Anda di halaman 1dari 15

04.

Dua buah satelit,


A dan B, mengorbit
KUMPULAN SOAL FISIKA
UM-UGM
sebuah planet yang sama dengan jarijari orbit masing-masing R dan 2R. Bila
kecepatan orbit satelit A adalah v, maka
kecepatan orbit satelit B adalah
A. v B. 2v C. 2 D. 2 E. 2 3
B.

Tahun 2006-2013

--Fachrizal Barus/Mas eFBe--[GO


JOGJA]
(UM-UGM 2008)
1.

MEKANIKA

(UM-UGM 2008)
05. Sebuah asteroid bermassa m bergerak
dalam orbitnya yang berjari-jari r
disekitar matahari. Dengan anggapan
bahwa matahari tidak bergerak dan
bermassa M, maka energy mekanik
asteroid tersebut adalah
A. GMm/r C. GMm/2r2 E. GMm/r
B. GMm/2r D. GMm/2r

01. Sebuah mobil bergerak lurus dipercepat


dengan percepatan 5 m/s2. Mobil
tersebut kemudian bergerak dengan
kecepatan konsatan. Setelah beberapa
saat mobil mulai diperlambat 5 m/s2
hingga berhenti. Bila kecepatan ratarata mobil adalah 20 m/s dan waktu
total untuk bergerak adalah 25 detik,
maka mobil tadi bergerak dengan
kecepatan tetap selama
A. 20 s B. 18 s C. 15 s D. 10 s E. 5 s

(UM-UGM 2013)
06. Benda bermassa 10 kg diam di atas lantai
kasar. Koefisien gesek antara benda dan
bidang 0,5. Pada saat t = 0 benda mulai
dikenai gaya F = 50 N membentuk sudut
terhadap horizontal, seperti tampak
pada gambar. (Hal 277)

(UM-UGM 2008)
02. Bola x yang jatuh bebas dari ketinggian D
bertabrakan dengan bola y yang
dilemparkan ke atas dari tanah dengan
kelajuan
awal
v.
Tabrakan
tadi
berlangsung pada saat t =
A.

D. D/2v

B.

C. 2D/v

E. D/v

Jarak tempuh benda setelah bergerak


selama 10 s adalah (tan = 0,75)
A. 5 m B. 10 m C. 15 m

(UM-UGM 2010)
03. Bola A dilepas dari ketinggian h di atas
permukaan tanah. Bersamaan dengan
pelepasan bola A, bola B diberi
kecepatan vertical ke atas sebesar v dari
permukaan tanah. Agar A dan B
mencapai tanah pada saat yang sama,
maka h harus memenuhi hubungan
A. h = 4v2/g B. h = 2v2/3g

D. 20 m E. 25 m
(UM-UGM 2010)
07. Batu dengan berat w dilempar vertical ke
atas dari permukaan tanah dengan
kecepatan awal vo sepanjang perjalanan
geraknya. Batu tersebut mengalami gaya
gesek udara konstan
f. Tinggi
maksimum yang dapat dicapai oleh batu
adalah

C. h = v2/2g D. h = 2v2/g E. h = v2/g


(UM-UGM 2009)

A.

2
2

D.

2 2

1+

B.
C.

2
2

1+

E.

(UM-UGM 2006)

2 2
1+

11. Tiga buah benda disusun seperti tampak


pada gambar.

2
2 1+

2m

(UM-UGM 2008)
08. Benda bermassa m mula-mula diam di
atas lantai licin. Pada saat t=0, benda
mulai dikenai gaya konstan sebesar F.
Setelah gaya bekerja selama t sekon,
kecepatan benda tersebut adalah v m/s.
Dari informasi di atas, massa benda
dapat dinyatakan dengan hubungan
A. m = Ft/v C. m = 2F/vt E. m = Fv/2t
B. m = Ft/2v D. m = 2t/Fv

3m

Jika massa tali diabaikan dan dianggap


tidak ada gesekan antara tali dengan
katrol,
serta koefisien gesek antara
benda dengan bidang adalah , maka
setiap benda akan bergerak dengan
percepatan (Hal 277)

(UM-UGM 2013)
09. Lima
buah
benda
masing-masing
bermassa 2 kg, 3kg, 4 kg, 5 kg, dan 6 kg
dihubungkan dengan tali-tali yang tidak
bermassa lalu ditarik dengan gaya 40 N
di atas lantai sebagaimana tampak pada
gambar.
2kg

3kg 4kg

5kg

A.
D.

1
3
1+
2

B.

E.

1+

C.

1+
2

(UM-UGM 2010)
12. Sebuah bola pejal berjari-jari R dan
bermassa m didorong dengan kecepatan
awal 3 m/s ke atas sebuah bidang miring
yang memiliki kemiringan 300 dengan
koefisien gesek static 0,3. Ketika menaiki
bidang
miring
tersebut,
bola
menggelinding,
tidak
tergelincir.
Ketinggian maksimum yang dapat dicapai
bola tersebut adalah
A. 0,06 m B. 0,32 m C. 0,84 m

6kg

F
k

Bila koefisien gesek antara masingg


masing benda dan lantai adalah 0,1
maka besar tegangan tali penghubung
antara benda bermassa 2 kg dan 3 kg
adalah(Hal 139)
A. 2 N B. 4 N C. 6 N D. 8 N E. 10 N

D. 0,92 m E. 2,32 m
(UM-UGM 2009)

(UM-UGM 2008)

13. Besar tegangan tali pada system di


bawah ini adalah

10. Untuk menentukan percepatan sebuah


kereta, digantungkan sebatang tongkat
homogeny pada langit-langit gerbong
kereta. Ketika kereta bergerak dengan
percepatan sebesar a, posisi tongkat
condong membentuk sudut p terhadap
arah vertical. Hubungan antara a dan p
adalah
A. a = g sin p D. a = g tan p
B. a = g sec p
E. a = g cos p
C. a = g cot p

A. mg

B. 2mg/3

D. mg/3

E. mg/4

C. mg/2

(UM-UGM 2013)

D. 3 mg

14. Perhatikan
gambar
berikut.
Katrol
merupakan silinder pejal homogeny yang
dapat berotasi pada sumbunya tanpa
gesekan. Massa m1 = m, massa katrol M
= 2m, dan massa m2 = 3m serta
diameter katrol d.

E. mg

(UM-UGM 2007)
17. Batang homogen dengan massa m
berada dalam kondisi sebagaimana
tampak pada gambar.

m
m2

m1

Bila percepatan gravitasi g dan system


bergerak tanpa pengaruh gaya luar,
maka percepatan sudut rotasi katrol
adalah (Hal 139)
A. 2g/5d B. 3g/5d C. 4g/5d

Dengan percepatan gravitasi g, besar torsi


yang dialami tiang penumpu di titik
tancapnya adalah... (hal 139)
A. 4 mgh B. 2 mgh C. mgh

D. 6g/5d E. g/d

D. mgh E. mgh

(UM-UGM 2008)

(UM-UGM 2008)

15. Sebuah keeping cakram disk memiliki


momen inersia I berputar dengan
kecepatan sudut . Kemudian dijatuhkan
keeping cakram yang kedua tepat di
atasnya sehingga keduanya berputar
bersama-sama. Bila kecepatan sudut
bersamanya adalah /3, ini berarti
momen inersia cakram kedua adalah
A. I B. 2I C. 3I D. 4I E. 5I

18. Batang homogeny bermassa m diikat


dengan tali-tali A dan B dan berada
dalam keadaan setimbang sebagaimana
tampak pada gambar.

(UM-UGM 2013)

60

20cm

16. Sebuah balok bermassa m digantung


dengan tiga utas tali seperti tampak pada
gambar berikut.

450

B
30 cm

Nilai tangen adalah (Hal 278)

A. 8/5

B. 4/3

D. 3/4

E. 3/8

C.

(UM-UGM 2010)
19. Balok A dengan berat 100 N ditarik
menaiki bidang miring oleh sebuah gaya
F seperti tampak pada gambar sehingga
balok bergerak dengan kecepatan
konstan.
20.

Besar tegangan tali 1 adalah (Hal 106)


A. 1/3 mg
B. mg C. 3 mg

30

5m

Besar usaha yang telah dilakukan oleh


gaya F saat balok mencapai puncak
bidang miring adalah (Hal 277)
A. 500 J B. 250 J C. 0 J
D. -250 J

Sebaliknya bila ditarik dari B ke A


diperlukan usaha sebesar 250 J. Anggap
gaya dorong dan gaya taik yang
dilakukan terhadap benda, sejajar
dengan bidang miring., maka tinggi H
bidang miring adalah (Hal 187)
A. 75 cm B. 125 cm C. 200 cm

E. -500 J

(UM-UGM 2010)

D. 325 cm E. 400 cm

21. Bola baja bermassa m bergerak


horizontal dengan kelajuan awal v
melalui material pasir. Bila bola tersebut
berhasil masuk menembus pasir sejauh d
sebelum akhirnya berhenti, maka besar
gaya gesek rata-rata yang dialami bola
tadi adalah
A. mv2/d
B. mv/d
C. mg

(UM-UGM 2009)
24. Balok bermassa 4 kg diam di atas lantai
dengan koefisien gesek 0,1. Kemudian
balok ditumbuk secara sentral dan elastic
sempurna oleh benda bermassa 6 kg
dengan kecepatan 5 m/s arah horizontal.
Akibat tumbukan tersebut balok bergerak
di atas lantai dan mampu menempuh
jarak sejauh
A. 20 m
B. 18 m
C. 16 m

D. mv2/(2d) E. 2mv2/d
(UM-UGM 2007)
22. Benda bermassa 4 kg diberi kecepatan
awal 10 m/s dari ujung bawah bidang
miring seperti tampak pada gambar.

D. 12 m

E. 10 m

(UM-UGM 2008)
25. Sebuah bola di jatuh bebaskan dari
ketinggian 6,4 m. Tinggi pantulan
pertama bola adalah 4,8 m. Maka tinggi
pantulan bola pada pantulan ketiga
adalah
A. 4,2 m
C. 3,2 m
E. 2,4 m
B. 3,6 m
D. 2,7 m

10 m/s

Benda mengalami gaya gesek dari


bidang miring sebesar 16 N. Jika sin =
0,85, maka benda berhenti setelah
menempuh jarak(Hal 187)
A. 3 m B. 4 m C. 5 m D. 6 m E. 8 m

(UM-UGM 2013)
26. Benda A dan B berturut-turut bermassa 3
kg dan 4 kg. Berada di atas lantai kasar
dengan koefisien gesek 2/7 dan bergerak
saling
mendekati
sehingga
terjadi
tumbukan yang ketidak-lentingannya
sempurna. Pada saat awal tumbukan, A
berkelajuan 12 m/s dan B 2 m/s. Setelah
akhir tumbukan dan berhenti, A dan B
menempuh jarak
A. 2,4 m
B. 2,8 m
C. 3,2 m

(UM-UGM 2009)
23. Usaha yang diperlukan untuk mendorong
balok m = 10 kg sepanjang bidang
miring kasar dari A ke B adalah 400 J.

D. 4,6 m

E. 5,8 m

(UM-UGM 2009)

31. Sebuah mobil bermassa M secara


sederhana dapat dianggap sebagai benda
di atas sebuah pegas dengan tetapan
pegas k. untuk mobil saja pegas
mempunyai frekuensi alamiah f 1. Jika
beberapa penumpang dengan massa m
berada dalam mobil, frekuensi osilasi
menjadi
f 2.
Nilai
f1/f2
dengan
mengabaikan redaman yang muncul
dalam system besarnya

27. Sebuah benda dengan massa m


mengalami getaran selaras. Andaikan
frekuensi sudut getaran tersebut adalah
dan ketika benda tersebut berada di
koordinat x = a, momentum benda itu
adalah . Maka, momentum benda ketika
berada pada x = b, adalah.
A. 2 +
B. 2 + 2 2 2 2
C. 2 + atau 2
D. 2 2 2 2 2
E. 2 + 2 2 2

A.

B.

C.

D.

E.

+ 2

(UM-UGM 2006)

(UM-UGM 2010)

32. Besar usaha yang dikeluarkan untuk


memanjangkan pegas sejauh 2 cm
adalah 0,5 J. maka untuk memanjangkan
pegas itu sejauh 4 cm akan diperlukan
gaya (dalam N) sebesar
A. 1 B. 10 C. 100 D. 1.000 E. 10.000

2. GETARAN DAN
GELOMBANG
28. Massa 100 gram bergetar selaras pada
pegas yang memiliki konstanta gaya 160
N/m. kecepatan massa ketika di titik
setimbangnya adalah 4 m/s. periode
getaran tersebut adalah
A. 0,628 s B. 0,225 s C. 0,256 s

(UM-UGM 2006)
33. Dua buah pegas dengan nilai konstanta
gaya
k yang sama, dipasang pada
sebuah benda bermassa m seperti
tampak pada gambar.

D. 0,157 s E. 0,144 s
L

(UM-UGM 2010)
29. Diantara persamaan-persamaan berikut
yang menggambarkan hubungan antara
percepatan dan pergeseran sebuah
benda yang sedang bergetar harmonic
adalah
A. a = 4x2 B. -4x2 C. 4x D. -4x E. x2

Mula-mula pegas mempunyai panjang


tak teregang sebesar L, kemudian benda
m digeser sejauh x ke titik A pada arah
tegak lurus susunan pegas. Usaha yang
dilakukan kedua pegas terhadap benda
ketika benda bergerak dari posisi A ke
posisi mula-mula adalah

(UM-UGM 2008)
30. Massa 1 kg bergetar harmonic sederhana
pada system pegas dengan tetapan gaya
400 N/m. Jika amplitude getaran tersebut
5 cm, maka kecepatan massa tersebut
pada saat melewati titik setimbang
adalah
A. 8 m/s
C. 2 m/s
E. 0,5 m/s
B. 4 m/s
D. 1 m/s

A. 2k

2 + 2
2 + 2 +

B.
2
C. k(x2 + L2)
D. kx2/L

(UM-UGM 2013)

E. k 2 + 2
(UM-UGM 2009)

38. Sebuah sumber bunyi dengan frekuensi


1kHz mendekati seorang pengamat yang
juga mempunyai sumber bunyi dengan
frekuensi
sama.
Jika
pengamat
mendengar 5 layangan per detik, dengan
mengambil laju bunyi di udara 340 m/s
maka laju sumber bunyi yang sedang
bergerak adalah
A. 1,7 m/s
C. 3,2 m/s
E. 5,3 m/s
B. 7,1 m/s
D. 8,4 m/s
(UM-UGM 2007)

34. Sebuah batang silinder homogeny


dengan
modulus
young
E,
luas
penampang A, massa m, dan panjang l,
diputar secara uniform sekitar sumbu
vertical melalui salah satu ujungnya. Jika
tegangan batas elastic untuk putus
adalah , maka frekuensi sudut pada
saat batang akan putus adalah
A.

B.

C.

D.

E.

39. Frekuensi gelombang yang dihasilkan


sebuah sirene naik dari 200 Hz menjadi
800 Hz pada amplitude gelombang yang
tetap konstan. Perbandingan intensitas
antara gelombang berfrekuensi 800 Hz
terhadap 200 Hz adalah
A. 1:1 B. 8:1 C. 2:1 D. 4:9 E. 16:1

(UM-UGM 2006)
35. Dua batang A dan B terbuat dari bahan
yang sama. Dalam keadaan netral (bebas
dari beban), batang B memiliki panjang
dua kali panjang A dan luas penampang
A dua kali luas penampang B. Jika kedua
batang ditegangkan dengan gaya yang
sama besar, maka batang A bertambah
panjang sebesar x sedangkan batang B
bertambah panjang sebesar y. Hubungan
antara x dan y adalah
A. y = x/4 C. y = x/2 E. y = x
B. y = 2x D. y = 4x

(UM-UGM 2007)

3. ZAT DAN KALOR


40. Tiga jenis cairan di dalam pipa U berada
dalam keadaan setimbang sebagaimana
tampak pada gambar.

(UM-UGM 2013)
36. Suatu gelombang dengan panjang
gelombang 2 m menjalar dengan laju 6
m/s meninggalkan medium A dan masuk
melewati medium B sehingga panjang
gelombangnnya menjadi 3 m. Laju
gelombang dalam medium B adalah
A.
12 m/s B. 9 m/s
C. 6 m/s
D. 5 m/s

60cm

3
90 cm

E. 2,5 m/s

B
2

(UM-UGM 2009)
Rapat massa cairan 1 dan 2 berturut-turut
2,5 g/cm3 dan 4 g/cm3. Jika tekanan
udara luar 1 atm (76 cmHg) dan rapat
massa raksa 13,5 g/cm3, maka tekanan di
titik A adalah(278)
A. 90 cmHg B. 70 cmHg C. 50 cmHg D.
40 cmHg E. 20 cmHg

37. Tingkat intensitas sejauh 15 m dari


sebuah sumber bunyi kecil adalah 50 dB.
Dengan menganggap gelombang bunyi
merambat ke segala arah, maka tingkat
intensitas bunyi sejauh 150 m dari
sumber bunyi tersebut adalah
A. 2 dB
B. 5 dB
C. 10 dB
D. 25 dB
E. 30 dB

(UM-UGM 2010)
41. Sepotong balok kayu terapung di atas air
dengan 75% volumenya tenggelam

(UM-UGM 2006)

B. 250 R

dalam air. Bila volume balok itu 5000


cm3, maka massa balok itu dalam kg
adalah
A. 3,75 B. 5,15 C. 6,25 D. 7,75 E. 9,50

D. 75 R

(UM-UGM 2013)
47. Suatu thermometer menunjukkan suhu 200C ketika es mencair dan menunjukkan
angka 1400C ketika air mendidih.
Kenaikan skala thermometer tersebut
linier terhadap kenaikan suhu. Angka
yang ditunjukkan thermometer ketika
thermometer
berskala
Fahrenheit
menunjukkan angka 00 adalah
A. -8,44 B. -18,44 C. -28,44

(UM-UGM 2007)
42. Suatu padatan memiliki volume 8 cm 3
dan bermassa 20 g. Massa padatan
tersebut
ketika
ditimbang
dengan
mencelupkannya ke dalam suatu cairan
yang rapat massanya 2 g/cm3 adalah
A. 4 g B. 10 g C. 12 g D. 16 g E. nol
(UM-UGM 2010)

D. -48,44 E. -58,44

43. Benda yang volumenya 100 cm3, ketika


ditimbang
di
dalam
air
murni
menunjukkan massa semunya sebesar
120 gram. Jika rapat massa air murni 1
g/cm3, maka rapat massa benda
tersebut adalah
A. 2400 kg/m3 B. 2200 kg/m3 C. 200
kg/m3 D. 1800 kg/m3 E. 1600 kg/m3

(UM-UGM 2009)
48. Dua kilogram es bersuhu 00C dicampur
dengan 8 kg air bersuhu t0C. Campuran
tersebut mencapai suhu setimbang 200C
tanpa
pertukaran
kalor
dengan
lingkungan. Dengan kalor jenis air 1
kkal/kg.K, kalor jenis es 0,5 kkal/kg.K,
dan kalor lebur es 80 kkal/kg, maka nilai
t adalah
A. 10 B. 15 C. 20 D. 40 E. 45

(UM-UGM 2009)
44. Dua gas ideal monoatomik A dan B
memiliki suhu yang sama. Gas A memiliki
massa m sedangkan gas B massanya 4m.
Rasio perbandingan kecepatan rata-rata
gas A dan gas B adalah
A. 1 B. 2 C. 4 D. 8 E. 16

(UM-UGM 2010)
49. Dua calorimeter A dan B berisi air dengan
volume yang sama pada suhu 300C. Lima
gram logam Al dicelupkan ke A dan lima
gram campuran logam dicelupkan
kedalam B. Temperatur setimbang dalam
A adalah 320C sedangkan dalam B adalah
31,50C. Temperatur awal kedua logam
adalah sama yaitu 500C. Jika panas jenis
Al sekitar 0,89 J/gr K, maka panas jenis
logam campuran itu adalah J/gr K
A. 0,97 B. 0,89 C. 0,60 D. 0,65 E. 0,48

(UM-UGM 2010)
45. Suatu system gas ideal monoatomik
mengalami proses kompresi adiabatic.
Mula-mula tekanannya adalah 1 atm,
volumenya 1 m3, dan suhunya 300 K. bila
setelah ekspansi suhu gas menjadi 1200
K, maka volume gas pada keadaan akhir
menjadim3
A. 1/4 B. 1/8 C. 1/16 D. 1/32 E. 1/64

(UM-UGM 2007)
50. Kalor jenis es 0,5 kal/gr0C, kalor lebur es
80 kal/gr0C, dan kalor jenis air 1 kal/gr0C.
Setengah kilogram es bersuhu -200C
dicampur dengan sejumlah air bersuhu
200C, sehingga mencapai keadaan akhir
berupa air seluruhnya bersuhu 00C.
Massa air mula-mula adalah
A. 1,5 kg B. 2,25 kg C. 3,75 kg D. 4,5
kg E. 6 kg

(UM-UGM 2013)
46. Satu mol gas ideal monoatomik
dipanaskan pada tekanan konstan 1 atm
sehingga suhu gas tersebut naik dari 00C
menjadi 1000C. Bila R adalah tetapan gas
umum, maka besar perubahan energy
dalam gas tersebut adalah
A. 350 R
C. 150 R
E. 50 R

(UMG-UGM 2006)

E. 0,3a;0,7a;2,3a
(UM-UGM 2009)

51. Dua macam zat cair sejenis tapi berbeda


suhu dicampur. Massa zat cair yang lebih
panas (m1) sama dengan dua kali massa
zat cair yang lebih dingin (m 2). Suhu
awal zat cair yang lebih panas (T1) juga
sama dengan dua kali suhu zat cair yang
lebih dingin (T2=300C). Suhu campuran
pada keadaan setimbang adalah
A. 550C B. 500C C. 450C D. 400C E.
350C
(UM-UGM 2008)

55. Perhatikan gambar


berikut. y
R

cermin

datar

Jika cermin diputar terhadap sumbu Y


dengan kelajuan 100 rpm, maka berkas
pantulan cahaya C akan terputar dengan
kelajuan
A. 0 rpm
C. 141 rpm
E. 10000rpm
B. 100 rpm D. 200 rpm

52. Empat liter gas Ne pada suhu 200 K dan


tekanan 2 atm mengalami proses isobaris
sehingga mencapai suhu akhir 600 K.
Usaha yang dilakukan gas selama proses
ini adalah
A. 8 liter atm B. 12 liter atm C. 16 liter
atm D. 20 liter atm E. 24 liter atm

(UM-UGM 2013)

(UM-UGM 2007)

56. Sebuah benda diletakkan 4 cm dari


sebuah cermin cekung yang berjari-jari
12 cm. perbesaran bayangan yang terjadi
adalah
A. 1,5 B. 2 C. 3 D. 4 E. 6

53. Sebuah mesin kalor dirancang dapat


menyerap kalor pada suhu 5270C dan
membuang kalor tersebut pada suhu
3270C. Dengan adanya input kalor
sebesar 3000 J, besar usaha terbesar
yang bisa dilakukan mesin tersebut
adalah
A. 3000 J
C. 1200 J
E. 400 J
B. 1600 J
D. 750 J

(UM-UGM 2007)
57. Jarak dari sebuah benda ke sebuah lensa
cembung adalah 100 mm. Bayangan
yang terbentuk memiliki tinggi dua kali
tinggi
bendanya.
Untuk
membuat
bayangan benda menjadi lima kali tinggi
benda, maka jarak benda ke lensa harus
diubah menjadi
A. 80 mm B. 75 mm C. 70 mm D. 65
mm E. 60 mm

(UM-UGM 2013)

4. OPTIK

(UM-UGM 2010)
54. Sebuah lampu berada diantara dua buah
cermin datar yang saling berhadapan.
Jarak kedua cermin adalah a. Lampu tadi
berada pada jarak 0,3a dari salah satu
cermin (cermin pertama). Berikut ini
adalah jarak tiga bayangan pertama
lampu dibelakang cermin pertama yaitu
A. 0,3a;0,6a;0,9a
B. 0,3a;2,3a;4,3a
C. 0,3a;0,7a;1,7a
D. 0,3a;1,7a;2,3a

58. Sebuah objek yang bercahaya berada


jarak L dari sebuah layar. Agar objek ini
memiliki bayangan jelas di layar, maka
panjang focus maksimum yang dapat
dimiliki oleh sebuah lensa yang berada di
antara objek dan layar adalah
A. 4L B. 2L C. L D. L/2 E. L/4
(UM-UGM 2008)

59. Sebuah benda berada 20 cm di sebelah


kiri lensa I (panjang focus + 10 cm).
Lensa II (panjang focus + 11,5 cm)
berada 30 cm di kanan lensa I. Jarak
benda asli dengan bayangan akhir
adalah
A. ~
C. 50 cm
E. 0 cm
B. 100 cm D. 28 cm

5. LISTRIK MAGNET
64. Perhatikan gambar berikut :
Tiga buah kapasitor
identik P, Q, dan R
Q
yang
mula-mula
P
tidak
bermuatan
R
dihubungkan
dengan
sebuah
baterai.
Bila
dibandingkan
dengan besar tegangan listrik pada
kapasitor Q dan R, maka besar tegangan
listrik pada kapasitor P adalah
A. 1/8 kalinya
B. 1/4 kalinya
C. Sama besar
D. 2 kalinya
E. 4 kalinya

(UM-UGM 2013)
60. Sebuah lensa cembung-cembung terbuat
dari suatu kaca dengan indeks bias 1,5
dan memiliki jarak focus 2,5 cm di udara.
Untuk keperluan tertentu, lensa tersebut
dibenamkan ke suatu cairan yang indeks
biasnya 1,3. Maka jarak focus lensa
dalam cairan tersebut adalah
A.
2,8 cm B. 4,2 cm C. 5,6 cm
D. 6,6 cm

E. 8,1 cm

(UM-UGM 2009)

(UM-UGM 2006)

61. Sebuah benda bercahaya terpisah dari


layar sejauh D. Panjang focus maksimum
sebuah lensa yang ditempatkan antara
layar dan benda agar objek tetap
terfokus di layar adalah
A. 4D B. 2D C. D D. D/2 E. D/4

65. Sebuah kubus memiliki rusuk-rusuk


dengan panjang 20 cm. bila muatan 100mC menempati pusat kubus, maka
besarnya usaha yang diperlukan untuk
memindahkan muatan lain +10 mC dari
satu titik sudut ke titik sudut kubus
adalah
A. Nol B. 5 mJ C. 10 mJ D.15 mJ E.25
mJ

(UM-UGM 2006)
62. Panjang gelombang dalam yang
menyinari dua buah celah identik yang
terpisah sejauh 0,1 cm, ketika frinji-frinji
terang yang diamati sejauh 60 cm dari
layar tampak terpisah sejauh 0,048 cm
adalah
A. 8.000
B. 6.000
C. 4.000 D. 3.000

(UM-UGM 2006)
66. Dua buah kapasitor identik yang mulamula belum bermuatan terhubung secara
seri dengan sebuah baterai 10 V. Bila
hanya salah satu dari kedua kapasitor itu
di hubungkan dengan baterai 10 V tadi,
maka energy yang tersimpan adalah E.
Energi total yang tersimpan saat kedua
kapaitor terhubung secara seri dengan
baterai adalah
A. 1/4 E B. 1/2 E C.E D. 2E E.4E

E. 2.000

(UM-UGM 2006)
63. Sebuah celah selebar a disinari oleh
sebuah cahaya monokromatik yang
panjang gelombangnya . Agar minimum
pertama pola difraksi tepat jatuh pada
sudut 300, maka nilai a adalah
A. 1/2 B. 3/4 C. 2 D. 3/2 E. 2

(UM-UGM 2006)
67. Kapasitor 5F diberi muatan dengan
baterai 20 V lalu diisolasi. Selanjutnya
kapasitor ini dihubungkan secara parallel
dengan kapasitor 20F yang mula-mula

(UM-UGM 2007)

tidak bermuatan. Besar muatan akhir


yang dimiliki oleh kapasitor 5F sekarang
adalah
A. 100C B. 80C C. 60C D. 40C E.
20C

dan dihubungkan dengan beda potensial


sebesar V. Sebuah ion bermuatan 3
satuan elementer berawal dari salah satu
pelat dan mengalami percepatan ke pelat
yang lain. Energy kinetic akhir dari ion
tadi adalah
A. eV/3 B. 2eV/3 C. eV D. 3eV E.
3deV

(UM-UGM 2007)
68. Perhatikan gambar.

(UM-UGM 2009)
+Q

-2Q
1m

72. Sistem tiga muatan listrik seperti terlihat


pada gambar.

1m

Muatan +Q coulomb ditempatkan di x = 1 m dan muatan -2Q coulomb di x = +1


m. muatan uji +q coulomb yang
diletakkan di sumbu x akan mengalami
gaya total nol jika diletakkan di x =
A. (3 + 8 ) m
B. 1/3 m
C. 0 m
D. 1/3 m
E. (3 + 8 ) m (UM-UGM 2008)
69. Dua muatan titik diletakkan pada sumbu
x seperti tampak pada gambar.
+Q

+2Q

-3a

+3a

4 cm
Q1

2 cm
Q2

Q3

q1 = +16x10-9 C dan q2 = -9x10-8 C.


Diketahui bahwa muatan q2 berada
dalam keadaan setimbang. Tenaga
potensial elektrostatik muatan q2 dalam
satuan 10-7 J adalah (279:13)
A. -96 B. -89 C. -76 D. -66 E. -56
(UM-UGM 2010)

73. Dua buah konduktor (A dan B), terbuat


dari bahan yang sama dan dengan
panjang yang sama pula. Kawat A
merupakan
kawat
padat
dengan
diameter 1m, sedangkan kawat B adalah
kawat berlubang dengan diameter dalam
1 m dan diameter luarnya 2 m. Besar
perbandingan hambatan RA/RB adalah
A. 4 B. 3 C. 2 D. 2 E. 1

Muatan +2Q ditempatkan di x = +3a dan


muatan +Q ditempatkan di x = -3a.
Besar medan listrik di titik asal O akan
sama dengan nol bila muatan ketiga +4Q
diletakkan di
A. x = +6a B. x = +2a C. x = +a D. x
= -2a E. x = -6a
(UM-UGM 2009)

(UM-UGM 2013)

70. Dua buah partikel QA dan QB terletak


pada sumbu x, dengan partikel A di x = a
dan partikel B di x = -2a. Agar suatu
partikel C di x = 0 tidak mengalami gaya
listrik bila QB =
A.4QA B. 2QA C. QA D. 2QA E. -4QA

74. Perhatikan gambar rangkaian listrik


berikut. Jika nilai r = 10 ohm dan pada
resistor 800 ohm mengalir arus listrik
sebesar 1,2 mA, maka besar
adalah(279)

(UM-UGM 2013)
71. Dua pelat konduktor sejajar terpisah
sejauh d diletakkan dalam ruang hampa

10

(UM-UGM 2006)
78. Perhatikan gambar rangkaian berikut.

A. 2 V B. 4 V C. 6 V D. 10 V E. 12 V
(UM-UGM 2010)
75. Perhatikan gambar.

Besar arus listrik pada hambatan 4 ohm


adalah(108)
A.
1,25 A B. 1 A C. 0,75 A
D. 0,60 A
E. 0,25 A
(UM-UGM 2007)

Jika pembacaan voltmeter menunjukkan


nilai 10,5 V, maka besar arus listrik yang
mengalir melalui rangkaian adalah
A. 0,05 A
C. 0,3 A
E. 0,7 A
B. 0,1 A
D. 0,9 A

79. Perhatikan gambar, Jika ammeter A1


dilewati arus 10 A, maka arus yang
melewati ammeter A2 adalah (140)

(UM-UGM 2013)
76. Besar arus listrik yang mengalir melalui
hambatan 5 ohm adalah(279)
A. 2 A

B. 4 A C. 6 A D. 8 A E. 10 A

(UM-UGM 2008)

A. 3 A

B. 2,4 A

D. 0,67 A

E. 0,42 A

80. Arus listrik 3 A mengalir dari X menuju Y


sehingga besar beda potensial antara X
dan Y adalah 12 volt. Besar hambatan R
adalah(189)

C. 1,5 A

(UM-UGM 2010)
77. Bila I adalah arus yang melalui hambatan
8 ohm, maka besar kuat arus yang
mengalir melalui hambatan 5 ohm
adalah (45)

A. 1 ohm B. 2 ohm
ohm E. 5 ohm

C. 3 ohm D. 4

(UM-UGM 2009)

A. I

B. 2I

C. 3I

D. 4I

81. Perhatikan gambar berikut. Apabila titik a


dan b dihubungkan dengan sebuah
kawat
penghantar
yang
memiliki
hamabtan 0,0002 ohm, maka besar kuat
arus yang mengalir melalui kawat
penghantar tersebut adalah(140)

E. 5I

11

85. Dua kawat logam P dan Q pada ruang


hampa terpisah pada jarak 4 cm dan
secara berurutan membawa arus 1 A dan
5 A yang mengalir pada arah yang sama.
Jika P dipertahankan sedangkan Q bebas
bergerak, maka gaya per satuan panjang
yang harus dikenakan pada Q agar tetap
pada posisi yang sama bernilai sekitar
A. 2,5x10-5 N/m, mendekati P
B. 2,5 x105 N/m, menjauhi P
C. 5x10-5 N/m, mendekati P
D. 5 x10-5 N/m, menjauhi P

b
16

A. 0 A B. 1,2 A
3,2 A

C. 1,6 A

D. 2,4 A

E.

(UM-UGM 2008)
82. Dua buah resistor yang sama besar dan
terhubung seri, dirangkaikan dengan
sebuah baterai sehingga daya total yang
terdisipasi adalah 20 watt. Bila kedua
resistor dihubungakan parallel, maka
besar daya total yang terdisipasi adalah
A. 80 W B. 60 W C. 40 W D. 20 W E.
10 W

E. 7,5 x10-5 N/m, tegak lurus bidang yang


dibentuk P dan Q
(UM-UGM 2007)
86. Sebuah elektron bergerak ke arah sumbu
x positif memasuki daerah yang memiliki
medan listrik E kea rah sumbu z positif.
Agar elektron tersebut tetap bergerak
lurus, maka di daerah tadi harus
ditambahkan medan magnet dengan
arah ke sumbu
A. z+ B. z- C. x+ D. x- E. y-

(UM-UGM 2006)
83. Sebuah iduktor dan kapasitor masingmasing
dengan
induktansi
dan
kapasitansi 20H dan 4 F dihubungkan
secara seri dengan generator 60 Hz, 120
V AC. Besar beda potensial pada ujungujung inductor adalah sekitar
A. 84 V
B. 108 V
C. 132 V
D. 144 V
E. 160 V

(UM-UGM 2013)
87. Sebuah proton bergerak kearah sumbu
+Z setelah dipercepat melalui suatu beda
potensial tertentu. Proton itu kemudian
melalui suatu daerah dengan medan
listrik E ke arah sumbu +X dan medan
magnet B ke arah sumbu +Y. Ternyata
arah gerak proton tidak terpengaruh. Bila
percobaan ini diulang dengan mengganti
proton dengan sebuah electron, maka
electron akan
A. Terbelokkan kea rah sumbu X
B. Terbelokkan kea rah sumbu +X
C. Terbelokkan kea rah sumbu +Y
D. Terbelokkan kea rah sumbu Y
E. Tidak terpengaruh arah geraknya

(UM-UGM 2006)

84. Perhatikan gambar.


1
2
d
I

2I
P

(UM-UGM 2007)
Jarak titik P dari kawat 1 agar pada titik
tersebut
tidak
merasakan
induksi
magnetic adalah
A. 3d/2
C. d
E. d/3
B. 4d/3
D. 2d/3

88. Partikel dengan muatan dua kali muatan


electron bergerak dalam medan magnet
homogen B secara tegak lurus. Besar
medan B adalah /4 tesla. Bila frekuensi
sinklotron partikel tadi adalah 1600 Hz,
maka besar massanya adalah

(UM-UGM 2013)

12

A.
B.
C.
D.
E.

2,5x10-29
1,2x10-23
3,3x10-23
5,0x10-23
7,5x10-23

kg
kg
kg
kg
kg

D. 0,5 T kearah sumbu y negative


E. 2.0 T kearah sumbu z positif
(UM-UGM 2009)

(UM-UGM 2008)

6. FISIKA MODERN

89. Suatu rangkaian RLC seri dihubungkan


dengan sumber arus bolak-balik dengan
tegangan maksimum 100 V. Bila
amplitude tegangan VR, VL, dan VC sama
besar, maka nilai VR adalah
A. 33 V
C. 67 V
E. 100 V
B. 50 V
D. 87 V

92. Dua partikel dengan massa sama besar


tetapi dengan muatan listrik berbeda
yaitu q2 = 9 C dan q2 = 1 C dilepas
tanpa kelajuan awal dari titik A. kedua
partikel lalu mengalami gerak dipercepat
menuju titik B oleh beda potensial listrik
antara A dan B sebesar 1 kV. Besar
perbandingan panjang gelombang de
Broglie partikel kedua dan partikel
pertama adalah
A.
3 B. 2 C. 1 D. E. 1/3

(UM-UGM 2013)
90. Sebuah radio biasnya di tunning agar
dapat menerima siaran suatu stasiun
radio dengan mengubah nilai kapasitor
dalam sebuah rangkaian LC. Untuk
menerima siaran dari stasiun yang
memancarkan siaran dalam frekuensi 66
kHz, kapasitor radio tersebut di tunning
pada nilai C1. Untuk menerima siaran dari
stasiun yang memancarkan siaran dalam
frekuensi 1200 kHz, maka kapasitor
harus di tunning pada kapasitas
A. 4C1
B. 2C1
C. C1/2
D. C1/4

(UM-UGM 2007)
93. Pada peristiwa efek fotolistrik kelajuan
maksimum elektron yang lepas dari
logam bergantung pada
(1) Intensitas cahaya yang dating
(2) Frekuensi sinar datang
(3) Sudut yang dibentuk oleh cahaya
terhadap permukaan logam
(4) Energy ambang logam

E. C1 2

(UM-UGM 2009)

(UM-UGM 2007)

91. Partikel bermuatan q =-0,04 C bergerak


tegak lurus masuk ke dalam daerah
bermedan magnet seragam B dengan
kecepatan v = 2x104 m/s sebagaimana
yang tampak pada gambar.
v

94. Benda hitam pada suhu T memancarkan


radiasi dengan daya sebesar 300 mW.
Radiasi benda hitam tersebut pada suhu
T akan menghasilkan daya sebesar
A.
300 mW B. 150 mW C. 75 mW
D. 37,5 mW E. 18,75 mW

(UM-UGM 2009)

x
F
Akibatnya partikel tersebut mengalami
gaya magnet sebesar 400 N. Maka dapat
kita simpulkan bahwa besar medan
magnet B adalah
A. 1,5 T kearah sumbu y negative
B. 1,5 T kearah sumbu y positif
C. 0,5 T kearah sumbu y positif

95. Sebuah bahan dari nikel (Z=28)


ditembaki dengan elektron berkelajuan
tinggi. Energy kinetic minimum elektron
yang dibutuhkan agar proses tadi dapat
menghasilkan sinar X dalam deret K
bernilai sekitar
A. 10 eV B. 100 eV C. 1.000 eV D.
10.000 eV E. 100.000 eV
(UM-UGM 2006)

13

102.
Inti AXz akan mengalami peluruhan
spontan dalam dua tahap untuk
menghasilkan inti A-1Xz-1. Reaksi-reaksi
berikut paling berpeluang terjadi dalam
tiap tahapan akan mengalami
Tahap pertama
Tahap kedua
A pemancaran
pemancaran
partikel
partikel
B pemancaran
pemancaran
partikel
partikel alfa dan
antineutrino
C pemancaran
pemancaran sinar
partikel alfa
D pemancara satu pemancaran
dua
deuteron
neutron
E pemancaran
pemancaran
partikel
partikel alfa dan
neutrino

96. Energy
yang
dibutuhkan
untuk
melepaskan kedua elektron Helium pada
keadaan tingkat dasar adalah 79 eV.
Energy
yang
dibutuhkan
untuk
mengionisasikan
atom
Helium
(melepaskan satu elektronnya) bernilai
A. 65,4 eV B. 54,4 eV C. 51,8 eV D. 39,5
eV E. 24,6 eV
(UM-UGM 2006)
97. Dalam spectrum hydrogen, rasio panjang
gelombang terpendek untuk radiasi
Paschen terhadap panjang gelombang
terpanjang radiasi Balmer adalah
A. 5/48 B. 5/4 C. 1/3 D. 3 E. 9
(UM-UGM 2008)
98. Momentum sudut orbital yang tidak
mungkin dimiliki oleh elektron dalam
suatu atom adalah
A. 0 B. 2 h C. 6 h D. 10 h E. 2 14
h

(UM-UGM 2007)
103.
Di dalam inti setiap bintang di
jagad raya ini terjadi reaksi termonuklir
yang
mengakibatkan
perubahan
(konversi) dari hydrogen menjadi helium.
Dari setiap 1kg ini hydrogen yang diubah
menjadi helium terpancar energy radiasi
sebesar 6x1014 J. Perkirakanlah massa
helium yang terletak dibentuk diseluruh
bintang yang ada di galaksi bimasakti
dengan menganggap unsure galaksi kita
ini 1010 tahun dan energy radiasi yang
dipancarkan oleh semua bintang itu tiap
detiknya 4x1035 Watt
A.
1035 kg B. 2x1039 kg C. 3x1039 kg
D. 4x1039 kg E. 5x1042 kg

(UM-UGM 2008)
99. Ketika atom hydrogen mengalami transisi
dari tingkat eksitasi kedua menuju ke
keadaan dasar, energy dari foton yang
dipancarkannya adalah
A. 0 eV B. 1,2 eV C. 9,1 eV D. 12,1 eV
E. 13,6 eV
(UM-UGM 2009)
100.
Umur paruh dari Radium adalah
1600 tahun. Bila sebongkah batu
mengandung 0,2 gram radium, maka
jumlah radium dalam batu tersebut
12800 tahun yang lalu adalah
A. 31,2 g
C. 51,2 g
E. 71,2 g
B. 41,2 g
D. 61,2 g

(UM-UGM 2008)
104.
Sebuah meson memiliki umur
paro T. Bila suatu berkas meson
bergerak dengan kecepatan . Maka
intensitas berkas meson tadi akan
menjadi setengah nilai mula-mulanya
pada jarak
A.
T(1-)/(1+)
B.
cT/(1-2)1/2
C.
vT
D.
(1-2)1/2 vT
E.
cT

(UM-UGM 2013)
101.
Umur paruh 24Na adalah 15 hari.
Waktu yang diperlukan agar 75% sampel
nuklida yang mengandung nuklida ini
meluruh adalah
A. 15 hari B. 30 hari C. 45 hari D. 60
hari E. 75 hari
(UM-UGM 2006)

(UM-UGM 2010)

14

105.
Setelah menyerap suatu neutron,
suatu inti atom memancarkan partikel dan kemudian terbelah menjadi dua
partikel alfa. Dengan demikian nilai (A,Z)
inti atom awal berturut-turut adalah
A. 8,4 B. 7,3 C. 7,2 D. 6,3 E. 6,2

110.
Sebuah partikel dengan massa
diam m bergerak dengan kelajuan 0,6c.
Besar energy kinetiknya adalah
A. 1,25 mc2 B. mc2 C. 0,25 mc2 D. 0,22
mc2 E. 0,18 mc2
(UM-UGM 2010)

(UM-UGM 2010)
106.
Sebuah benda bermassa 4 kg
bergerak dengan kecepatan 3/5 c
berbenturan dengan benda yang serupa
tetapi bergerak dengan kecepatan 3/5 c
kearah
berlawanan.
Bila
setelah
berbenturan kedua benda menyatu dan
tidak ada energy yang teradiasikan, maka
massa benda gabungan setelah benturan
adalah
A. 4 kg B. 6,4 kg C. 8 kg D. 10 kg E.
13,3 kg

Suatu hari Einstein pernah ditanya


oleh seorang wartawan,
Mr.Einstein,
jika
anda
diberi
kesempatan
untuk
mengajukan
pertanyaan kepada Tuhan, maka
pertanyaan seperti apa yang akan
anda tanyakan?

(UM-UGM 2006)
107.
Sebuah foton membentur sebuah
elektron yang awalnya dalam keadaan
diam. Proses ini menghasilkan pasangan
elektron-positron dan fotonya lenyap.
Dua elektron dan satu positron tadi
bergerak dengan kelajuan yang sama
dan arah yang sama pula. Energy foton
tadi bernilai sekitar
A.mc2 B. 2mc2 C. 3mc2 D. 4mc2 E. 5mc2

Lantas Einstein menjawab, Apa yang


ada
sebelum
Big Bang,
karena
setelahnya
hanyalah
masalah
matematika saja.
Namun selang beberapa saat,
Bukan.,Bukan itu yang akan saya
tanyakan.
Untuk apa Dia ciptakan semua ini.
Ya..,untuk apa Dia ciptakan semua ini,
karena dengan begitu saya akan
mengetahui apa makna dan tujuan dari
hidup saya

(UM-UGM 2006)
108.
Kelajuan partikel yang memiliki
momentum linier 5 MeV/c dan energy
relativistic total 10 MeV adalah
A. 0,25c B. 0,5c C. 1/ 3 c D. 0,75c E. c
(UM-UGM 2007)
109.
Bila K adalah energy kinetic
relativistic dari sebuah partikel dan v
adalah kecepatannya, maka massa diam
partikel tersebut diberikan oleh
A. K/c2 ( ( ) + 1)
B. K/c2 ( ( ) + 1 {v2c2})
C. K/c2 ( ( )
D. K/c2 ( ( ) + v2c2)
E. K/c2 ( ( ) {v2c2})

Jogja,
June 13, 2014 [02.33 a.m]

(Sastrawan Fisika)

(UM-UGM 2008)

15