Anda di halaman 1dari 19

Air dalam Atmosfer

Anindita P.C.W.S
3314100079
Arif Gemardi 3314100080
Rona Rofida

3314100084

Uap air dalam atmosfer terdapat


dalam konsentrasi yang bervariasi,
terutama di atmosfir paling bawah.
Secara normal kandungan uap air
atmosfir berkisar antara 1 3 %
volume, meskipun udara ada yang
hanya mengandung 0,1% tapi juga
dapat mencapai 5%. Persentase
dari kandungan uap air ini menurun
cepat dengan bertambahnya
altitude di atmosfer.

Hal menarik dari


air
di Atmosfer

Sinar inframerah yang dipantulkan bumi kemudian


diserap oleh molekul gas yang antara lain berupa uap air
atau H20, CO2, metan (CH4), dan ozon (O3). Air
menyerap radiasi infra merah bahkan lebih kuat
daripada gas CO2. Seandainya tidak ada ERK, suhu ratarata bumi akan sekitar minus 18 0 C terlalu dingin untuk
kehidupan manusia. Dengan adanya ERK, suhu rata-rata
bumi 330 C lebih tinggi, yaitu 15 0C. Namun, ketika
pancaran kembali sinar inframerah terperangkap oleh
CO2 dan gas lainnya, maka sinar inframerah akan
kembali memantul ke bumi dan suhu bumi menjadi naik.

Air menyerap radiasi infra merah > daripada gas CO 2.

uap air memantulkan

memberikan pengaruh kepada

penurunan suhu.
Malam hari uap air -> sebagai selimut dan menahan panas
dari permukaan bumi dengan menyerap radiasi infra
merah.
Di atmosfer yang lebih tinggi, air dalam bentuk gas terlihat
pada pembentukan radikal hidroksil, HO. Dan radikal
hidroperoksil, HOO.
Salah satu efek yang berbahaya dari beberapa bahan
pencemaran udara adalah proses perkaratan dari alat
logam yang terjadi karena adanya uap air di atmosfer. Uap
air di atmosfer menyebabkan pencemaran dalam bentuk
fog (asap kabut) di bawah suatu kondisi tertentu.
Ketika partikel-partikel es di atmosfer berubah menjadi
tetes-tetes air, atau ketika tetes-tetes air menguap, panas
diambil disekitarnya. Kebalikan dari proses-proses ini
menyebabkan panas yang dilepaskan ke atmosfer sebagai

Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa


dinginnya di lapisan tropopause merupakan
karier kepada pergerakan air untuk memasuki
lapisan stratosfer. Sumber utama dari air di
stratosfer adalah oksidasi fotokimia dari
metana:
CH2 + O3 CO2 + 2H2O
Air yang terbentuk inilah yang menjadi sumber
dari radikal hidroksil di atmosfer melalui reaksi :
H2O + hv HO. + H
Dimana radikal hidroksil merupakan suatu
fenomena kimia atmosfer yang meningkat akhirakhir ini.

Sublimasi

Kondensasi
Hujan
Salju

Presipitasi

Kondensasi

Presipitasi

Siklus AIR
Penguapan (evaporasi)
Jumlah penguapan alam yang terjadi di
setiap wilayah geografis dipengaruhi oleh
Tekanan atmosfer
Radiasi matahari
Faktor lain: suhu udara, tekanan uap,
dan angin
Penguapan dapat terjadi pada tetesan air
hujan, dan pada air permukaan seperti
laut dan danau

Kondensasi
Proses uap air mengalami perubahan keadaan fisik
paling sering. uap cairan
Uap air mengembun ke partikel udara kecil untuk
membentuk embun, kabut, atau awan.
Partikel-partikel yang paling aktif yang membentuk
awan: garam laut, ion atmosfer yang disebabkan
oleh petir, dan produk-produk pembakaran belerang
yang mengandung asam dan nitrous.
Kondensasi disebabkan oleh pendinginan udara atau
dengan meningkatkan jumlah uap di udara ke titik
jenuh. Ketika uap air mengembun kembali ke
keadaan cair, diperlukan panas untuk membuat
membuat uap dilepaskan ke lingkungan.

Presipitasi (Hujan)
Hujan adalah proses yang terjadi ketika setiap dan semua bentuk partikel air
jatuh dari atmosfer dan mencapai tanah.
Ada dua sub-proses yang menyebabkan awan untuk melepaskan air hujan,
Proses peleburan
Saat tetesan air mencapai ukuran kritis, jatuh terkena tarikkan gravitasi
dan gesekan. Tetesan yang jatuh meninggalkan bagian lainnya mengalami
turbulensi yang memungkinkan tetes air jatuh lebih cepat
Proses pembentukan es kristal.
Hal ini terjadi ketika es berkembang di awan dingin atau dalam formasi
awan tinggi di atmosfer di mana suhu beku terjadi. Ketika tetesan air di
dekatnya mendekati kristal beberapa tetesan menguap dan mengembun
pada kristal. Kristal tumbuh sampai ukuran kritis dan jatuh sebagai salju
atau es. Kadang-kadang, saat es jatuh melalui udara elevasi yang lebih
rendah, mereka mencair dan berubah menjadi hujan.
Endapan air bisa jatuh ke badan air atau mungkin jatuh ke tanah. Hal ini
kemudian tersebar dalam beberapa cara.
Air dapat tergenang pada benda atau dekat permukaan benda
dapat dibawa dan melalui darat ke saluran sungai
Dapat menembus ke dalam tanah, atau mungkin tertahan oleh tanaman.
Ketika curah hujan kecil dan jarang, persentase yang tinggi dari curah hujan
dikembalikan ke atmosfer oleh penguapan.

Intersepsi
Intersepsi adalah proses mengganggu
pergerakan air dalam rantai peristiwa
transportasi menuju sungai. Intersepsi
dapat berlangsung oleh tanaman
penutup atau depresi penyimpanan
dalam genangan air dan dalam formasi
tanah seperti parit.

Infiltrasi
Infiltrasi adalah proses fisik yang
melibatkan pergerakan air melalui
daerah perbatasan di mana
antarmuka udara dengan tanah.
Fenomena permukaan diatur oleh
kondisi permukaan tanah.

Perkolasi
Perkolasi adalah gerakan air dalam
tanah dan lapisannya, oleh gaya
gravitasi dan kapiler. Kekuatan
penggerak utama air tanah adalah
gravitasi. Air yang ada di zona jenuh
disebut air tanah. Setelah berada di
tanah, air digerakkan oleh gravitasi.

Transpirasi
Transpirasi adalah proses biologis yang
terjadi terutama di siang hari. Air di
dalam tanaman dipindahkan dari
tumbuhan ke atmosfer sebagai uap air
melalui berbagai bukaan

Limpasan
Limpasan aliran dari aliran sungai
atau DAS yang muncul di sungai
permukaan.

Penyimpanan
Ada tiga lokasi dasar penyimpanan air yang terjadi dalam siklus air di
planet.
Air disimpan di atmosfer
Dapat dipindahkan relatif cepat dari satu bagian ke bagian lain
Air disimpan di permukaan bumi
Air yang tersimpan di dalam tanah tergantung pada fitur geologi
yang terkait dengan jenis tanah dan jenis batuan yang terdapat di
lokasi penyimpanan.
Sebagian penyimpanan terjadi di permukaan lautan, danau,
waduk, dan gletser
penyimpanan bawah tanah terjadi didalam tanah, dalam akuifer,
dan di celah-celah formasi batuan.
Tidak meratanya distribusi dan pergerakan air dari waktu ke waktu,
dan distribusi spasial air di kedua wilayah geografis dan geologi, dapat
menyebabkan fenomena ekstrim seperti banjir dan kekeringan terjadi.

REAKSI
Air di Atmosfer
Radiasi Ultraviolet yang berlimpah menguraikan air :
2H2O 2H2 + O2
Oksigen yang terbentuk dalam reaksi diatas bereaksi
dengan CH4 dan NH3 :
2 O2 + CH4
CO2 + 2 H2O
3 O2 + 4 NH3 2 N2 + 6 H2O
H2O yang terbentuk dalam reaksi diatas terurai lagi oleh
radiasi ultraviolet, oksigen yang dihasilkan, bereaksi
dengan CH4 dan NH3lagi dan seterusnya sehingga dari
waktu ke waktu kandungan nitrogen, karbon-dioksida dan
oksigen bebas di atmosfer bumi bertambah. Mulai
terbentuk lapisan ozon yang melindungi kehidupan di bumi