Anda di halaman 1dari 32

Referat

Sindroma Nefrotik

Oleh:
dr. Della Putri Ariyani
Dokter Pembimbing:
dr. Ari Prastyawan

Definisi

Epidemiologi

Anatomi

Fisiologi

Klasifikasi SN

Berdasarkan Histopatologi
Klasifikasi kelainan glomerulus pada sindrom nefrotik primer

Kelainan minimal (KM) 80% (responsif steroid)

Glomerulosklerosis (GS)
Glomerulosklerosis fokal segmental (GSFS) 10% (resisten
steroid)
Glomerulosklerosis fokal global (GSFG)
Glomerulonefritis proliferatif mesangial difus (GNPMD) 5%
Glomerulonefritis proliferatif mesangial difus eksudatif
Glomerulonefritis kresentik (GNK)
Glomerulonefritis membrano-proliferatif (GNMP) 4%
GNMP tipe I dengan deposit subendotelial
GNMP tipe II dengan deposit intramembran
GNMP tipe III dengan deposit transmembran/subepitelial
Glomerulopati membranosa (GM) 1%
tersering)
Glomerulonefritis kronik lanjut (GNKL)

(pada dewasa penyebab

Patofisiologi

Teori Underfill

Teori Overfill

Manifestasi Klinik

Pemeriksaan Penunjang

Kriteria Diagnosa

1.

Pemeriksaan
Penunjang
Proteinuria massif
DIPSTIX + 3 atau + 4 (kualitatif)
Protein > 40 mg/m3/jam, atau > 2 g/hr (kuantitatif)

2. Rasio protein : Kreatinin > 2,5 (Penilaian fungsi ginjal bisa


normal atau menurun penurunan perfusi ginjal akibat
penyusutan volume intravaskuler
3. Sediment urin biasanya normal
4. Bila terjadi hematuria mikroskopik (>20 eritrosit/LPB) dicurigai
adanya lesi glomerular (misalnya : sclerosis glomerulus fokal)
5. Hipoalbuminemia Albumin darah < 2 g/dl (20 g/L)
6. Dengan atau tanpa hiperlipidemia/hiperkolesterolemia
7. IgM dapat meningkat sedangkan IgG turun
8. Komplimen serum normal dan tidak ada krioglobulin
9. Kadar kalsium serum total menurun (karena penurunan fraksi
terikat albumin)

Diagnosis Banding

Penatalaksanaan
Suportif :
1.Tirah baring pada kasus edema anasarka
2.Pemberian
Diet
Protein
normal
(1,52g/KgBB/hari
3.Pemberian Diet Rendah Garam (1-2g/hari)
4.Diuretik : Furosemid 1-2mg/KgBB/harii. Bila
perlu dikombinasikan dengan Spironolakton 23mg/KgBB/hari
5.Bila kadar albumin 1g/dL diberikan Albumin
20-25% dengan dosis 1g/KgBB selama 2-4jam,
Bila kadar Albumin 1-2g/dL dapat
dipertimbangkan dosis
0,5g/KgBB/hari

6. Obat Anti hipertensi

Medika Mentosa
Prednison
Diberikan selambat-lambatnya 14 hari
setelah didiagnosa SN
Jika remisi spontan tidak perlu
diberikan prednison (5-10%)
Jika dalam 14 hari / < 14 hari gejala
menetap atau memburuk, langsung
diberikan prednison tanpa menunggu
14hari.

SN Serangan Pertama

Jika proteinuria
dalam 3 hari ,
masih Positif
RELAPS

Responsi Remisi tercapai hanya dengan terapi


f-steroid

steroid saja

Depende Terjadi

kali

kambuh

berturut-turut

n-steroid selama masa tapering terapi steroid,


atau dalam waktu 14 hari setelah terapi
steroid dihentikan
Resisten- Gagal mencapai remisi meskipun telah
steroid

diberikan terapi prednison 60 mg/m2/hari


selama 4 minggu

SN Kambuh Tidak Sering


Kambuh adalah Proteinuria 2 + atau
proteinuria > 40 mg/m2/jam selama 3 hari
berturut-turut, dimana sebelumnya pernah
mengalami remisi.
SN yg Kambuh < 2 kali dalam masa 6
bulan,
Induksiatau < 4 kali dalam periode 12
dengan dosis 60 mg/m /hari (2 mg/kg
bulanPrednison
BB/hari) maksimal 80 mg/hari, diberikan dalam 3 dosis
2

terbagi setiap hari selama 4 minggu


Rumatan
Setelah 4 minggu, prednison dengan dosis 40 mg/m2/48
jam, diberikan selang sehari dengan dosis tunggal pagi
hari selama 4 minggu. Setelah 4 minggu, prednison
dihentikan.

SN Kambuh Sering
SN yg kambuh > 2 kali dalam masa 6
bulan atau > 4 kali dalam masa 12
Induksi
bulan
Prednison dengan dosis 60 mg/m2/hari (2 mg/kg BB/hari) maksimal 80
mg/hari, diberikan dalam 3 dosis terbagi setiap hari selama 4 minggu.
Rumatan
Setelah 4 minggu, prednison dengan dosis 60 mg/m2/48 jam, diberikan
selang sehari dengan dosis tunggal pagi hari selama 4 minggu. Setelah 4
minggu, dosis prednison diturunkan menjadi 40 mg/m2/48 jam diberikan
selama 1 minggu, kemudian 30 mg/m2/48 jam selama 1 minggu, kemudian
20 mg/m2/48 jam selama 1 minggu, akhirnya 10 mg/m2/48 jam selama 6
minggu, kemudian prednison dihentikan.

Komplikasi

Efek Samping Steroid


Peningkatan napsu makan, Gangguan
pertumbuhan, Perubahan perilaku,
Peningkatan risiko infeksi, Retensi air dan
garam, Hipertensi, dan Demineralisasi
tulang.
Pada semua pasien SN harus dilakukan
pemantauan terhadap gejala-gejala
cushingoid, pengukuran tekanan darah,
pengukuran berat badan dan tinggi badan
setiap 6 bulan sekali

Prognosa
Pada umumnya sebagian besar (+ 80%)
sindrom nefrotik primer memberi respons yang
baik terhadap pengobatan awal dengan
steroid, tetapi kira-kira 50% di antaranya akan
relapse berulang dan sekitar 10% tidak
memberi respons lagi dengan pengobatan
steroid.

THANK