Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN

Kegiatan 1. Tes Kehamilan dengan Metode Gali Manini


Pada Praktikum ini, urin wanita hamil berumur tidak lebih dari 3 bulan diinjeksikan pada
katak jantan. Sebelumnya, dilakukan uji dengan testpack terlebih dahulu pada urin untuk
memastikan adanya kandungan HCG. Pada uji kehamilan dengan metode Gali Manini,
adanya kandungan HCG pada darah katak jantan akan merangsang terjadinya
spermatogenesis, sehingga hasil positif ditandai dengan adanya sel sperma pada pemeriksaan
preparat terhadap urin katak jantan.
Hormon gonadotropin chorion atau yang biasa dikenal dengan Human Chorionic
Gonadotropin (HCG) merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh plasenta pada
proses kehamilan. Sekresi hormon ini akan dimulai pada hari ke 8 setelah ovulasi. Sekresi
akan terus dilanjutkan dan mencapai kecepatan maksimum pada minggu ke 8 setelah ovulasi
dan akan mulai berkurang pada minggu ke 16-20 masa kehamilan. Maka dari itu, usia urin
ibu hamil yang digunakan tidak lebih dari 3 bulan.
Fungsi dari Hormon HCG adalah untuk mencegah inovulasi normal pada korpus luteum.
HCG menstimulasi korpus luteum untuk mensekresi progesteron, esterogen, dan relaksin.
Tingginya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan endometrium terus tumbuh
sehingga dapat mempertahankan kehamilan.
Hormon HCG memiliki peran yang sama seperti FSH dan LH. Ketika hormon HCG masuk
kedalam aliran darah katak, maka kadar FSH dan LH akan ikut meningkat. LH bekerja pada
sel-sel interstitial (sel leydig) pada testis untuk merangsang pembentukan testosteron. FSH
akan bekerja pada sel sertoli untuk mempermudah sintesis protein pengikat androgen yang
akan berikatan dengan testosteron menuju tubulus seminiferus. Hal ini akan menyebabkan
terjadinya spermatogenesis dan katak jantan melepaskan spermatozoa.
Pada praktikum ini, pada pemeriksaan urin katak jantan dibawah preparat, tidak ditemukan
adanya sel spermatozoa, padahal pemeriksaan urin dengan testpack menunjukkan hasil positif
yang artinya urin mengandung hormon HCG. Hal ini dapat disebabkan karena produksi urin
yang dihasilkan katak sangat sedikit, dan tidak dapat dipastikan apakah cairan itu adalah urin
katak jantan. Selain itu, pada uji kehamilan dengan metode Gali Manini juga umumnya
membutuhkan waktu 3 jam untuk menunggu katak jantan mengeluarkan urin, sedangkan
pada praktikum ini hanya 1 jam, sehingga mungkin kerja hormon HCG dalam merangsang
FSH dan LH untuk melakukan spermatogenesis belum maksimal.