Anda di halaman 1dari 4

Sejarah kota Jakarta

Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500
tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi
pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta
terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar
tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para
penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.
Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawarawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun
kanal-kanal

untuk

melindungi

Batavia

dari

ancaman

banjir.

Kegiatan

pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter
dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan
kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia
berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan
lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan
pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini
dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh
para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.
2.1.1.2 Sejarah Betawi
Suku Betawi adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang penduduknya
umumnya bertempat tinggal di Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku
Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara
biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum
berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke
Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung
pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai
kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda,
Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, Melayu dan Tionghoa.
Namun pihak lain berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawinmawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu ternyata tidak sepenuhnya benar

karena eksistensi suku Betawi menurut sejarawan Sagiman MD telah ada serta
mendiami Jakarta dan sekitarnya sejak zaman batu baru atau pada zaman
Neoliticum, penduduk asli Betawi adalah penduduk Nusa Jawa sebagaimana
orang Sunda, Jawa, dan Madura. Pendapat Sagiman MD tersebut senada dengan
Uka Tjandarasasmita yang mengeluarkan monografinya "Jakarta Raya dan
Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977)"
mengungkapkan bahwa Penduduk Asli Jakarta telah ada pada sekitar tahun 3500 3000 sebelum masehi.
Masakan Betawi banyak dipengaruhi budaya beberapa negara seperti Belanda,
Portugis, Cina, Arab, dan India selain pengaruh dari Jawa dan Melayu. Oleh
karena itu masakan Betawi menjadi sangat beragam, baik dari segi cita rasa
maupun jenisnya.
Masakan Betawi yang terpengaruh budaya Arab adalah masakan berkuah gurih
perpaduan santan dan susu. Beberapa masakan Betawi yang menggunakan babat,
kikil, paru, atau bagian lain selain daging.
Sedangkan aneka sajian segar, kue, dan es khas Betawi banyak dipengaruhi dari
budaya Cina.
Masakan Betawi banyak menggunakan rempah sebagai bumbu dalam olahannya
seperti jahe, kunyit, jintan, kemiri, pala, merica, dan kayu manis. Namun masakan
tetap mudah diolah dan memasaknya tidak memakan waktu yang lama.
Selain aneka masakan, jajanan, dan minuman khas Betawi juga banyak yang
menjadi terkenal karena cocok bagi semua lidah.
2.2.1 Teori Identitas
2.2.1.1 Teori Buku
Dengan semakin banyaknya penerbit-penerbit baru, jumlah buku yang di
produksi makin banyak juga. Persaingan pun makin ketat, maka dari desain
bukubaik itu cover, packaging, layout, dan promosinya merupakan suatu faktor
yang penting dalam pembuatan sebuah buku karena pembeli/ konsumen
cenderung lebih tertarik dengan buku yang desainnya menarik setelah itu baru
dilihat dari isi dan informasi yang ada didalam buku tersebut. Dalam buku New

Book Design yang ditulis oleh Roger Fawcett Tang, faktor yang harus
diperhatukan dalam mendesain suatu buku adalah :
-

Packaging

Tampilan luar suatu buku merupakan salah satu faktor yang penting. Suatu
kemasan buku yang baik mampu menarik rasa keingintahuan orang untuk melihat
buku tersebut diantara buku-buku yang lain. Berikut hal-hal yang dapat
dipertimbangkan dalam kemasan buku :
1.

Fungsi utama kemasan buku sebagai pelindung yang bisa diolah menjadi

sangat menarik. - Kerak Telor

- Kue Cubit

Asinan

Betawi
- Bir Bletok

- Kerak Telor

- Rujak Junhi

- Kue Lupis

- Kue Talam

- Kue Apek

- Kue Gente Manis

- kembang Goyang

- Ketoprak Betawi

- Roti Gambang

- Kue Pancong

- Putu Mayang

- Nasi Ulam

- Es Selendang M

- Es Doger

- Kue Cincin

- Putu

- Dodol Betawi

- Ongol ongol
2.5 Kompetitor
- Buku Kuliner Favorit Jakarta
- Jajanan Pasar Paling Laris
- Jajanan Pasar Favorit
2.6 Analisa SWOT
2.6.1

Strength

Keanekan ragaman bahan makanan yang bermanfaat baik bagi tubuh

Sejarah dari jajanan khas betawi

2.6.2

Weakness

Lokasi yang kurang strategis

Tidak semua makanan memiliki sejarah yang detail

2.6.3

Opportunity

Minat konsumen yang masih sangat tinggi terhadap makanan

Cita rasa makanan pada jajanan betawi yang mempunyai ciri khas pada

setiap makanan

Masyarakat yang masih suka kuliner

2.6.4

Threat

Kurang pengetahuan masyarakat tentang jajanan daerah

Adanya persaingan antara jajanan lokal dengan jajanan internasional