Anda di halaman 1dari 7

Nama

: Listia Nurbaeti

NIM

: 2013-66-179

Tugas

: Kewirausahaan seksi 21

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler:2006).
Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler (2000:37) The marketing logic by
which the business unit hopes to achieve its marketing objective yaitu logika pemasaran dimana
unit bisnis berharap untuk mencapai tujuan pemasaran.

Empat P Bauran Pemasaran

Gambar 1
(Sumber : Principles of Marketing Jilid1 , Philip Kotler & Gary Armstrong)

1. Strategi Pengembangan Merk/ Produk

Gambar 2
(Sumber : Principles of Marketing Jilid1 , Philip Kotler & Gary Armstrong)
Strategi pemasaran produk/ merk dapat dilakukan dengan cara:
1. New brands adalah strategi mengenalkan produk dengan cara menggunakan merk baru
untuk kategori produk lama.
2. Line extension adalah sebuah strategi mengenalkan sebuah produk baru melalui atau
dibawah naungan suatu produk yang memiliki merek atau brand yang telah ada
sebelumnya. Product Line Extension terjadi pada saat perusahaan memperkenalkan
barang tambahan didalam kategori produk yang sama dibawah nama merek yang sama,
biasanya dengan ciri yang baru, seperti rasa baru, bentuk, warna, bahan bahan yang
ditambah, ukuran kemasan dan sebagainya.
3. Brand extension adalah mengembangkan sebuah produk dengan kategori baru tetapi tetap
merek yang sama.
4. Multi brands strategi mengenalkan sebuah produk dengan cara menggunakan merk baru
untuk kategori produk lama. Dalam pendekatan ini, produk sama saja dengan yang
sebelumnya, tetapi merknya dibuat berbeda. Dengan demikian, sebuah perusahaan bisa
memiliki beberapa merk untuk produk yang sama.

Pilihan : lebih memilih pemasaran produk dengan brand extension


Alasan : brand extension dapat meminimalisir biaya periklanan dari produk baru tersebut karena
konsumen sudah mengenal brandnya. Hanya saja diperlukan strategi untuk meningkatkan
kualitas dari produk-produknya karena jika kualitas tidak sesuai dengan keinginan konsumen
maka brand ini kemungkinan akan jatuh di pasaran sehingga produk yang dikeluarkan tidak akan
dilirik kembali oleh konsumen.

2. Strategi Penetapan Harga

Gambar 3
(Sumber : Principles of Marketing Jilid1 , Philip Kotler & Gary Armstrong)
Strategi penetapan harga produk baru, yaitu:
1. Premium strategy dapat digunakan oleh perusahaan yang menghasilkan produk bermutu
tinggi dan memasang harga tinggi pula.
2. Good-value strategy merupakan cara menyerang pemasang harga premium.
3. Overcharging strategy merupakan strategi pemasangan harga tinggi, tetapi kualitas
produknya tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan.
4. Economy strategy menghasilkan produk bermutu rendah dan memasang harga rendah.
Strategi ini dapat bersama-sama ada di pasar yang sama sepanjang pasar terdiri paling
sedikit dua kelompok pembeli, yang mencari mutu dan yang mencari harga rendah.

Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara
umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:
a. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
(a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana
metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
(b) Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan
penetapan harga laba sasaran).
Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan
break even atau membuat target laba yang akan dicari.
b. Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya
penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
c. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
(a) Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan
biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih
tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.
(b) Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas
biaya atau permintaan perusahaan.
Pilihan : menggunakan premium strategy sebagai penetapan harga
Alasan : dengan menggunakan premium strategy, perusahaan akan mepertimbangkan
kualitas yang sesuai dengan harga yang akan ditetapkan. Sebagai perusahaan yang
mementingkan kualitas, maka harga yang ditentukan akan tinggi pula. Sebagian konsumen
lebih memilih mengeluarkan biaya besar selama terjamin tinggi kualitasnya.

3. Strategi Pemasaran Distribusi (Place)


Distribusi ( place) merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan agar produk dapat
diperoleh dengan mudah tersedia bagi konsumen sasaran sebagaian besar produsen
menggunakan perantara pemasaran untuk memasarkan produk. Untuk mendapatkan keuntungan
yang lebih besar dibutuhkan strategi distribusi yang tepat untuk menyalurkan barang atau jasa
dagangannya ke tangan konsumen. Berikut ini adalah metode distribusi yang dapat dipilih oleh
suatu perusahaan bisnis untuk memaksimalkan laba.
1. Strategi Distribusi Intensif
Distribusi intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk dagangannya
pada banyak retailer atau pengecer serta distributor di berbagai tempat. Teknik ini sangat
cocok digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok sehari-hari yang memiliki
permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi. Contoh seperti sembako, rokok, sikat gigi,
odol, sabun, deterjen, dan lain sebagainya.
2. Strategi Distribusi Selektif
Distribusi selektif adalah suatu metode distribusi yang menyalurkan produk barang atau
jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer
saja pada suatu daerah. Di antara distributor atau pengecer akan terdapat suatu persaingan
untuk merebut konsumen dengan cara, teknik dan strategi masing-masing. Contoh
saluran distribusi selektif adalah produk elektronik, produk kendaraan bermotor, sepeda,
pakaian, buku, dan lain sebagainya.
3. Strategi Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif adalah memberikan hak distribusi suatu produk pada satu dua
distributor atau pengecer saja pada suatu area daerah. Barang atau jasa yang ditawarkan
oleh jenis distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi
dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh distribusi ekslusif adalah seperti
showroom mobil, factory outlet, restoran waralaba, multi level marketing / pasif income,
mini market, supermarket, hipermarket, dan lain-lain.
Pilihan : distribusi dengan strategi distribusi eksklusif
Alasan : karena dengan distribusi eksklusif, penjualan secara langsung dapat disiasati
dengan penggunaan media online sehingga menghemat tenaga dan biaya.

4. Strategi Pemasaran Promosi


Strategi promosi menurut Moekijat (2000 : 443) : strategi promosi adalah
kegiatan perusahaan untuk mendorong penjualan dengan mengarahkan komunikasi-komunikasi
yang meyakinkan kepada para pembeli.
Sedangkan menurut Lamb, Hair, McDaniel (2001 : 146) : Strategi promosi adalah rencana
untuk penggunaan yang optimal dari elemen-elemen promosi : periklanan, hubungan
masyarakat, penjualan pribadi dan promosi penjualan.
Dari defenisi diatas dapat dilihat bahwa strategi promosi merupakan kegiatan yang
direncanakan dengan maksud membujuk, merangsang konsumen agar mau membeli produk
perusahaan sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan diharapkan dapat tercapai. Menurut
Kotler & Armstrong (2002:656) variabel-variabel yang ada di dalam promotional mix ada lima,
yaitu:
a. Periklanan (advertising )
Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi
non pribadi dalam bentuk gagasan, barang atau jasa.
b. Penjualan Personal (personal selling)
Presentasi pribadi oleh para wiraniaga perusahaan dalam rangka mensukseskan penjualan
dan membangun hubungan dengan pelanggan.
c. Promosi penjualan ( sales promotion)
Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk atau
jasa.
d. Hubungan masyarakat (public relation)
Membangun hubungan baik dengan publik terkait untuk memperoleh dukungan,
membangun "citra perusahaan" yang baik dan menangani atau menyingkirkan gosip,
cerita dan peristiwa yang dapat merugikan..
e. Pemasaran langsung (direct marketing )
Komunikasi langsung dengan pelanggan yang diincar secara khusus untuk memperoleh
tanggapan langsung.

Pilihan : Pemasaran langsung


Alasan : pemasaran langsung memberikan kenyamanan bagi pembeli,bersifat mudah dan
pribadi karena hanya sebagian orang saja yang mengerti media online yang dapat
melakukan transaksi jual beli dan tidak terjadinya proses tawar menawar adalah
kekurangan dari pemasaran langsung via online.