Anda di halaman 1dari 3

Filsafat Hindu Menurut Pandangan Logika

Ini adalah blogger tentang filsafat Hindu yang notabene kebenarannya sudah terbukti namun ada
yang masih belum bisa diterima oleh akal sehat. Saya akan memberikan beberapa permasalahan
yang cocok untuk didiskusikan hanya untuk sekedar memberikan gambaran sehingga agama
hindu bisa diterima dengan baik di masa modern ini, dan untuk itu komentar sangat saya
butuhkan demi kemajuan agama Hindu itu sendiri. Jika ada kesalahan dalam kata-kata ataupun
cara penyampaian, saya mohon maaf sebelumnya.

Senin, 07 Oktober 2013


Tujuan Hidup Manusia
Sebagian besar orang jika ditanyakan masalah tujuan hidup pastilah jawabannya sama. Mayoritas
orang ingin menjadi orang kaya sehingga semua keinginannya tercapai, menduduki jabatan yang
tinggi agar dihormati, bahkan agar bisa mencapai surga sebagai tujuan akhiratnya. Tetapi segala
sesuatu itu tidak ada artinya apabila semua yang didapat tidak sesuai dengan filsafat kebenaran.
Terkadang mereka bangga dengan apa yang telah dicapai walaupun itu adalah hasil dari
kejahatan/sesuatu yang tidak baik.
Tingkatan tujuan hidup sebenarnya memiliki aturan yang harus dilakukan dengan sebaikbaiknya. Dalam agama Hindu tujuan hidup bukan hanya mencari kekayaan kemudian melakukan
kebaikan agar bisa mencapai surga. Walaupun itu ada benarnya tetapi itu bisa dikatakan kategori
salah besar. Kenapa demikian? Karena pencarian tujuan terutama kekayaan kalau tidak ada yang
melandasinya artinya sama saja dengan omong kosong. Maka dari itu dalam agama Hindu kita
kenal istilah Catur Purusha Artha yakni 4 tujuan hidup manusia. Dengan berdasarkan Catur
Purusha Arta diharapkan "Moksartam Jagat Hita Ya Ca Iti Dharma" yaitu kebahagian yang kekal
dan abadi di dunia dan akhirat bisa terwujud.
Keempat tujuan hidup (Catur Purusha Artha) diantaranya :
1. Dharma
Dharma (ajaran pokok kebenaran) diletakkan paling awal dan utama karena menjadi dasar dari
segala prilaku. Apapun yang kita lakukan hendaknya selalu berasaskan kebenaran dan prilaku
yang baik. Jika segala sesuatu dilakukan tanpa kebaikan sama saja dengan tidak artinya.
2. Artha
Artha artinya kekayaan dan kekuasaan. Dalam hal ini manusia sebenarnya sudah mempunyai
sifat tamak dan rakus. Tetapi karena sudah ada pondasi dharma, maka segala kekayaan dan
kekuasaan yang didapat seharusnya didapatkan dari jalan kebenaran. Tidak ada istilah kekayaan
itu didapat karena merampok, mencuri, menipu, korupsi, atau kejahatan lainnya. Sama halnya
dengan kekuasaan hendaknya diperoleh dengan jalan yang benar dan memang karena kapasitas
orangnya yang memang mampu. Bukan karena didapat dari hasil menyuap, menjatuhkan orang
lain, dll.

3. Kama
Kama artinya hawa nafsu atau keinginan. Dengan diperolehnya artha/kekayaan sudah pasti
muncul keinginan manusia untuk memiliki sesuatu. Dan tentu saja apapun keinginan ini tetap
harus berdasarkan dharma. Apabila suatu keinginan itu tidak dilandasi dengan
kebenaran/dharma, sudah pasti akan timbul pemikiran-pemikiran kotor dan jahat yang akan
mengakibatkan timbulnya kejahatan dan sudah pasti dosa yang akan didapat.
4. Moksa
Moksa artinya bersatunya/kembalinya atman kepada brahman/Tuhan YME sebagai penciptanya.
Jadi tujuan akhir hidup ini bukanlah surga karena dalam surga masih diliputi oleh sifat-sifat
duniawi. Berbeda dengan Moksa dimana atman dan Tuhan sudah menjadi satu artinya atman
sudah mencapai kebebasan tertinggi dan sudah benar-benar lepas dari sifat duniawi.
Jadi apapun tujuan dari manusia itu, hendaknya selalu berdasarkan kepada dharma/kebenaran
sehingga dharma akan selalu menjadi yang pertama sebagai dasar dari tingkah laku dalam
pencapaian tujuan.
Diposkan oleh Putu Suta di 08.04
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut
Arsip Blog

2014 (4)

2013 (3)

Mengenai Saya

o Oktober (2)

Putu Suta
Lihat profil lengkapku

Tujuan Hidup Manusia

Hari "Pralaya"

o September (1)

2009 (3)

Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.

http://filsafat-hindu.blogspot.co.id/2013/10/tujuan-hidup-manusia.html