Anda di halaman 1dari 23

SPRING

KELOMPOK 4
YUSUF PURNOMO
(20143020019)
AKBAR GINANJAR P (20143020020)
ZAHNY DITO
(20143020021)
FIQIH FIRMANSYAH

(20143020023)

PEGAS
Pegas adalah benda elastis yang digunakan untuk menyimpan
energi mekanis. Pegas biasanya terbuat dari baja. Pegas juga
ditemukan di sistem suspensi mobil. Pada mobil, pegas
memiliki fungsi menyerap kejut dari jalan dan getaran roda
agar tidak diteruskan ke bodi kendaraan secara langsung.
Selain itu, pegas juga berguna untuk menambah daya
cengkeram ban terhadap permukaan jalan.

GAYAPEGAS

Pengertian gaya pegas. Gaya pegas adalah gaya lenting


pulih yaitu gaya untuk kembali ke keadaan semula. Gaya
ini ditimbulkan oleh benda lentur yang mengalami
pemampatan maupun perenggangan. Benda-benda yang
memiliki gaya pegas
misalnya per, busur panah, dan karet.

FUNGSI PEGAS
Pegas berfungsi untuk menghilangkan getaran karoseri
yang ditimbulkan oleh pukulan jalan pada roda. Selain itu
juga menjamin roda tetap menapak pada jalan.

Massa tak terpegas (A), meliputi:


Roda, rem, aksel dan pegas bagian bawah.
Massa terpegas (B), meliputi:
Bodi dan semua komponen yang melekat pada bodi,
penumpang barang dan pegas bagian atas

Fungsi lain dari pegas yaitu :

1. Menympan Energi > contoh : penggerak jam, drum penggulung,


mainan anak2, pengarah balik katup dan batang pengendali

2. Mlunakkan Kejutan > untuk melunakkan tumbukan antara lain


sebagai pegas roda, gandar, dan pegas kejut pada kendaraan
bermotor.

3. Pendistribusian Gaya > contohnya pada pembebenan roda dari


kendaraan dan landasan mesin

4. Elemen Ayun > contohnya sebagai pegas pemberat, pembalik


atau penghentian ayunan

5. Pembatas Gaya > seperti penggunaan pada mesin pres

6. Pengukur > pengukur seperti pada timbangan

MACAM PEGAS :
1. Pegas Daun

Sifat sifat:

Konstruksi sederhana

Dapat meredam getaran sendiri (gesekan antara daun pegas)

Berfugsi sebagai lengan penyangga (tidak memerlukan lengan,


memanjang melintang)

Aksel depan / belakang, tanpa / dengan penggerak roda.

Pegas Koil

Pada saat pemegasan, batang pegas koil menerima beban puntir dan
lengkung

Sifat-sifat:

Langkah pemegasan panjang


Tidak dapat meredam getaran sendiri
Tidak dapat menerima gaya horisontal (perlu lengan-lengan)
Energi beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun
Dapat dibuat pegas lembut
Penggunaan Pada suspensi independen dan aksel rigid

Pegas Batang Torsi (Puntir)

Pada saat pemegasan, pegas menerima beban puntir

Sifat sifat:

Memerlukan sedikit tempat

Energi yang diabsorsi lebih besar daripada pegas lain

Tidak mempunyai sifat meredam getaran sendiri

Dapat menyetel tinggi bebas mobil

Langkah pemegasan panjang

Mahal

Penggunaan:

Suspensi Independen

Pegas Hidropnuematis

Sifat-sifat

Elastisitas tinggi
Saat pemegasan tidak timbul gelembung udara pada oli
Dapat untuk mengatur tinggi bebas kendaraan

Penggunaan

Kendaraan penumpang/sedan

Gaya Pegas Fisika

Gaya Pegas Fisika- Pegas merupakan benda berbentuk spiral yang


terbuat dari logam. Pegas sendiri mempunyai sifat elastis. Maksudnya
ia bisa mempertahankan bentuknya dan kembali ke bentuk semula
setelah diberi gaya. Gaya pegas dapat didefinisikan sebagai gaya atau
kekuatan lenting suatu pegas untuk kembali ke posisi atau bentuk
semula

Elastisitas pada pegas


Elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk
semula setelah gaya dari luar yang di berikan kepada benda .ada 3
bentuk perubahan yang terjadi yaitu :
1. Regangan adalah Perubahan bentuk yang terjadi karena dua gaya yang
sama besar diberikan dengan arah yang berlawanan.saling menjauh dari
titik pusat
2. Mampatan adalah Perubahan bentuk yang terjadi karna dua gaya yang
diberikan sama besar dan berlawanan arah menuju titik pusat.
3. Gesekan terjadi karena gaya yang bekerja pada benda di kenakan pada
masing-masing sisi benda, pada pristiwa gesekan terjadi tegangan gese.
Akibatnya benda mengalami pergeseran.

Hukum Hooke (Gaya Pegas)


Robert Hooke seorang Ilmuwan asal inggris meneliti tentang gaya
pegas. Imuwan berambut keriting ini menelurkan hukum hooke yang
menyatakan Jika pada sebuat pegas bekerja sebuah gaya luar, maka
pegas akan bertambah panjang sebanding dengan besarnya gaya yang
diberikan.

Hukum Hooke dirumuskan :

hukum hooke gaya pegas


F = k .x Fitri Kurang AsyiX
F = w (gaya berat) = gaya pegas = gaya yang bekerja pada pegas
k = konstanta pegas
x = pertambahan panjang

Rumus pada benda Pegas

Ket :
F = Gaya (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = perubahan panjang pada pegas (m)

contoh soal 1
Sebuah pegas di tarik dengan sebuah gaya 20N sehingga membuat
pegas
merenggang 5cm, berapakah konstanta pegas tersebut ?
Jawab :
Diketahui :
F = 20 N
x = 5 cm = 0,05 m
Ditanyakan :
k = konstanta pegas ... ?
Jawab :
F
= k.x
20 N = k.0,05
k
= 20N / 0,05
k
= 400 N

Pada gambar di bawah , Pegas di susun secara pararel.

maka konstanta pengganti pegas nya adalah :

Contoh Soal :
Tiga buah pegas di pasang secara pararel ,
k1 dan k2= 200N/m ,k3 = 400 N/m. jika masa
beban 8 N, Berapa konstanta pengganti
dan pertambahan panjang pada pegas ?
jawab:
Dik : k1,k2= 200 N F= 8 N
k3 = 400 N
Dit : Kp dan x ... ?
jawa : Kp= k1+k2+k3
=200+200+400=800 N/m
x=F/k =8/800 = 0.01 m.

SELESAI
MATHUR THANKYOU