Anda di halaman 1dari 3

SUMMARY KASUS

RUANG URO
Pasien Tn. H umur 60 tahun asal Maumere, pekejaan petani masuk RS
wahidin tanggal 16 April 2015 dengan keluhan nyeri pinggang kanan menjalar
sampai ke belakang. Keluhan nyeri ini disertai rasa mual (+) dan muntah (-). Nyeri
yang dirasakan hilang timbul seperti ditusuk-tusuk, lama waktu nyeri tidak
menentu, kadang hingga satu jam. Jika nyeri datang kadang pasien berguling-guling
di rumput. Keluhan nyeri pinggang dirasakan sejak dua tahun yang lalu, hanya saja
klien menganggap itu penyakit biasa akibat kecapean. Sebelum masuk RS pola
aktivitas klien adalah pergi ke kebun dari pagi hari dan pulang siang hari bahkan
sore hari. Selama pergi ke kebun, klien tidak pernah membawa bekal atau minuman
selama di kebun. Jika klien haus, klien hanya memetik pohon kelapa dan meminum
air dari 1 buah kelapa. Hal ini klien lakukan sejak lama. Pola makan klien baik.
Dalam sehari klien makan 3 kali dan porsi dihabiskan. Klien memiliki riwayat sakit
asma, dahulu klien adalah pengkonsumsi alkohol. Tapi semenjak dua tahun terakhir
ini, klien telah berhenti. Saat pengkajian yang dilakukan pada tanggal 28 April 2015,
tanda-tanda vital pada klien (TD 120/80 mmHg, P 20 x/mnt, N 60 x/mnt dan Suhu
36,1 0C). Klien mengeluh nyeri pinggang kanan dan menjalar sampai ke belakang.
Jika nyeri datang, klien tidak bisa tidur. Skala nyeri 3 dan pada saat itu klien tampak
meringis, tampak ibu mengusap-usap daerah nyeri dengan minyak tawon. Klien
tidak mengalami nyeri dan kesulitan saat BAK. Klien juga bertanya-tanya kapan
dilakukan tindakan tembak ginjal (ESWL). Klien merasa sudah terlalu lama di Rs dan
ingin cepat kembali ke Maumere.
Pemeriksaan diagnostik USG yang dilakukan pada tangal 10/04/2015 terdapat
kesan Nefrolitiasis Dekstra ; Hipertropi prostat. Tanggal 14/04 2015 pemeriksaan
foto BNO terdapat kesan Suspek Nefrolitiasis Dekstra dan pemeriksaan IVU terdapat
kesan Batu Pelviuretero Junction Dekstra. Adapun hasil pemeriksaan Laboratorium
Tn H adalah sebagai berikut :
No

Pemeriksaan

1.

Fungsi ginjal
Ureum
Kreatinin

2.

3.

4.

Hasil
15 mg/dl
0,90 mg/dl

Fungsi Hati
SGOT
SGPT

26 u/L
27 u/L

Kimia Lain
Asam urat

6,7 mg/dl

Imunoserologi
PSA

3.43 mg/dl

Rentang Normal
10 -50 mg/dl
L ( < 1,3 ) P ( < 1,1 )
mg/dl
< 38
< 41

u/L
u/L

L ( 2,4 7,0 ) P ( 2,4 5,7


) mg/dl
0 4,00 mg/dl

Diagnosa yang diangkat :


1. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan hidrostatik
2. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan

Diagnosa Keperawatan/
Masalah Kolaborasi
Nyeri akut berhubungan dengan:
Agen injuri (biologi, kimia, fisik,
psikologis), kerusakan jaringan
-

DS:
Laporan secara verbal
DO:
Posisi untuk menahan nyeri

Tingkah laku berhati-hati


Gangguan tidur (mata sayu, tampak
capek, sulit atau gerakan kacau,
menyeringai)
Terfokus pada diri sendiri

Fokus menyempit (penurunan


persepsi waktu, kerusakan proses
berpikir, penurunan interaksi dengan

orang dan lingkungan)


Tingkah laku distraksi, contoh : jalanjalan, menemui orang lain dan/atau

aktivitas, aktivitas berulang-ulang)


Respon autonom (seperti diaphoresis,
perubahan tekanan darah, perubahan

nafas, nadi dan dilatasi pupil)


Perubahan autonomic dalam tonus
otot (mungkin dalam rentang dari
lemah ke kaku)
Tingkah laku ekspresif (contoh :
gelisah, merintih, menangis, waspada,
iritabel, nafas panjang/berkeluh kesah)
Perubahan dalam nafsu makan dan
minum

Diagnosa Keperawatan/
Masalah Kolaborasi
Kecemasan berhubungan dengan
Faktor keturunan, Krisis situasional,
Stress, perubahan status kesehatan,
ancaman kematian, perubahan konsep
diri, kurang pengetahuan dan
hospitalisasi
-

DO/DS:
Insomnia
Kontak mata kurang
Kurang istirahat
Berfokus pada diri sendiri
Iritabilitas
Takut
Nyeri perut
Penurunan TD dan denyut nadi
Diare, mual, kelelahan

Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

NOC :
NIC :

Pain Level,

Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk

pain control,
lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor
presipitasi

comfort level
Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Setelah
dilakukan
tinfakan
Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan
keperawatan selama . Pasien tidak
mengalami nyeri, dengan kriteria hasil:
dukungan
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti
Mampu mengontrol nyeri (tahu
suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan
penyebab
nyeri,
mampu
Kurangi faktor presipitasi nyeri
menggunakan
tehnik
nonfarmakologi untuk mengurangi
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
nyeri, mencari bantuan)

Ajarkan tentang teknik non farmakologi: napas dala,


Melaporkan bahwa nyeri berkurang
relaksasi, distraksi, kompres hangat/ dingin
dengan menggunakan manajemen
Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri: ...
nyeri

Tingkatkan istirahat
Mampu mengenali nyeri (skala,
Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri,
intensitas, frekuensi dan tanda
berapa lama nyeri akan berkurang dan antisipasi
nyeri)
ketidaknyamanan dari prosedur
Menyatakan rasa nyaman setelah
Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian
nyeri berkurang
analgesik pertama kali
Tanda vital dalam rentang normal
Tidak mengalami gangguan tidur

Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

NOC :
Kontrol kecemasan
Koping
Setelah dilakukan asuhan selama
klien kecemasan teratasi
dgn kriteria hasil:
Klien mampu mengidentifikasi
dan mengungkapkan gejala
cemas
Mengidentifikasi,
mengungkapkan
dan
menunjukkan tehnik untuk
mengontol cemas
Vital sign dalam batas normal
Postur tubuh, ekspresi wajah,
bahasa tubuh dan tingkat
aktivitas
menunjukkan

NIC :
Anxiety Reduction (penurunan kecemasan)

Gunakan pendekatan yang menenangkan

Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku


pasien

Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan


selama prosedur

Temani pasien untuk memberikan keamanan dan


mengurangi takut

Berikan informasi faktual mengenai diagnosis,


tindakan prognosis

Libatkan keluarga untuk mendampingi klien

Instruksikan pada pasien untuk menggunakan tehnik


relaksasi

Dengarkan dengan penuh perhatian

Identifikasi tingkat kecemasan

Gangguan tidur
Gemetar
Anoreksia, mulut kering
Peningkatan TD, denyut nadi, RR
Kesulitan bernafas
Bingung
Bloking dalam pembicaraan
Sulit berkonsentrasi

berkurangnya kecemasan

Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan


kecemasan
Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi
Kelola pemberian obat anti cemas:........