Anda di halaman 1dari 2

Ini Pandangan Dewan Energi Tentang Pembangkit Nuklir di RI

Daftar detikconnect

Home

Ekonomi Bisnis

Finansial
NEW

SolusiUKM

Indeks
detikFinance

Properti
NEW

Most Popular

Energi

Industri

Peluang Usaha

Masuk

Perencanaan Keuangan

Market Research Foto TV Konsultasi d'Preneur KEMENTAN

Energi

Ini Pandangan Dewan Energi Tentang


Pembangkit Nuklir di RI
Michael Agustinus - detikfinance
Sabtu, 31/10/2015 16:50 WIB

SolusiUKM Iklan Baris


Blog Forum Sindikasi
Suara Pembaca
Surat dari Buncit detikTV
Cari Alamat
Copyright 2015 detikcom, All
Rights Reserved Redaksi
Pedoman Media Siber Karir
Kotak Pos Info Iklan
Disclaimer

Jakarta Nuklir termasuk salah satu sumber energi yang dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia untuk masa
depan. Biaya produksi listrik dari nuklir dinilai murah, karena itulah nuklir dilirik juga oleh pemerintah
Indonesia.
Selain itu, Indonesia memiliki cadangan uranium dan thorium untuk bahan baku nuklir yang melimpah di
Kalimantan dan Bangka.
Tetapi Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi punya pendapat berbeda. Rinaldy
mengungkapkan bahwa nuklir bukan sumber energi yang murah. Dibandingkan dengan batubara misalnya,
nuklir masih kalah efisien.
Berdasarkan perhitungan awal yang dilakukan oleh pemerintah di Bangka Belitung, Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklir (PLTN) yang dibangun di pulau tersebut akan menghasilkan listrik dengan harga kurang
lebih US$ 12 sen/kWh.
Sedangkan, harga listrik rata-rata dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan batubara
hanya US$ 7 sen/kWh.
"Sekarang ini harga listrik dari PLTN setelah peristiwa Fukushima itu lebih mahal dari PLTU. Dari
Feasibility Studies di Bangka Belitung itu US$ 12 sen/kWh, sementara PLTU hanya US$ 7 sen/kWh,"
papar Rinaldy usai Diskusi YLKI di Hotel Acasia, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).
Sementara jika PLTN dibangun di Kalimantan, biaya distribusinya ke Jawa akan membuat harga listriknya

http://finance.detik.com/read/2015/10/31/163634/3058744/1034/ini-pandangan-dewan-energi-tentang-pembangkit-nuklir-di-ri[10/31/2015 8:26:31 PM]

Ini Pandangan Dewan Energi Tentang Pembangkit Nuklir di RI

menjadi mahal.
"Begitu kita bangun PLTN di Kalimantan, mengirimnya ke Jawa itu mahal sehingga tidak ekonomis,"
ungkapnya.
Dia menambahkan, tidak ada wilayah di Indonesia yang benar-benar aman dari gempa, termasuk
Kalimantan dan Bangka yang disebut-sebut sebagai calon lokasi pembangunan PLTN. Keberadaan PLTN
di Indonesia amat beresiko, akan timbul kerugian yang luar biasa besarnya jika PLTN sampai bocor.
"Tidak ada daerah yang betul-betul aman dari gempa di Indonesia," tandasnya.
Karena itu, DEN menjadikan nuklir sebagai opsi terakhir sumber energi. Indonesia masih memiliki banyak
pilihan lain untuk sumber energi masa depan. Sumber-sumber energi seperti geothermal, biomassa, angin,
matahari, dan sebagainya lebih aman ketimbang nuklir.
"Nuklir itu sudah diputuskan oleh DEN sebagai pilihan terakhir karena kita masih punya banyak sumber
energi lain yang tidak berbahaya. Kemudian daerah kita juga rawan gempa," tutupnya.
(feb/feb)
Apapun usaha Anda, sekarang pasang iklan di detikcom murah dan terjangkau !.
Informasi lebih lanjut klik di sini

11

117

Baca Juga
Modal Rp 2 Juta, Rumah Anda Bisa Dapat Listrik
dari Matahari Tiap Hari
Jokowi Ingin Pasang Solar Cell di Atap Istana
Waduk Ini Defisit Air, Jawa-Bali Krisis Listrik
Ini Bukti Penampakan RI Sudah Krisis Listrik
Foto Video Terkait

Kebijakan Energi
Nasional
Rampung Oktober
2009

Pasang Iklan Baris


Peluang Usaha Penghasilan 3 Jt/Bln Cari Agen Dan Distributor Pemasaran Susu Bub
Beli Produk Dapat Income Jutaan Biogreenscience Hadir Untuk Mengatasi Masalah
Town House Di Tengah Kota Town House Di Tengah Kota, +/ 200m Pintu Tol Rawa
Bagaimana Cara Saya Mendapatkan Sal Bagaimana Cara Saya Mendapatkan Sales $
Forum
Cara Agar Gaji Rp 3 Juta-Rp 5 Juta Bisa Beli Mobil Baru
Pergeseran Posisi Lembaga Perbankan di Masyarakat
Berkat Teknologi Baru
Anda Tetap Miskin Meski Bergelimang Harta? Mungkin Ini
Alasannya

5 Komentar

Silahkan login untuk menulis


komentar

Blog
Optimisme Menyongsong Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat
dan Berkualitas

500

Mengelola Keuangan Dengan Bijak Untuk Masa Depan


Yang Baik
Berhati-Hatilah Bila Bertransaksi Via ATM

Kirim Komentar
Terbaru

Terlama

http://finance.detik.com/read/2015/10/31/163634/3058744/1034/ini-pandangan-dewan-energi-tentang-pembangkit-nuklir-di-ri[10/31/2015 8:26:31 PM]