Anda di halaman 1dari 7

Bernad A.

Pasaribu 1
Marselinus David R 2

SUSUNAN MASSA PADA ARSITEKTUR INDISCH DI MAN 2


SURAKARTA
Abstrak
MAN
2
Surakarta
sebagaisalahsatuobjekbangunancagarbudaya
di
Solo
yangmemilikikekhasanakannilai-nilaihistoris.
NilaitersebuttidaklepasdariunsurunsurkebudayaandancorakArsitektur.
Zaman
kolonialsebagaipengaruhkebudayaanpadasaatterbentuknyabangunaninimempengaruhicorakArsitektur
bangunan.
ArsitekturIndischemerupakancorak
yang
diterapkanpadabangunanini.
NilaihistorisdanArsitekturdaribangunaninilah
yang
mendasaripenilitian
agardapatbermanfaatuntukperencanaan Heritage of future yang akandilaksanakan di kota Solo.
Penelitian
tersebut
menggunakanmetodekualitatifdanempiris,
yang
dilaksanakanselamasatubulanmenggunakankacamatafilsafat.
Sehinggaakandapatterlihatnilaidanmaknabangunaninidarisegifilsafat.
Hasilsurvei kami menunjukkanbahwa [1] Susunan massa pada bangunan MAN 2 memiliki pola
yang mengadopsi arsitektur jawa. [2] Pola penataan massa pada bangunan ini muncul indikasi awal
terbentuknya
arsitektur
indische
pada
jaman
itu.
[3]
NilaihistorisdancorakArsitekturIndischedapatdiambilhal-hal
yang
bergunasebagaiunsureperencanaan
Heritage of Future yang akandilaksanakan.
Kata kata kunci :Arsitektur-Indische ; Arsitektur-Jawa ;Heritage-of-Future; Nilai-Historis ; SusunanMassa

1. Introduction
Bangunan MAN 2 Surakarta pada awalnya berfungsi sebagai rumah tinggal seorang keturunan
Tionghoa bernama Nogtjik. Setelah itu, bangunan kemudian dibeli oleh saudagar emas dari banjarmasin.
Pada tahun 1931, pada masa pemerintahan PAKU BUWONO X (1893-1939) bangunan beralih fungsi
menjadi sekolah Mambaul Ulum. Setelah Surakarta berada dibawah pemerintahan RI, pada tahun 1952
bangunnan berubah menjadi Sekolah Guru Agama yang kemudian oleh kementrian agama RI diubah
menjadi Pendidikan Guru Agama Atas dan Pertama. Kemudian pada tahun 1970 bangunan tersebut berubah
fungsi menjadi Mahkamah Islam Tinggi (MIT) lalu pada tahun 1973 menjadi Pengadilan Tinggi Agama,
hingga kemudian berubah fungsi menjadi MAN 2 Surakarta sejak tahun 1992 sampai sekarang.
MAN
2
Surakarta
sebagaisalahsatuobjekbangunancagarbudaya
di
Solo
yangmemilikikekhasanakannilai-nilaihistoris.
NilaitersebuttidaklepasdariunsurunsurkebudayaandancorakArsitektur.
Zaman
kolonialsebagaipengaruhkebudayaanpadasaatterbentuknyabangunaninimempengaruhicorakArsitektur
bangunan.
ArsitekturIndischemerupakancorak
yang
diterapkanpadabangunanini.
NilaihistorisdanArsitekturdaribangunaninilah
yang
mendasaripenilitian
agardapatbermanfaatuntukperencanaan Heritage of future yang akandilaksanakan di kota Solo.
Penelitian
tersebut
menggunakanmetodekualitatifdanempiris,
yang
dilaksanakanselamasatubulanmenggunakankacamatafilsafat.
Sehinggaakandapatterlihatnilaidanmaknabangunaninidarisegifilsafat.
PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_dan_peninggalan_sejarah_di_Surakarta

1Mahasiswa Prodi Arsitektur Angk.2011, Fakultas Teknik UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, Asia Tenggara
2Mahasiswa Prodi Arsitektur Angk.2012, Fakultas Teknik UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, Asia Tenggara

Fig. 1. Peta Kota Surakarta


Sumber : www.wikimwdia.org

Fig. 2.Sketsa
Sumber :sketsa pribadi

DISCUSSION
Theme 1 :Susunan Massa Bangunan Arsitektur Jawa Pada Bangunan
Klonial
Arsitektur indis merupakan perpaduan antara arsitektur kolonial(barat) dengan arsitektur Nusantara. Pada
umumumnya bangunan kolonial yang dibangun pada masa penjajahan Belanda tidak memperhatikan pola
bangunan pada lingkungan sekitarnya, biasanya bangunan kolonial lebih menyesuaikan pada iklim
sekitarnya. Namun pada bangunan MAN 2 Surakarta, pola penataan massa bangunan memiliki kemiripan
(mengadopsi) pola penataan massa pada arsitektur Jawa.

Fig.3. Gambar situasi MAN 2 Surakarta


Sumber : googleMaps.com

Conclusion
[1] Susunan massa pada bangunan MAN 2 memiliki pola yang mengadopsi arsitektur jawa.
Rumah tradisional Jawa (Arsitektur Jawa) pada umumnya memiliki pola penataan massa
sebagai berikut: Pendopo, Pringgitan, Dalem atau Griya Ageng, Senthong, Gadri, dan Pawon.

Theme 2 :Susunan Massa Bangunan Arsitektur Jawa Pada Bangunan


Klonial
Berdasarkan hasil survei dan melihat teori yang ada, didapati dasar terbentuknya Arsitektur Indische yang
terlihat pada bangunan MAN 2 ini. Hal tersebut terlihat pada pola penyusunan massa yang mengikuti pola
penyusunan massa rumah Jawa. Selain itu,fakta lapangan menyebutkan bahwa sejarah pemilik bangunan
ini merupakan seorang saudagar Cina (Bangsawan). Dan pada penyusunan massa pada bangunan MAN 2
ini memakai pola rumah adat Jawa yang dimiliki oleh Bangsawan.

Fig.4. Objek
Sumber : Dokumen Survey, 2015

Conclusion
[2] Pola penataan massa pada bangunan ini muncul indikasi terbentuknya arsitektur indische pada
jaman itu.
Pola penataan massa bila dikaitkan pada sejarah kepemilikan bangunan ini muncul indikasi terbentuknya
arsitektur indische pada zaman itu.

Theme3:NilaihistorispadabangunanMAN2dancorakArsitekturnya
Bangunan MAN 2 yang telah berusia hampir 1 abad, tentunya memiliki nilai historis yang melekat. Adanya
peralihan fungsi dan masuknya kebudayaan-kebudayaan baru menyebabkan banyak perubahan dan corak
arsitekturnya. Bangunan yang berumur panjang dan masih berdiri kokoh sampai sekarang tentunya
menyimpan bukti-bukti peninggalan sejarah yang dapat dimanfaatkan atau bahkan dipertahankan sebagai
identitas/ciri khas kota Solo.

Fig5. Objek
Sumber : Dokumen Survey, 2015

Conclusion
[3]
NilaihistorisdancorakArsitekturIndischedapatdiambilhal-hal
bergunasebagaiunsurperencanaan Heritage of Future yang akandilaksanakan.

yang

Sejarah dan elemen-elemen arsitektur pada bangunan MAN 2 Solo memiliki ciri khas yang tidak
dimiliki bangunan Indische lainnya. Penggabungan bentuk massa kampung, kubah, dan elemen arsitektur
Eropa yang tidak dimiliki bangunan indis lainnya menjadi suatu hal yang menarik pada bangunan tersebut.

GENERALCONCLUSION

Susunan massa pada bangunan MAN 2 memiliki pola yang mengadopsi arsitektur jawa.
Pola penataan massa pada bangunan ini muncul indikasi awal terbentuknya arsitektur indische
pada jaman itu.
NilaihistorisdancorakArsitekturIndischedapatdiambilhal-hal
yang
bergunasebagaiunsurperencanaan Heritage of Future yang akandilaksanakan.

SUGGESTION :
Dalam mendesain bangunan apapun dan dengan corak Arsitektur apapun, baiknya tetap
mempertahankan kepercayaan/kearifan lokal daerah tersebut.
Mempertahankan bangunan yang memilki nilai sejarah tentunya dapat mempertahankan segala
aspek budaya yang ada di dalamnya
References
[1]Kulczycki P., Estymatory jdrowe w analizie systemowej, WNT, Warsaw 2005.
[2] Kowalski P.A., Procedura ekstrakcji cech z obrazu twarzy dla potrzeb systemu biometrycznego,
Technical Transactions, series Automatic Control, vol. 25(1), 2012, 55-79.
[3] Kokosinski Z., Halesiak P., FPGA generators of combinatorial objects in a linear array model, 7th
International Symposium on Parallel and Distributed Computing, Cracow, 1-5 July 2008, 223-227.
[4] Kacprzyk J., Rozmyte programownie dynamiczne, [in:] P. Kulczycki, O. Hryniewicz, J. Kacprzyk
(Eds.): Techniki informacyjne w badaniach systemowych, WNT, Warsaw 2007, 231-282.
[5] Lukasik S., Parallel Computing of Kernel Density Estimates with MPI, Lecture Notes in Computer
Science, vol. 4489, 2007, 726-734.
[6] Su
M.K., A
New
Index
of
Cluster
Validity,
(online)
homepage:
www.cs.missouri.edu/~skubicm/8820/ClusterValid.pdf, (date of access: 2012-10-30).
[7] PN-ISO 690-2:1999. Przypisy bibliograficzne - Dokumenty elektroniczne i ich czci. Poland.
[8] Reda, J., Sposb zasilania plazmotronu ukowego do cicia pod wod i plazmotron ukowy do cicia
pod wod. Instytut Energii Jdrowej, Otwock-wierk. Poland. Patent.152261. Pub.31.05.1991.
About the Author
Bernad Arifin Pasaribu (26 Juni1994), SD N No. 173558 Hutahaean, SMP N 4 Laguboti, SMA N 1
Laguboti, Kuliah Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Marselinus David Raynaldo (07 Juni 1994), SD Kristen Satya Wacana Salatiga, SMP Stella Matutina, SMA
N 3 Salatiga, Kuliah Universitas Sebelas Maret Surakarta.

English reader Proof


Dear Editor,
This letter serves as verification that this paper has been approved by a professional English
editor
.
Date, place

_______________________
Signature of the participant
KOREKSI
GAMBAR JANGAN DI FOTO
PUSTAKA REFERENSI CV
FOTO
SKETSA

____________________
Signature of English Editor