Anda di halaman 1dari 15

RANGKUMAN

BULU TANGKIS DASAR

Jurusan FPOK

Dosen :
Drs. Hery Muliatno

UNIVERSITAS BANYUWANGI

UNIBA
2009

NILAI NILAI OLAHRAGA BULU TANGKIS


Fenomena sosial yang menonjol dan dihayati sehari hari, antara lain kegiatan
olahraga. Kegiatan ini diresapi dan dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Salah satu kegiatan
olahraga yang sudah memasyarakat dewasa ini adalah permainan bulu tangkis.
Bulu tangkis atau badminton sebagaia olahraga hiburan dan prestasi digemari oleh tua
muda, baiak laki laki maupun perempuan, khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan
permainan bulu tangkis disamping mudah dimainkan juga peralatannya mudah didapatkan.
Permainan bulu tangkis di sekolah diberikan kepada siswa sebagai mata pelajaran
pilihan, juga dipakai salah satu bentuk pendidikan yang dilakukan diwaktu senggang. Dipakainya
peralatan bulu tangkis sebagai bentuk kegiatan diwaktu senggang atau sebagai mata pelajaran
disekolah cukup beralasan karena dalam permainan bulu tangkis dapat mengembangkan jasmani
tiap individu secara harmonis dan menyeluruh. Dapat diikuti oleh sebagian besar siswa dan dapat
menumbuhkan jiwa persatuan yang sebaik baiknya.
Permainan bulu tangkis yang diajarkan disekolah hendaknya bukan hanya bertujuan
untuk membuat si anak didik dapat bermain bulu tangkis dengan baik.
Dengan demikian, sebenarnya olahraga bulutangkis yang diajarkan di sekolah
merupakan alat atau perntara untuk menciptakan suatu situasi pergaulan antara guru dan anak
didik. Juga antara sesama penddidk sehingga terdapat interaksi pendidikan yang berakibat
terjadinya tingkat laku pada anak didik. Perubahan tingkah laku ini terutama akibat pergaulan
atau tindakan tindakan dari guru. Jika ditinjau lebih lanjut maka pengajaran bulu tangkis di
sekolah hendaknya mempertimbangkan nilai- nilai dalam pertumbuhan perkembangan dan
kelakuan siswa seperti :
1. Penghindaran dari hambatan hambatan pertumbuhan.
2. Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
3. Perkembangan organik.
4. Perkembangan dan pertumbuhan warga negara yang secara fisik, mental, emosi dan rasa
sosial yang baik.
5. Perkembangan dan penyesuaian yang selaras dengan norma- norma yang berlaku di
masyarakat
6. Kebulatan kepribadian sesuai dengan cita citanya.

SEJARAH BULU TANGKIS


Asal mula munculnya permainan bulu tangkis atau badminton saat ini masih belum bisa
dipastikan diderah atau di negara mana yang pertama kali melakukan permainan bulu tangkis. Di
Inggris terdapat pula bukti bukti yang menyatakan bahwa semacam permainan bulu tangkis
telah dimainkan di puri puri bangsawan pada akhir abad ke 17. Di India perminan yang mirip
bulu tangkis itu dikenal dengan nama POONA di sekitar tahun 1780. Belum dapat dipastikan

apakah orang Inggris yang membawa permainan bulu tangkis itu ke India atau sebaliknya. Dapat
dipastika bahwa nama Badminton untuk bulu tangkis berasal dari nama sebuah kota Badminton;
tempat kediaman Duke of Beaufort di wilayah Gloucestershire yang tidak jauh letaknya dari
Bristol Inggris.
Peraturan permainan bulu tangkis yang pertama dibuat pada tahun 1877, kemudian
disembpurnakan pada tahun 1877. Penyempurnaan berikutnya dilakukan pada tahun 1890.
Peraturan permainan yang sekarang berlaku pada International badminton Federation (IBF)
adlah peraturan permainan yang telah diperbaiki pada tahun 1939. Peraturan yang terakhir ini
hanya berbeda sedikit dengan peraturan yang dikeluarkan tahun 1890.
Sebagaimana diketahui bahwa olahraga bulu tangkis atau badminton kini dikenal
diseluruh dunia. Berdasarkan sejarah permainan tersebut mulai berkembang di Benua Eropa pada
akhir abad ke 17, tepatnya di Inggris pada tahun 1873.
International Badminton Federation ( IBF ) didirikan pada tanggal 5 Juli 1934 pada
waktu itu beranggotakan Inggris, kanada, Denmark, Prancis, Irlandia, belanda, Selandia Baru,
Skotlandia dan Wales. Kompetisi International yang resmi baru dapat dilaksanakan pada tahun
1949 dengan memperebutkan sebuah piala Thomas yang sampai saat ini menjadi lambang
supermasi juara dunia beregu putra, kini perebutan piala Thomas dilaksanakan 3 tahun sekali.
Piala Thomas diambil dari nama Sir George Thomas Bart Pemain ternama kelahiran Therapia
dekat Turki tahun 1881. Beliaulah yang memprakarsai kejuaran dunia beregu yang dikenal
hingga kini dengan sebutan kejuaraan Thomas Cup. Negara yang pertama kali menjuarai Thomas
Cup adalah negara Malaya

( Malaysia ). Kalau dibagian putra dikenal Thomas Cup maka

dibagian putri dikenal dengan nama Uber Cup atau Piala Uber, seperti halnya Piala Thomas, Piala
Uber diadakan sekali dalam 3 tahun yang diikuti oleh negara negara anggota IBF. Kejuaraan
Uber Cup yang pertama didakan pada tahun 1956 1957. Sedangkan Piala Sudirman yang
pertama diadakan di Jakarta pada tahun 1989.
Indonesia sendiri sejak terbentuknya PBSI tanggal 5 Mei 1951 dan ikut resmi menjadi
IBF tahun 1953, baru ikut dalam kejuaraan Thomas Cup pada tahun 1958 yang pertama kali serta
berhasil menjuarai kejuaraan tersebut.
Sampai kini Indonesia telah menjuarai kejuaraan Thomas Cup sebanyak 8 kali
sedangkan Piala Uber Indonesia baru berhasil 3 kali yaitu pada tahun 1975, 1994 dan 1996.
A. SEJARAH THOMAS
Piala Thomas adalah sebuah piala yang diperebutkan oleh negara peserta anggota IBF.
Piala Thomas terbuat dari perak yang berlapis emas. Bentuknya terdiri dari bagian penyanjung,
bagian piala dan bagian tutp yang diatasnya terdapat sebuah patung kecil berbentuk seorang
pemain bulu tangkis di bagian piala tertulis kata kata berikut :
The International Badminton Championship Challenge Cup Presented to the
International Badminton Federation by Sir George Thomas Bart; 1939.

Piala Thomas yang diperebutkan dalam pertandingan beregu putra, disediakan


berdasarkan saran saran yang diajukan oleh para redaktur olahraga dunia sebagai tanda
penghargaan kepada salah seorang tokoh bulu tangkis dunia, seorang bekas pemain kenamaan,
seorang bangsawan dan seorang pendiri dari Federasi Bulu Tangkis International yang bernama
Sir George Thomas Bart. Selain George Thomas, sebenarnya masih banyak tokoh tokoh bulu
tangkis lainnya yang patut mendapat penghargaan, seperti umpamannya G.A Sautter, J.F. Devlin,
R.C.F. Nichhols atau R.M. White. Akan tetapi, diantara kelima tokoh dan bekas pemain
kenamaan itu maka George Thomas-lah yang terpilih dan patut mendapat kehormatan dan
penghargaan.
George Thomas adalah putra ke 7 dari keluarga Baronet. Ia lahir di Therapia dekat
Istambul Turki pada tahun 1881. Dari kejuaraan George Thomas terus meningkat dan dalam
sejarah pertandingan kejuaraan All England, George Thomas menjadi juara All England 4 kali
pada 1920, 1921, 1922, 1923.
B. SEJARAH UBER CUP
Untuk bagian putri diadakan kejuaraan putri yang memperebutkan sebuah piala yang
diberi nama Piala Uber. Kejuaraan piala uber diadakan sekali dalam 3 tahun dan diikuti oleh
negara negara anggota. Kejuaran yang pertama dimulaia pada tahun 1956 1957 didikuti oleh
11 negara peserta.

C. Perkembangan Bulutangkis Di Indonesia


Pada permulaan revolusi yang dapat ditempuh antara lain mendirikan perkumpulan
perkumpulan olahraga di Jakarta berdirilah perkumpulan bulu tangkis yang pada waktu itu
dinamakan Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) bagian bulu tangkis yang didirikan
pada tanggal 20 Januari 1947. Yang berkedudukan PORI di Yogyakarta dan pada jaman

penjajahan Belanda persatuan bulu tangkis itu bernama BBL ( Bataviasche Badminton Leage )
yang dilebur menjadi BBU (Bataviasche Badminton Unie ) keanggotaan BBU dari keturunan
Tionghoa yang mempunyai kesadaran nasional. Kemudian BBU mengubah menjadi PERBAD

Persatuan Badminton Jakarta ) dengan ketuanya adalah Tjoang Seng Tiang. Indonesia menjadi
anggota resmi IBF pada tahun 1953, dan 4 tahun kemudian regu Indonesia menyatakan diri untuk
ikut dalam perebutan Piala Thomas tahun 1957, 1958.

PRINSIP PRINSIP DASAR BERMAIN BULU TANGKIS


Setiap cabang olahraga memiliki spesifikasi tersendiri yang berbeda antara cabang yang
satu dengan yang lain. Pembahasan tentang unsur teknik dalam ketrampilan bulu tangkis menjdi
4 macam sebagai berikut :
1. Teknik memegang raket ( Grips )
2. Teknik mengatur kerja kaki ( Footwork )
3. Teknik menguasai pukulan ( Strokes )
4. Teknik menguasai pola pola pukulan
Ke 4 teknik diatas merupakan pokok bahasan dalam teknik bermain bulu tangkis sebagai berikut :
A. CARA MEMEGANG RAKET
Cara atau teknik memegang raket yang dianggap baik adalah suatu cara untuk menerima
dan mengembalikan segala macam pukulan dengan mudah dan bebas. Pengenalan fungsi
pegangan ( Handle ) raket.
Pegangan ( Handle ) raket bulu tangkis dapat dibagi menjdi 2 bagian yaitu :
a. Pegangan bagian atas
b. Pegangan bagian bawah
Pegangan raket dibagian atas akan menghasilkan pukulan yang bersifat halus dan
lambat, sedang pegangan raket dinbagian bawah akan menghasilkan pukulan yang kuat dan
keras. Ada beberapa macam cara atau teknik memegang raket bulu tnagkis oleh PBSI ( Tahun
1985 ) cara memegang raket dibedakan menjadi 4 :
1. American Grip
2. Forehand Grip
3. Backhand Grip
4. Combination Grip
1. American Grip
Untuk memperoleh ketrampilan cara memegang American Grip raket diletakkan
dilantai. Peganglah pada ujung tangkainya atau handle. Dengan cara seperti memgang
pemukul kasur, bagian tangan anatar ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian tangkai
yang luas.

2. Forehand Grip
Berbeda dengan cara American Grip maka untuk memperoleh Forehand Grip, raket
diletakkan di lantai dalam posisi miring, kemudian peganglah dengan cara, bagian permukaan
tangkai yang sempit. Raket dipegang tanpa diubah ubah ( statis ).

3. Backhand Grip
Backhand grip merupakan jenis pegangan lanjutan dari pegangan forehand, yaitu dari
forehand Grip dapat beralih ke Backhand Grip dengan memutar raket seperempat putaran kekiri
( bagi yang memegang dengan tangan kanan ), namun posisi ibu jari tidak seperti pada forehand
Grip melainkan agak dekat dengan daun raket atau cara memegangnya adalah dengan jalan
menempelkan penampang ibu jari pada permukaan tangkai raket yang terlebar.

4. Combination Grip
Combination Grip atau pegangan campuran adalah suatu cara memegang raket dengan
mengubah cara pegangan raket sesuai dengan datangnya shuttlecock dan jenis pukulan. Pegangan
campuran ini merupakan kombinasi antara Forehand Grip dengan Backhand Grip.

Berbagai cara memegang raket bulu tangkis.

B. CARA MEMUKUL SHUTTLECOCK


Untuk dapat melakukan sustu jenis pukulan dengan baik diperlukan adanya pengusaan
teknik yang benar. Sebelum pembahasan lebih lanjut perlu diingat sekali lagi bahwa mengenai
teknik atau cara memukul shuttlecock dalam penggalan ini belum mengarah ke bagaimana cara
menguasai berbagai jenis pukulan dalam permainan bulu tangkis, tetapi disini baru menyinggung
tentang prinsip prinsip dasar yang perlu dioperhatikan dan diusahakan dalam proses belajar
memukul shuttle cock. Adapun prinsip prinsip dasar antara lain :
1. Fungsi putaran lengan bawah dan pergelangan tangan
2. Posisi badan terhadap Shuttlecock
3. Merahasiakan gerakan awal
4. Posisi kaki pada saat memukul
5. Karakteristik jalannya shuttlecock
1. Fungsi putaran lengan bawah dan pergelangan tangan
Putaran lengan bawah dan pergelangan tangan merupakan pusat dari segalanya didalam
melakukan suatu pukulan, baik untuk arah pukulan, daya pukulan, gerakan tipuan, dan pada saat
merahasiakan gerakan awal. Fungsi putaran lengan bawah dan pergelangan tangan pada saat
memukul sebenarnya bersamaan. Semua pukulan bulu tangkis dilakukan dengan memutar lengan
bawah pergelangana tangan.

2. Posisi badan terhadap Shuttlecock

Permainan bulu tangkis bahwa posis badan harus berada dibelakang shuttlecock, dan
Shuttlecock dipukul pada titik kulminasi yang tinggi. Keuntungan penempatan posisi badan
dibelakang Shuttlecock adalah :
a. Pukulan dapat diarahkan kesegala penjuru
b. Penyaluran tenaga dapat lebih terarah
c. Posis pemukul berada pada posisi menyerang
d. Pandangan mata menjadi lebih bebas

3. Merahasiakan gerakan awal


Gerakan ayunan raket saat akan memukul perlu dirahasiakan tanpa adanya usaha untuk
merahasiakan gerakan awalan hasil pukulan smash ataupun droupshot menjadi tidak bermutu.

4. Posisi kaki pada saat memukul


Bagaimana posisi kaki pada saat memukul tergantung dari pukulan apa yang akan
dilakukan. Dalam hal ini yang terpenting bahwa kedua kaki itu harus digerakkan sehingga
membantu tenaga tangan yang memegang raket. Disini diperlukan koordinasi gerak yang
harmonis dari ujung kaki sampai ujung raket yakni gerakan paristaltik sebagaimana halnya
gerakan pecut dimana kekuatan dan kecepatan sepenuhnya berada pada ujung daun raket.

5. Karakteristik jalannya shuttlecock


Dalam permainan bulu tangkis untuk dapat bermain dengan baik pemain harus
mengenal karakter Shuttlecock. Yang dimaksud karakter disini adalah tingkah laku Shuttlecock
jika dikenakan perbuatan tertentu. Shuttlecocok yang dipukul keatas akan membentuk lintasan
yang khas, yaitu Shuttlecock akan lurus kebawah setelah mencapai titik puncaknya.

C. POSISI KAKI DAN SIKAP DASAR SIAP


Penempatan posisi kaki center ( ditengah tengah lapangan ) merupakan posisi dasar
yang harus dimiliki oleh setiap pemain. Penguasaan posisi center berarti penguasaan seluruh
lapangan. Siikap siap yang betul merupakan dasar keberhasilan gerakan gerakan berikutnya,
sedangkan sikap siap yang betul itu sendiri adalah suatu sikap yang memungkinkan pemain untuk
secara mudah dan cepat melakukan gerakan gerakan yang diperlukan. Dalam kata lain
penmpatan posisi kaki dan sikap tubuh yang berada pada posisi jangkauan baik untuk bergerak
kedepan, kesampaing atau kebelakang.

D. CARA MENGATUR KERJA KAKI


Dalam permainan bulu tangkis fungsi kaki adalah membawa tubuh pada suatu titik
tertentu sesuai dengan satangnya Shuttlecock kemudian pemain harus membuat suatu gerakan
memukul Shuttlecock secara tepat dan cermat kesuatu arah tertentu di lapangan lawan.
Ada delapan daerah dasar gerakan menuju Shuttlecock yang merupakan prasyarat yang
harus dimiliki oleh pemain agar dapat bermain dengan gerak yang se efisien mungkin 8 macam
gerakan menuju Shuttlecock tersebut sebagai berikut :
a. Gerakan kearah depan kanan
b. Gerakan kearah depan kiri
c. Gerakan kearah samping kanan
d. Gerakan kearah samping kiri
e. Gerakan kearah belakang kanan
f. Gerakan kearah belakang kiri
g. Gerakan ditengah kearah depan
h. Gerakan ditengah kearah belakang
Gambar gambar berikut ini akan memberikan gambaran tentang berbagai proses gerakan
melangkah menuju shuttlecock.

TEKNIK MEMUKUL SHUTTLECOCK


Macam macam pukulan dalam permainan bulu tangkis terutama adalah servis, lob,
drive, smash, dropshot, netting. Pada dsarnya pukulan itu dapat dilakukan dengan cara Forehand
maupun Backhand.
1. Servis
Pukulan servis merupakan pukulan yang mengawali atau sajian pukulan pertama
sebagai permulaan permainan. Servis merupakan pukulan yang sangat menentukan dalam awal
perolehan nilai karena hanya pemain yang melakukan servis yang dapat memperoleh angka.
Jenis jenis pukulan servis pada dasarnya dapat dibagi menjadi berikut ini :
a. Service pendek ( Shot Service )
Untuk melakukan service pendek hanya memerluka sedikit tenaga seolah olah
Shuttlecock cukup dengan didorong saja menggunakan perpindahan gerak badan dari
belakang ke depan secara berirama sedangkan gerak pergelangan tangan hanya dipakai
untuk menentukan arah saja.
b. Service tinggi (Lob Service )
Lob servis digunakan dalam permainan tunggal. Lob service Shuttlecock samapai
kedekat garis belakang dan menungkik tajam lurus kebawah.
c. Drive Service
Pada saat akan melakukan drive service, posisi badan berdiri tegak dibelakang dan
agak jauh dari garis tengah. Pukulan Shuttlecock sejauh jauhnya dari samping badan
agar supaya lengan dapat bergerak dengan leluasa.

2. Lob
Pukulan lob dapat dilakukan dari bawah (under head lob) maupun dari atas kepala (over
head lob). Pukulan lob merupakan pukulan yang sangat penting bagi pola pertahanan (devensive)
maupun penyerangan (offensive).
Ada beberapa jenis lob, yaitu berikut ini :
a. Lob Serang
Lob serang dapat dilakukan dari atas maupun dari bawah. Lob serang dari atas
adalah shuttlecock diambil dari depan badan diatas kepala, dilambungkan rendah dan
cepat.
b. Lob Penangkis
Lob penangkis juga dapat dilakukan dari atas maupun dari bawah. Lob
penangkis dari atas adalah shuttlecock dipukul dari depan badan diatas kepala,
dilambungkan tinggi dan jauh sampai ke garis belakang.

3. Drive
Pukulan drive adalah pukulan yang biasa digunakan untuk menekan lawan atau
untuk tidak memberikan kesempatan kepada lawan mendapatkan shuttlecock yang
melambung sehingga lawan tidak memperoleh kesempatan menyerang dengan pukulan
overhead.

4. Drop - Shot
Drop-shot adalah pukulan yang dilakukan dengan tujuan menempatkan shuttlecock
secepatnya dan sedekat dekatnya dengan net pada lapangan lawan. Drop-shot, memerlukan
lebih banyak ketrampilan kelentukan.
Drop-shot dapat dilakukan baik dari atas maupun dari bawah.
a. Drop dari atas
Cara memukul drop-shot dari atas hampir sama dengan pukulan smash. Perbedaan
anatar keduanya hanyalah pada detik detik menjelang anda akan melakukan penyelesaian
akhir, yaitu memukul pada saat shuttlecock mengenal raket anda.
Seperti pukulan smash juga, drop dari atas ada dua macam yaitu drop penuh dan drop
potong.
1. Drop penuh
Drop penuh banyak digunakan dalam permainan tunggal, terutama apabila lawan
sudah tampak letih.
2.

Drop potong

Dari gerak persiapan sampai shuttlecock menyentuh raket cara memukul drop potong
hampir sama dengan cara memukul drop penuh.
b. Drop dari bawah
Drop dari bawah hanya tepat digunakan pada permainan net. Drop dari bawah
digunakan pada saat lawan berada dibagian belakang lapangan atau pada saat lawan menduga
bahwa anda akan mengambil shuttlecock di depan itu dari bawah dengan lob tinggi dan
dalam sehingga ia cepat cepat lari mundur kebelakang.

5. Smash
Pukulan smash adalah pukulan yang dilakukan, paling cepat dan sekeras kerasnya,
menukik dan masuk lapangan lawan.
Ada beberapa macam pukulan smash :
a. Smash Penuh
b. Smash Potong
c. Smash Around the head smash
d. Backhand smash

6. Permainan Net ( Net Play )


Pukulan pukulan dalam permainan net merupakan pukulan pukulan yang cukup
sulit dalam permainan bulu tangkis karena permainan net ini banyak memerlukan kecermatan
dengan penuh perasaan (Feeling).
Beberapa prinsip dalam permainan net adalah sebagai berikut :
a. Shuttlecock harus diambil diatas atau setinggi mungkin.
b. Lambungan shuttlecock harus serendah mungkin dengan net.

c. Jatuhnya shuttlecock harus serapat mungkin dengan net.