Anda di halaman 1dari 12

STRATEGI PELAKSAAN KLIEN DENGAN MASALAH PERILAKU KEKERASAN

1. Strategi Pelaksaan Komunikasi Pasien Dengan Perilaku Kekerasan Pertama


Membina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab perasaan marah, tanda dan
gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta cara
mengontrol secara fisik ke-1
a. Orientasi
Om Swastyastu pak, perkenalkan nama saya AK, bisa dipanggil A, saya perawat
yang dinas di ruangan ini. Hari ini saya dinas pagi dari pk. 07.0014.00. saya
yang akan merawat bapak selama bapak dirumah sakit ini. Nama bapak siapa? ,
lebih senangnya dipanggil apa?
Bagaimana perasaan bapak saat ini? Masih ada perasaan kesal atau marah?
Baiklah kita akan berbincangbincang sekarang tentang perasaan marah bapak.
Berapa lama bapak ingin berbincangbincang? bagaimana kalau 10 menit?
b. Kerja
Apa yang menyebabkan bapak marah? Apakah sebelumnya bapak pernah
marah? Terus, penyebabnya apa? Samakah dengan yang sekarang?
Pada saat penyebab marah itu ada, seperti bapak pulang kerumah dan istri belum
menyediakan makanan (misalnya ini penyebab marah pasien), apa yang bapak
rasakan? (tunggu respons pasien)
Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar-debar, mata
melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal?
Setelah itu apa yang bapak lakukan? O..iya jadi bapak memukul istri bapak dan
memecahkan piring, apakah dengana cara ini makanan terhidang? Iya, tentu
tidak.
Apa kerugian cara yang bapak lakukan? Betul, istri jadi sakit dan takut, piringpiring pecah. Menurut bapak adakah cara cara lain yang lebih baik? Maukah
bapak belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan
kerugian?
Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan,pak. Salah satunya adalah
dengan cara fisik. Jadi melalui kegiatan fisik rasa marah disalurkan.

Ada beberapa cara, bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu?
Begini pak, jika tanda-tanda marah sudah bapak rasakan, maka bapak berdiri,
lalu Tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan/tiup perlahan-lahan
melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Ayo coba lagi, tark napas dari
hidung, bagus.. tahan, dan tiup melalui mulut. Nah lakukan 5 kali. Bagus sekali,
bapak sudah bisa melakukannya. Bagaimana perasaanya?
Nah , sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktuwaktu rasa marah muncul bapak sudah terbiasa melakukannya.
c. Terminasi
Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang tentang kemarahn
bapak?
iya, jadi ada dua penyebab bapak marah(sebutkan) dan yang bapak
rasakan(sebutkan) dan yang bapak lakukan.(sebutkan) serta akibatnya
(sebutkan).
Coba selama saya tidak ada, ingat-ingat lagi penyebab marah bapak yang lalu,
apa yang bapak lakukan jika marah yang belum kita bahas dan jangan lupa lapas
dalamnya ya pak.
Sekarang kita buat jadwal latihannya ya pak, berapa kali sehari bapak mau
latihan napas dalam? Jam berapa saja pak?
Baik, bagaimana kalau 2jam lagi saya datang dan kita latihan cara lain untuk
mencegah/mengontrol marah. Tempatnya disini saja ya pak, permisi pak.
2. Strategi Pelaksanaan Komunikasi Pasien Dengan Perilaku Kekerasan Kedua
Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara fisik ke-2
a. Evaluasi latihan nafas dalam
b. Latih cara fisik ke-2:pukul kasur dan bantal;
c. Susun jadwal kegiatan cara kedua
a. Orientasi
Om swastyastu pak, sesuai dengan janji saya dua jam yang lalu, sekarang saya
datang lagi.
Bagaimana perasaan bapak saat ini, adakah hal yang menyebabkan bapak
marah?

Baik, sekarang kita akan belajar cara mengontrol perasaan marah dengan
kegiatan fisik untuk cara kedua.
Mau berapa lama pak? Bagaimana kalau 20 menit?
b. Kerja
Kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal,
berdebar-debar, mata melotot, selain melakukan napas dalam, bapak dapat
melakukan pukul kasur dan bantal.
Sekarang mari kita latihan memukul kasur dan bantal. Jadi kalau nanti bapak
kesal dan ingin marah, langsung ke kamar dan lampiaskan kemarahan tersebut
dengan memukul kasur dan bantal. Nah, coba bapak lakukan, pukul kasur dan
bantal. Ya,bagus sekali bapak melakukannya.
Kekesalan dapat bapak lampiaskan ke kasur dan bantal.
Nah cara inipun dapat bapak lakukan secara rutin jika ada perasaan marah.
Kemudia jangan lupa untuk merapikan tempat tidurnya.
c. Terminasi
Bagaimana perasaan bapak setelah latihan cara menyalurkan amarah tadi?
Ada berapa cara yang sudah kita latih, coba bapak sebutkan lagi? Bagus!
Mari kita masukan ke dalam jadwal kegiatan sehari-hari bapak. Pukul kasur
bantal mau jam berapa? Bagaimana kalu setiap bangun tidur? Baik, jadi jam
07.00 pagi dan jam 15.00 sore. Lalu kalau ada keinginan marah sewaktu-waktu
gunakan kedua cara tadi ya pak. Sekarang kita buat jadwalnya pak, mau berapa
kali sehari bapak latihan pukul kasur bantal serta Tarik napas dalam?
besok pagi kita ketemu lagi kita akan latihan cara mengontrol marah dengan
belajar bicara baik. Mau jam berapa pak? Baik, jam 10 pagi ya. Sampai jumpa..
3. Strategi Pelaksanaan Komunikasi Pasien dengan Perilaku Kekerasan ketiga;
Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal
a. Evaluasi jadwal harian untuk dua cara fisik
b. Latihan mengungkapkan rasa marah secara verbal: menolak dengan baik, meminta
dengan baik, mengungkapkan perasaan dengan baik;
c. Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara verbal
a. Orientasi

Om Swastyastu pak, sesuai dengan janji saya kemarin sekarang kita ketemu
lagi.
Bagaimana pak, sudah dilakukan tarik napas dalam dan pukul kasur bantal? Apa
yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?
Coba saya lihat jadwal kegiatan hariannya
Bagus. Nah kalau tarik napas dalamnya dilakukan sendiri tulis M, artnya
mandiri; kalau diingatkan suster baru dilakukan B, artnya dibantu atau diingatkan.
Nah, kalau tidak dilakukan tulis T, artinya belum bisa melakukan.
Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara bicara untuk mencegah marah?
Di mana enaknya kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?
b. Kerja
Sekarang kita latihan cara berbicara yang baik untuk mencegah marah. Jika
marah sudah disalurkan memlalui tarik nafas dalam atau pukul kasur dan bantal,
dan sudah lega, maka kita perlu bicara dengan orang yang membuat kita marah.
Ada tiga caranya pak:
(1) Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak
menggunakan kata-kata kasar. Kemarin bapak bilang penyebab marahnya
karena minta uang sama isteri tidak diberi. Coba bapak minta uang dengan
cara yang baik: Bu, saya perlu uang untuk membeli roko. Nanti bisa dicoba
disini untuk meminta baju, minta obat dan lain-lain. Coba bapak praktikkan.
Bagus pak.
(2) Menolak dengan baik, jika ada yang menyuruh dan bapak tidak ingin
melakukannya, katakan: Maaf saya tidak bisa melakukannyakaena sedang
ada kerjaan. Coba bapak praktikkan. Bagus pak.
(3) Mengungkapkan perasaan kesal, jika ada perlakuan orang lain yang mebuat
kesal bapak dapat mengatakan: Saya jadi ingin marah karena perkataan mu
itu. Coba praktikkkan. Bagus pak.
c. Terminasi
Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol
marah dengan biacara yang baik?
Coba bapak sebutkan lagi cara bicara yang baik yang telah kita pelajari!
Bagus sekali, sekarang mari kita masukkan dalam jadwal. Berapa kali sehari
bapak mau latihan bicara yang baik? Bisa kita buat jadwalnya?

Coba masukkan dalam jadwal latihan sehari-hari, misalnya meminta obat, uang,
dan lain-lain. Bagus nanti dicoba ya pak!
Bagaimana kalau dua jam lagi kita ketemu lagi?
Nanti kita akan membicarakan cara lain untuk mengatasi rasa marah bapak yaitu
dengan cara ibadah, bapak setuju? Mau dimana pak? Mau disini lagi? Baik sampai
nanti ya.
NO
PERAWAT
Orientasi
1
Om Swastyastu Bu.
2
Ini Ibu Dewi?
3
Masih ingat dengan saya Bu?
4
5

KLIEN
Om Swastyastu
Iya saya Ibu Dewi, bu Perawat.
Masih. Ibu yang memberikan saya latihan

kemarin.
Bisa Ibu sebutkan siapa nama saya?
Mmmmm Saya lupa. Siapa ya nama ibu?
Baik kalau ibu lupa, nama saya perawat Iya bu saya sekarang sudah ingat.
Santi. Bagaimana sekarang ibu sudah

6
7
8

ingat?
Sebelumnya apa kabar ibu?
Baik.
Baik yang seperti apa ibu maksudkan?
(Pasien tampak bingung)
Saya coba sebutkan baik yang terasa Saya merasa sedikit damai.
seperti senang, tenang, atau perasaan yang

lebih damai saat ini?


Ibu berkata sedikit damai. Apakah ibu Iya bu perawat. Saya masih merasa sedikit
masih merasa kurang dapat mengontrol tidak dapat mengontrol rasa marah saya

10

emosi ibu?
ketika saya berbicara dengan orang lain.
Oh jadi ibu merasa sedikit tidak dapat Iya betul Bu.

11

mengontrol rasa marah ibu?


Ya bu, sesuai janji saya kemarin sekarang Sudah bu perawat, saya sudah melakukan
kita ketemu lagi.
tarik dalam dan pukul 5asur bantal.
Bagaimana bu, sudah dilakukan tarik napas

12

dalam dan pukul kasur bantal?


Berapa kali dan setiap kapan
melakukan tehnik tersebut?

ibu Saya melakukannya setiap muncul perasaan


marah saya. Saya melakukan Tarik nafas
dalam

atau

melampiaskannya

dengan

memukul kasur dan bantal sampai saya


13

Bagaimana

perasaan

Ibu

melakukan latihan secara teratur?

merasa lega. Begitu bu yang saya lakukan.


setelah Saya merasa lebih lega bu, karena saya
dapat melampiaskan marah saya dengan

14

memukul kasur dan bantal.


Coba saya lihatjadwal kegiatan hariannya Ini Bu Jadwalnya. (Pasien memperlihatkan
yang Ibu tuliskan kemarin.

15

jadwal yang telah dilakukan dan dicatat

olehnya)
Bagus. Nah kalau tarik napas dalamnya Baik bu. Nanti saya tulis untuk kegiatan
dilakukan sendiri tulis M, artinya mandiri; berikutnya.
kalau diingatkan suster baru dilakukan B,
artnya dibantu atau diingatkan. Nah, kalau
tidak dilakukan tulis T, artinya belum bisa

14

melakukan.
Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara Iya bu.

15

bicara yang baik untuk mencegah marah?


Bagaimana kalau kita berbincang-bincang Iya boleh bu.

16

disini?
Bagaimana kalau dengan waktu 15 menit Baik bu.
kita pergunakan untuk latihan bicara yang

baik ibu?
Kerja
1
Ibu Dewi. Sekarang kita latihan cara (Pasien mendengarkan penjelasan)
Iya saya pernah melakukannya.
berbicara yang baik untuk mencegah
marah.

Jika

marah

sudah

disalurkan

melalui tarik nafas dalam atau pukul kasur


dan bantal, dan sudah lega, maka kita perlu
bicara dengan orang yang membuat kita
marah. Biasanya jika ibu marah, apakah
ibu sempat berkata dengan nada yang
2

membentak?
Lalu apakah jika ibu saat merasa marah ibu Iya bu perawat, terkadang ketika saya
berkata kasar?

sangat marah dan tidak dapat mengontrol

marah, saya sempat berkata kasar.


Baik menurut Ibu apakah itu adalah cara Tidak bu. Ketika saya marah dan seusai
yang

baik

untuk

mengungkapkan saya marah dengan mengeluarkan kata-kata

kekesalan?

kasar dan nada membentak, saya merasa


sangat menyesal telah

tersebut.
Baik Ibu, kembali ke tujuan pembicaraan Iya ibu
kita. Kita akan berlatih berbicara yang

melakukan

hal

baik.
Baik caranya ada tiga ibu.
Pak, saya perlu uang untuk membeli beras.
Yang pertama, meminta dengan baik tanpa
marah dengan nada suara yang rendah
serta tidak menggunakan kata-kata kasar.
Kemarin Ibu bilang penyebab marahnya
karena minta uang sama suami tidak diberi.
Coba ibu minta uang dengan cara yang
baik: Pak, saya perlu uang untuk membeli
beras. Nanti bisa dicoba disini untuk
meminta baju, minta obat dan lain-lain.

Coba ibu praktikkan.


Bisa diulangi bu. Misalkan ibu ingin Ibu perawat, saya ingin minta tolong
meminta bantuan kepada saya. Sebelum ambilkan lembaran jadwal saya dimeja ibu.
ibu meminta bantuan ibu bisa memanggil
orang tersebut atau dengan memanggil
namanya, agar perhatian orang tersebut
tertuju kepada ibu. Iya ibu, silahkan ibu

mencoba.
Baik bagus sekali ibu, selanjutnya menolak Maaf saya tidak bisa melakukannya karena
dengan baik, jika ada yang menyuruh dan sedang ada kerjaan.
ibu tidak ingin melakukannya, katakan:
Maaf saya tidak bisa melakukannya
karena sedang ada kerjaan. Coba ibu

praktikan.
Iya ibu, bisa diulangi? Coba ibu menolak Maaf

ibu

perawat,

saya

tidak

bisa

permintaan saya dengan baik. Ibu dapat melakukannya karena saya sedang latihan
mengatakan
kemudian
menolak

maaf
katakan

terlebih
alasan

permintaan.

ibu

Misalkan

dahulu, mengontrol emosi.


untuk
saya

meminta tolong kepada ibu untuk sekarang


9

membersihkan tempat tidur?


Bagus sekali ibu Dewi. Selanjutnya, Saya jadi ingin marah karena perkataan mu
mengungkapkan perasaan kesal, jika ada itu
perlakuan orang lain yang mebuat kesal

ibu dapat mengatakan misalnya, Saya jadi


ingin marah karena perkataan mu itu.
10

Coba praktikkkan.
Ya sudah baik.

Apakah

Ibu

bisa Sebentar ya bu perawat saya mau berpikir

mengulangnya kembali. Misalkan ya bu, dulu.


Ibu merasa kesal jika suami ibu tidak
menghiraukan
mengungkapkannya

ibu.

Ibu

bisa
dengan

membicarakannya dengan suami. Ya, Coba


11

dipraktikkan.
Baik Ibu. Jika sudah terpikirkan bisa Mmmm.. Sudah bu perawat.

12

langsung ibu sampaikan.


Baik silahkan Ibu Dewi dipraktikkan.

Pak,

akhir-akhir

ini

bapak

tidak

menghiraukan saya. Bapak juga tidak


memberikan saya uang untuk memberikan
kebutuhan.

Bapak

jarang

dirumah.

Perlakuan bapak membuat saya kesal.


Tolong bapak katakan apa yang membuat
bapak seperti ini.
13 Baik ibu bagus sekali.
(tersenyum)
Terminasi
1
Ya tadi kita sudah berlatih cara berbicara Saya sudah merasa lega. Saya merasa lebih
yang baik. Bagaimana perasaan ibu setelah tenang dan dapat mengontrol emosi. Jadi
bercakap-cakap tentang cara mengontrol saya dapat berbicara dan mengungkapkan
2

marah dengan bicara yang baik?


perasaan dengan baik
Ya bisa Ibu sebutkan kembali, apa saja cara Iya ibu perawat saya bisa.
berbicara yang baik, yang telah kita

pelajari?
Ya coba disebutkan.

Baik bu, pertama kita belajar cara meminta


dengan baik, kedua menolak dengan baik,
dan yang ketiga mengungkapkan perasaan

dengan baik.
Baik Ibu dewi, bagus sekali. Ibu sudah 2 kali sehari ya ibu perawat.
dapat menyebutkan dan tadi juga sudah
mempraktikkan cara-cara berbicara dengan
baik. Sekarang mari kita masukkan dalam

jadwal. Berapa kali sehari Ibu mau latihan


5
6

bicara yang baik?


Bisa Ibu buat jadwalnya?
Bisa bu.
Ibu ingat kan, apa saja yang harus Oh iya saya ingat bu, tulis M jika saya
dituliskan?

dapat melakukannya sendiri. Ditulis B


jika saya melakukan jika diingatkan oleh
perawat. Ditulis T jika saya belum bisa

melakukannya.
Ohh iya nanti ingat ya bu, masukkan Baik ibu. Saya tuliskan nanti. Pertama saya
jadwal latihan sehari-hari juga. Misalnya meminta uang, meminta obat dan meminta
ibu ingin meminta obat, uang, dan lain-lain

bantuan. Tidak lupa juga saya menulis cara


menolak dengan baik dan menungkapkan

perasaan dengan baik.


Baik ibu. Bagaimana kalau sebentar sekitar Baik ibu

jam 3 sore kita ketemu lagi?


Nanti kita akan membicarakan cara lain Iya bu saya setuju.
untuk mengatasi rasa marah Ibu yaitu
dengan cara ibadah, Ibu setuju?
Baik nanti kita ketemu ditempat ini lagi ya Iya sama-sama Ibu, samapai jumpa nanti
bu.
juga.
Baik terimakasih ibu, sampai jumpa nati
ya.

4. Strategi pelaksanaan komunikasi pasien dengan prilaku kekerasan ke empat :


Latihan mengontrol prilaku kekerasan secara spiritual :
a. Diskusiakn hasil latihan mengontrol prilaku kekerasan secara fisik dan
sosial/verbal
b. Latihan berdoa
c. Buat jadwal latihan berdoa
a. orientasi
Om swastiastu pak,sesuai dengan janji saya 2 jam yang lalu sekarang saya
datang lagi. Baik, yang mana yang mau dicoba?
Bagaimana pak, latihan apa yang sudah dilakukan? Apa yang dirasakan setelah
melakukan latihan secara teratur? Bagus sekali, bagaimana rasa marahnya

Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara lain untuk mencegah rasa marah
yaitu dengan berdoa?
Dimana enaknya kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau ditemat tadi?
Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?
b. kerja
Coba ceritakan kegiatan ibadah yang biasa bapak lakukan! Bagus. Baik, yang
mana mau dicoba?
Nah, kalau bapak sedang marah coba bapak langsung duduk dan tarik napas
dalam. Jika marahnya belum reda juga rebahkan badan agar rileks. Jika masih
belum reda juga, lakukan Tri Sandhya.
Bapak bisa melakukan Tri Sandhya secara teratur untuk meredakan kemarahan.
Coba bapak mengucapkan mantram Tri Sandhya.
c. terminasi
Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara yang
keempat ini?
Jadi sudah berapa cara mengontrol marah yang kita pelajari? Bagus.
Mari kita masukkan kegiatan ibadah pada jadwal kegiatan bapak. Mau berapa
kali bapak Tri Sandhya? Baik kita masukkan Tri Sandhya 3 kali sehari (sesuai
kesepakatan klien).
Coba bapak sebutkan lagi cara ibadah yang bapak lakukan bila bapak merasa
marah!

Setelah ini coba bapak lakukan jadwal Tri Sandhya sesuai dengan jadwal yang
telah kita buat tadi.
Besok kita ketemu lagi ya pak, nanti kita bicarakan cara kelima mengontrol rasa
marah, yaitu dengan patuh minum obat. Mau jam berapa pak? Seperti sekarang
saja, jam 10 ya?
Nanti kita akan membicarakan cara penggunaan obat yang benar untuk
mengontrol rasa marah bapak, setuju pak?
5. Strategi pelaksanaan komunikasi pasien dengan perilaku kekerasan kelima
Latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan obat:
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien untuk cara mencegah marah yang sudah
dilatih
b. Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip 5 benar ( benar nama
pasien, benar nama obat, benar cara minum obat, benar waktu minum obat dan
benar dosis obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti minum obat
c. Susun jadwal minum obat secara teratur
a. Orientasi
Om Swastyastu pak, sesuai dengan janji saya kemarin hari ini kita ketemu lagi.
bagaimana pak, sudah dilakukan latihan Tarik napas dalam, pukul kasur bantal,
bicara yang baik serta tri sandhya? Apa yang dirasakan setelah melakukan letihan
secara teratur? Coba kita lihat cek kegiatannya.
Bagaimana kalau sekarang kita bicara dan latihan tentang cara minum obat yang
benar untuk mengontrol rasa marah?
berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit.
b. Kerja
(perawat membawa obat pasien)
bapak sudah dapat obat dari dokter?
Berapa macam obat yang bapak minum? Warnanya apa saja? Bagus!.. jam
berapa bapak mnum? Bagus!..
obatnya ada tiga macam ya pak, yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya
agar pikiran tenag, yang putih ini namanya THP agar rileks dan tenang, dan merah

jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang. Semuanya
ini harus bapak minum 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam.
bila nanti setelah minum obat mulut bapak terasa kering, untuk membantu
mengatasinya bapak bisa mengisap-isap es batu.
Bila terasa mata berkunang-kunang, bapak sebaiknya istirahat dan jangan
beraktifitas dulu.
Nanti dirumah sebelum minum obat ini bapak lihat dulu label dikotak obat
apakah benar nama bapak tertulis disitu, berapa dosis yang harus diminum, jam
berapa saja harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar? Disini
minta obatnya pada suster kemudian cek lagi apakah banr obatnya!
Jangan pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter
ya pak, karena dapat terjadi kekambuhan.
sekarang kita masukkan waktu minum obatnya ke dalam jadwal ya pak.
c. Terminasi
bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara minum obat
yang benar?
coba bapak sebutkan lagi jenis obat yang bapak minum! Bagaimana cara minum
obat yang benar?
nah, sudah berapa cara mengontrol perasaan marah yang kita pelajari? Sekarang
kita tambahkan jadwal kegiatannya dengan minum obat. Jangan lupa laksanakan
semua dengan teratur ya.