Anda di halaman 1dari 22

CUCI TANGAN

SO
P

No.
Dokumen:
No. Revisi:
Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Suatu tindakan antiseptic yang dilakukan untuk mengurangi resiko


transmisi pathogen yang terdapat pada tangan, sebelum dan sesudah
melakukan tindakan.

Tujuan

Mencegah dan mengendalikan infeksi

Kebijakan

Dilakukan untuk mengurangi resiko transmisi pathogen yang terdapat


pad tangan.

Prosedur

A. Pelaksanaan
1. Melepaskan perhiasan gulung baju hingga keatas pergelangan
tangan
2. Pertahankan kuku jari pendek clan terkikir
3. Perhatikan adanya luka pada kulit dan jan-jan
4. Berdiri di depan bak cuci, jaga agan tangan dan seragam tidak
menyentuh permukaan bak cuci
5. Basahi tangan dan lengan bawab air mengalir Jaga agar
tangan dan lengan bawah lebih rendah dan siku selama
mencuci.
6. Oleskan 1 ml sabun cair antiseptic pada tangan dan buat busa
7. Jalin jari-jari dan gosok telapak tangan dan punggung tangan
dengan gerakan memutar selama 10-15 detik
8. Bila area di selah jari-jari kotor, bersihkan dengan kuku jari

tangan yang lain


9. Bilas tangan dan pergelanagn secara menyentuh
10. Ulani Iangkah 6-8 sampai 1-3 menit
11. Keningkan tangan menggunakan handuk kecil atau tissue,
usap jan turun ke pergelanagn tangan dan lengan bawah
12. Buang tissue dalam waclah yang disediakan
UNIT TERKAIT

IGD, Poliklinik, Ruang Rawat Inap

PROSEDUR
TINDAKAN
PEMASANGAN INFUS (IVFD)
No.
Dokumen:
No. Revisi:

SO
P
PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Tanggal
Terbit:
Halaman:

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Pemasangan infus (IVFD) adalah terapi intravena untuk memberikan


cairan tambahan yang mengandung komponen tertentu yang
diperlukan tubuh selama periode tertentu
Tujuan

Infus (IVFD) untuk:


1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh, elektrolit,
vitamin, protein, kalori dan nitrogen pada klien yang tidak
mampu mempertahankan makan adekuat melalui mulut
2. Memulihkan keseimbangan asam basa
3. Memulihkan volume darah
4. Menyediakan saluran terbuka untuk pemberian saluran obat-

Kebijakan

Prosedur

obatan
5. Sebagai acuan perawat dalam melaksanakan tindakan
pemasangan
Dilakukan pada pasien yang memerlukan cairan atau nutrisi
tambahan
Pentingnya memperhatikan sterilisasi dalam pemasangan IVFD
A. Persiapan Alat
1. Torniquet
2. Kapas alcohol pada tempatnya
3. Kain kasa steril
4. Larutan desintektan iodine povidon 10%
5. Plester
6. Gunting verban
7. Tiang Infus
8. Setlnfus
9. Jarum infus (IV, kateter dan wing needle)
10. Sarung tangan steril jika klien berpenyakit menular (Hepatitis
B, HIV-AIDS)
B. Persiapan pasien klien
1. Memberikan penjelasan prosedur dan tujuan pada klien dan
keluarganya
2. Memberikan posisi yang nyaman semifowler atau terlentang
C. Pelasanaan
1. Mencuci tangan
2. Menjelaskan prosedur dan tujuan
3. Memberikan posisi yang nyarnan
4. Meletakkan torniquet + 5 cm diatas daerah yang akan
dilakukan pemasangan infus
5. Menghubungkan cairan dengan selang set infus dan
digantungkan pada tiang infus
6. Mengalirkan cairan dengan selang menghadap keatas untuk
mengeluarkan udara, kemudian di klem
7. Mengencangkan tomiquet, menganjurkan pasien jmtuk
mengepal dan pastikan daerah yang akan ditusuk
8. Membersihkan kulit dengan cermat menggunakan kapas
alcohol
9. Tusuk dengan posisi jarum sejajar kulit dan tusukan sampai
terlihat ada darah mengalir
10. Melepaskan Torniqet
11. Menyambung cairan infus, membuka klem slang sampai
terlihat tetesan lancar
12. Fiksasi posisi jarurn dengan plester, tutup dengan kassa steril
yang diberi iodine povidon 10% dan atur agar rnudah untuk
evaluasi tanda-tanda inflamasi
13. Mengatur tetesan infus sesuai kebutuhan, tulis tanggal dan
jam pemasangan pada lokasi yang mudah dibaca

14. Mendokumentasikan waktu pemberian, jenis cairan jumlah


tetesan, jumlah cairan masuk,
UNIT TERKAIT

Instalasi rawat inap, Ruang kebidanan, Unit gawat darurat, Kamar


Observasi

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PELAYANAN
MENGHITUNGAN JUMLAH NADI
DAN PERNAFASAN
No.
Dokumen:
No. Revisi:

SO
P

Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Menghitung jumlah nadi dan pernafasan pasien selama 1 menit untuk


mengetahui volume, rytme,jumlah nadi, pernafasan permenit.

Tujuan

Sebagai acuan untuk penghitungan jumlah nadi dan pernafasan

Kebijakan
Prosedur

Tersedia jam tangan dengan petunjuk detik dan timer


A. PERSIAPAN ALAT:
1. Jam tangan
2. Timer
B. PENATALAKSANAAN NADI:
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasien dibaringkan dalam posisi terlentang, bila
memungkinkan (mengatur posisi tangan),
3. Mencari denyut pada pergelangan tangan (arteri radilais)
sambil melihat jam.
4. Menghitung denyut nadi, dapat dilakukan pada arteri radialis,
menutup selama 1 menit.
5. Observasi volume, nadi, rytme dan irama nadi.
6. Menghitung selama 1 menit nadi.
7. Mencatat hasil observasi kedalam catatan perawat.
8. Perawat cuci tangan.
C. PENATALAKSANAAN MENGHITUNG RESPIRASI:
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasien dibaringkan dalam posisi terlentang, kecuali pasien
sesak nafas bisa didudukkan
3. Tekan tombol timer.
4. Menghitung respirasi selama 1 menit.
5. Menghitung selama 1 menit nadi.
6. Mencatat hasil observasi kedalam catatan perawat.
7. Perawat cuci tangan.

UNIT TERKAIT

Rawat Inap, IGD, Poliklinik


PROSEDUR TINDAKAN
MENGUKUR TEKANAN DARAH
No.
Dokumen:
No. Revisi:

SO
P

Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Suatu tindakan yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan jantung

Tujuan

Kebijakan

dalam memompa darah keseluruh tubuh dengan menggunakan tensi


meter dengan basil tekanan darah systole dan diastole
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah melakukan pengukuran
tekanan darah untuk mengetahui kerja jantung dan membantu
menegakkan diagnosa dan terapi pengebotan
Pemerikasaan rutin dilakukan pada setiap dinas dan pada pasien yang
membutuhkan tindakan intensif

Prosedur

A. Persiapan Alat
1. Transieter
2. Stetoskop
3. Buku catatan
4. Balpoint

B. Persiapan Pasien
1. Pasien telentang atau duduk
2. Lengan baju pasien di gulung

C. Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan
2. Tepi bawah manset letakkan 2-3 cm di atas fossa cubiti
3. Manset dipasang pada lengan atas dengan pipa karetnya
berada sisi luar lengan dan dipasang tidak terlalu kuat atau
terlalu longgar
4. Palpasi arteri hrakhialis pada fossa cubiti atau arteri radialis
pada pergelangan tanagan, stetoskop di tempatkan pada
daerah tersebut.
5. Sekrup balon karet ditutup, sekrup air raksa dibuka
selanjutnya balon dipumpa sampai denyut nadi tidak
terdengar lagi
6. Sekrup balon dibuka perlahan-lahan, sehingga air raksa turun
perlahan sambil memperhatikan turunya air raksa, dengarkan
bunyi denyutan pertama dengan stetoscope

7. Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan


pertarna disebut systol
8. Dengarkan terus sampai denyutan yang terakhir. Skala
permukaan air raksa pada waktu denyutan terakhir disebut
tekanan diastole
9. Catat hasil pengukuran dalam satuan systole/diastole (mmHg)
Perawat cuci tangan
UNIT TERKAIT

Disetiap Unit Kerja Ruangan

PROSEDUR
TINDAKAN
PENYUNTIKAN DENGAN CARA
INTRA MUSKULER
No.
Dokumen:
No. Revisi:

SO
P
PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Tanggal
Terbit:
Halaman:

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Memberikan melalui suntikan pada otot pangkal lengan, otot paha


bagian luar yaitu 1/3 tengah paha sebelah luar atau pada otot bokong
1/3 SIAS
Tujuan

Sebagai acuan perawat dalarn melaksanakan tindakan penyuntikan


melalui intra muscular
Kebijakan

1. Diberikan pada pasien yang membutuhkan injeksi intra muscular


2. Diberikan pada pasien apabila zat pelarut obatnya adalah minyak
Prosedur

A. Persiapan Mat
Baki atau meja suntik yang berisi alat-alat sebagai berikut:
1. Spuit dan jarum steril dan berbagai macam ukuran sesuai
kebutuhan
2. Obat-obatan yang diperlukan
3. Kapas alcohoi dalarn tempatnya
4. Cairan pelarut (aquabidest atau Naci)
5. Bengkok
6. Bak spuit yang tertutup

B. Persiapan Pasien
Pasien diberikan penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan
C. Pelaksanaan
1. Bacalah daftar obat pasien yang rnenunjukkan jenis obat dan
cara pemberiannya
2. Ambil spuit dan jarum steril atau spuit disposable dan dibuka
palstiknya
3. Larutkan terlebih dahulu obat-obat yang perlu dilarutkan
4. Bacalah kembali daftar obat tersebut. Ambil obat yang
dirnaksud kemudian lakukan desinfeksi pada:
leher batat atau ampul
karet penutup flacon/vial
5. Spuit diisi dengan obat sesuai dengan dosis yang telah
ditentukan, udara dalam spuit dikeluarkan lalu spuit dan kapas
alcohol di masukkan ke dalarn bak yang tersedia dan
Iangsung di bawa ke dekat pasien
6. Baca kembali daftar pembenan obat dan cocokkan dengan
pasien
7. Tentukan daerah yang akan di suntik, lalu permukaan kulit
didaerah yang bersangkutan di desinifektan dengan kapas
alcohol
8. Jarum di tusuk tegak lurus 90 dengan perrnukaan kulit
9. Melakukkan aspirasi dengan cara penghisap spuit di tarik ke
atas sedikit bila ada darah obat jangan di masukkan, tapibila
tidak ada darah obat dimasukkan perlahan- lahan
10. Setelah semua obat masuk, jarum di cabut dengan cepat.
Bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol
UNIT TERKAIT

Ruang Rawat Inap, Ruang Kebidanan

PROSEDUR
PENYUNTIKAN
INTRA VENA

SO
P

TINDAKAN
DENGAN CARA
No.
Dokumen:
No. Revisi:
Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Sebagai acuan perawat dalam melaksanakan tindakan penyuntikan


dengan cara intra vena

Tujuan

Diberikan pada pasien yang membutuhkan injeksi intra vena dan


membutuhkan absorbsi obat yang cepat
Kebijakan

Diberikan pada pasien yang membutuhkan injeksi intra vena dan


membutuhkan absorbsi obat yang cepat
Prosedur

A. Persiapan alat
Baki atau meja suntik yang berisi alat-alat sebagaiberikut:
1. Spuit dan jarum steril dan berbagai macam ukuran sesuai
kebutuhan
2. Obat-obatan yang diperlukan

3. Kapas alcohol dalam tempatnya


4. Cairan pelarut (aquabidest atau Nacl)
5. Bengkok
6. Bak spuit yang tertutup
7. Karet pembendung

B. Persiapan Pasien
Pasien di berikan penjelasan tindakan yang akan dilakukan

C. Pelaksanaan
1. Bacalah daftar obat pasien yang menunjukkan jenis obat dan
cara pemberiannya
2. Ambil spuit dan jarum steril atau spuit disposable dibuka dan
palstiknya
3. Larutkan terlebih dahulu obat-obat yang perlu di larutkan
4. Baca kembali daftar obat tersebut, ambil obat yang dimaksud.
kemudian lakukan desinfeksi dengan kapas alcohol pada:
Leher botol atau ampul
Karet penutup flacon/vial
5. Spuit diisi dengan obat sesuai dengan dosis yang telah di
tentukan, udara dalam spuit di keluarkan lalu spuit serta kapas
alcohol dimasukkan ke dalam bak yang tersedia dan langsung
dibawa ke dekat pasien
6. Baca kembali daftar obat dan cocokan dengan pasien
7. Tentukan daerah yang akan di suntik, lain lakukan
pembendungan di bagian atasnya. Selanjutnya permukaan
kulit
di desinfektan dengan kapas alcohol
8. Jarum ditusukkan ke dalam pernhuluh darah yang di maksud

dengan lubang jarum menghadap ke atas


Penghisap spuit ditarik sedikit. Bila ada darah jarum masuk ke dalam
vena dan darah akan mengalir sendiri ke dalam spuit.
UNIT TERKAIT

Ruang Rawat Inap

MENYIAPKAN
PENGAMBILAN
DARAH UNTUK PEMERIKSAAN
No.
Dokumen:
No. Revisi:

Tanggal
Terbit:
Halaman:

SO
PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Pengertian

Suatu tindakan memeriksa kadar darah yang diambil melalui darah


perifer/kapiler

Tujuan

Sebagai acuan perawat dalam melaksanakan tindakan pemeriksaan


darah
Prosedur

A. Persiapan
1. Botol/tabung kecil tempat spesimen yang sudah diberi label
2. Spuit steril, berbagai ukuran.
3. Kapas alkohol dalam tempatnya
4. Tourniquet
5. Label pemeriksaan
6. Set pemasang kateter

B. Persiapan pasien
1. Pasien diberi tahu tentang tindakan yang akan dilakukan
2. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
3. Membimbing pasien untuk berdoa

C. Pelaksaan
1. Pemeriksaan darah
Menetukan pembuluh darah yang akan ditusuk untuk
pengambilan darah.
Mendensinfeksi permukaan kulit pembuluh darah yang
akan
ditusuk dengan menggunakan kapas alkohol
Memasang tourniquet
Mengambil darah pemeriksaan dengan cara menusukkan
jarum pada pembuluh darah, sesuai dengan jumlah
kebutuhan.
Memasukkan darah pada tempat yang sudah disediakan.
Memasang label pada tempat darah dengan:
a. Mencantumkan nama
b. Nomor rekam medik
c. Tanggal dan jam pengambilan
Mengirim darah dan menyertakan formulir pemeriksaan
yang sudah diisi dan ditandatangani dokter.

2. Pemeriksaan urin biasa, pada pasien tidak sadar:


Menyiapkan tempat urine
Memasang kateter
Menampung urine dengan bengkok
Memesukkan urine ke dalam tempat yang tersedia.
Memesukkan label urine pada tempat urine dengan cara:
a. Mencantumkan nama
b. Nomor rekam medik

c. Tanggal dan jam pengambilan


Mengirimkan urine dengan menyertakan formulir
pemeriksaan yang sudah diisi dan ditandatangani dokter.
3. Pemeriksaan jaringan
Menyiapkan tempat jaringan
Memasang label pada tempat jaringan dengan:
a. Mencantumkan nama
b. Nomor medical record
c. Tanggal dan jam pengambilan
Mengisi tempat jaringan dengan larutan formalin
Memasukkan jaringan ke dalam tempat yang sudah
disediakan
Mengirim bahan dengan menyertakan formulir pemeriksaan yang
sudah
diisi
dan
ditanda
tangani
dokter.
UNIT TERKAIT

UGD, Laboratorium, Rawat Inap

PEMBERIAN OKSIGEN

SO
P

No.
Dokumen:
No. Revisi:
Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Pengertian
Tujuan

Memberikan oksigen pada pasien

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada pasien


Kebijakan

Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter


Prosedur

PERSIAPAN ALAT :
1. Tabung O2 lengkap dengan manometer
2. Mengukur aliran (flowmeter)
3. Botol pelembab berisi air steril / aquadest
4. Selang O2
5. Plester
6. kapas alkohol
PELAKSANAAN :
1. Atur posisi semifoler
2. Slang dihubungkan
3. Sebelum memasang slang pada hidung pasien slang
dibersihkan dahulu dengan kapasa alkohol
4. Flowmeter dibuka, dicoba pada punggung tangan lalu
ditutup kembali
5. Memasang canul hidung, lakukan fixasi (plester)
6. Membuka flowmeter kembali dengan ukuran sesuai
advis dokte
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Apakah jumlah yang masuk (cc/mnt) sudah sesuai
dengan instruksi? Lihat angka pada manometer
2. Apakah ujung kateter oksigen sudah masuk maksimal
kelubang hidung? Bila ujung kateter masih belum masuk
maksimal, supaya posisi kateter diperbaiki
3. Bila memakai oksigen, tetap/masih sianosis lapor
dokter
4. memberitahukan pada keluarga pasien untuk melapor

kepada petugas bila tabung oksigen / air steril habis.


UNIT TERKAIT

Ruang inap, KIA

INFORMED CONSENT

SO
P

No.
Dokumen:
No. Revisi:
Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Pengertian

Informed Consent adalah Suatu proses pengambilan persetujuan dari


pasien / keluarga mengenai tindakan medis/ kedokteran yang akan
dilakukan selama pasien dirawat di Rumah Sakit.
Sebagai pedoman persetujuan dari pasien atau keluarga terhadap
tindakan yang dilakukan

Tujuan

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

Kebijakan

Prosedur

Dilakukan kepada setiap pasien yang akan dilakukan tindakan


Kedokteran / medis
A. Setelah pasien diindikasikan tindakan yang akan dilakukan oleh
dokter, pasien atau keluarga dijelaskan mengenai:
1.
Pengertian tindakan yang akan dilakukan
2.

Tujuan HD

3.

Indikasi HD

4.

Komplikasi HD

5.
Prosedur tindakan HD
B. Penjelasan diberikan oleh dokter yang merawat pasien tersebut
atau perawat yang sudah mendapatkan limpahan dari dokter yang

merawat.
C. Yang berhak menandatangani persetujuan tindakan adalah:
1.
Pasien itu sendiri dengan usia > 18 tahun dan dalam kondisi
sadar penuh
2.

Pasangan hidup pasien (istri atau suami)

3.

Orang tua / wali

4.
Bagi pasien usia < 18 tahun, wali atau orang tua atau keluarga
terdekat (penanggung jawab)
D. Setelah pasien dan keluarga paham tentang tindakan medis yang
akan dilakukan, kemudian menandatangani surat persetujuan yang
telah tersedia dengan disertai saksi sesuai dengan format surat
pernyataan.
UNIT TERKAIT

Rawat Inap

Rawat Jalan

IGD

Pendidikan / Penyuluhan pada


Pasien

SO
P

No.
Dokumen:
No. Revisi:
Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Pengertian

memberikan pengertian kepada pasien / keluarga yang


berhubungan dengan keluhan atau penyakitnya, untuk mempercepat
proses penyembuhan.

Tujuan

Memberikan pengertian kepada pasien / keluarga agar memahami


masalah penyakitnya, dengan harapan membantu percepatan
penyembuhan dan menghindari perilaku / pola hidup yang keliru.
SK Kepala Puskesmas mengenai tugas dan tanggung jawab
pengelolah program.
1. Petugas menentukan diagnosa, rencana terapi atau tindakan.
2. Petugas memberikan penyuluhan kepada pasien / keluarga
tentang :
a. Informasi penyakit yang diderita pasien.
b. Penggunaan obat secara aman dan efektif untuk semua
obat yang dikonsumsi pasien.
c. Penggunaan peralatan medis secara aman dan efektif
d. Makanan yang dianjurkan & makanan yang dilarang di

Kebijakan
Prosedur

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

konsumsi.
e. Aspek etika dalam pengobatan.
f. PHBS
3. Petugas selesai melakukan penyuluhan dalam asuhan pasien,
dengan mencatat kegiatan pada rekam medik
UNIT TERKAIT

Pengelolah Program Promosi Kesehatan

SOP LAYANAN TERPADU

SO
P

No.
Dokumen:
No. Revisi:
Tanggal
Terbit:
Halaman:

PUSKESMAS
SEKAMPUNG

Ttd

Pengertian

SOP ini mengatur tentang rencana tindakan dan pengobatan serta


rencana layanan terpadu jika diperlukan penanganan oleh tim
kesehatan antar profesi disusun dengan tujuan yang jelas,
terkoordinasi dan melibatkan pasien/keluarga
Pasien mendapatkan pelayanan yang profesional dan komperehensif
Sk kepala puskesmas tentang kebijakan peningkatan mutuklinik dan
keselamatan pasien
1. Dokter atau petugas medis melakukan kajian terhadapkeluhan
dan kebutuhan pasien
2. Rencana layanan di tetapkan berdasarkan hasil kajianyang di
nyatakan dalam bentuk diagnosis. Dalam menyusun rencana

Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

layanan di bantu oleh kebojakan dan prosedur yang jelas


sesuai dengan kebutuhan pasiendan sesuai dengan standar
pelayanan yang di tetapkan.
3. Dokter atau petugas medis meemberikan rujukan ke poli lain
jika dalam rencana , pasien memerlukan kolaborasi dengan
tim kesehatan lain.
4. Penanganan pasien secara interprofesi meliputi :
Penanganan pasien HT
Penanganan pasien DM
Penanganan pasien TB
Penanganan pasien baliita gizi kurang/ buruk
Penanganan pasien BUMIL dengan anemia
UNIT TERKAIT

Petugas pendaftaran

Dokter

Bidan

Apoteker

PEMBERIAN TENTANG INFORMASI


TENTANG EFEK SAMPING DAN RESIKO
PENGOBATAN
No.
Dokumen:
No. Revisi:

SO
P
PUSKESMAS
SEKAMPUNG
Pengertian

Ttd

Tanggal
Terbit:
Halaman:

Dr. Iput Retnosari


NIP.
19840402201001200
6

1. Efek samping obat adalah respon terhadap obat yaang

Tujuan

Kebijakan
Prosedur

merugikan dan tidaak di inginkan


2. Resoko adalah probabilitas bahaya yang dapat di tmbulkan
oleh suatu obat selama penggunaan klinis
1. Memberi kenyamanan kerja pada petugas kesehatan dalam
melaksanankantugasnya beerkaitan dengan tindakan medis
yang akan diberikan kepada pasien di puskesmas
2. Menghindari kejadian yang tidak diinginkan pada pasien
terkait efek samping obat yang mungkin saja terjadi.
SK kepada puskesmas tentang kebijakan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien.
1. Pasien di panggil sesuai no urut sesuai pendaftaran.
2. Pasien masuk keruangan periksa untuk di lakukan
pemeriksaan dokter
3. Dokter melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
4. Diagnosis
ditegakkan
berdasarkan
anamnesis
dan
pemeriksaan fisik yang telah dilakukan
5. Obat disesuaikan dengan diagnosis
6. Efek samping obat diberitahukan secara singkat kepada pasien
7. Resep di tebus di apotik
8. Apoteker memanggil pasien untuk diberikan obat, dan
menjelaskan dosis yang sesuai.
9. Apoteker menanyakan kembali apakah penjelasan yang
diberikan sudah dimengerti.
10. Apoteker memberikan penjelaskan jika terjadi efek samping
segera kembali ke puskes.

UNIT TERKAIT

Petugas Paramedis Dokter umum perawat gigi Bidan perawat


Apoteker