Anda di halaman 1dari 6

SISTEM RSKKE

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU

Disusun oleh:
Eko Mamo Prapitag
(2414106018)

Program Studi S-1


Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2016

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU


A. Pengertian PLTB
Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau sering juga disebut dengan Pembangkit Listrik
Tenaga Bayu (PLTB) adalah salah satu pembangkit listrik energi terbarukan yang ramah
lingkungan dan memiliki efisiensi kerja yang baik jika dibandingkan dengan pembangkit listrik
energi terbarukan lainnya. Prinsip kerja PLTB adalah dengan memanfaatkan energi kinetik angin
yang masuk ke dalam area efektif turbin untuk memutar baling-baling/kincir angin, kemudian
energi putar ini diteruskan ke generator untuk membangkitkan energi listrik.

B. Prinsip kerja PLTA

Angin ==> baling-baling ==> poros ==> generator ==> aki ==> beban
Energi kinetik angin mendorong baling-baling untuk berputar. Putaran baling-baling
menghasilkan gerak mekanik pada poros baling-baling. gerak mekanis poros baling-baling
ditransmisikan keporos generator. generator mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Energi listrik dari generator dimasukan ke baterai/aki yang mengubah sekaligus menyimpan
energi listrik tesebut menjadi energi potensial listrik. Jika energi potensial listrik tersebut hendak
digunakan beban dihubungkan dengan kedua kutub aki. Beban akan mengubah energi potensial
listrik dari aki sesuai dengan fungsi beban tersebut.
C. Komponen PLTB
Turbin Angin

Turbin angin mengambil energi angin dengan menurunkan kecepatannya. Untuk bisa
mencapai 100% efisien, maka sebuah turbin angin harus menahan 100% kecepatan angin yang
ada, dan rotor harus terbuat dari piringan solid dan tidak berputar sama sekali, yang artinya
tidak ada energi kinetik yang akan dikonversi.
Energi angin bisa ditangkap dengan dua atau tiga buah bilah sudu yang didesain
seperti sayap pesawat terbang. Untuk mendapatkan kecepatan angin yang cukup tinggi,
konstan, dan tidak terlalu banyak turbulensi biasanya turbin angin dipasang di atas sebuah
menara pada ketinggian 30 meter atau lebih.
Bilah sudu yang digunakan berfungsi seperti sayap pesawat udara. Ketika angin
bertiup melalui bilah tersebut, maka akan timbul udara bertekanan rendah di bagian bawah dari
sudu, Tekanan udara yang rendah akan menarik sudu bergerak ke area tersebut. Gaya yang
ditimbulkan dinamakan gaya angkat. Besarnya gaya angkat biasanya lebih kuat dari tekanan
pada sisi depan bilah, atau yang biasa disebut tarik. Kombinasi antara gaya angkat dan tarik
menyebabkan rotor berputar seperti propeler dan memutar generator. Turbin angin bisa
digunakan secara stand-alone, atau bisa dihubungkan ke jaringan transmisi atau bisa
dikombinasikan dengan sistem panel surya.
Untuk perusahaan listrik, sejumlah besar turbin angin dibangun berdekatan untuk
membentuk pembangkit listrik tenaga angin. Secara teori, efisiensi maksimum yang bisa
dicapai setiap desain turbin angin adalah 59%, artinya energi angin yang bisa diserap hanyalah
59%. Jika faktor-faktor seperti kekuatan dan durabilitas diperhitungkan, maka efisiensi
sebenarnya hanya 35 - 45%, bahkan untuk desain terbaik. Terlebih lagi jika ditambah inefisiensi
sistem wind turbin lengkap, termasuk generator, bearing, transmisi daya dan sebagainya, hanya

10-30% energi angin yang bisa dikonversikan ke listrik.


Gearbox
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi.
Biasanya Gearbox yang digunakan mempunyai rasio sekitar 1:60.
Brake System
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik
aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik
kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal
pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin diluar diguaan akan
menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka
putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih
diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus, karena tidak dapat
menahan arus yang cukup besar.
Generator
Ini adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin angin.
Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya dapat
dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya, (mengacu pada salah
satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik
permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparankumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan

terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan
dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini
disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan
dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC (alternating current) yang
memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
Penyimpanan Energi
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu
tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat
penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan
daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun,
maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu
menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin
angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun. Penyimpanan
energi ini diakomodasi dengan menggunakan alat penyimpan energi. Contoh sederhana yang
dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah aki mobil. Aki mobil
memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Aki 12 volt, 65 Ah dapat dipakai
untuk mencatu rumah tangga (kurang lebih) selama 0.5 jam pada daya 780 watt. Kendala dalam
menggunakan alat ini adalah alat ini memerlukan catu daya DC (Direct Current) untuk mengcharge/mengisi energi, sedangkan dari generator dihasilkan catu daya AC (Alternating Current).
D. Persamaan Matematis terkait PLTB
Daya Total
Daya total aliran angin adalah sebanding dengan tenaga kinetik aliran udara:
Massa aliran udara per detik dapat dihitung dengan persamaan:
Dimana:
= massa jenis udara (kg/m3)
A = luas penampang turbin (m2)
Sehingga didapatkan:

Dimana :
Ptot = daya total aliran udara (watt)
gc = faktor konversi (1.0 Kg/Ns2)

= massa jenis udara (1.2 Kg/m3)


A = luas penampang turbin (m2)
Vi = kecepatan angin (m/s)

Daya Maksimum
Daya maksimum angin (watt) yang dapat diserap oleh sudu rotor dapat dinyatakan dengan
persamaan:

Daya Nyata

Daya nyata adalah daya yang yang dapat dimanfaatkan oleh turbin untuk dijadikan sebuah
energi baru. Daya ini dapat dinyatakan dalam persamaan berikut:

Torsi
Pada semua benda yang berputar selalu terdapat torsi, yaitu gaya yang menyebabkan sebuah
tetap dapat berputar pada kecepatan putarnya. Besarnya torsi dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut:

Dimana :
T = torsi
(Nm)
P = daya
(watt)
D = diameter poros (m)
v = kecepatan angin (m/s)
= 3.14
Jumlah Tubin yang Terpasang (n)
Nilai N merupakan pembulatan dari n. Untuk mendapatkan n, terlebih dahulu dihitung
besarnya daya yang dihasilkan turbin kemudian dibagi dengan daya masing-masing turbin
akibat kecepatan angin. perasamaan yang digunakan adalah :

n=

pnyata

Dimana:

= beban total (watt)

Pnyata

= daya turbin masing-masing (watt)

baterai

E. Kesimpulan
Dari analisa saya tentang pembangkit listrik tenaga bayu dapat kita simpulkan bahwa PLTA
menggunakan energi potensial perbedaan tekanan udara antara satu daerah dan daerah lain akan
mengakibatkan terjadinya udara yang bergerak atau disebut angin sebagai energi utama,
kemudian menjalani beberapa tahap dan perubahan bentuk energi energi angin menjadi gerak,
dari gerak menjadi mekanik dan dari bantuan generator akan di ubah menjadi energi listrik yang
akan disalurkan adapun
Keuntungan

Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga angin secara prinsipnya
adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal ini berarti eksploitasi sumber
energi ini tidak akan membuat sumber daya angin yang berkurang seperti halnya
penggunaan bahan bakar fosil. Oleh karenanya tenaga angin dapat berkontribusi dalam
ketahanan energi dunia di masa depan. Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang
ramah lingkungan, dimana penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau
polusi yang berarti ke lingkungan.

Kekurangan
Pada penggunaan energi angin di Indonesia belum maksimal karena pada kenyataannya
sangat sedikit perhatian pemerintah tentang riset bidang penggunaan energi angin.
Sehingga diperlukan riset yang lebih maksimal mengenai penggunaan energi angin,
karena energi angin sendiri mempunyai potensi yang besar tanpa polusi atau limbah.