Anda di halaman 1dari 43

OD KATARAK SENIL

MATUR
Oleh :
A.Alfiah Mutmainnah
C11107063
Pembimbing :
dr. Andi Pratiwi
Supervisor :

dr. Rahasia Taufik, SP.M (K)


Bagian Ilmu Kesehatan Mata
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
Makassar
2015

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tn.N
Jenis Kelamin
: Laki laki
Umur
: 60tahun
Agama
: Islam
Bangsa
: Indonesia
No Rekam Medis
: 700422
Alamat
: Kendari
Tanggal Pemeriksaan : 30 November 2015
TempatPemeriksaan : Poliklinik Mata RSWS

ANAMNESIS

Keluhan Utama:

Penglihatan kabur pada mata kanan

Anamnesis Terpimpin:

Dialami sejak 3 tahun yang lalu, secara perlahan


lahan dan semakin lama semakin memberat.
Penglihatan dirasakan seperti berawan. Pasien juga
merasakan silau saat melihat cahaya terang. Riwayat
nyeri pada mata ada, mata merah ada, riwayat trauma
mata tidak ada, gatal tidak ada, air mata berlebih tidak
ada, kotoran mata berlebih tidak ada

Riwayat Penyakit Terdahulu


Riwayat penyakit serupa tidak ada.
Riwayat menggunakan kacamata
sebelumnya ada
Riwayat diabetes melitus dan hipertensi
disangkal
Riwayat Pengobatan
Riwayat berobat di dokter spesialis mata
sebelumnya ada.
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga
tidak ada.

PEMERIKSAAN FISIS

Status Generalis
Keadaan Umum : Sakit sedang, gizi
cukup, compos mentis
Tanda Vital :
Tekanan Darah : 140/70 mmHg
Nadi
: 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu
: 37,0 C

FOTO KLINIS dan VISUS

Oculus
dextra

VOD : 1/300

Oculus sinistra

VOS : 6/9,6

Inspeksi
Pemeriksaan

OD

OS

edema (-)

edema (-)

Apparatus

lakrimasi (-)

lakrimasi (-)

lakrimalis
Silia

sekret (-)

sekret (-)

hiperemis (-)

hiperemis (-)

Jernih

Jernih

Normal

Normal

Coklat, kripte (+)

Coklat, kripte (+)

Bulat, sentral,

Bulat, sentral,

Palpebra

Konjungtiva
Mekanisme
muscular
Kornea
Bilik Mata Depan
Iris
Pupil

Refleks Cahaya (+) Refleks Cahaya (+)


Lensa

Kesan keruh

Kesan jernih

Palpasi
Palpasi

OD

OS

TIO

Tn

Tn

Nyeri Tekan

(-)

(-)

Massa Tumor

(-)

(-)

Pembesaran

Pembesaran

(-)

(-)

Glandula
Preaurikuler

Tonometri : Non Contact


Tonometri
TOD : 17,3 mmHg
TOS : 17,3 mmHg

Penyinaran Oblik
Pemeriksaan
Konjungtiva
Kornea
Bilik Mata Depan

OD

OS

Hiperemis (-)

Hiperemis (-)

Jernih

Jernih

Normal

Normal

Iris

Coklat, kripte (+) Coklat, kripte (+)

Pupil

Bulat, sentral, RC Bulat, sentral, RC

Lensa

(+)

(+)

Kesan keruh

Kesan jernih

Color Sense
Tidak dilakukan pemeriksaan

Slit Lamp

ODS : Konjungtiva hiperemis (+),


kornea jernih, BMD kesan normal,
iris coklat, kripte (+), pupil bulat,
sentral, RC (+), lensa keruh di
subkapsul posterior.
SLOS : Konjungtiva hiperemis (-),
kornea jernih, BMD kesan normal,
iris coklat, kripte (+), pupil bulat,
sentral, RC (+), lensa jernih.

Funduskop
i

FODS : Refleks fundus (-), detail lain


sulit dinilai

RESUME

Laki laki usia 60 tahun datang ke poli mata RS


Wahidin dengan keluhan penurunan visus pada
mata kanan dialami sejak 3 tahun yang lalu pada
mata kanan secara perlahan lahan dan semakin
memberat. Penglihatan dirasakan seperti berawan.
Fotofobia (+) saat melihat cahaya terang. Riwayat
nyeri mata (+), lakrimasi (-), mata merah (+),
gatal (-), sekret (-).
Pada pemeriksaan status generalis, pasien sakit
sedang,gizi cukup dan composmentis.tekanan
darah 140/70 mmHg, tanda vital yang lain dalam
batas normal.

Dari pemeriksaan fisis, visus didapatkan VOD =1/300


VOS = 6/9,6. pemeriksaan Inspeksi ODS didapatkan lensa
pada mata kanan keruh. Pada pemeriksaan tonometri,
TOD = 17,3 mmHg TOS = 17,3 mmHg. Pada penyinaran
oblik tampak OD lensa keruh , iris shadow (-). Pada
pemeriksaan slit lamp : SLOD : konjungtiva hiperemis (+),
kornea jernih, BMD normal, iris coklat kripte (+), pupil
bulat, sentral, RC (+), lensa keruh. Pemeriksaan
funduskopi didapatkan reflex fundus negative, detail lain
sulit dinilai.

DIAGNOSIS

OD Katarak Senil Matur


(Katarak Subkapsul
Posterior)

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Usul USG B scan OD

PENATALAKSANAAN
OD Phacoemulsification + IOL

PROGNOSIS
Quo ad Vitam :
Bonam

Quo ad Visam :
Dubia

Quo as Sanationam
: Bonam

KATARAK SENIL
MATUR

DEFINISI

Katarak merupakan suatu keadaan dimana terjadi


penurunan kejernihan pada lensa yang
menyebabkan kelemahan atau penurunan daya
penglihatan.

Pada umumnya sebagian besar penyebab katarak


adalah usia tua atau penuaan dan disebut juga
sebagai katarak senil.

Katarak senil biasa juga disebut sebagai agerelated cataract, katarak ini biasanya ditemukan
pada usia di atas 50 tahun. Pada usia 70 tahun
90% individu mengalami katarak senil.

EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia, katarak merupakan penyebab

utama kebutaan, dimana prevalensi buta


katarak 0,78 % dari 1,5 % menurut hasil survey
pada tahun 1996.

Sebagian besar kasus katarak 90 % merupakan


katarak senil. 5 % dari semua yang berusia 70
tahun dan 10 % yang berusia 80 tahun, individu
yang menderita katarak ingin melakukan
tindakan pembedahan.

ANATOMI

ANATOMI

Bagianbagian lensa terdiri dari kapsul,


epithelium lensa, korteks dan nucleus

ANATOMI DAN FISIOLOGI LENSA


Lensa

berasal dari lapisan ectoderm, merupakan struktur

yang transparan berbentuk cakram bikonveks. Lensa terletak


posterior dari iris dan anterior dari korpus vitreus. Posisinya
dipertahankan oleh zonula zinnia yang terdiri dari serat-serat
kuat yang menyokong dan melekatkannya pada korpus siliar.

Lensa

berfungsi untuk merefraksikan sinar, mempertahankan

kejelasannya, serta untuk akomodasi

ETIOLOGI

Katarak senil terutama karena


suatu proses penuaan
meskipun etipatogenesisnya
belum jelas, berbagai faktor
yang dapat menyebabkannya.
Heredit
er.

Faktor
diet.

Dehidr
asi.

Meroko
k.

PATOGENESIS
Seiring dengan pertambahan usia (senil) katarak)

Penurunan fungsi mekanisme pompa transport


aktif dari lensa

Rasio Natrium/Kalsium terbalik

Hidrasi dari serat lensa

Penurunan reaksi oksidasi

Penurunan kadar asam amino

Penurunan serat sintesis dalam serat


lensa

Denaturasi protein lensa

KLASIFIKASI
Katarak dapat diklasifikasikan
berdasarkan beberapa kriteria
yang berbeda.
Waktu terjadinya (katarak didapat
atau katarak congenital).
Maturitas atau kematangan.

MORFOLOGI

Ada 3 tipe umum agerelated cataract. Pada


banyak pasien, lebih dari
satu tipe bisa didapatkan.
Katarak nuklear
Katarak kortikal
Katarak Subkapsular Posterior

KATARAK INSIPIEN

Katarak kortikal
senil kuneiform
(kekeruhan wedgeshape dengan area
jernih diantaranya)
Katarak kortikal
senil kupuliform
(kekeruhan seperti
cawan)

KARATAK IMATUR

KARATAK MATUR

KATARAK HIPERMATUR

Pemeriksaan
Pemeriksaan
Pemeriksaan
Pemeriksaan
Slit lamp.

visus.
iluminasi oblik.
iris shadow.
oftalmoskopi direk.

Silau.
Uniocular poliopia (penglihatan ganda dari
suatu objek).
Lingkaran cahaya yang berwarna (Coloured
halos).
Titik hitam pada bagian depan mata.
Gambar kabur.
Kehilangan penglihatan.

Objektif

Subje
ktif

DIAGNOSIS

PENATALAKSANAAN

Pilihan Teknik
Pembedahan
Ekstra
Small

Intracapsul
ar Cataract
Extraction
(ICCE)

Capsular
Cataract
Extraction
(ECCE)

Incision
Cataract
Surgery
(SICS)

Phaco
Emulsificati
on

Intracapsular Cataract Extraction


(ICCE)

DIAGNOSIS

LENS OPACITIES CLASSIFICATION SYSTEM


(LOCS) III TRANSPARANCIES

Ekstra Capsular Cataract


Extraction (ECCE)

Pengeluaran isi lensa


(epithelium, korteks
dan nukleus) melalui
kapsul anterior yang
dirobek (kapsulotomi
anterior) dengan
meninggalkan kapsul
posterior.

Small Incision Cataract Surgery (SICS)

Modifikasi dari
ekstraksi katarak
ekstrakapsular
merupakan salah satu
teknik pilihan yang
dipakai dalam operasi
katarak dengan
penanaman lensa

Phacoemulsification
Menggunakan fibrator ultrasonik genggam
untuk menghancurkan nukleus yang keras
hingga substansi nukleus dan korteks dapat
diaspirasi melalui suatu insisi berukuran
sekitar 3 mm.

1.
2.
3.
4.

Keratome corneal
incision
Phaco-probe
sculpting lens
nucleus
Foldable intraocular
lens (IOL) being
inserted
IOL unfolded in
capsular bag

IMPLANTASI LENSA INTRA OKULER

KOMPLIKASI KATARAK
1. Fakoanafilaktik

uveitis.

2. Glaukoma

lens-induced. Boleh terjadi disebabkan


oleh mekanisme yang berbeda.
Katarak imatur (lensa intumescent) Glaukoma
fakomorfik. Lensa menerima cairan yang agak
banyak selama perubahan kataraktous, menyebabkan
pertambahan ukuran. Ini mengganggu bilik anterior.
Katarak hipermatur Glaukoma fakolitik.
Beberapa katarak yang telah lanjut boleh
menyebabkan kebocoran pada kapsul lensa anterior
yang membolehkan protein lensa yang mencair masuk
ke bilik anterior.
3. Subluksasi atau dislokasi lensa.

Dengan teknik bedah yang


mutakhir, komplikasi atau penyulit
menjadiPROGNOSIS
sangat jarang. Hasil
pembedahan yang baik dapat
mencapai 95%. Pada bedah
katarak, resiko ini kecil dan jarang
terjadi. Keberhasilan tanpa
komplikasi pada pembedahan
dengan ECCE atau fakoemulsifikasi
menjanjikan prognosis dalam
penglihatan dapat meningkat
hingga 2 garis pada pemeriksaan
dengan menggunakan Snellen
Chart.

TERIMA KASIH