Anda di halaman 1dari 45

BIOSTATISTIK:

PERTEMUAN KE 3
KULIAH RISET KEPERAWATAN SEMESTER 6
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN UKIM
T.A 2012/2013
OLEH: JEANY WATTIMENA

BAHAN AJAR INI TIDAK MENGGANTIKAN REFERENSI RESMINYA. HANYA DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN
KULIAH DAN TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI ACUAN / REFERENSI DALAM PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

TUJUAN PEMBELAJARAN:
1.

2.
3.

Mengetahui definisi dan tahapan


statistik
Mengetahui pembagian statistik
Mengetahui jenis-jenis uji
hipotesis statistik bivariat

ARTI STATISTIK
Bahasa

latin status artinya negara


Statistik artinya: sekumpulan
konsep dan metode yang digunakan
untuk mengumpulkan dan
menginterpretasi data tentang
bidang kegiatan tertentu dan
mengambil kesimpulan dalam
situasi dimana ada ketidakpastian
dan variasi.

TAHAP STATISTIK
1.
2.

3.
4.

Pengumpulan data
Pengolahan data
Analisis data
Penyajian data

PENGUMPULAN DATA: SKALA VARIABEL

PENGOLAHAN & ANALISIS DATA


Microsoft

Excel

SPSS
Stata

SAS
Epi

Info (Gratis unduh dari situs WHO)


dll..

PENYAJIAN DATA
Tulisan
Tabel
Dist. Frekuensi, Dist.Relatif, Dist.Kumulatif, Cross
tabulation (Tabulasi silang)
Gambar / Grafik
Histogram (Untuk Var.Rasio)
diagram garis (Untuk Var.Nominal & ordinal)
diagram batang (Untuk Var.Nominal & ordinal)
diagram pinca (pie) (Untuk Var.Nominal & ordinal)
diagram tebar (Untuk Var.Rasio)
box whisker (Untuk Var.Rasio)
stem n leaf

CONTOH TABEL DISTRIBUSI


FREKUENSI VAR.KATEGORIK

CONTOH TABEL DISTRIBUSI


FREKUENSI VAR.NUMERIK

CONTOH TABULASI SILANG

CONTOH TABULASI SILANG DENGAN


PERSEN BARIS (ROW% )

CONTOH HISTOGRAM

CONTOH DIAGRAM GARIS

CONTOH DIAGRAM BATANG

CONTOH DIAGRAM LINGKAR (PIE CHART)

CONTOH BOX WHISKER

PEMBAGIAN STATISTIK

1. Statistik Deskriptif
untuk penelitian deskriptif
(kuantitatif)
2. Statistik Inferensi
untuk penelitian analitik

Studi kasus
Kualitatif
Seri Kasus
Deskriptif
Survei (Crosssectional)
Kuantitatif
Cohort

Desain
Penelitian
Bidang
Kesehatan

Survei (Crosssectional)

Observasional

Case-control

Cohort

Analitik

Eksperimen
murni (RCT)
Eksperimental
Quasieksperimen

STATISTIK INFERENSI (PENELITIAN ANALITIK)

Bivariat (hubungan 2 var)


a.
Uji hipotesis komparatif
b. Uji hipotesis korelatif
2. Multivariat (hubungan > 2 var)
a.
Regresi logistik hubungan beberapa
var. bebas dengan var. terikat yang
bersifat kategorik
b. Regresi linier hubungan beberapa
var. bebas dengan var. terikat yang
bersifat numerik
1.

STATISTIK DESKRIPTIF:
UNTUK VAR. KATEGORIK
Proporsi
Persentase
Insidens

(Ukuran Epidemiologi)
Prevalens (Ukuran Epidemiologi)

STATISTIK DESKRIPTIF:
UNTUK VAR. NUMERIK
Nilai

Tengah
Mean, Median, Modus
Nilai letak
Kwartil (Quartile) Q1, Q2, Q3
Nilai variasi
Range, Rata2 Deviasi, Varian,
Standar Deviasi, Koefisien Varian

Mean

Median, posisinya =
Urutkan data dari terendah sampai tertinggi, dan
nilai median didapat pada angka di posisi tersebut.

Varian (v)

Standar Deviasi

YG PERLU DIKETAHUI SEBELUM


MEMASUKI STATISTIK BIVARIAT

Tidak

SYARAT 1: SKALA PENGUKURAN


Variabel-variabel yang diteliti dapat berupa skala
1. Kategorik: nominal dan ordinal
2. Numerik: interval dan rasio
Kaitannya dengan syarat lain:
Jika salah satu (atau dua2nya) dari dua variabel
yang dihubungkan terdapat variabel dengan skala
numerik, maka syarat ke 6: uji parametrik dan
non-parametrik harus diperhitungkan, dan syarat
7 dilewatkan.
Apabila dua variabel yang dihubungkan
semuanya bersifat kategorik, maka syarat ke 7
diperhitungkan, dan syarat ke 6 dilewatkan.

SYARAT 2: JENIS HIPOTESIS


Uji hipotesis komparatif melihat perbedaan /
hubungan dua variabel melalui perbandingan antar
kelompok, umumnya variabel bebas dan variabel
terikat jelas. Contoh: hubungan antara peran serta
keluarga pasien dengan keberhasilan asuhan
keperawatan gangguan sosial pada pasien RS Jiwa
Uji hipotesis korelatif hanya melihat korelasi /
hubungan tanpa melakukan perbandingan, dapat
merupakan hubungan antara variabel2 yang secara
teori tidak saling mempengaruhi / menyebabkan.
Contoh: Hubungan antara skor gangguan sosial dan
skor gangguan somatik pada pasien RS Jiwa.

SYARAT 3: MASALAH SKALA PENGUKURAN


Masalah skala pengukuran dapat berupa skala
numerik atau kategorik, dan hal ini terkait dengan
syarat 2 uji hipotesis.
Cara penentuan masalah skala pengukuran sebagai
berikut:

Hipotesis

Skala Var 1

Skala Var 2

Masalah Skala Pengukuran

Komparatif

Kategorik

Kategorik

Komparatif Kategorik

Kategorik

Numerik

Komparatif Numerik

Numerik

Numerik

--

Kategorik

Kategorik

Korelatif Kategorik

Kategorik

Numerik

Korelatif Kategorik

Numerik

Numerik

Korelatif Numerik

Korelatif

SYARAT 4 & 5: PASANGAN DAN JML KELOMPOK


Tidak

berpasangan, 2 Kelompok :
Terdapat dua kelompok data, dan individu
dari kedua kelompok data tersebut
berbeda. Contoh: rata-rata kadar HB pada
kelompok anemia dan kelompok tidak
anemia.
Tidak berpasangan, > 2 Kelompok:
Terdapat lebih dari dua kelompok data,
dan individu dari kelompok-kelompok data
tersebut berbeda. Contoh: rata-rata kadar
HB pada kelompok anemia ringan, anemia
sedang, dan anemia berat

SYARAT 4 & 5: PASANGAN DAN JML KELOMPOK


(CONTD)
Berpasangan,

2 Kelompok :
Terdapat dua kelompok data, namun individu
untuk kedua kelompok data tersebut sama.
Contoh: rata-rata skor pengetahuan
mahasiswa UKIM sebelum dan sesudah
diberikan tutorial.
Berpasangan, > 2 Kelompok:
Terdapat lebih dari dua kelompok data, dan
individu dari kelompok-kelompok data
tersebut berbeda. Contoh: rata-rata skor
pengetahuan mahasiswa UKIM sebelum
tutorial, sesudah tutorial, dan pada saat ujian
akhir.

SYARAT 6: UJI PARAMETRIK DAN NONPARAMETRIK


Syarat ini berlaku apabila terdapat salah satu dari
variabel penelitian yang berskala numerik, baik pada
hipotesis komparatif maupun korelatif, misalnya TB,
BB, Kadar HB, Skor pengetahuan, dll.
Data numerik harus diuji normalitasnya.
Apabila sebaran data normal, maka dapat gunakan
uji Parametrik. Apabila sebaran data numerik tidak
normal, maka gunakan uji Non-Parametrik.
Penentuan normalitas yg obyektif : uji KolmogorovSmirnov (utk sampel > 50 org) dan Shapiro Wilk (utk
sampel 50 org)

PENENTUAN NORMALITAS DATA

DATA NORMAL: CEK HISTOGRAM

DATA TIDAK NORMAL

SYARAT 7: TABEL BXK DAN PXK


Tabel B x K (B=baris dan K=kolom) digunakan
untuk hipotesis komparatif kategorik tidak
berpasangan.
Pada baris, ditaruh var.bebas
Pada kolom, ditaruh var.terikat
Tabel P x K (P=pengulangan dan K=kategori)
digunakan untuk hipotesis komparatif kategorik
berpasangan.
Bila pengukuran dilakukan 3 kali dan kategori
var. adalah dua kategori, maka PxK=3x2
Bila pengukuran dilakukan 2 kali dan kategori
var. adalah tiga kategori, maka PxK=2x3

STATISTIK BIVARIAT (UJI HIPOTESIS)


1.

2.

3.

4.

5.

Uji Hipotesis Komparatif Skala numerik


Parametrik
Uji Hipotesis Komparatif Non-Parametrik
Uji Hipotesis Komparatif Skala kategorik
tidak berpasangan (tabel B x K)
Uji Hipotesis Komparatif Skala kategorik
berpasangan (tabel P x K)
Hipotesis Korelatif

1. UJI HIPOTESIS KOMPARATIF


SKALA NUMERIK (PARAMETRIK)

Parametrik

Non-Parametrik

2. UJI HIPOTESIS KOMPARATIF


NON PARAMETRIK

3. UJI HIPOTESIS KOMPARATIF


SKALA KATEGORIK TIDAK BERPASANGAN

4. UJI HIPOTESIS KOMPARATIF


SKALA KATEGORIK BERPASANGAN

5. HIPOTESIS KORELATIF

RINGKASAN SEMUA UJI HIPOTESIS BIVARIAT

(Non-Parametrik)

REFERENSI MATERI DAN GAMBAR


Luknis Sabri, Sutanto Priyo Hastono. 2007. Statistik
Kesehatan. Raja Grafindo Persada. Jakarta
M Sopiyudin Dahlan. 2008. Statistik untuk
Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 3. Salemba
Medika. Jakarta
Judy M Simpson, Geoffrey Berry, Petra Macaskill,
Timothy Dobbins, Kevin McGeechan. 2010.
Introductory Biostatistics. Sydney School of Public
Health. The University of Sydney. Sydney
http:// www.statmethods.net
http://www.theanalysisfactor.com/cross-tabulation-incohort-and-case-control-studies/