Anda di halaman 1dari 10

1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

BAB 1
Pendahuluan
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda
akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang
dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas.
Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis,
sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. Gaya gesek sifatnya
selalu melawan gaya yang cenderung menggerakkan benda. Karena itu arah gaya gesek selalu
berlawanan dengan arah kecenderungan gerak benda.
Gaya gesek dapat merugikan dan juga bermanfaat. Panas pada porosyang berputar, engsel pintu
dan sepatu yang aus adalah contoh kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek. Akan tetapi tanpa
gaya gesek manusia tidak dapat berpindah tempat karena gerakan kakinya hanya akan
menggelincir di atas lantai. Tanpa adanya gaya gesek antara ban mobil dengan jalan, mobil
hanya akan slip dan tidak membuat mobil dapat bergerak. Tanpa adanya gaya gesek juga tidak
dapat tercipta parasut.
Terdapat dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus, yaitu
gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis, yang dibedakan antara titik-titik sentuh antara kedua
permukaan yang tetap atau saling berganti (menggeser). Untuk benda yang dapat menggelinding,
terdapat pula jenis gaya gesek lain yang disebut gaya gesek menggelinding (rolling friction).
Untuk benda yang berputar tegak lurus pada permukaan atau ber-spin, terdapat pula gaya gesek
spin (spin friction). Gaya gesek antara benda padat dan fluida disebut sebagai gaya CoriolisStokes atau gaya viskos (viscous force).
Ketika benda cenderung akan bergerak tetapi belum bergerak, maka gaya geseknya ini disebut
gaya gesek statis. Ketika benda sudah dalam keadaan bergerak, maka gaya geseknya ini disebut
gaya gesek kinetis.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

BAB 2
Pembahasan
A. Judul Praktikum
: Menghitung Gaya Gesek Dua Benda pada Bidang Miring
B. Pelaksanaan dan tanggal : Rabu, 10 September 2014
C. Tujuan Praktikum
: - Menghitung alas, sisi tegak, sisi miring, dan sudut suatu benda
dalam posisi bidang miring
- Mencari koefisien gesekan antara kayu (papan miring)
dengan benda-benda lain (kuningan, tembaga, kayu, besi, dan
alumunium)
D. Dasar teori
:
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda
akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang
dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun
gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis,
sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. Gaya gesek
sifatnya selalu melawan gaya yang cenderung menggerakkan benda. Karena itu arah gaya
gesek selalu berlawanan dengan arah kecenderungan gerak benda.
Terdapat dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus, yang
dibedakan antara titik-titik sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti /
menggeser :
a.) Gaya Gesek Statis, adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relatif
satu sama lainnya. Seperti contoh, gesekan statis dapat mencegah benda meluncur ke
bawah pada bidang miring. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan dengan s, dan
pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis.
Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum benda
tersebut bergerak. Gaya gesekan maksimum antara dua permukaan sebelum gerakan
terjadi adalah hasil dari koefisien gesek statis dikalikan dengan gaya normal f = s Fn.
Ketika tidak ada gerakan yang terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga
gaya gesek maksimum. Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum yang
berusaha untuk menggerakkan salah satu benda akan dilawan oleh gaya gesekan yang
setara dengan besar gaya tersebut namun berlawanan arah. Setiap gaya yang lebih besar
dari gaya gesek maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Setelah gerakan terjadi,
gaya gesekan statis tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika benda,
sehingga digunakan gaya gesek kinetis.
b.) Gaya Gesek Kinetis / Dinamis, adalah gaya gesek yang terjadi ketika dua benda bergerak
relatif satu sama lainnya dan saling bergesekan. Koefisien gesek kinetis umumnya
dinotasikan dengan k dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk
material yang sama.
Sekali lagi ditekankan bahwa besar gaya gesek kinetis ini selalu lebih kecil dari besar gaya
gesek statis maksimum. Karena itu, ketika kita mendorong benda di atas permukaan yang

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

kasar, pada saat benda belum bergerak kita harus memberikan gaya dorong yang cukup
besar untuk membuatnya bergerak. Tetapi ketika benda sudah bergerak, gaya dorong kita
bisa dikurangi tanpa membuatnya berhenti bergerak.
Tabel perbedaan gaya gesek statis dengan kinetis :
No
.

Gaya Gesek Statis

1.

Ketika benda cenderung akan bergerak


tetapi belum bergerak.

2.

3.

Gaya Gesek Kinetis

Ketika benda sudah dalam keadaan


bergerak.
Besarnya tergantung pada kekasaran
Selama benda belum bergerak, besarnya permukaan benda dan lantai dan besar
mengikuti besar gaya dorong / gaya
gaya kontak antara lantai dan benda.
tarik yang cenderung menggerakkan
Besar gaya kinetis konstan dan selalu
benda.
lebih kecil dari besar gaya gesek statis
maksimum.
Semakin kasar permukaan benda /
Semakin kasar permukaan benda /
permukaan lantainya, semakin besar
permukaan lantainya, semakin besar
pula gaya gesek statis maksimumnya.
pula gaya gesek kinetis.

Koefisien gesekan ( ) adalah tingkat kekasaran permukaan yang bergesekan. Makin kasar
kontak bidang permukaan yang bergesekan makin besar gesekan yang ditimbulkan.
Jika bidang kasar sekali , maka = 1.
Jika bidang halus sekali , maka = 0.
Gaya normal (N) adalah gaya reaksi dari bidang akibat gaya aksi dari benda. Makin besar
gaya normalnya makin besar gesekannya.
Cara merumuskan gaya normal adalah dengan memakai persamaan hukum I Newton, yaitu ;
3 Benda di atas bidang datar ditarik gaya mendatar
N = w = m.g
3 Benda di atas bidang datar ditarik gaya membentuk sudut
3 Benda di atas bidang miring membentuk sudut
Hubungan antara Gaya Gesek dengan Hukum Newton 1 & Hukum Newton 2.
Hukum pertama Newton menyatakan bahwa sebuah benda dalam keadaaan diam atau
bergerak dengan kecepatan konstan akan tetap diam atau akan terus bergerak dengan
kecepatan kostan kecuali ada gaya eksternal yang berkerja pada benda itu. Kecenderungan
yang digambarkan dengan mengatakan bahwa benda mempunyai kelembaman. Pada Hukum
pertama dan kedua Newton dapat dianggap sebagai definisi gaya. Gaya adalah suatu
pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah kecepatannya, artinya,
dipercepat. Arah gaya adalah percepatan yang disebabkan jika gaya itu adalah satu-satunya
gaya yang bekerja pada benda tersebut. Besaran gaya adalah hasil kali massa benda dan
besaran percepatan yang dihasilkan gaya. Sedangkan Massa adalah sifat instrinsik sebuah
benda yang mengukur resistansinya terhadap percepatan.

F = m.a

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

Hukum kedua Newton menetapkan hubungan antara besaran dinamika gaya dan massa dan
kinematika percepatan, kecepatan dan perpindahan. Hal ini bermanfaat karena
memungkinkan menggambarkan aneka gejala fisika yang luas dengan menggunakan sedikit
hukum gaya yang relative mudah.
Jadi rumus untuk

Fq= . N atau Fq=m. g . sin


N=m. g . cos
E. Alat dan Bahan
:
1. Set papan kayu bidang miring
2. Balok kuningan, tembaga, kayu, besi, dan alumunium
3. Meteran
4. Neraca Ohaus
F. Langkah Kerja
:
1. Menimbang massa balok dengan neraca ohaus secara bergantian antara balok kuningan
sampai selesai dan mencatat hasilnya.
2. Menyiapkan papan kayu bidang miring dengan merengganggkan pengunci papan bidang
miring.
3. Meletakkan balok kuningan diatas papan kayu bidang miring pada tempat yang sudah
diberi tanda.
4. Mengangkat bidang luncur secara perlahan-lahan hingga balok pada kondisi akan
meluncur ke bawah. Mengukur panjang sisi tegak / vertikal (y), sisi alas / horisontal (x)
dan sisi miring (r).
5. Mengulangi kegiatan no. 3-4 untuk balok tembaga, kayu, besi, dan alumunium.
6. Mencatat hasil pengukuran dan menghitung sudut serta koefisien gaya gesek statis (s).
G. Hasil Pengamatan

1.

Kuningan

Massa
benda
(gr)
65,90

2.

Tembaga

70,60

49,2 cm

33,8 cm

60

0,56

0,820

3.

Kayu

40,94

50,8 cm

31,7 cm

60

0,52

0,846

4.

Besi
Alumuniu
m

63,35

51,5 cm

30,5 cm

60

0,50

0,858

21,35

51,4 cm

31,1 cm

60

0,51

0,856

No.

5.

Balok

Sisi
miring
(r)
60

Sin

Cos

52,5 cm

Sisi
tegak
(y)
28 cm

0,46

0,875

Sisi
alas
(x)

Sudut

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

H. Pembahasan Soal
:
Mencari koefisien gesek statis (s) antara kayu dengan balok kuningan, tembaga, kayu, besi,
dan alumunium ?
1. Koefisien gesek statis (s) kayu dengan balok kuningan
Diket : m = 65,90 gram
x = 52,5 cm
y = 28 cm
r
y
r = 60 cm
Dit : = ......?
y
28
x
=0,46
Jawab : sin = r
60
cos =

x
r

52,5
=0,875
60

Fq=m . g . sin

. N =m. g . sin
.m . g . cos =m. g . sin

m . g . sin
m. g . cos

=tan
y 28
=
=0,53
x 52,5
2. Koefisien gesek statis (s) kayu dengan balok tembaga
Diket : m = 70,60 gram
x = 49,2 cm
y = 33,8 cm
r
y
r = 60 cm
Dit : = ......?
y
33,8
x

=0,56
Jawab : sin = r
60
cos =

x
r

49,2
=0,82 0
60

Fq=m . g . sin

. N =m. g . sin
.m . g . cos =m. g . sin

m . g . sin
m. g . cos

=tan
y 33,8
=
=0,68
x 49,2

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

3. Koefisien gesek statis (s) kayu dengan balok kayu


Diket : m = 40,94 gram
x = 50,8 cm
y = 31,7 cm
r = 60 cm
Dit : = ......?
y
31,7

=0,52
Jawab : sin = r
60
cos =

x
r

y
x

50,8
=0,846
60

Fq=m . g . sin
. N =m. g . sin

.m . g . cos =m. g . sin


=

m . g . sin
m. g . cos

=tan

y 31,7
=
=0,62
x 50,8

4. Koefisien gesek statis (s) kayu dengan balok besi


Diket : m = 63,35 gram
x = 51,5 cm
y = 30,5 cm
r = 60 cm
Dit : = ......?
y
30,5

=0,50
Jawab : sin = r
60
cos =

x
r

51,5
=0,858
60

Fq=m . g . sin
. N =m. g . sin

.m . g . cos =m. g . sin

y
x

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

m . g . sin
m. g . cos

=tan
y 30,5
=
=0,59
x 51,5

No.

Sudut ()

Balok

Sin

Cos

Koefisien
gesek statis ()

1.

Kuningan

0,46

0,875

0,53

2.

Tembaga

0,56

0,820

0,68

3.

Kayu

0,52

0,846

0,62

4.

Besi

0,50

0,858

0,59

5.

Alumunium

0,51

0,856

0,60

5. Koefisien gesek statis (s) kayu dengan balok alumunium


Diket : m = 21,35 gram
x = 51,4 cm
y = 31,1 cm
r = 60 cm
Dit : = ......?
y
31,1

=0,51
Jawab : sin = r
60
cos =

x
r

y
x

51,4
=0,856
60

Fq=m . g . sin
. N =m. g . sin

.m . g . cos =m. g . sin


=

m . g . sin
m. g . cos

=tan

y 31,1
=
=0,60
x 51,4

I. Penyajian Data Koefisien Gesek Statis dalam Bentuk Tabel :

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

BAB 3
Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa :
3 Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan
benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan.
3 Gaya Gesek Statis, adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relatif
satu sama lainnya / ketika benda cenderung akan bergerak tetapi belum bergerak.
3 Gaya Gesek Kinetis / Dinamis, adalah gaya gesek yang terjadi ketika dua benda
bergerak relatif satu sama lainnya dan saling bergesekan / ketika benda sudah dalam
keadaan bergerak.
3 Besar gaya gesek kinetis selalu lebih kecil dari besar gaya gesek statis maksimum.
B. Saran
Bertitik tolak pada uraian di atas, kami sampaikan beberapa saran kepada segenap pembaca
laporan tugas praktikum fisika ini, yaitu sebagai berikut:
1. Dengan selesainya tugas praktikum ini, kiranya pihak-pihak terkait dapat memahami serta
memaklumi bentuk kesederhanaannya. Bila perlu tugas ini dapat di evaluasi guna menjadi
acuan kami untuk mengembangkan tugas ini kearah yang lebih sempurna.
2. Semoga laporan ini dapat menarik simpati para siswa untuk memilih program IPA.
3. Sebaiknya dalam mengikuti praktikum khususnya praktikum kelompok harus disiapkan
mental dan jangan melamun saat sedang melakukan eksperimen agar tidak mudah kaget
apabila tersentuh alat dan bahan yang disiapkan dalam praktikum.
4. Diharapkan kepada para guru utamanya pelajaran teori guru MIPA, untuk tidak hanya
memberikan pelajaran teori kepada siswanya, namun juga memberikan kegiatan praktek
sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa di kala pembelajaran berlangsung, dan
yang lebih penting lagi para siswa dapat mengetahui lebih jelas kenyataan yang sesungguhnya
tentang materi yang diberikan.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3

Saran dan Kritik senantiasa kami nantikan dari semua pihak.

Daftar Pustaka
http://yadibagayo.blogspot.com/2013/12/laporan-gaya-pada-bidang-miring.html, diunduh Jumat,
12 September 2014
http://muzella19.blogspot.com/2012/01/gaya-gesek-pada-bidang-miring.html, diunduh Jumat, 12
September 2014
http://tianphysics.wordpress.com/2013/11/13/laporan-praktikum-pada-materi-gaya-gesekan/,
diunduh Jumat, 12 September 2014
http://sayurishiori.blogspot.com/2013/09/laporan-praktikum-fisika-gaya-gesekan_13.html,
diunduh Jumat, 12 September 2014
http://fathurrahmankidbuu.blogspot.com/2013/10/laporan-praktikum-gaya-gesek.html, diunduh
Jumat, 12 September 2014

10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA / KELAS XII IPA 3