. Menurut ahli sejarah
Inggris kenamaan ini, bahkan tabir rahasia alam semesta juga ingin
disingkap oleh manusia. Dalam bukunya An historians approach to
religion dia menulis, Tidak ada satu jiwa pun akan melalui hidup
ini

tanpa

mendapat

tantangan-rangsangan

untuk

memikirkan

rahasia alam semesta.


Dapat disimpulkan bahwa agama sangat penting bagi manusia
(dan karena itu sangat dibutuhkan), karena manusia dengan akal,

dengan ilmu atau filsafatnya tidak sanggup menyingkap rahasia


metafisika. Hal itu hanya dapat diketahui melalui agama.
d. Agama sebagai pembimbing rohani manusia
Hidup manusia di dunia yang fana ini kadang-kadang suka tetapi
kadang-kadang juga duka. Ketahuilah, dunia bukanlah surga, tetapi
juga

bukan

neraka.

Jika

dunia

itu

surga,

tentulah

hanya

kegembiraan yang ada, dan jika dunia itu neraka tentulah hanya
penderitaan

yang

terjadi.

Kenyataan

menunjukkan,

bahwa

kehidupan dunia adalah rangkaian dari suka dan duka yang silih
berganti
8. Terangkan pengertian agama Islam menurut bahasa,
istilah dan ilmuan!
a. Pengertian agama Islam menurut bahasa
Islam berasal dari kata aslama-yuslimu yang berarti menyerah, tunduk, dan
damai. Secara bahasa, Islam mengandung makna umum, bukan
hanya

nama

dari

suatu

agama.

Ketundukan,

ketaatan

dan

kepatuhan merupakan makna Islam. Ini berarti segala sesuatu yang


tunduk dan patuh terhadap kehendak Allah adalah Islam.
b. Pengertian agama Islam menurut istilah
Islam adalah ketundukan seorang hamba kepada wahyu ilahi
yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Nabi
Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai
hukum atau aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat
manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan
akhirat.
c. Pengertian agama Islam menurut para ilmuan

a. George Sarton, agama Islam adalah tatanan agama yang


paling tepat sekaligus paling indah
c, Leodourch, agama Islam itu adalah agama kemanusiaan
alami, ekonomis dan sekaligus moralis.
d. Massignon, agama Islam adalah agama yang memiliki
keistimewaan, bahkan lslam sebagai ide persamaan yang benar
dengan partisipasi semua anggota masyarakat.
d. Tolstoi, agama Islam adalah ringkasan agama yang
dikumandangkan Nabi Muhammad SAW dan menyatakan bahwa
Allah itu satu, tiada Tuhan selain Allah. Sehingga tidak dibenarkan
menyembah banyak Tuhan.
e. Orientasi H.l, agama Islam adalah sebaik-baiknya agama
dan ternyata lslam hingga dewasa kini masih tetap merupakan
akidah agama yang kukuh, yang memiliki kaidah kemasyarakatan
yang merata, dan sekaligus memiliki tatanan budi luhur yang
sangat kuat.
9. Terangkan Ruang lingkup agama Islam!
Islam berasal dari kata aslama-yuslimu yang berarti menyerah,
tunduk, dan damai. Secara bahasa, Islam mengandung makna
umum, bukan hanya nama dari suatu agama. Ketundukan, ketaatan
dan kepatuhan merupakan makna Islam. Ini berarti segala sesuatu
yang tunduk dan patuh terhadap kehendak Allah adalah Islam.
Menurut Al-Quran, Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya
diberikan Allah kepada masyarakat manusia melalui para RasulNya. Jadi, Islam adalah agama Allah yang dibawa oleh para nabi
pada setiap zamannya yang berakhir dengan kenabian Muhammad
SAW. Penamaan agama Islam bagi para nabi didasarkan kepada
firman Allah (tulis ayatnya):

Katakanlah (hai orang-orang mumin): Kami beriman kepada


Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang
diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub serta anak cucunya
dan kepada apa yang telah diturunkan kepada Musa, Isa dan para
Nabi dari Tuhan mereka dan kami hanya berserah diri kepada-Nya.
(Al-Baqarah: 136).
Dan pada ayat lain disebutkan tentang ucapan Nabi Nuh (tulis
ayatnya):
Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta
upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah
belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orangorang yang berserah diri (kepada-Nya). (Yunus: 72).
Mengenai Nabi Ibrahim, Allah SWT berfirman (tulis ayatnya):
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: Tunduk patuhlah!
Ibrahim menjawab: Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta
alam. (Al-Baqarah: 131).
Dan Allah berfirman dalam mengisahkna Yusuf (tulis ayatnya)
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan
kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku
sebagian tabir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi,
Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku
dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang
yang saleh. (Yusuf: 101).
Berkenaan dengan Nabi Musa Allah berfirman (tulis ayatnya):
Dan Musa berkata: Hai Kaumku, jika kamu beriman kepada
Allah, maka bertawakkallah kepadaNya saja, jika kamu benar-benar
orang yang berserah diri;. (Yunus: 84).
Tentang Nabi Isa Al-Quran mencatat (tulis ayatnya):

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani


Israil) berkatalah dia: Siapakah yang akan menjadi penolongpenolongku untuk (menjalankan agama) Allah?. Para hawariyyin
(sahabat-sahabat setia) menjawab: Kamilah penolong-penolong
(agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (Ali
Imran: 52).
Allah mengutus Rasul penutup pembawa agama Islam, yaitu
Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya (tulis ayatnya):
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu
sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabinabi setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada
Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus,
Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan
(Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami
kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara
kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasulrasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak
ada alasan bagi manusia menbantah Allah sesudah diutusnya rasulrasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (AlNisa: 163-165).
Dari rangkaian ayat di atas dipahami bahwa agama Islam adalah
agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui Nabi
Muhammad SAW. Jadi Islam dalam pengertian yang paling baru dan
sempurna merupakan ajaran dan wahyu Allah yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW.
Ajaran Islam bersifat universal dan berlaku setiap zaman.
Keabadian

dan

keaktualan

Islam

telah

dibuktikan

sepanjang

sejarahnya, di mana setiap kurun waktu dan perkembangan


peradaban manusia senantiasa dapat dijawab dengan tuntas oleh
ajaran Islam melalui Al-Quran sebagai landasannya. Keuniversalan
konsep Islam merupakan jawaban terhadap keterbatasan manusia
dan pemikirannya yang temporal dan parsial. Karena keparsialan ini
muncullah kekurangan dan dari ketemporalan lahirlah kegoyahan
yang

menuntut

perubahan-perubahan.

Keuniversalan

Islam

membebaskan Islam dari berbagai kekurangan dan kelemahan yang


lebih membuktikan akan kebenarannya.
Keuniversalan ajaran Islam pada hakekatnya terwujud dari hal
yang paling mendasar dan pokok dari seluruh konsep Islam, yaitu
keyakinan akan keesaan Allah atau tauhidullah. Konsep tauhidullah
adalah konsep khas Islam dan menjadi azas yang paling esensial
dalam seluruh sistem Islam yang dapat melahirkan jiwa kaum
muslimin merdeka dari intervensi, penekanan, dan intimidasi
manusia lain. Ia merupakan nilai dan etos yang membentuk sikap
jiwa

yang

bebas

kemanusiaannya.

dan

Dalam

kreatif
pada

dalam
itu

menunaikan

tauhid

melahirkan

tugas
pula

ketundukan, kepasrahan, dan ketaatan tanpa reserve terhadap


undang-undang dan peraturan-peraturan Allah.
Dari tauhidullah ini lahir pula konsep Islam selanjutnya berupa
integralitas dan kesempurnaan. Dalam konsep ini berarti Islam tidak
membutuhkan penyempurnaan atau penambahan dari luar, karena
ia adalah ciptaan Allah sehingga akan sesuai dengannya apapun
yang diciptakan Allah, termasuk di dalamnya manusia sebagai
sasaran dari konsep Islam. Penolakan terhadap konsep Islam berarti
pengingkaran terhadap nilai dan makna kemanusiaannya.

Tauhidullah melahirkan prinsip keseimbangan dan harmoni,


yaitu mencakup kehidupan hari ini dan hari esok (dunia dan
akhirat), memberikan pemenuhan kebutuhan jasmani sekaligus
kebutuhan rohani, memberi perhatian terhadap individu maupun
sosial, dan mencakup hubungan manusia dengan Allah dan
manusia dengan makhluk lainnya termasuk dengan lingkungannya.
Aspek-aspek yang berkenaan dengan hidup dalam bentuk nilai dan
norma Islam disebut syariat.
Tujuan syariat Islam yang sangat menonjol adalah meneguhkan
nilai-nilai

kemanusiaan

yang

sehat,

agar

tercipta

hak

yang

menjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan demikian


tujuan yang dibimbing oleh syariat Islam bukan hanya tujuan yang
bersifat sementara, tetapi suatu tujuan akhir (ultimate goal) berupa
kebahagiaan yang abadi yang dipenuhi kebaikan di akhirat. Dengan
dmeikian di dalam konsep Islam kematian adalah pembuka ke arah
kebaikan dan bukan suatu tragedi yang perlu ditakutkan. Jadi
kehidupan dalam Islam menyimpan optimisme menyambut masa
depan dengan penuh harapan, karena tertanamnya keimanan.
Syariat Islam yang datang dari Allah itu ditujukan kepada
manusia, makhluk Allah. Karena sumber syariat adalah Allah, maka
realisasi syariat Islam dalam kehidupan manusia telah terencana
dengan sempurna sebagai perbuatan yang mampu dilakukan
manusia, karena kapasitas kemanusiaannya telah disesuaikan
dengan beban dan bobot syariat. Di sini Islam dapat lebih dipahami
sebagai ajaran yang sesuai dengan atribut kemanusiaan. Karena
itu,

tidak

heran

jika

syariat

Islam

sesuai

dengan

kodrat

kemanusiaannya dan tidak ada satupun ajaran syariat Islam yang


menafikan kodrat tersebut. Dengan demikian penolakan manusia

terhadap syariat Islam merupakan penolakan manusia terhadap


kodrat asasi dirinya sendiri sebagai manusia.
Konsep Islam berhubungan dengan realitas-realitas nyata dan
meyakinkan yang tidak terlepas hakekat Ilahi yang membekas
dalam jejak-jejak nyata dan dapat dicerap secara indrawi. Islam
menghendaki realitas kongkrit, bukan imaginatif. Karena itu dalam
konsep Islam tidak dapat dipisahkan antara keimanan yang abstrak
dengan realitas indrawi yang kongkrit berupa tingkah laku yang
dikenal dengan istilah amal shaleh. Melalui kerealistisan inilah Islam
menghadapi alam yang berwujud realistis yang menjelmakan dan
mendorong munculnya sikap, aktivitas dan kreativitas kemanusiaan
dalam alam nyata, yaitu kehidupan sehari-hari sebagai individu dan
masyarakat di tengah-tangah lingkungan alamnya.
Agama Islam adalah risalah (pesan-pesan) yang diturunkan
Allah kepada para nabi dan rasul sebagai petunjuk dan pedoman
yang mengandung hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan
dalam menyelenggarakan tata cara kehidupan manusia, yaitu
mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, hubungan
manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Khaliknya.
Karena itu, agama Islam mengandung tiga komponen pokok yang
terstruktur dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang
lainnya. Ketiga komponen tersebut adalah:
1. Aqidah atau Iman, yaitu keyakinan akan adanya Allah dan para
rasul yang diutus dan dipilih-Nya untuk menyampaikan risalah-Nya
kepada umat melalui malaikat, yang dituangkan ke dalam kitabkitab suci-Nya yang berisikan informasi tentang adanya hari akhir
dan adanya suatu kehidupan sesudah mati, serta informasi tentang
segala sesuatu yang telah direncanakan dan ditentukan Allah.

Aqidah merupakan komponen pokok dalam Agama Islam yang di


atasnya berdiri Syariat dan Akhlak Islam.
2. Syariat,

yaitu

aturan

atau

undang-undang

Allah

tentang

pelaksanaan dan penyerahan diri secara total melalui proses ibadah


secara langsung kepada Allah dengan sesama makhluklainnya
(muamalah), baik dengan sesama manusia maupun dengan alam
sekitarnya. Oleh karena itu, secara garis besar, Syariat meliputi
dua hal pokok, yaitu: ibadah dalam pengertian khusus atau ibadah
madhlah dan ibadah dalam arti umum atau muamalah atau ibadah
ghair mahdlah.
3. Akhlak, yaitu pelaksanaan ibadah kepada Allah dan bermuamalah
dengan sesama makhluk dengan penuh keikhlasan seakan-akan
disaksikan langsung oleh Allah, meskipun dia tidak melihat Allah
secara langsung.
Tanpa agama manusia tidak dapat hidup dengan tertib, damai
dan tenteram. Karena itu, melibatkan agama dalam kehidupan
manusia sangat penting dalam semua aspek.