Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMASARAN HASIL PERIKANAN


(DI KAWASAN JL. BANTARAN)
Asisten : ANGELA NATALIE P.

Disusun Oleh :
Kelompok 12

Disusun Oleh :
Kelompok 06 kelas A01
1. Ahmad Rizal Futaqi

(125080401111043)

2. Feri Eka Firdamansyah

(125080401111047)

3. M. Rifaldi Arendra

(125080402111002)

4. Alif Gusti Ari

(125080401111044)

5. Triadi Victor Yacob Tambunan

(125080401111 )

AGROBISINIS PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM PEMASARAN HASIL PERIKANAN

Disusun oleh :

KELOMPOK 6

Telah disetujui dan dinyatakan telah memenuhi syarat kelulusan


Praktikum Pemasaran Hasil Pengamatan
Pada Tanggal 23 Mei 2014

Menyetujui,

Asisten Kelompok

Koordinator Asisten

Mohammad Yusuf Haryo Kusuma


NIM. 115080400111057

Angela Natalie P.
NIM. 115080401111012

1. PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Laut Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,6 juta km2 dengan
garis pantai

sepanjang 81.000 km, dengan potensi sumberdaya,

terutama perikanan laut yang cukup besar, baik segi kuantitas maupun
diversitasnya. Wilayah laut yang luas dari 2/3 dari seluruh wilayah RI
tersebut memegang peranan penting dalam bidang sosial ekonomi yang
menguasai hajat hidup orang banyak serta mengatur iklim dunia
sekaligus sebagai tempat berbagai aktivitas komersial berlangsung. Hal
ini yang menyebabkan potensi dari sumberdaya laut di Indonesia sangat
besar yang di tunjang dengan keanekaragaman hayati yang terkandung
di dalamnya. Adapun sumberdaya ikan laut yang di perkirakan sebesar
6,4 juta ton per tahun. Potensi tersebut terdiri dari ikan pelagis besar 1,65
juta ton, ikan pelagis kecil 3,6 juta ton, ikan demersal 1,36 jutaton, ikan
karang 145 ribu ton, udang paneid 94,8 ribu ton, lobster 4,8 ribu ton dan
cumi cumi 28,25 ribu ton (Dahuri, 2001 dalam Densuri 2009).
Salah satu sifat khas produk perikanan yang menjadi masalah
dalam pemasarannya adalah mudah rusak (perishable).Sifat ini menuntut
tindakan penangan secara spesifik dan cermat, baik dalam proses
produksi (penangkapan dan pendaratan) maupun selama pemasaran,
guna menghindari kemerosotan mutu. Tindakan ini sangat penting bila
disadari bahwa wilayah kita berada di daerah iklim tropis (Hanafiah dan
Saefudin, 1993).
1.2

Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang ada di praktikum pemasaran hasil
perikanan ini adalah :
1. Bagaimana gambaran umum usaha pemasaran produk olahan hasil
perikanan.
2. Bagaimana karakteristik konsumen pada usaha pemasaran produk
olahan hasil perikanan.
3. Bagaimana efesiensi saluran pemasaran dan lembaga pemasaran yang
berjalan pada usaha pemasaran produk olahan hasil perikanan.
4. Bagaimana strategi pemasaran yang tepat pada usaha pemasaran
produk olahan hasil perikanan.
.
1.3
Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah:


a. Untuk mengetahui gambaran umun usaha pemasaran produk olahan
hasil perikanan.
b. Untuk mengetahui karakteristik konsumen pada usaha pemasaran
produk olahan hasil perikanan.
c. Untuk mengetahui efisiensi pemasaran dan lembaga yang berpengaruh
pada usaha pemasaran produk olahan hasil perikanan.
d. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat

pada

usaha

pemasaran produk olahan hasil perikanan


1.4

Kegunaan praktikum
Kegunaan dari praktikum pemasaran hasil perikanan ialah secara
tidak langsung kita dapat mempelajari bagaimana cara darimenjual suatu
produk, mengetahui strategi pemasaran yang baik, bisa mengetahui sifat
dari konsumen, dan mengetahui cara menganalisis margin suatu
pemasaran produk.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian Pasar

Menurut Gitosudamo (2008), dalam pengertian sederhana,


pengertian pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual
untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Adapun definsi
pasar adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang
dapat menata kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak
penjual. Mekanisme tersebut sebagai tatanan atas berbagai bagian, yaitu
para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjual
diperjual belikan, aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang
disepakati oleh para pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling
terkait, berinteraksi, dan secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin.
Pasar sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi
pembentukan harga, dan fungsi promosi.
Menurut Stanton (1993) dalam Danfar (2009) pasar dapat
didefinisikan

sebagai

berikut:

Pasar

adalah

orang-orang

yang

mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan


untuk membelanjakannya. Dari definisi diatas terdapat 3 unsur penting
didalam pasar yaitu:

2.2.

a)

Orang dengan segala keinginannya

b)

Daya beli mereka

c)

Kemauan untuk membelanjakannya

Permintaan dan Penawaran


Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran
(supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam
satuan

harga

dan

kuantitas

(jumlah

barang).

Setiap

transaksi

perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang


saling mempengaruhi satu sama lain. Permintaan adalah sejumlah
barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual
atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan

adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan


adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi
transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat
terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawarmenawar yang alot (Godam, 2009).
Menurut Gitosudamo (2008), Teori penawaran dan permintaan
(supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas
hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari
suatu barang. Model

penawaran

dan

permintaan

digunakan

untuk

menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat
penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta
interaksi para pembeli dan penjual. Penawaran adalah jumlah barang
atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai
tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang
mempengaruhi penawaran antara lain : harga barang itu sendiri, harga
sumber produksi, tingkat produksi, ekspektasi / perkiraan. Sedangkan
permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli
oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan : harga barang itu
sendiri, harga barang lain yang berkaitan, tingkat pendapatan, selera
konsumen, ekspektasi / perkiraan.

2.3

Saluran Pemasaran
Menurut Iqbal (2012), banyak produsen yang membuat suatu
produk tidak menjual secara langsung produknya kepada konsumen
akhir, pertimbangan biaya distribusi biasanya menjadi faktor utama
perusahaan memilih tidak mendistribusikanya sendirian kekonsumen
akhir terutama untuk wilayah pemasaran yang belum tercover oleh
perusahaan.Diantara produsen dan konsumen ada sekelompok perantara
yang menyalurkan produk diantara mereka. Perantara ini sering disebut
dengan saluran pemasaran. Saluran pemsaran adalah organisasi
organisasi yang

saling tergantung yang

tercakup

dalam

proses

yangmembuat produk dan jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau


dikonsumsi oleh konsumen. Perangkat ini yang menjadi alur lintas produk
dari produsen ke konsumen setelah diproduksi.
Menurut Sopyan (2009) dalam Novita (2012), menyatakan bahwa
diantara produsen dan konsumen ada sekelompok perantara yang
menyalurkan produk diantara mereka. Perantara ini sering disebut
dengan saluran pemasaran. Saluran pemsaaran adalah organisasi
organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang
membuat produk dan jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau
dikonsumsi oleh konsumen.Perangkat ini lah yang menjadi alur lintas
produk dari produsen ke konsumen setelah diproduksi. Selain perantara
distribusi ada satu lagi perantara penting walaupun tidak melakukan
penjualan langsung namun punya andil dalam menyampaikan barang ke
konsumen yaitu fasilitator seperti agen iklan, distributor, bank dan lain
lain. Keputusan memilih saluran pemasran adalah salah satu keputusan
penting dalam pemasaran. Saluran pemasaran salah satu yang
mementukan keputusan pemasaran yang lainnya seperti dalam hal
penetapan harga produk (pricing) sangat ditentukan keputusan ini. Ketika
perusahaan memilih memasarkan di toko terbatas pasti harganya pun
tinggi karena ada nilai eksklusifitas. Berbeda ketika perusahaan
memasarkan di toko secara massal pasti harganya pun lebih murah Perlu
diingat juga saluran pemasaran tidak hanya melayani pasar tetapi juga
menciptakan pasar.

2.4

Baruan/ Strategi Pemasaran


Menurut Angipora (1999), marketing mix adalah perangkat
variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan
untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran.
Menurut

Tjiptono

(2004),

bauran

pemasaran

merupakan

seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk


karakteristik barang/jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.

Menurut

Jerome

Mc-Carthy

(1998) dalam Tjiptono

(2004),

merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion


dan Place). Adapun Bauran Pemasaran tersebut adaiah:
a)

Produk (Products)
Merupakan

bentuk

penawaran

organisasi

jasa

yang

ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan


keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang
berujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarka kepada pelanggan
potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu.
Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk
diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang,
organisasi dan ide.
b)

Harga (Price)
Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan
taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan
tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan.
Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan
seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan
hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.

c)

Saluran Distribusi (Place)


Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan
akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk
tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang
memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu
produk.

d)

Promosi (Promotion)
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan,
Promosi

Penjualan,

Penjualan

Tatap

Muka

dan

Hubungan

Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh


perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

2.5

Analisa margin pemasaran


Menurut Trelogan.,et al., (1951) dalam Daly (1958), Margin dapat
dibedakan menjadi dua cara, yaitu : Pertama, marjin pemasaran
merupakan perbedaan antara harga yang dibayarkan konsumen dengan
harga yang diterima petani.Kedua, marjin pemasaran merupakan biaya
dari jasa 0 jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai akibat prmintaan
dan penawaran dari jasa jasa pemasaran.
Menurut

Dahl

(1977) dalam Bagus

(2011),

nilai

margin

pemasaran adalah perbedaan harga di kedua tingkat sistim pemasaran


dikalikan dengan quantitas produk yang dipasarkan. Cara perhitungan
ini sama dengan konsep nilai tambah (value added). Pengertian
ekonomi nilai margin pemasaran adalah harga dari sekumpulan jasa
pemasaran /tataniaga yang merupakan hasil dari interaksi antara
permintaan dan penawaran produkproduk tersebut. Oleh karena itu
nilai margin pemasaran dibedakan menjadi dua yaitu marketing costs
dan marketing charges.

2.6

Efisiensi Pemasaran
Menurut Hasibuan (1984) dalam Haryati (2012), efisiensi adalah
perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil
antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti
halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber
yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah
diselesaikan.
Menurut

Soekartawi

(1989) dalam Haryati

mengemukakan bahwa efisiensi pemasaran akan terjadi jika:

(2012),

a. Biaya pemasaran bisa ditekan sehingga ada keuntungan


b. Pemasaran dapat lebih tinggi
c. Prosentase pembedaan harga yang dibayarkan konsumen dan
produsen tidak terlalu tinggi.
d. Tersedianya fasilitas fisik pemasaran.
Adapun untuk mencari tingkat efisiensi dapat digunakan rumus sebagai
berikut:

Efisiensi = Input Target/Input Aktual >= 1

Jika input yang ditargetkan berbanding input aktual lebih besar atau
sama dengan 1 (satu), maka akan terjadi efisiensi.

Jika input yang ditergetkan berbanding dengan input aktualkurang


daripada 1 (satu), maka efisiensi tidak tercapai.

2.7

Analisa Pelanggan
Pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali datang ke
tempat yang sama untuk membeli suatu barang atau peralatan atau
pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali yang datang ke tempat
yang sama untuk memenuhi apa yang diinginkan (Lupiyoadi,et al., 2006).
Pelanggan adalah orang-orang yang kegiatannya membeli dan
menggunakan suatu produk, baik barang maupun jasa, secara terus
menerus. Pelanggan atau pemakai suatu produk adalah orang-orang
yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsungdengan
perusahaan-perusahaan bisnis. Sehingga kesimpulannya pelanggan
adalah setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk
memenuhi suatu standar kualitas pelayanan tertentu, sehingga dapat
memberi pengaruh pada performance pemberi jasa (perusahaan)
tersebut (Nawawi, 1986 dalam Dhila 2013).

2.8

Segmetasi Pasar
Segmentasi pasar adalah usaha untuk mengelompokkan pasar,
dari pasar yang bersifat heterogen menjadi bagian-bagian pasar yang
memiliki sifat yang homogen. Jadi segmentasi pasar merupakan proses
yang menyeluruh dimana perusahaan harus memperhatikan pembelian
dari masing-masing segmen, paling tidak usahanya akan lebih ekonomis
apabila unit-unit pembelian itu dikelompokkan ke dalam beberapa
kelompok saja. Ini semua tidak terlepas dari usaha untuk mencapai laba
maksimum (Swastha,2001).
Segmentasi pasar dapat mempermudah dalam penentuan strategi
pemasaran yang tepat untuk menembus masing-masing dari segmen
pasar yang ada karena perilaku konsumen pada tiap-tiap segmen
berbeda (Gitosudarno, 2008).

3. METODE PELAKSANAAN
3.1

Lokasi dan Obyek Praktikum

Lokasi

praktikum

Pemasaran

Hasil

Perikanan

di

daerah

Jl.Bantaran yang merupakan daerah perkampungan dimana daerah


tersebut kurang cocok dengan produk perikanan yang kami tawarkan
karena harga produk yang relatif mahal sehingga minat pasar di daerah
ini kurang. Tetapi jika pemasaran dilakukan di daerah Villa Bukit Tidar
maka produk yang ditawarkan laku karena daerah tersebut termasuk
daerah orang berpengahasilan menengah keatas sehingga akan menjadi
peluang untuk memudahkan dalam memasarkan produk.
3.2 TeknikPengumpulan Data
3.2.1 Observasi
Menurut Budiarto dan Anggaraeni (2011), Observasi merupakan
salah satu teknik pengumpulan data yang menggunakan pertolongan
indera mata. Teknik ini bermanfaat untuk:
1.
2.
3.

Mengurangi jumlah pertanyaan.


Mengukur kebenaran jawaban pada wawancara.
Untuk memperoleh data yang tidak dapat diperoleh dengan cara
wawancara atau angket.
Pada saat praktikum dilakukan observasi yakni dengan datang
secara

langsung

kepada

konsumen

di

daerah

Bantaran

untuk

pengambilan data minat terhadap konsumsi produk olahan hasil


perikanan. Daerah bantaran merupakan daerah yang cukup strategis,
karena letaknya yang berada di malang kota, serta masyarakat bantaran
terdiri dari masyarakat kelas menengah dan menengah ke atas.
Masyarakat

menengah

menempati

daerah

dusun/kampung

mulai

Bantaran 1-6, sedangkan masyarakat menegah ke atas menempati


daerah perumahan bantaran. Sehingga Bantaran merupakan daerah
pemasaran yang strategis karena level ekonomi masyarakatnya yang
beragam.

3.2.2

Wawancara
Menurut Budiarto dan Anggraeni (2001), Wawancara merupakan
proses interaksi atau komunikasi secara langsung antara pewawancara
dengan responden.
Data yang dikumpulkan dapat bersifat:

1.
2.

4.
5.

Fakta, misalnya umur, pendidikan, pekerjaan, penyakit yang pernah


Diderita.
Sikap, misalnya sikap terhadap pembuatan jamban keluarga,
penyuluhan kesehatan.
3. Pendapat, misalnya pendapat tentang pelayanan kesehatan yang
dilakukan oleh bidan di desa.
Keinginan, misalnya pelayanan kesehatan yang diinginkan.
Pengalaman, misalnya pengalaman waktu terjadi wabah kolera yang
melanda daerah mereka.
Pada praktikum juga dilakukan wawancara terhadap obyek
praktikum yakni menanyakan secara langsung dengan memberikan
kuisioner yang berisikan pertanyaan seperti nama, usia, tempat tinggal,
pekerjaan, jenis kelamin,serta pertanyaan yang dapat mendukung
pengambilan data minat konsumen di daerah tersebut terhadap
konsumsi produk olahan hasil perikanan.

3.2.3

Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengambilan data yang
memanfaatkan teknologi untuk mengabadikan data-data yang diperoleh
dengan mengambil gambar berupa foto atau video. (Rangkuti, 2004)
Dalam praktikum juga dilakukan pengambilan data dengan
dokumentasi dengan mengambil gambar atau foto para konsumen
membeli produk serta proses penjualan produk kepada konsumen.
Dengan pengambilan gambar maka data yang diperoleh berupa data
fakta dan dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.Dokumentasi tidak
hanya berupa gambar, melainkan kami juga menggunakan kuisioner
untuk mendapatkan data.

3.2.4

Jenis dan Sumber Data


Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu
pengamatan, dapat berupa angka, lambing atau sifat. Data yang baik
adalah data yang sifatnya representatif (mewakili), obyektif (sesuai
dengan apa yang ada atau yang terjadi), relevan (ada hubungannya
dengan persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan),
mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi atau standard error (kesalahan
baku) yang kecil. Data dapat diperoleh darisumber internal (internal
data) dan sumber eksternal (external data).Data internal adalah data
yang didapat oleh organisasi itu sendiri untuk keperluan operasi seharihari.Data eksternal adalah data yang didapat dari luar organisasi yang

bersangkutan, biasanya menggambarkan keadaan di luar organisasi


tersebut (Istijanto, 2005).
Dalam praktikum sumber data diperoleh dari sumber internal yakni
data yang diperoleh langsung dari konsumen untuk keperluan melihat
minat mereka terhadap konsumsi produk olahan hasil perikanan agar
dapat menciptakan produk-produk baru untuk memenuhi keinginan
konsumen.Data dapat dibagi menjadi banyak golongan ataujenis,
bergantung pada sudut pandangnya.Ada dua jenis data yakni data
kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang bebentuk
angka atau bilangan, sedangkan data kualitatif adalah data yang bukan
berbentuk angka atau bilangan (Istijanto, 2005).
Jenis data yang didapat dalam praktikum ini yakni berupa data
kualitatif yang berarti bukan berbentuk angka, melainkan bentuk data
minat konsumen terhadap produk olahan hasil perikanan.
3.3 Teknik Analisis Data
3.3.1 Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis kualitatif adalah aktivitas intensive yang memerlukan
pengertian

yang

mendalam,

kecerdikan,

kreativitas,

kepekaan

konseptual, dan pekerjaan berat. Analisa kualitatif tidak berproses


dalam suatu pertunjukan linier dan lebih sulit dan kompleks
dibandingkan

analisis

kuantitatif

sebab

tidak

diformulasi

dan

distandardisasi. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan


sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan. Data
diperoleh,

kemudian

sistematis.Dimulai

dikumpulkan

dari

untuk

wawancara,

diolah

observasi,

secara
mengedit,

mengklasifikasi, mereduksi, selanjutnya aktivitas penyajian data serta


menyimpulkan

data.Teknis

analisis

data

dalam

penelitian

ini

menggunakan model analisis interaktif .Pada penelitian kualitatif,


verifikasi data dilakukan secara terus menerus sepanjang proses
penelitian dilakukan. Sejak pertama memasuki lapangan dan selama
proses pengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisis dan
mencari makna dari data yang dikumpulkan, yaitu mencari polatema,
hubungan persamaan, hipotetsis dan selanjutnya dituangkan dalam
bentuk kesimpulan yang masih bersifat tentative (Kurnia, 2010).
Berdasarkan analisa kualitatif yang dilakukan saat praktikum,
sebagian besar konsumen produk perikanan yang dijual pada saat

praktikum ini adalah para wanita dan ibu rumah tangga umur 25-50
tahun. Umumnya para konsumen membeli produk untuk konsumsi
seluruh anggota keluarga, terutama untuk konsumsi para anak
mereka.
3.3.2

Analisis Deskriptif Kuantitatif


Analisis kuantitatif dalam suatu penelitian dapat didekati dari dua
sudut pendekatan, yaitu analisis kuantitatif secara deskriptif, dan analisis
kuantitatif secara inferensial. Masing-masing pendekatan ini melibatkan
pemakaian dua jenis statistik yang berbeda. Yang pertama menggunakan
statistik deskriptif dan yang kedua menggunakan stastistik inferensial.
Kedua jenis statistik ini memiliki karakteristik yang berbeda, baik dalam
hal teknik analisis maupun tujuan yang akan dihasilkannya dari
analisisnya itu ( Sudijono,1987).
Teknis analisis data secara deskripti kuantitatif dalam penelitian ini
dilakukan dengan cara menghitung total biaya pemasaran, margin
pemasaran, keuntungan dan efisiensi pemasaran. Biaya pemasaran
dihitung berdasarkan jumlah faktor-faktor pendukung dalam memasarkan
produk ikan olahan dalam penelitian ini.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1

Analisa Deskriptif Kualitatif

4..1.1 Deskripsi Kegiatan


Menurut

Sunarta (2007), pemasaran langsung merupakan

komunikasi langsung dengan pelanggan individu yang dibidik secara


seksama baik untuk memperoleh tanggapan segera maupun membina
hubungan pelanggan yang berlangsung lama. Di dalam pemasaran
langsung biasanya menggunakan saluran saluran langsung ke
konsumen (Consumer direct) untuk menjangkau dan menyerahkan
barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara
pemasaran.

Kegiatan pemasaran dalam penelitian ini menggunakan sistem


pemasaran secara langsung, yaitu dengan mendatangi calon konsumen
dari rumah ke rumah dengan target sasaran ibu-ibu rumah tangga.
Pemasaran dilakukan di wilayah Jl.Bantaran, Pasar Merjosari, dan
Perumahan Bukit Tidar. Sistem pemasaran secara langsung ini memilki
beberapa kelebihan yaitu akan mampu mendapatkan informasi secara
langsung dari konsumen produk perikanan mengenai kelebihan dan
kekurangan

dari

produk

yang

ditawarkan.

Dalam

penelitian

ini,

menggunakan kuisioner untuk mendapatkan informasi pasar.


4.1.2

Karakteristik Konsumen
Menurut

Nugroho

(2003),

karakteristik

konsumen

produk

perikanan di indonesia adalh sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.

Suka produk yang murah.


Suka dengan produk luar negeri.
Sangat tertarik dengan produk-produk baru.
Suka dengan makanan cepat saji.
Berdasarkan data primer yang didapatkan melalui kuisioner yang

diberikan kepada konsumen produk ikan olahan, bisa disimpulkan bahwa


konsumen di masing-masing daerah mempunyai karakteristik yang
berbeda-beda, karakteristik warga Jl. Bantaran dan Pasar Dinoyo yaitu
menyukai produk yang harganya relatif murah, sedangkan untuk warga di
daerah Perumahan Bukit Tidar cenderung untuk membeli produk yang
berkualitas baik, walaupun harganya relatif lebih mahal. Konsumen dari
produk-produk olahan perikanan ini sendiri berasal dari ibu-ibu rumah
tangga. Hal ini dikarenakan rata-rata ibu-ibu rumah tangga yang
menentukan masakan apa yang akan dihidangkan untuk keluarganya.
4.1.3

Perilaku Konsumen
Menurut Sumarwan (2003), perilaku konsumen adalah keputusan
yang diambil konsumen dengan menggunakan sumber-sumber yang
tersedia yaitu waktu, uang dan upaya untuk ditukarkan menjadi barang
atau jasa. Perilaku konsumen meliputi apa ynag dibeli konsumen,
mengapa, dimana, kapan, dan seberapa sering konsumen tersebut
membeli.
Berdasarkan hasil penelitian pemasaran dengan menggunakan
kuisioner sebagai alat pengumpul informasi pokok, didapatkan hasil

bahwa warga Jl.Bantaran, Pasar Merjosari, Perumahan Bukit Tidar


mempunyai

perilaku

yang

berbeda-beda

dalam

membelanjakan

pendapatannya. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan selera.


Konsumen di ketiga daerah tersebut lebih cenderung untuk berbelanja
pada saat hari sabtu dan minggu, karena bagi mereka, hari sabtu dan
minggu merupakan hari berkumpul dengan keluarga. Respon dari
konsumen yang membeli produk kami cukup bagus, karena konsumen
merasa terbantu untuk mendapatkan produk perikanan yang higienis dan
mudah dimasak. Konsumen menyarankan kami untuk bisa melakukan
dan menyediakan produk tersebut setiap hari.
4.2 Analisis Deskriptif Kunatitatif
4.2.1 Biaya Pemasaran
Menurut Mulyadi (1991), Biaya pemasaran adalah semua biaya
yang sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang
sampai dengan produk tersebut berubah kembali dalam bentuk uang tunai.
Menurut Kusnadi (2006), dalam bukunya Akuntansi Manajemen
Komprehensif, Tradisional dan Kontemporer, biaya pemasaran adalah
biaya yang dibebankan (segala pengeluaran) didalam penjualan suatu
barang atau jasa dari keluarnya barang sampai ke tangan pembeli.
Menurut Supriyono (1992), Biaya pemasaran juga dapat diartikan
semua biaya yang telah terjadi dalam rangka memasarkan produk atau
barang dagangan, dimana biaya tersebut timbul dari saat produk atau
barang dagangan siap dijual sampai dengan di terimanya hasil penjualan
menjadi kas
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya pemasaran
adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk atau barang
dagangan sampai ke tangan konsumen.

Hasil dari praktikum Pemasaran Hasil Perikanan kelompok kami adalah :


Produk (P)

Quantity (Q)
(Jumlahnya)

Price (harga dari

Total Harga
(QxPrice)

asisten)
Batari
Bandeng crispy
Bakso ikan bandeng
Nugget ikan bandeng
Krezy
Cumi ring

3
3
3
3
3
3

14. 000

13.000
11.000
11. 000
22. 500
19. 500

42.000
39.000
33.000
33.000
67.500
58.500

Cumi Flower
FIB
Total

3
1
22

19. 500
35. 000

146.500

58.500
35.000
366.500

Biaya Pemasaran = VC + FC
= Rp 10.000 + Rp 388.500 + Rp 1.500
= Rp 400.000
Jadi, biaya pemasaran dalam praktikum ini sebesar Rp 400.000
4.2.2

Margin Pemasaran
Margin pemasaran menunjukkan perbedaan harga diantara tingkat
lembaga dalam system pemasaran. Hal tersebut juga dapat
didefinisikan sebagai perbedaan antara apa yang dibayar oleh
konsumen dan apa yang diterima oleh produsen untuk produk
pertaniannya (Anindita, 2004).
Margin pemasaran yang kami peroleh selama pamasaran :
1. Bandeng Tanpa Duri (BATARI) :
= PS-PB
= Rp. 60. 000 - Rp. 42. 000
= Rp. 18. 000
2. Bandeng Crispy
= PS-PB
= Rp. 60. 000 Rp. 42. 000
= Rp. 18. 000
3. Bakso Ikan Bandeng
= PS-PB
= Rp. 45. 000 Rp. 33. 000
= Rp. 12. 000
4. Nugget Ikan Bandeng
= PS-PB
= Rp. 45. 000 Rp. 33. 000
= Rp. 12. 000
5. Crezy (Fillet Kakap Merah)
= PS-PB
= Rp. 90. 000 - Rp. 67. 500
= Rp. 22. 500
6. Cumi Ring

= PS-PB
= Rp. 75. 000 - Rp. 58. 500
= Rp. 16. 500
7. Cumi Flower
= PS-PB
= Rp. 75. 000 - Rp. 58. 500
= Rp. 16. 500
8. Fillet Ikan Bandeng (FIB)
= PS-PB
= Rp. 40. 000 Rp. 35. 500
= Rp. 4. 500

Margin total

= Margin BATARI + Margin bandeng crispy + Margin

bakso bandeng + Margin nugget bandeng + Margin crazy (Fillet Ikan


Kakap) + Margin cumi ring + Margin cumi flower + Margin fillet ikan
bandeng (FIB) = Rp. 18. 000 + Rp. 18. 000 + Rp. 12. 000 + Rp. 12. 000 +
Rp. 22. 500 + Rp. 16. 500 + Rp. 16. 500 + Rp. 4. 500 = Rp. 120. 000

Jadi, margin total dalam praktikum ini sebesar Rp 120.000


4.2.3 Keuntungan
Laba pengusaha merupakan balas jasa kepada pengusaha atas
kemampuannya dalam mengembangkan usaha dengan kombinasi baru
faktor-faktor produksi, yaitu: adanya pembuatan barang-barang baru
yang berkualitas, penggunaan metode produksi baru, pembukaan
daerah pemasaran baru, penemuan sumber-sumber ekonomi baru,
penggunaan teknik pemasaran dan teknik promosi yang baru,
penggunaan system manajemen yang baru. Penggunaan kombinasi
baru secara lebih efisien akan berpengaruh semakin besar pula dalam

pembentukan upah atau laba pengusaha. Oleh karena dalam


penggunaan kombinasi baru itu berkaitan erat dengan keberanian
pengusaha untuk menanggung risiko maka Schumpeter juga
sependapat dengan ahli ekonomi lainnya yang memasukkan premi
risiko sebagai unsure pendapatan usaha.
Untuk mengetahui untung ruginya suatu barang atau jasa yang
dirawarkan bias menggunakan rumus BEP sebagai berikut :
BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk

Hasil keuntungan dari penelitian kami adalah:


1. Bandeng Tanpa Duri (BATARI) :
Harga Beli dari 3 ekor Bandeng Tanpa Duri (BATARI) :
3 Rp.14 .000=Rp . 42.000
BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk

Rp 42.000+ Rp .1. 500+


BEP=

Rp. 10. 000


8

Rp .44 . 750
3
= Rp. 14. 916
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp. 20. 000 - Rp. 14. 916
= Rp. 5. 083
2. Bandeng Crispy
Harga Beli dari 3 Bandeng Crispy :
3 Rp.14 .000=Rp . 42.000
BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk
Rp .42.000+ Rp .1. 500+

BEP=

Rp. 10. 000


8

Rp .44 . 750
3
= Rp. 14.916
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp. 20. 000 - Rp. 14. 916
= Rp. 5. 083
3. Bakso Ikan Bandeng
Harga Beli dari 3 Bakso Ikan Bandeng
3 x Rp. 11. 000 = Rp. 31. 500

BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk
Rp .33.000+ Rp . 1.500+

BEP=

Rp .10. 000
8

Rp .35 .750
3
= Rp 11. 916
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp. 15. 000 - Rp.11. 916
= Rp. 3. 083
4. Nugget Ikan Bandeng
Harga Beli dari 3 Bakso Ikan Bandeng
3 x Rp. 11. 000 = Rp. 33. 000
Biaya Variabel+ Biaya Teatap
BEP=
Jumlah Produk
3 x Rp .11 .000+ Rp. 1. 500+

BEP=

Rp . 10.000
8

Rp .35 .750
3
= Rp 11. 916

Keuntungan = Harga Jual - BEP


= Rp. 15. 000 - Rp.11. 916
= Rp. 3. 083
5. Crezy (Fillet Kakap Merah)
Harga Beli dari 3 Abon Cabe Terinasi
3 x Rp. 22. 500 = Rp. 67. 500

BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk
Rp .67. 500+ Rp .1. 500+

BEP=

Rp . 10. 000
8

Rp .70 .250
3
= Rp. 23. 416
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp.30. 000 - Rp. 23. 500
= Rp. 6. 583
6. Cumi Ring
Harga Beli dari 3 ekor Bandeng Tanpa Duri (BATARI) :
3 Rp.19 . 500=Rp . 58.500
BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk
Rp .58. 500+ Rp .1. 500+

BEP=

Rp . 10.000
8

Rp .61. 250
3
= Rp. 20. 416
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp. 25. 000 - Rp. 20. 416
= Rp. 4. 583
7. Cumi Flower

Harga Beli dari 3 Cumi Flower :


3 Rp.19 . 500=Rp . 58.500
BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk
Rp .58. 500+ Rp .1. 500+

BEP=

Rp . 10.000
8

Rp .61. 250
3
= Rp. 20. 500
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp. 25. 000 - Rp. 20. 416
= Rp. 4. 583
8. Fillet Ikan Bandeng
Harga Beli dari 1 Fillet Ikan Bandeng
1 x Rp. 35. 500 = Rp. 35. 500

BEP=

Biaya Variabel+ Biaya Teatap


Jumlah Produk
Rp .35. 500+ Rp .1. 500+

BEP=

Rp . 10.000
8

Rp .38 .250
1
= Rp 38. 250
Keuntungan = Harga Jual - BEP
= Rp. 40. 000 - Rp. 38. 250
= Rp. 1. 750
Keuntungan total

= 3 x BATARI + 3 x bungkus bandeng


crispy + 3 x bakso bandeng + 3 x nugget
bandeng + 3 x crazy (Fiilet Ikan Kakap) + 3

x cumi ring + 3 x cumi flower + fillet ikan


bandeng (FIB)
= 3 x Rp. 5. 083+ 3 x Rp. 5. 083 + 3 x Rp.
3. 083 + 3 x Rp. 3. 083 + 3 x Rp. 6. 583 + 3 x
Rp. 4. 583 + 3 x Rp. 4. 583 + 1 x Rp. 1. 750
= Rp. 15. 249 + Rp. 15. 249 + Rp. 9. 249 +
Rp. 9. 249 + Rp. 19. 749 + Rp. 13. 749 +
Rp. 13. 749 + Rp. 1. 750
= Rp. 97. 453
Jadi keuntungan total produk dari hasil pemasaran kelompok kami : Rp. 97. 453

4. 2.4 Efisiensi Pemasaran


Menurut Sheperd (1962) dalam Soekartawi (1990), untuk
mengetahui besarnya nilai efisiensi pemasaran dilakukan dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
Efisiensi Pemasaran=

Total Cost
100
Total Value Product

Efisiensi Pemasaran=

Biaya variabel+ Biaya tetap


100
Total Value Product

Dimana :
Total cost

: Merupakan biaya total yang terdiri dari biaya tetap

dan biaya variabel (Rp)


Total value: Merupan jumlah keseluruhan produk yang terjual (Rp)
Hasil dari praktikum Pemasaran Hasil Perikanan kelompok kami
adalah :
Biaya variabel dari praktikum ini berasal dari biaya yang
digunakan untuk membeli bensin dan harga produsen. Sedangkan
1.

biaya tetap berasal dari biaya sewa cool box.


Bandeng Tanpa Duri (BATARI):

Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+1500
8
100
Rp . 60.000

3 x Rp .14 . 000+
Efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .14 . 000+ Rp .1.250+1.500


100
Rp. 60. 000

Rp .44 .750
100
Rp .60 .000
74,58

Jadi, efisiensi pemasaran BATARI dari kelompok kami sebesar 74,58

2.

Bandeng Crispy :
Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+1500
8
100
Rp . 60.000

3 x Rp .14 . 000+
Efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .14 . 000+ Rp .1.250+1.500


100
Rp. 60. 000

74,58

Jadi efisiensi pemasaran Sosis Ikan Bandeng dari kelompok kami


sebesar 74,58

3.

Bakso Ikan Bandeng :


Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+1500
8
100
Rp.45 . 000

3 x Rp .11 . 000+
Efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .11 . 000+ Rp.1 .250+1.500


100
Rp . 45.000

79,44
Jadi efisiensi pemasaran Bakso Ikan Bandeng dari kelompok kami
sebesar 79,44

4.

Nugget Ikan Bandeng :

Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+1500
8
100
Rp.45 . 000

3 x Rp .11 . 000+
Efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .11 . 000+ Rp.1 .250+1.500


100
Rp . 45.000
79,44

Jadi efisiensi pemasaran Nuget Ikan Bandeng dari kelompok kami sebesar
79,44

5.

Crezy (Fillet Kakap Merah) :

Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+1500
8
100
Rp . 90. 000

3 x Rp .22. 500+
efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .22 .500+ Rp .1.250+ 1.500


100
Rp . 90. 000

78

Jadi efisiensi pemasaran Crezy (Fillet Kakap Merah) dari kelompok kami
sebesar 78

6.

Cumi Ring :

Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+ 1500
8
100
Rp .75. 000

3 x Rp . 19.500+
Efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .19 .500+ Rp .1 .250+1.500


100
Rp . 75.000
81,67

Jadi, efisiensi pemasaran Cumi Ring dari kelompok


81,67

7.

Cumi Flower :

Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

kami sebesar

10.000
+ 1500
8
100
Rp .75. 500

3 x Rp . 19.500+
Efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

3 x Rp .19 .500+ Rp .1 .250+1.500


100
Rp . 75.000

81,67

Jadi efisiensi pemasaran Cumi Flower dari kelompok kami sebesar


81,67

8.

Fillet Ikan Bandeng (FIB) :

Efisiensi Pemasaran=

TC
100
TVP

10.000
+1500
8
100
Rp . 40. 000

1 x Rp .35. 500+
efisiensi Pemasaran=

Efisiensi Pemasaran=

1 x Rp .35 .500+ Rp .1.250+ 1.500


100
Rp . 40. 000

95,62
Jadi efisiensi pemasaran Fillet Ikan Bandeng (FIB) dari kelompok kami
sebesar 95,62

Jadi, efesiensi pemasaran paling tinggi adalah pada pemasaran fillet ikan bandeng
(FIB), yaitu sebesar 95,62

5.
5.1 Kesimpulan

PENUTUP

Produk yang dipasarkan pada praktikum Pemasaran Hasil Perikanan


adalah 22 produk yaitu terdiri dari 3 bungkus bandeng tanpa duri (BATARI), 3
bungkus bandeng crispy, 3 bungkus bakso bandeng , 3 bungkus nugget
bandeng, dan 3 bungkus crazy (Fiilet Ikan Kakap), 3 bungkus cumi ring, 3
bungkus cumi flower, dan fillet ikan bandeng (FIB) yang sudah dikemas rapat
dengan plastic bening yang sudah berlabelkan merk. Untuk karakteristik
konsumen yang ada yaitu kalangan menengah keatas dan menengah kebawah
yang membeli produk yang kami tawarkan.
Sedangkan saluran pemasaran dari kegiatan kami adalah :
Produsen pengecer ke konsumen, dimana kami sebagai pengecer dan
Laboratorium Sosial Ekonomi Perikanan sebagai produsen. Untuk strategi
pemasarannya, kami memasarkannya di sekitar ??. Harga yang kami patok
bervariasi, mulai Rp. 15. 000 sampai Rp. 40. 000. Sedangkan, promosi yang
kami lakukan adalah dengan berjalan mengelilingi perumahan dan
perkampungan dengan menawarkan produk kami.

5.2 Saran
Semua produk yang ditawarkan dalam praktikum PHP ini berbahan
dasarikan,terutama ikan bandeng. Kebanyakan masyarakat belum pernah
mencoba merasakan produk olahan seperti sosis, bakso, dan nugget yang
berbahan dasar ikan. Sehingga, produk ini tergolong produk yang belum
terlalu dikenal di masyarakat dan bias menjadi peluang pasar untuk dijadikan
produk unggulan apabila lebih sering dilakukan promosi dan pengenalan
produk

DAFTAR PUSTAKA
Angipora. 1999. Pengantar Bisnis. PT gramedia Putaka utama : Jakarta.
Bagus. 2011. Pengertian Efisiensi. http:// dansite.wordpress.com /2009 /03 /28 /
pengertian - efisiensi/. Diakses pada tanggal 19 Mei 2014.

Budiarto, Eko dan Anggraeni,Dewi. 2001. Pengantar Epidemologi.


Penerbit Buku Kedokteran EGC:Jakarta.
Daly. 1958. Manajemen pemasaran.PT Gelora
Aksara Pratama : Jakarta.
Danfar. 2009. Segmentasi Pasar. http://elearning.gunadarma.ac.id
/docmodul/pengantar_manajemen_pemasaran/bab4_segmentasi_pasar.pdf.
Diakses tanggal 19 Mei 2014, pukul 18.40 WIB.
Densuri. 2009. Organizational Exellence Model Strategi Menuju
World Class Quality Company. PT gramedia pustaka utama: Jakarta.
Dhila. 2013. Definisi Saluran Pemasaran. http://jurnal-sdm.blogspot.
com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaatdan.html.Diakses tanggal
19 Mei 2014, pukul 18.40 WIB.
Godlam. 2009. Studi Jaringan Pemasaran Produk Pemasaran Dari Taman
Nasional Laut Taka Bonerate kabupaten Selayar. http://ptgates.
com/web/? pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=24.pdf. Dikases tanggal
19 Mei 2014, pukul 18.40 WIB.
Hanafiah, Ir. A. M. Dan Dr. Ir. A. M. Saefuddin. 1983. Tataniaga Hasil
Perikanan. Jakarta: Universitas Indonesia.
Haryati. 2012. Delapan Langkah dan Tujuh Alat Statistik untuk Peningkatan
Mutu Berbasis Komputer. Elex Media komputindo: Jakarta.
Istijanto, 2005. Riset Sumber Daya Manusia. Gramedia Usaka Utama: Jakarta
Kurnia. 2010. Analisis Kepuasan Pelanggan Pada
Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam) Di Kabupaten Jembrana.
Kusnadi. 2006. Cepat Dan Tepat Memasarkan Gurami. PT Agromedia
Pustaka: Tangerang.
Lupiyohadi. 2006. Identifikasi Sikap Konsumen Terhadap
Berbagai Produk Perikanan di pasarPasso. Prodi Agrobisnis Perikanan
Jurusan THPFPIK Universitas Pattimura :Ambon.
Mulyadi. 1991. Power Branding Membangun Merek Unggul Dan
Organisasi Pendukungnya . Quantum Bisnis dan Manajemen ( PT
Mizan Publika): Jakarta Selatan.
Novita. 2012. Sistem Pemasaran Kepiting Bakau. http://wacanasains

perikanan.blogspot.com/2010/07/sistem-pemasarankepitingbakau.html.
Diakses tanggal 19 Mei 2014, pukul 18.40 WIB.
Nugroho. 2003. Mikro Ekonomi Teori Penganta Edisi Ketiga. PT
Rajagrfindo Persada: Jakarta.
Rangkuti. Freddy. 2004. Flexibel Marketing. PT gramedia pustaka utama.
Jakarta.
Sudijono. 1987. Marketing. Ghalia Indonesia : Jakarta.
Sumarwan. 2003. Analisis Preferensi dan Faktor-Faktor
yang Membentuk Preferensi KonsumenTerhadap Produk Ikan Laut
Segar. FTP IPB : Bogor.
Sunarta. 2007. Pemasaran Pertanian. Universitas Muhammadiyah,
Malang.
Supriyono. 1992. The Effects Of Different Processing
Method Toward Quality Of Shrimp (AcetesErythraeus) Sausage.
Jurnal Perikanan dan Kelautan 15,1 (2010) : 71-82.
Swastha. 2001. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. PT Grasindo :
Jakarta Program Pascasarjana Universitas Udayana.
Tjiptono. 2004. Manajemen Penelitian (Teknik Analisis Data). Diakses di
http://skripsimahasiswa.blogspot.com/2010/11/teknik-analisis-data.html
pada tanggal 19 Mei 2014.

LAMPIRAN
Daftar harga dan keuntungan
Produk (P)

Quantity (Q)
(Jumlahnya)

PB (harga Total Harga


(QxPB)

PS (harga Total

Keuntungan

jual

jual

dari Harga

3
3

kalian)
Rp 20.000
Rp 20.000

Rp 60.000
Rp 60.000

Asisten
Rp 14.000
Rp 13.000

(QxPS)
Rp 42.000
Rp 39.000

Rp 15.249
Rp 15.249

crispy
Bakso

ikan 3

Rp 15.000

Rp 45.000

Rp 11.000

Rp 33.000

Rp 9.249

bandeng
Nugget

ikan 3

Rp 15.000

Rp 45.000

Rp 11.000

Rp 33.000

Rp 9.249

Rp 30.000
Rp 25.000
Rp 25.000
Rp 40.000
Rp

Rp 90.000
Rp 75.000
Rp 75.000
Rp 40.000
Rp 490.000

Rp 22.500
Rp 19.500
Rp 19.500
Rp 35.500
Rp
146.000

Rp 67.500
Rp 58.500
Rp 58.500
Rp 35.500
Rp
367.000

Rp 19.749
Rp 13.749
Rp 13.749
Rp 1.750
Rp
97.993

Batari
Bandeng

bandeng
Krezy
Cumi ring
Cumi Flower
FIB
Total

3
3
3
1
22

190.000
Hasil dari praktikum Pemasaran Hasil Perikanan kelompok kami adalah :

Produk (P)

Quantity (Q)
(Jumlahnya)

Price (harga dari

Total Harga
(QxPrice)

asisten)
Batari
Bandeng crispy
Bakso ikan bandeng
Nugget ikan bandeng
Krezy
Cumi ring
Cumi Flower
FIB
Total

3
3
3
3
3
3
3
1
22

14. 000

14.000
11.000
11. 000
22. 500
19. 500
19. 500
35. 000

146.500

42.000
42.000
33.000
33.000
67.500
58.500
58.500
35.000
369.500

Biaya pemasaran = VC (bensin total+total harga) + FC (cool box)


= (Rp 10.000,00 +Rp 369.500,00 ) + Rp 1.500,00
= Rp 381.500,00

Jadi biaya pemasaran Fillet Ikan Bandeng (FIB) dari kelompok kami
sebesar Rp. 381.500,00

Lokasi

Peta Lokasi

Foto Lokasi

Persiapan produk saat akan ditawarkan ke


konsumen

Proses menawarkan produk kepada


konsumen

Saat konsumen sedang memilih-milih


produk