Anda di halaman 1dari 18

Laporan Praktikum Rangkaian Penguat Basis, Emitter dan Collector

Laporan
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Praktikum Elektronika
Analog yang diampu oleh : Drs. Tjetje Gunawan

Disusun oleh:
Azhar Ibnush Sholih Hamdani
1407024

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2016

A. Judul Praktikum
Judul praktikum kali ini adalah Rangkaian Penguat Basis, Emiter dan
Collector (Common Base, Common Emitter & Common Collector Circuit)

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah setiap rangkaian (basis, emitter dan
collector) dapat mengukur tegangan, arus, dan penguatan daya, hubungan fase
antara tegangan input dan output dan juga resistansi input dan output

C. Teori dasar
Salah satu fungsi utama transistor adalah sebagai penguat sinyal. Dalam
hal ini transistor bisa dikonfigurasikan sebagai penguat tegangan, penguat arus
maupun sebagai penguat daya.
Berdasarkan sistem pertanahan transistor (grounding) penguat transistor
dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Penguat Common Base (grounded-base)
Penguat Common Base adalah penguat yang kaki basis transistor di
groundkan, lalu input di masukkan ke emitor dan output diambil pada kaki
kolektor. Penguat Common Base mempunyai karakter sebagai penguat
tegangan.
Penguat Common base mempunyai karakter sebagai berikut :
Adanya isolasi yang tinggi dari output ke input sehingga
meminimalkan efek umpan balik.

Mempunyai impedansi input yang relatif tinggi sehingga cocok untuk


penguat sinyal kecil (pre amplifier).

Sering dipakai pada penguat frekuensi tinggi pada jalur VHF dan UHF.
Bisa juga dipakai sebagai buffer atau penyangga
2. Penguat Common Emitor
Penguat Common Emitor adalah penguat yang kaki emitor transistor
di groundkan, lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki
kolektor. Penguat Common Emitor juga mempunyai karakter sebagai penguat
tegangan.
Penguat Common Emitor mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Sinyal outputnya berbalik fasa 180 derajat terhadap sinyal input.
Sangat mungkin terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif,
sehingga sering dipasang umpan balik negatif untuk mencegahnya.

Sering dipakai pada penguat frekuensi rendah (terutama pada sinyal


audio).

Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung


pada kestabilan suhu dan bias transistor.
3. Penguat Common Collector
Penguat Common Collector adalah penguat yang kaki kolektor
transistor di groundkan, lalu input di masukkan ke basis dan output diambil

pada kaki emitor. Penguat Common Collector juga mempunyai karakter


sebagai penguat arus .
Penguat Common Collector mempunyai karakteristik sebagai
berikut :
Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal input (jadi tidak membalik fasa
seperti Common Emitor)

Mempunyai penguatan tegangan sama dengan 1.


Mempunyai penguatan arus samadengan HFE transistor.
Cocok dipakai untuk penguat penyangga (buffer) karena mempunyai
impedansi input tinggi dan mempunyai impedansi output yang rendah.

D. Metode Praktikum
1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini berlangsung pada 25 Februari 2016, 3,10,17,24 dan 31 Maret
2016 di Laboratorium Elektronika Industri FPTK UPI pada pukul 13.00 17.00 WIB.

2. Alat dan Bahan


Rangkaian Penguat Basis
a. Alat
1) Project Board
2) Multimeter
3) Osiloskop
4) Function Generator
5) Power Supply
6) Kabel Penjepit buaya
7) Kabel Probs Osiloskop

b. Bahan
1) Resistor 10 K
2) Resistor 47 K
3) Resistor 1K
4) Resistor Variabel 10K
5) Resistor Variabel 50K
6) Capasitor 470 F
7) Capasitor 100 F
8) Transistor BD 130

1 Buah
1 Buah
2 Buah
1 Buah
1 Buah
1 Buah
2 Buah
1 Buah

b. Bahan
1) Resistor 10 K
2) Resistor 47 K
3) Resistor 1 K
4) Resistor Variabel 10K
5) Resistor Variabel 50K
6) Capasitor 470 F
7) Capasitor 100 F
8) Transistor BD 130

2 Buah
1 Buah
1 Buah
1 Buah
1 Buah
1 Buah
2 Buah
1 Buah

c.
Rangkaian Penguat Emiter
a. Alat
1) Project Board
2) Multimeter
3) Osiloskop
4) Function Generator
5) Power Supply
6) Kabel Penjepit buaya
7) Kabel Probs Osiloskop
d.

Rangkaian Penguat Basis


a. Alat
1) Project Board
2) Multimeter
3) Osiloskop

4)
5)
6)
7)

Function Generator
Power Supply
Kabel Penjepit buaya
Kabel Probs Osilosko

9)
b. Bahan
1) Resistor 10 K
2) Resistor 47 K

2 Buah
2 Buah

3) Resistor Variabel 10K


4) Capasitor 100 F
5) Transistor BD 130

1 Buah
2 Buah
1 Buah

10)
E. Rancangan
Percobaan
11)

Percobaan menyusun rangkaian penguat basis


12) Gambar 1. Rangkaian penguat basis

13)
14)
15)
16)
17)
18)
19)
20)
21)
22)
23)
24)
Gambar 2.
Rangkaian Penguat
Emiter
25)
26)
27)
28)
29)
30)
31)
32)
33)
34)
35)
36)

Gambar 3. Rangkaian Penguat Collector


37)
38)

F. Langkah Kerja
Rangkaian Penguat Basis

a. Menyusun komponen menjadi sebuah rangkaian sesuai dengan gambar


perancangan diatas
b. Mengatur Power Supply sehingga outputnya menjadi 9 V DC (Mengukur
menggunakan Multimeter)
c. Menghubungkan Power Supply dengan input rangkaian menggunakan kabel
d. Pada U2 dan U1 mengukur tegangan pada rangkaian menggunakan

multimeter, Atur Resistor variable 10 K agar

U 2=

1
2

Tegangan input.

Mencatat hasil dan mendokumentasikan


e. Menghubungkan function generator ke U3, atur sehingga U1 = 10 mVpp dan
U2 = 1.8 Vpp pada frekuensi 1KHz. Ukur dengan osiloskop, mencatat hasil
f.

dan medokumentasikan.
Memasukkan R3, lalu mengukur U3 menggunakan osiloskop. Mencatat hasil

dan mendokumentasikan.
g. Mengukur beda fasa pada U1 dan U2 menggunakan osiloskop. Mencatat
hasil dan mendokumentasikan
h. Menyambungkan Resistor Variabel 50 K pararel dangan U2 sebelah C =

100F. Menyesuaikan resistor variable sehingga

U '2=

U2
2 . Mengukur

besar resistor variable. Mencatat hasil dan mendokumentasikan.


39)

Rangkaian Penguat Emitter


a. Menyusun komponen menjadi sebuah rangkaian sesuai dengan gambar
perancangan diatas
b. Mengatur Power Supply sehingga outputnya menjadi 9 V DC (Mengukur
menggunakan Multimeter)
c. Menghubungkan Power Supply dengan input rangkaian menggunakan kabel
d. Pada U2 mengukur tegangan pada rangkaian menggunakan multimeter, Atur

Resistor variable 10 K agar

U 2=

1
2

Tegangan input. Hitung harga

resistansi resistor variable. Mencatat hasil dan mendokumentasikan


e. Menghubungkan function generator ke U3, atur sehingga U1 = 10 mVpp dan
U2 = 1.8 Vpp pada frekuensi 1KHz. Ukur dengan osiloskop, mencatat hasil
f.

dan medokumentasikan.
Memasukkan R3, lalu mengukur U3 menggunakan osiloskop. Mencatat hasil

dan mendokumentasikan.
g. Mengukur beda fasa pada U1 dan U2 menggunakan osiloskop. Mencatat
hasil dan mendokumentasikan

h. Menyambungkan Resistor Variabel 50 K pararel dangan U2 sebelah C =

U '2=

100F. Menyesuaikan resistor variable sehingga

U2
2 . Mengukur

besar resistor variable. Mencatat hasil dan mendokumentasikan.

40)
Rangkaian Penguat Collector
a. Menyusun komponen menjadi sebuah rangkaian sesuai dengan gambar
perancangan diatas
b. Mengatur Power Supply sehingga outputnya menjadi 9 V DC (Mengukur
menggunakan Multimeter)
c. Menghubungkan Power Supply dengan input rangkaian menggunakan kabel
d. Pada U2 mengukur tegangan pada rangkaian menggunakan multimeter,

U 2=

Us
0.6 . Mencatat hasil dan mendokumentasikan
2

e. Menghubungkan function generator ke U3, atur sehingga U1 = 2.0 Vpp dan


U2 = 2.0 Vpp pada frekuensi 1KHz. Ukur dengan osiloskop, mencatat hasil
f.

dan medokumentasikan.
Mengukur U1 dan U2 menggunakan osiloskop. Mencatat hasil dan

mendokumentasikan.
g. Memasukkan R3, lalu mengukur U3 menggunakan osiloskop. Mencatat hasil
dan mendokumentasikan.
h. Mengukur beda fasa pada U1 dan U2 menggunakan osiloskop. Mencatat
i.

hasil dan mendokumentasikan


Mengatur function generator, atur hingga U1 = 0.10 Vpp. Menyambungkan
Resistor Variabel 10 K pararel dangan U2 sebelah C = 100F.

Menyesuaikan resistor variable sehingga

U '2=

U2
2 . Mengukur besar

resistor variable. Mencatat hasil dan mendokumentasikan.


41)

G. Hasil Praktikum
Rangkaian Penguat Basis
1. Mengoperasikan Resistor Variabel 10K
42) U1 = 5 V
43) U2 = 0.2 V
2. Mengukur tegangan input dan output setelah diberi sinyal
44) U1 = 10 mVpp
45) U2 = 1,6 Vpp
3. Memasukkan R3 dan mengukur tegangan di U3
46) U3 = 0.2 Vpp
4. Mengukur beda fasa antara frekuensi input dan output

47)

=0

5. Menghubungkan resistor variable 47K pararel dengan U2 dan C=100F


48) U2 = 0.8 Vpp
49) RL = 9.5 K
50)
51)

Rangkaian Penguat Emitter


1. Mengoperasikan Resistor Variabel 10K
52) U1 = 5 V
53) R2 = 5.5 K
2. Mengukur tegangan input dan output setelah diberi sinyal
54) U1 = 10 mVpp
55) U2 = 2.0 Vpp
3. Memasukkan R3 dan mengukur tegangan di U3
56) U3 = 0.12 Vpp
4. Mengukur beda fasa antara frekuensi input dan output
57)

=180

5. Menghubungkan resistor variable 47K pararel dengan U2 dan C=100F


58) U2 = 1.0 Vpp
59) RL = 6.5 K

60)
Rangkaian Penguat Collector
1. Mengoperasikan Resistor Variabel 10K
61) U2 = 4 V
2. Mengukur tegangan input dan output setelah diberi sinyal
62) U1 = 2.0 Vpp
63) U2 = 2.0 Vpp
3. Memasukkan R3 dan mengukur tegangan di U3
64) U3 = 3.0 Vpp
4. Mengukur beda fasa antara frekuensi input dan output
65)

=0

5. Menghubungkan resistor variable 47K pararel dengan U2 dan C=100F


66) U2 = 50 mVpp
67) RL = 250
68)
H. Latihan
Rangkaian Penguat Basis
1. Berapa besar penguatan tegangan?

U2
1.6 V
V
=
=
=160
u
69)
U 1 0.010V

2. Berapa besar penguatan arus?


70)

I2
U
U U 1
; I 2= 2 =; I 1= 3
I1
RL
R3

U 2 . R3
1.6 V 1 K
1.6 K
=
=
=
=0.842
71)
R L (U 3U 1) 10 K(0.2 V 0.01V ) 1.9 K
3. Berapa besar penguatan daya?
72)

V p=V u

73)

V p=160 0.842

74)

V p=134.72

4. Berapa nilai resistansi input untuk rangkaian Re?


75)

R'e =

U 1 0.01 Vpp
=
=52.6
I 1 0.19 mApp

76) (Rangkaian pararel dari R4 dan Re sama dengan resistansi input dari
transistor.)
77)

1
1
1
=
+
'
R e R EB R4

78)

1
1
1
=

;
R EB 52.6 1000

79)

R EB=

80)

R EB=55.52 ; perkiraan error 5%, error ini juga berpengaruh pada hasil

1000 52.6
=55.52
100052.6

nomor (2) dan (3) dan berdampak pada peningkatan masing-masing

Vp .
5. Berapa nilai dari resistansi output?
i. Dari rangkaian?
81)

Mengukur dengan metode

U
2 ;

ii. Dari transistor?

82)

1
1
1
= +
'
R l R L R CB

83)

1
1
1
=

R CB 9.5 K 10 K

84)

RCB =

10 9.5
=190 K RL
109.5

Rangakaian Penguat Emitter

1. Berapa besar penguatan pada tegangan ?


85)

V U=

U2
2.0V
=
=200
U 1 0.010V

2. Berapa besar penguatan pada arus?

R'L= 9.5 K

dan

86)

87)
88)

I2
U
U U 1 0.1 2V 0.01 V
; I 2= 2 ; I '1= 3
=
=arus input dari rangkaian.
I1
RL
R3
10 k
=

U2 . R3
R L ( U 3U 1 )

2.0 V 1 0 K
=18.18
10 K ( 0.12 V 0.01 V )

*Ketidak akurasiaan antara arus input dari transistor tidak termasuk ke

dlaam hitungan
89)
Resistansi input dari rangkaian:

U1
0.01V
=
=90 9 . 0 9 =0.90 K
I 1 ' 0.00 0 011 A

90)

R'e =

91)

1
1
1 1
=
+ +
R e ' RBE R 1 R2

92)

1
1
1
1
=

R BE 0.90 K 4.7 K 5.5 K

93)

RBE =

0.90 K 4.7 K5.5 K


4.7 K 5.5 K0.90 K 5.5 K0.90 K 4.7 K

94)

RBE =

23.265
25.854.954.23

95)

RBE =1.39 K =resistansiinput dari transistor .

96)

d ari I 1=

0.01V
=7.19 A
1.39 k

97)

d ari =

I 2 200 A
=
=27.81
I 1 7.19 A

3. Seberapa besar penguatan daya?


98)

V p=V u .

99)

V p=200 27.81

100)

V p=5562 V

4. Berapa nilai resistansi input dari transistor?


101) Mengacu pada nomor 2 .
102) RBE = 1.39 K
2. Berapa nilai dari output resistansi dari transistor?
103)

1
1
1
1
1
=
=

R CE RL ' R L 6.5 K 10 K

104)

RCE =

10 K 6.5 K
10 K+ 6.5 K

105)

RCE =

10 K 6.5 K
10 K6.5 K

106)

RCE =18.57 K

107)

Rangkaian Penguat Collector


1. Berapa besar penguatan pada tegangan ?

108)

V U=

U 2 2.0 V
=
1 V
U 1 2.0 V

2. Berapa besar penguatan pada arus?


109)
Hitung resistansi input dari rangkaian dengan I1 dan dari resistansi
input resistansi transistor dan input arus dan dari perhitungan .

U 2 ' U 3U 1 ( 32 ) V
;I =
=
=0.1 m A
RL 1
R3
10 k

110)

I2 =

111)

U 1 R'e =

112)

1
1 1 1
= + +
R e ' Re R1 R2

113)

1
1
1
1
=

R e 20 k 47 k 47 k

114)

Re =

115)

Re =134.285 K

116)

I1 =

117)

U1
2V
=
=20 k
I 1 ' 0.1 mA

20 K 4 7 K 47 K
4 7 K 47 K20 K 47 K2 0 K 4 7 K

2V
=14.89 A
134.285 k

I 2 200 A
=
=13.4 3
I 1 14.89 A

3. Seberapa tinggi power gain?


118)

V p=V u .

119)

V p=1 13.43=13.43Volt

4. Berapa nilai resistansi input ?


120) Lihat ke nomor 2 .
121) Re =134.28 k

122)

5. Berapa nilai dari output resistansi ?

123)

h itung R L =25 0 R L =( 10 k ) R a

'

3.9V
=390 A , dengan R'L=25 0
10 k

124)

I c I e=

125)

h anya untuk U 2 max =39 0 A 25 0 =0.0975V pp kemungkina n

126)
127)
128)
129)
130)
6. Hasil dari 3 rangkaian penguatan (Basis, Emitter, Collector) diberikan pada table
dibawah ini
132)

133)

134)

135)

137)

138)

139)

140)

141)

143)

144)

145)

146)

147)

1.

149)

150)

151)

152)

153)

131)

155)

I. Kesimpulan
156)

Dari praktikum yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu

Transistor merupakan sebuah komponen yang berfungsi sebagai penguat arus,


pemutus dan penyambung, serta diperlukan untuk menguatkan arus yang
dimasukan pada agar arus yang masuk tepat pada rangkaian agar bekerja secara
optimal.

157)

158)
J. Lampiran Dokumentasi
Rangkaian Penguat Basis

159)
160) Mengukur Tegangan input 9V
161)

163) Mengukur tegangan U1


165)

162)

164)

Mengukur tegangan U2
166)

167) Mengukur tegangan U1

168)

169)

171) Mengukur U3

Mengukur tegangan U2
170)

172)

Mengukur beda fasa

173)

174)

175)

Mengukur U2

176)

Mengukur RL

177)
Rangkaian Penguat Emitter
178)

180)

Tegangan Input
183)

179)

181)

Mengukur tegangan U2
182)
184)

185) Mengukur Resistor Variabel 2

186)

Mengukur U1 dengan
Osiloskop

187)

188)

189)

Mengukur U2 Osiloskop

191)
Rangkaian Penguat Collector

190)

192)

194) Mengukur Tegangan input 9V

193)

195)

196)

198)

Mengukur U1 dengan
Osiloskop
200)

Mengukur tegangan U2
197)

199)

Mengukur U2 dengan
Osiloskop
201)

202)

Mengukur U3 dengan
Osiloskop

203) Mengukur Beda Fasa

204)

206)
208)

Mengukur U2

205)

207)

Mengukur RL