Anda di halaman 1dari 11

Pengukuran Daya Hantar Listrik

Dengan Medium Larutan


Fitriana Nur Muhajiroh1, Damianus.C.L.E 2, dan Galih Setyawan3
1,2,3

Prodi D3 Metrologi dan Instrumentasi, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada,


Yogyakarta, Indonesia
Sekip Utara PO BOX BLS 21 Yogyakarta 55281, Indonesia
Email: fitriana.nur.m@mail.ugm.ac.id 1, lorenoeschandyary1@gmail.com2,
galih.setyawan@mail.ugm.ac.id3

Abstrak. Telah dilakukan percobaan pengukuran daya hantar listrik


menggunakan medium larutan. Larutan yang digunakan oleh praktikan adalah air
garam, air aquades, dan air jeruk. Larutan-larutan tersebut termasuk ke dalam
larutan elektrolit dan non elektrolit. Setiap larutan memiliki tingkat keasaman
(pH) yang berbeda. Seperti air garam memiliki nilai tingkat keasaman (pH) yaitu
7, air aquades memiliki tingkat keasaman (pH) yaitu 7 dan air jeruk memiliki
tingkat keasaman (pH) yaitu 6. Tujuan dari percobaan ini adalah menghitung
nilai dari konduktivitas daya hantar listrik menggunakan medium larutan.
Menghitung dan membandingkan nilai dari standar deviasi pada setiap medium
larutan yang berbeda-beda. Metode percobaan dari praktikum ini adalah
praktikan mengisi larutan kedalam kaca yang sudah di siapkan. Kemudian
praktikan dapat mengukur luas penampang larutan. Lalu praktikan merangkai
rangkaian percobaan dan menghubungkannya pada 2 Digital Volt Meter (DVM),
tombol amperemeter dipilih untuk mengukur arus listrik (I) dan tombol
voltmeter dipilih untuk mengukur tegangan (V). Mencatat besar tegangan yang
terbaca pada voltmeter sebelum arus listrik dihidupkan, potensial ini disebut
potensial elektro kimia (Pot. EK). Lalu sumber arus dihidupkan dan praktikan
mencatat besar dari arus (I) yang mengalir serta potensial (V) yang dihasilkan.
Kemudian lakukan langkah percobaan ini sebanyak 5 kali. Hasil yang diperoleh
dari percobaan tersebut adalah nilai konduktifitas masing-masing larutan.
Larutan air garam mempunyai nilai konduktifitas sebesar 0,657444005. Larutan
air jeruk sebesar 0,012633039, dan air aquades sebesar 0,001832482. Dari hasil
pengamatan, bahwa nilai dari konduktifitas setiap larutan adalah berbeda-beda.
Kata kunci: Daya hantar listrik, pH larutan, dan Hambatan jenis
1.

Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita sering melihat berbagai macam jenis larutan yang
sering digunakan oleh makhluk hidup. Seperti air garam, larutan HCl, larutan gula, air aquades, air
jeruk, dan sebagainya. Larutan didefinisikan sebagai zat homogen yang merupakan campuran dari
dua komponen atau lebih, yang terdiri dari gas, cairan atau padatan. Larutan-larutan yang biasa
digunakan pada saat percobaan adalah larutan cairan. Larutan cairan dibuat dengan cara melarutkan
gas, padatan atau cairan kedalam suatu cairan. Misalnya, apabila ingin membuat larutan gula,
tentunya kita harus melarutkan gula (padatan) ke dalam air (cairan) dengan cara mengaduknya.
Larutan-larutan tersebut memiliki sifat yaitu dapat menghantarkan arus listrik (elektrolit) dan tidak

dapat menghantarkan arus listrik (non elektrolit). Daya hantar listrik adalah ukuran seberapa kuat
suatu larutan sehingga dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik disebut juga konduktivitas.
Konduktivitas digunakan untuk pengukuran suatu larutan/cairan elektrolit. Besarnya konduktivitas
ditentukan oleh konsentrasi elektrolit tersebut. Semakin tinggi nilai konduktivitasnya, maka semakin
besar jumlah ion dari larutan tersebut. Semakin encer larutannya, maka ion-ion dalam larutan
tersebut semakin mudah bergerak, sehingga daya hantarnya semakin besar. Sebaliknya, apabila
larutan tersebut pekat maka pergerakan ionnya lebih sulit, sehingga daya hantarnya menjadi lebih
rendah. Hal ini yang mempengaruhi daya hantar listrik selain konsentrasi larutan[2]. Pada larutan
elektrolit kuat memiliki nilai konduktivitas yang lebih tinggi daripada larutan elektrolit lemah. Hal
ini terjadi karena elektrolit kuat terionisasi secara sempurna di dalam larutan[3].
Pada percobaan kali ini menggunakan teori Hambatan Jenis yang merupakan sifat dari suatu
material pada suhu tertentu yang menunjukkan besar hambatan tiap satuan panjang[4]. Dengan
demikian dapat diperoleh persamaan:

(1)

(2)

(3)

(4)
2.

Tinjauan Pustaka
(Arthana, 2006) Nilai konduktivitas suatu larutan dipengaruhi oleh zat yang terlarut
didalamnya sebagai contoh larutan garam (NaCl) semakin banyak jumlah garam yang
terlarut, maka konduktivitasnya semakin besar.
Begitu juga percobaan yang telah dilakukan oleh praktikan menggunakan larutan garam.

3.

Metode Penelitian
Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan 3 kali percobaan, yaitu dengan menggunakan medium
larutan yang berbeda-beda, namun mempunyai langkah percobaan yang sama. Larutan 1 adalah air
mineral, larutan 2 adalah air garam, larutan 3 adalah air jeruk. Percobaan ini dilakukan di
Laboratorium Fisika Sekolah Vokasi 121 A Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
3.1. Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum daya hantar listrik menggunakan medium
larutan adalah :
1. Dua buah DVM/multimeter yang berfungsi sebagai amperemeter dan voltmeter,
2. Kabel-kabel penghubung
3. Air
4. Sumber arus konstan,
5. Penggaris,

6. Stopwatch
7. Kolam yang tebuat dari kaca
8. Empat elektroda
3.2. Langkah Percobaan :
1. Kotak kaca diisi dengan pasir pantai
2. Luas penampang (A) dan jarak antar elektroda (l) diukur.
3. Rangkaian dipasang seperti pada Gambar 1, tombol amperemeter dipilih pada pengukuran
arus (I) dan tombol voltmeter dipilih pada pengukuran tegangan (V).
4. Tegangan yang terbaca pada voltmeter (sebelum arus listrik dihidupkan) dicatat, potensial
ini disebut Potensial Elektro Kimia (Pot. EK).
5. Sumber arus dihidupkan, kemudian arus (I) yang mengalir dan tegangan (V) yang timbul
dicatat.
6. Tegangan (V) dan kuat arus (I) diukur sebanyak 5 kali percobaan selama 1 menit,
kemudian tebel data dibuat.

Gambar 1. Alat dan Bahan Percobaan

Gambar 2. Skema Percobaan Daya Hantar Listrik Medium Larutan

4.

Hasil dan Pembahasan

Percobaan pertama dilakukan oleh praktikan pada larutan air mineral atau aquades. Data yang dihasilkan
dari percoban tersebut ditunjukkan pada tabel 4.1.
Tabel 4.1. Besar nilai arus, tegangan, dan hambatan yang terdapat pada air mineral
Air Mineral

No.

POT.
(V)

EK

Vt
Arus (A)

V (v)

R ()

(kg.m-3)

K (1m)

(V terkoreksi)

-0,33

0,00059

1,70

2,03

3440,677966

516,1016949

0,001937603

-0,55

0,00059

1,63

2,18

3694,915254

554,2372881

0,001804281

-0,63

0,00062

1,67

2,30

3709,677419

556,4516129

0,001797101

-0,60

0,00062

1,67

2,27

3661,290323

549,1935484

0,001820852

-0,64

0,00063

1,69

2,33

3698,412698

554,7619048

0,001802575

Jumlah

0,00305

8,36

11,11

18204,97366

2730,746049

0,009162412

Rata-rata

0,00061

1,67

2,22

3640,994732

546,1492098

0,001832482

Untuk mendapatkan nilai Vt (Tegangan Terkoreksi) dapat di hitung menggunakan rumus :


Vt = V-Pot.Ek

(5)

Menghitung nilai rata-rata menggunakan persamaan (6) :

x=

(6)

Kemudian diperoleh nilai hambatan menggunakan persamaan (4), dan menghitung hambatan jenis
menggunakan persamaan (1), serta mengitung nilai konduktivitas menggunakan persamaan (2). Maka,
diperoleh hasil yang tertera dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1.1. Besar nilai standar deviasi yang diambil dari data konduktivitas pada air mineral

( x x)

( x x) 2

0,00010512

1,10503E-08

-2,82011E-05

7,95302E-10

-3,5381E-05

1,25181E-09

-1,16308E-05

1,35274E-10

-2,99073E-05

8,94449E-10

1,41271E-08

SD

5,94287E-05

Setelah mendapatkan nilai besarnya konduktivitas, selanjutnya menghitung besar nilai standar deviasi
menggunakan persamaan (3). Sehingga nilai konduktivitas untuk Larutan aquades sebesar x x =
(0,00916 0,00006) .

Hubungan Antara Tegangan


dengan Arus LIstrik
Tegangan (V)

2.4

y = 5785.7x - 1.3073
R = 0.7986

2.3
2.2
2.1
2
0.00058 0.00059

0.0006

0.00061 0.00062 0.00063 0.00064


Arus (A)

Percobaan kedua dilakukan pada larutan air garam dengan perhitungan yang sama dengan
percobaan pertama dan didapatkan data seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.2.
Tabel 4.2. Besar nilai arus, tegangan, dan hambatan listrik yang terdapat pada air garam
Air Garam
No.

POT.
(V)

EK

Arus (A)

V (v)

V terkoreksi

R ()

(kg.m-3)

K (1m)

-0,04

0,022

0,18

0,22

10

1,5

0,666666667

-0,06

0,0221

0,16

0,22

9,954751131

1,49321267

0,66969697

-0,07

0,0221

0,16

0,23

10,40723982

1,561085973

0,64057971

-0,08

0,0221

0,15

0,23

10,40723982

1,561085973

0,64057971

-0,06

0,0221

0,16

0,22

9,954751131

1,49321267

0,66969697

Jumlah

0,1104

0,81

1,12

50,7239819

7,608597285

3,287220026

Rata-rata

0,02208

0,162

0,224

10,14479638

1,521719457

0,657444005

Tabel 4.2.1. Besar nilai standar deviasi yang diambil dari data konduktivitas pada air garam

( x x)

( x x) 2

0,009222661

8,50575E-05

0,012252964

0,000150135

-0,016864295

0,000284404

-0,016864295

0,000284404

0,012252964

0,000150135

0,000954137

SD

0,015444551

Sehingga didapatkan nilai konduktivitas larutan air garam sebesar (0,6574 0,0009) .

Hubungan Antara Tegangan dengan


Arus LIstrik
Tegangan (V)

0.235
0.23

y = 50x - 0.88
R = 0.1667

0.225
0.22

0.215
0.02198 0.022 0.02202 0.02204 0.02206 0.02208 0.0221 0.02212
Arus (A)
\
Grafik hubungan antara tegangan dengan arus listrik pada medium air garam
Pengujian ketiga dilakukan pada larutan air jeruk denga cara perhitungan yang sama dengan percobaan
satu dan dua, maka didapatkan data seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.3.
Tabel 4.3. Besar nilai arus, tegangan, dan hambatan yang terdapat pada
Air Jeruk
No.

POT.
(V)

EK

Arus (A)

V (v)

V terkoreksi

(kg.m-3)

K (1m)

-0,05

0,00475

2,44

2,49

524,2105263

78,63157895

0,012717537

-0,11

0,00473

2,38

2,49

526,4270613

78,9640592

0,012663989

-0,15

0,00473

2,35

2,5

528,5412262

79,28118393

0,012613333

-0,17

0,00472

2,33

2,5

529,6610169

79,44915254

0,012586667

-0,18

0,0047

2,31

2,49

529,787234

79,46808511

0,012583668

Jumlah

0,02363

11,81

12,47

2638,627065

395,7940597

0,063165194

Rata-rata

0,00473

2,362

2,494

527,725413

79,15881195

0,012633039

Tabel 4.3.1 : Besar nilai standar deviasi yang diambil dari data konduktivitas pada air jeruk

( x x)

( x x) 2

8,4498E-05

7,13991E-09

3,09505E-05

9,57932E-10

-1,97055E-05

3,88306E-10

-4,63722E-05

2,15038E-09

-4,93708E-05

2,43748E-09

1,3074E-08

SD

5,71708E-05

Sehingga diperoleh nilai konduktivitas sebesar (0,01263 0,00006) . Hasil pengujian didapatkan data
seperti yang ditunjukkan grafik 4.4. Sumbu x menujukkan pH larutan. Sedangkan sumbuu y menunjukkan
nilai daya hantar dari setiap masing-masing larutan yang berbeda-beda.

Tegangan (V)

Hubungan Antara Tegangan dengan


Arus LIstrik
2.502
2.5
2.498
y = -15.152x + 2.5656
2.496
R = 0.0025
2.494
2.492
2.49
2.488
0.00469 0.0047 0.00471 0.00472 0.00473 0.00474 0.00475 0.00476
Arus (A)
Grafik hubungan antara tegangan dan arus listrik pada air jeruk

Grafik Konduktivitas Larutan


0.45
0.4
0.35
0.3
0.25
0.2
0.15
0.1
0.05
0
Air Mineral

Air Garam

Air Jeruk

Grafik Konduktivitas Larutan


Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa air jeruk memiliki nilai konduktivitas yang tinggi diantara
air mineral dan air garam. Karena jeruk memiliki nilai pH lebih tinggi daripada air garam dan air
mineral.
Pada saat percobaan dilakukan, praktikan mengalami beberapa kendala yaitu, ketika membuat
rangkaian percobaan praktikan dan asisten praktikum mengalami kesulitan dan membutuhkan
waktu yang cukup lama untuk merangkai alat-alat tersebut, sehingga mengakibatkan satu bahan
praktikum tidak sempat dilakukan. Kemudian, untuk mengetahui nilai tingkat keasaman (pH)
setiap larutan, praktikan hanya bisa mengetahuinya melalui data literatur yang bersumber dari
internet, sehingga nilai tingkat keasamaannya (pH) kurang akurasi. Selanjutnya, terjadi perbedaan
waktu pada saat mengukur larutan, sehingga praktikan kesulitan dalam membandingkan antara
percobaan pertama dengan waktu 2 menit, dan percobaan kedua, ketiga dengan waktu 1 menit.
Dari beberapa kendala tersebut, praktikan menemukan beberapa solusi untuk mengatasinya yaitu,
seharusnya praktikan dan asisten praktikum sebelumnya dapat memahami atau menguasai materi
yang terdapat pada modul percobaan. Pada nilai tingkat keasaman (pH), seharusnya di teliti
terlebih dahulu menggunakan kertas lakmus agar mendapat nilai pH yang akurasi. Kemudian,
waktu yang digunakan selama percobaan, seharusnya disamakan agar memperoleh hasil akhir
yang diinginkan.
5.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan, pengamatan, dan pengukuran yang telah dilakukan, praktikan
memperoleh kesimpulan bahwa:
1. Konstanta daya hantar listrik dari tiap larutan berbeda. Dengan perbedaan sebesar
Aquades sebesar (0,00183248 0.00006) 1/m
Air garam sebesar (0.657 0.015) 1/m
Air jeruk sebesar (0.0126 0.00006) 1/m
2. Semakin lama waktu yang dibutuhkan dalam satu kali percobaa akan mempengaruhi akurasi
dari hasil yang akan didapatkan.

6.

Daftar Pustaka

[1]

Sastrohamidjojo, Hardjono.2010.Kimia Dasar.Yogyakarta: Gadjah Mada University


Press

[2]

Sukardjo. 1997. Kimia Fisika. Yogyakarta: Rinaka Cipta.

[3]

Bird, Tony. 1987. Kimia Fisika untuk Universitas. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.

[4]

Ahmad, Hiskia. 1996. Kimia Larutan. Bandung: PT Citra Aditya Bakti

7.

Lampiran-lampiran