Anda di halaman 1dari 20

FONDASI RAKIT

I. PENDAHULUAN
Fondasi rakit merupakan bagian bawah struktur
yang berbentuk rakit melebar keseluruh bagian
dasar bangunan.
Fondasi rakit digunakan jika lapis tanah memiliki
kapasitas dukung tanah rendah, sehingga jika
menggunakan fondasi telapak luasan besar (tidak
ekonomis).

II. KAPASITAS DUKUNG IJIN


Hitungan Kapasitas dukung ijin fondasi rakit sama dengan
Kapasitas dukung fondasi telapak.
a. Fondasi rakit pada tanah pasir
Area fondasi rakit > Area fondasi telapak FS terhadap
keruntuhan kapasitas dukung besar .
Dengan bertambahnya lebar fondasi rakit atau
bertambahnya kerapatan relatif tanah kapasitas dukung
Bertambah dgn cepat. keruntuhan kapasitas dukung <<<

qa

N -3
5

N = jumlah pukulan per 30 m dlm SPT

Jika terdapat lapisan batu kurang dari 0,5L fondasi rakit,


Maka nilai qa bertambah dan sebaliknya qa harus dibagi 2
Jika muka air tanah pada dasar fondasi atau lebih tinggi lagi
untuk muka air tanah yang terletak diantara dasar fondasi
dan jarak B dari dasarnya, maka nilai qa direduksi 0 50%.
Jika nilai N<5 (pasir tidak padat), tanah tersebut tidak dapat
mendukung fondasi rakit sehingga pelu dipadatkan hingga
nilai N mencapai 10

b. Fondasi rakit pada tanah lempung


Untuk tanah lempung homogen :
qu = c Nc + df.

III. PERANCANGAN FONDASI RAKIT


Perancangan fondasi rakit digunakan anggapan fondasi
Sebagai struktur yang sangat kaku dan distribusi tekanan
Berimpit dengan resultan beban-bebannya.
Kedalaman fondasi digunakan dgn trial error
Penebaran tekanan pada dasar fondasi dihitung dengan
persamaan :
qa

P .e y . y
P
P .e X . x

A
Ix
IY

P = jumlah total beban fondasi (kN)


A
= Luas total fondasi rakit (m2)
Ix, Iy = inersia terhadap sumbu x dan y
ex, ey = eksentrisitas searah sumbu x dan y

Jika fondasi rakit berbentuk empat persegi panjang


qa

P
B .L

6 .e L
6 .e B

L
B

L
= panjang rakit
B
= lebar rakit
eB, eL = eksentrisitas searah sumbu B dan L
analisis fondasi rakit sejauh menggunakan metode elemen
hingga dengan bantuan komputer.
Jika fondasi terletak pada tanah lunak, beban eksentris
dapat menyebabkan penurunan yang tidak seragam.
Tekanan terhadap fondasi dianggap seragam
P
1. hitung gaya lintang dan momen lentur
q
A
2. Perancangan tulangan beton

Jika beban kolom tidak seragamtiap bagian luasan


Fondasi mendukung beban yg tidak sama.
Solusi membagi luasan fondasi kedalam beberapa
bagian dengan tekanan tanah tiap bagian adalah berat
bangunan dibagi luasan bagian masing-masing
dihubungkan dengan sambungan konstruksi.
Jika beban kolom disebarkan secara sama, namun
perkiraan tanah dibawahnya menimbulkan penurunan tidak
seragam yang besar fondasi rakit diperkuat dengan cara:
1. Menggunakan balok-balok T
2. Menggunakan fondasi rangka kaku
3. Membuat struktur atas yang kaku

Fungsi fondasi rakit adalah untuk menyebarkan beban ke


Tanah keluasan yang lebih lebar untuk memberikan
Kekakuan pada bangunan bawah.
Beberapa cara yang dilakukan untuk memperkecil
tambahan tekanan dibawah fondasi rakit :
1. Fondasi rakit apung
2. Ruang bawah tanah (basement)
3. Fondasi bentuk kotak

CONTOH 1
Fondasi rakit mendukung 9 kolom seperti digambar dengan
ukuran kolom 50 x 50 m2 mendukung beban-beban :
A
B
Q1=Q3 = 400 kN
1
2
3
Q4=Q5=Q6= 600 kN
7.50
Q2=Q9=450 kN
Q7=Q8= 500 kN
Tebal pelat 1.5 m
4
5
6
beton = 23 kN/m3
7.50

D
5.00

Tentukan tegangan disudut-sudutnya

5.00

Pusat luasan O di tengah-tengah, B = 10,50 m


L = 15,50 m ; A = 10,50 x 15,50 = 162, 75 m2
Koordinat: A(-5,25;7,75), B(5,25;7,75), C( -5,25;-7,75),
D(5,25; -7,75)
R = 2(400) + 3(600) + 2(450) + 2(500) = 4500 kN
My = -5(400 + 600 + 500) + 0 + 5(400 + 600 + 450)
= -250 kNm
Mx = -7,5(500+500+450) + 0 + 7,5(400+450+400)
= -1500 kNm
Iy
Ix

1

12
1

12

3
4
15 . 5 10 . 5 1495 . 27 m

3
4
10 . 5 15 . 5 3258 . 39 m

Tegangan yang terjadi

q (1.5 23) 34.5


Q M y X M x y

q
A
Iy
Ix
4500 250(5.25) 1500(7.75)
A

34.5 59.45kN / m2
162.75 1495.27
3258.39
4500 250(5.25) 1500(7.75)
B

34.5 57.70kN / m2
162.75 1495.27
3258.39
4500 250(5.25) 1500(7.75)
C

34.5 66.60kN / m2
162.75 1495.27
3258.39
4500 250(5.25) 1500(7.75)
D

34.5 64.84kN / m2
162.75 1495.27
3258.39

CONTOH 2
Bangunan bertingkat dirancang dengan menggunakan
fondasi rakit ukuran 20 m x 20 m. tekanan pada dasar
fondasi bangunan total adalah 110 kN/m2. dasar fondasi
pada kedalaman 3 m, dan tanah dibawah fondasi berupa
lempung tidak homogen setebal 28.5 m yang terletak pada
Lapis pasirberkerikil sangat padat.variasi koefisien
perubahan volume mv tanah lempung adalah :
Kedalaman (m)

0 - 4.5

4.5 -10.5

mv (m2/kN)

0.0002

0.0001

10.5-16.5 16.5-22.5 22.5-28.5


0.00005

0.00002

0.00001

Sudut gesek dalam u =0 dan berat volumejenuh 20 kN/m3


Pada seluruh kedalaman lempung.Modulus elastis (E) pada
Kedalaman 3-4.5 adalah 4000 kN/m2, E rata-rata (pada
kedalaman 4.5-28.5m) = 10000kN/m2. koefisien konsolidasi
tanah lempung rata-rata Cv = 18.25 m2/tahun. Dan koefisien

CONTOH
Tekanan pori A= 0.8.MAT pada kedalaman 3 m. selidiki apakah
Kedalaman dan luas bangunan tersebut memenuhi syarat
Faktor aman terhadap kapasitas dukung danpenurunan toleransi

mv = 0.0002 m2/kN

Fondasi rakit 20x 20m


q = 110 kN/m2

mv = 0.0001 m2/kN
mv = 0.00005 m2/kN
mv = 0.00002 m2/kN
mv = 0.000001 m2/kN

Lempung jenuh :
u = 0 ; gsat =20 kN/m3
Cv = 18.2 m2/tahun

0
3m

4.5
10.5
16.5
22.5
28.5

Jawaban
Hitung kapasitas dukung
tekanan

fondasi

netto : q n 110 ( 3 x 20 ) 50 kN / m

Menghitung nilai c :
a. kedalaman 3- 4.5 m, C rata-rata :

1
c 1 50 70 60 60 kN / m 2
3

b. kedalaman 4.5- 24 m, C rata-rata :

140 110 100 120 140


1
c2
100 130 110 130
13
110 100 120 130

2
120 kN / m

Jawaban
q un c 1 N

c 2 / c 1 120 / 60 2 ; B / H 20 /( 4 , 5 3 ) 13 . 33
N

7 .1

qs

qs

1
c 1 N m D f .
F
1
2
2
60 x 7 . 1 3 x 20 102 kN / m q 110 kN / m ok
3

Fondasi aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung.


Hitungan penurunan
Karena lempung jenuh, m=0,5, maka dapat dipaki
persamaan penurunan segera dari janbu et al.

si 1 0

qnB
q n 50 kN / m 2
E

1. Penurunan lapisan lempung dari kedalaman 3-4.5 m


(E=4000 kN/m2).
L / B 20 / 20 1; H / B 1 . 5 / 20 0 . 08
D

/ B 3 / 20 0 . 15 1 0 . 08 dan 0 0 . 97

50 x 20
S i 0 . 08 x 0 . 97 x
0 . 0194 m
4000

2. Penurunan lapisan lempung dari kedalaman 4.5-28.5 m


penurunan lempung setebal H2=28.5-3=25.5m
(E=10000 kN/m2)
L / B 20 / 20 1; H / B 25 . 5 / 20 1 . 3
D

/ B 3 / 20 0 . 15 1 0 . 5 dan 0 0 . 97

S i 0 . 5 x 0 . 97 x

50 x 20
0 . 049 m
10000

penurunan lempung setebal H1=4.5-3=1.5m (E=10000


kN/m2)
L / B 20 / 20 1; H / B 1 . 5 / 20 0 . 08
D

/ B 3 / 20 0 . 15 1 0 . 08 dan 0 0 . 97

S i 0 . 08 x 0 . 97 x

50 x 20
0 . 0078 m
10000

Penurunan lapisan lempung sesungguhnya (dari


kedalaman 4.5-28.5m) dengan E=10000kN/m2
S i S i 1 S i 2 0 . 049 0 . 0078 0 . 41 m

Dengan koreksi kekakuan fondasi yang diambil sebesar


0.8, maka Si=0.8 x 0.041=0.033 m = 33 mm.

Penurunan konsolidasi
Penyebaran beban ke tanah dibawah fondasi,digunakan
metode penyebaran 2V :1H.

qnB 2

B z 2

S c m v H .

qn =50 kN/m2 dan z=jarak ditengah-tengah lapisan dasar


fondasi
Lapisan
(m)

Kedala
man (m)

Z
(m)

(KN/m2)

H
(m)

Mv

(m2/kN)

Sc
(m)

3-4.5

3.75

0.75

46.5

1.5

0.0002

0.014

4.5-10.5

7.5

4.5

33.3

0.0001

0.02

10.5-16.5

13.5

10.5

21.5

0.00005

0.0065

16.5-22.5

19.5

16.5

15

0.00002

0.0018

22.5-28.5

25.5

22.5

11

0.00001

0.0006

0.043

Penurunan konsolidasi
S c 0 . 014 0 . 02 0 . 0065 0 . 0018 0 . 0006 0 . 043 m

Koreksi penurunan jika koefisien tekanan pori A=0.8 untuk


fondasi bujur sangkar
1

D 2 B 2

D 20

22 . 56 m

Diperoleh = 0.83 , maka penurunan terkoreksi :


Sc = x Sc(oed) = 0.83 x 0.043 =0.36 m = 36 mm
Penurunan total :
S= Si+Sc = 33 +36 =69 mm toleransi S=65-100 mm
Jadi penurunan fondasi masih dalam batas toleransi.