Anda di halaman 1dari 10

Sejarah

Kerajaan Mataram
Kelompok :
1. Rina Andari
2. Rizky NurSyifa Hapipah
3. Rosniawati

XI IPA 3

Kerajaan
Mataram
Kerajaan Mataram
Kuno

Kerajaan Mataram Baru

Kerajaan Mataram Hindu Budha


atau yang dikenal dengan Kerajaan
Mataram Kuno adalah nama sebuah
kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah
pada abad ke-8, kemudian berpindah ke
Jawa Timur pada abad ke-10. Para raja
kerajaan ini banyak meninggalkan bukti
sejarah berupa prasasti-prasasti yang
tersebar di Jawa Tengah dan Jawa
Timur, serta membangun banyak candi
baik yang bercorak Hindu maupun
Budha. Kerajaan Mataram akhirnya
runtuh pada awal abad ke-11.

Peta Kerajaan Mataram Kuno

Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno


Kapan tepatnya berdirinya Kerajaan Mataram Kuno masih belum jelas, namun
menurut Prasasti Mantyasih (907) menyebutkan Raja pertama Kerajaan Mataram Kuno
adalah Sanjaya. Sanjaya sendiri mengeluarkan Prasasti Canggal (732) tanpa menyebut
jelas apa nama kerajaannya. Dalam prasasti itu, Sanjaya menyebutkan terdapat raja
yang memerintah di pulau Jawa sebelum dirinya. Raja tersebut bernama Sanna atau
yang dikenal dengan Bratasena yang merupakan raja dari Kerajaan Galuh yang
memisahkan diri dari Kerajaan Sunda (akhir dari Kerajaan Tarumanegara).
Kekuasaan Sanna digulingkan dari tahta Kerajaan Galuh oleh Purbasora dan kemudian
melarikan diri ke Kerjaan Sunda untuk memperoleh perlindungan dari Tarusbawa, Raja
Sunda. Tarusbawa kemudian mengambil Sanjaya yang merupakan keponakan dari
Sanna sebagai menantunya. Setelah naik tahta, Sanjaya pun berniat untuk menguasai
Kerajaan Galuh kembali. Setelah berhasil menguasai Kerajaan Sunda, Galuh dan
Kalingga, Sanjaya memutuskan untuk membuat kerajaan baru yaitu Kerajaan Mataram
Kuno.
Dari prasasti yang dikeluarkan oleh Sanjaya pada yaitu Prasasti Canggal, bisa
dipastikan Kerajaan Mataram Kuno telah berdiri dan berkembang sejak abad ke 7
dengan rajanya yang pertama adalah Sanjaya dengan gelar Rakai Mataram Sang Ratu
Sanjaya.

Peninggalan Mataram
Kuno
Peninggalan bangunan suci yang berlatar

belakang Hindu antara lain ialah Candi


Geding Songo, kompleks Candi Dieng, dan
kompleks Candi Prambanan.
Adapun yang berlatar belakang agama
Buddha antara lain ialah Candi Kalasan,
Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi
Sewu, dan Candi Plaosan.

Kesultanan Mataram adalah kerajaan


Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri
pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin
suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan
Ki Ageng Pamanahan, yang mengklaim
sebagai suatu cabang ningrat keturunan
penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah
suatu Kadipaten di bawah Kesultanan
Pajang, berpusat di "Bumi Mentaok" yang
diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan
sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat
pertama adalah Sutawijaya (Panembahan
Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.

AWAL BERDIRINYA KERAJAAN MATARAM ISLAM

Sutawijaya naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal


Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Pada saat itu
wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini, mewarisi wilayah
Kerajaan Pajang. Pusat pemerintahan berada di Mentaok, wilayah
yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar
Udara Adisucipto sekarang. Lokasi keraton (tempat kedudukan raja)
pada masa awal terletak di Banguntapan, kemudian dipindah ke
Kotagede. Sesudah ia meninggal (dimakamkan di Kotagede)
kekuasaan diteruskan putranya Mas Jolang yang setelah naik tahta
bergelar Prabu Hanyokrowati.
Pemerintahan Prabu Hanyokrowati tidak berlangsung lama karena
dia wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan Krapyak.
Karena itu ia juga disebut Susuhunan Seda Krapyak atau
Panembahan Seda Krapyak yang artinya Raja (yang) wafat (di)
Krapyak. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat
Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. Ternyata Adipati
Martoputro menderita penyakit syaraf sehingga tahta beralih ke
putra sulung Mas Jolang yang bernama Mas Rangsangpada masa
pemerintahan Mas Rangsang,Mataram mengalami masa keemasan.

Peninggalan Kesultanan Mataram


Bangunan- Bangunan, Benda Pusaka, dan Lainnya:
1. Segara Wana dan Syuh Brata
2. Puing puing / candi- candi Siwa dan Budha di daerah
aliran Sungai Opak dan Progo yang bermuara di Laut
Selatan
3. Batu Datar di Lipura yang tidak jauh di barat daya
Yogyakarta
4. Baju keramat Kiai Gundil atau Kiai Antakusuma
5. Masjid Agung Negara
6. Masjid Jami Pakuncen
7. Gerbang Makam Kota Gede
8. Masjid Makam Kota Gede
9. Bangsal Duda
10.Rumah Kalang
11.Makam Raja- Raja Mataram di Imogiri

Peta Kerajaan Kesultanan Mataram